Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis kandungan logam berat aluminium (Al), dan timbal (Pb) pada buah jambu biji varietas kristal (Psidium guajava L.) dan tanah di desa Bumiaji, kota Batu Hidayati Karamina; Ariani Trisna Murti; Tri Mudjoko
Kultivasi Vol 17, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.76 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i3.18900

Abstract

Sari. Bumiaji merupakan kawasan wisata yang terletak di Kota Batu. Dengan suhu mencapai 20oC menyebabkan Bumiaji menjadi tempat pengembangan kawasan yang cocok untuk penanaman tanaman hortikultura contohnya jambu biji varietas kristal. Budidaya jambu biji varietas kristal tidak lepas dengan pemeliharaan tanaman dengan cara pengaplikasian pupuk organik maupun anorganik dan pestisida dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang panjang. Usaha-usaha peningkatan hasil produksi di atas ternyata dapat memberikan dampak kurang baik bagi lingkungan sekitar khususnya tanah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar jumlah logam berat yang berada pada tanah dan buah jambu biji varietas kristal. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif sedangkan untuk metode analisis uji logam berat menggunakan metode Atomic Absorption Spectophotometer (AAS). Hasil dari analisa tanah dengan pengambilan sample 0 – 30 cm dan 30 – 60 cm ditemukan bahwa logam berat Al di berbagai umur tanaman 11 tahun, 6 tahun, 5 tahun melebihi batas normal dan masuk kedalam ambang batas kritis logam berat. Kedua jenis logam berat yaitu Al (Aluminium) dan Pb (Timbal) baik pada umur tanaman 11 tahun, 6 tahun dan 5 tahun memasuki tahapan melebihi batas ambang normal logam berat yang seharusnya berada di bagian buah jambu biji varietas kristalKata kunci: Logam berat, Jambu biji varietas kristal Abstract. Bumiaji region is one of tourist destination in Batu city. This area has temperature around 20 that appropriate for horticulture product including crystal guava. One of cultivation treatment for this commodity is organic fertilizer adding. Another treatment for crystal guava commonly by inorganic fertilizer and pesticide application in high dose on long duration. It will be damage problem for environment especially for soil. Thus, this study was aimed for discovering the amount of the heavy metal Al and Pb contained in the soil and Crystal Guava. This study used descriptive analytic method along with using - Atomic Absorption Spectophotometer (AAS) for testing the heavy metal. The results of this study which concerned on the content of metal of metal Al in 0 – 30 cm and 30 - 60 cm soil depth showed that the highest metal essence was in 11 years, 6 years, 5 years exceeded the normal limits and entered the critical threshold of heavy metals. Both types of heavy metals namely Al (Aluminum) and Pb (Lead) both at the age of 11 years, 6 years and 5 years enter the stage beyond the normal threshold of heavy metals which should be in the crystal variety guavaKeyword : Heavy metal, Crystal Guava
Respons pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun terhadap aplikasi pupuk NPK dan pupuk organik cair kaya fosfat Hidayati Karamina; Edyson Indawan; Ariani Trisna Murti; Tri Mujoko
Kultivasi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i2.26316

Abstract

AbstrakSalah satu teknologi untuk meningkatkan produktivitas mentimun yaitu dengan aplikasi pemupukan. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh pupuk NPK dan pupuk organik cair yang kaya fosfat terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman dan hasil dari tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret sampai Mei 2017 di kebun petani, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK, terdiri dari 4 taraf, yaitu 100 kg ha-1, 200 kg ha-1, 300 kg ha-1 dan 400 kg ha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair, terdiri dari 3 taraf, yaitu 100 cc L-1, 150 cc L:-1 dan 200 cc L-1. Pupuk organik cair terbuat dari campuran daun lamtoro dan air seni kambing. Adapun variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pupuk NPK dan pupuk organik cair. Bobot buah mentimun tertinggi dicapai pada aplikasi pupuk NPK dengan dosis 200 kg ha-1sedangkan pada aplikasi pupuk organik cair dengan dosis 100 cc L-1Kata kunci : NPK, Pupuk organik cair, Mentimun.AbstractOne of the technologies to increase cucumber productivity is fertilization application. The aim of this study was to determine the effect of NPK and high phosphate liquid organic fertilizers on vegetative growth and yield of cucumber plants. This research was conducted from March to May 2017 in the farmer's garden, Tlogomas Village, Malang City. The experimental design used factorial randomized block design that consisted of two factors and repeated 3 times. The first factor was NPK fertilizer doses, that consisted of 4 levels, there were 100 kg ha-1, 200 kg ha-1, 300 kg ha-1 and 400 kg ha-1. The second factor was organic liquid fertilizer doses, that consisted of 3 levels, there were 100 cc L-1, 150 cc L-1 and 200 cc L-1. Organic liquid fertilizer was made from Leucaena leucocephala leaves and goat urine. The observed variables were plant height, number of leaves, and fruits weight. The results showed that there was no interaction between NPK and liquid organic fertilizers. The highest cucumber fruit weight was achieved in the application of NPK fertilizer at a dose of 200 kg ha-1 while in the application of liquid organic fertilizer at a dose of 100 cc L-1.Keyword : NPK fertilizer, Organic liquid fertilizer, cucumber
Peningkatan komponen dan kualitas hasil nanas melalui aplikasi kalsium dan etilen sintetik di daerah kering dan panas Kabupaten Malang Hidayati Karamina; Ariani Trisna Murti; Tri Mujoko
Kultivasi Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i1.29674

Abstract

Abstrak. Kalsium dan etilen diketahui pada penelitian terdahulu dapat meningkatkan kualitas hasil nanas (Ananas comosus (L.) Merr.), namun perlu penelitian untuk memvalidasi hasil penelitian di tempat yang lain. Beberapa petani membudidayakan nanas di pesisir selatan Malang yang relatif kering dan panas. Kalsium klorida (sebagai sumber kalsium) dan Ethephon (sebagai etilen sintetik) digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kapan waktu aplikasi CaCl2 yang tepat, takaran dosisCaCl2 dan kapan waktu aplikasi ethephon yang tepat untuk meningkatkan kualitas dari buah nanas di daerah kering dan panas di Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan bulan oktober 2019 – Maret 2020 di Ngajum, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama ialah waktu aplikasi CaC12 yang terdiri dari 3 taraf (100 hsp, 130 hsp, 100 hsp + 130 hsp). Anak petak ialah dosis CaC12 yang terdiri dari 3 taraf (55 kg ha-', 80 kg ha-' dan 105 kg ha-'). Anak-anak petak ialah dosis ethephon yang terdiri dari 2 taraf (0 L ha-1 dan 3 L ha-1). Parameter pengamatan yang diamati yaitu panjang buah, bobot buah, dan kadar air buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara dosis dan waktu aplikasi CaCl2 terhadap kadar air buah. Aplikasi CaCl2 secara mandiri menghasilkan bobot buah yang berbeda nyata dan lebih besar dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi Ethephon tidak mempengaruhi komponen dan kualitas hasil nanas.Kata Kunci : Buah nanas, CaCl2, Ethephon. Abstract. Calcium and ethylene were known in previous study to improve the yield quality of pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.), but it is necessary to validate those research in another place. Farmers cultivated pineapple in south coast of Malang which are relatively dry and hot. Calcium chloride (as a source of calcium) and Ethephon (as synthetic ethylene) were used in this study. This study aims to find the correct application time of CaCl2, CaCl2 dosage, and ethephon application to improve the quality of pineapple fruit in dry and hot climates of Malang District. This research was conducted in October 2019 - March 2020 in Ngajum, Malang Regency. The research used Split Split Plot Design with 3 replications. The main plot was the application times of CaC12 which consisted of 3 levels (100 hsp, 130 hsp, and 100 hsp + 130 hsp). The subplot was the doses of CaC12 which consisted of 3 levels ( 55 kg ha-', 80 kg ha-' and 105 kg ha-'). The sub-subplots was ethephon doses which consisted of 2 levels (0 L ha-1 and 3 L ha-1). The observed parameters were fruit length, fruit weight, and fruit moisture content. The results showed that there were interaction effect between doses and application times of of CaCl2 on fruit moisture content. Single effect of CaCl2 affected fruit weights significantly, greater than control. Single effect of Ethephon did not affect the yield components and quality of pineapple.Keywords : CaCl2, Ethephon, Pineapple.
Analisis kelayakan usaha ayam pedaging pola kemitraan dan pola mandiri di Kecamatan Dau Kabupaten Malang (studi kasus di Desa Gang Siranputuk Desa Gading Kulon Dan Desa Tegal Weru Rosyida Fajri Rinanti; Ariani Trisna Murti; Maria Alfonsa Ngaku
Jurnal Sains Peternakan Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v8i2.5201

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha ayam pedaging Pola Kemitraan dan Pola Mandiri (Studi Kasus di Desa Gang Siran putuk, Desa Gading Kulon, dan Desa Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang). Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung bersama responden menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian pada usaha ayam pedaging pola kemitraan dan mandiri dengan delapan orang peternak memiliki populasi masing-masing sebanyak 4.000 ekor, 5000 ekor, dan 6000 ekor menunjukan bahwa usaha tersebut layak untuk dikembangkan. Dilihat dari nilai R/C ratio dengan nilai rata-rata >1, nilai B/C ratio kurang dari <1 atau tidak laying dikembangkan, nilai rata-rata BEP Unit maupun BEP Harga mengalami titik impas, yang artinya tidak mengalami untung ataupun mengalami kerugian, untuk NPV pada usaha ayam broiler ini layak untuk dikembangkan serta PP dengan tingkat pengembalian arus kas 0,1 yang artinya batas waktu yang telah ditentukan untuk pengembalian modal investasi. ABSTRACT This research was conducted to understand the feasibility of broiler chicken on both partnership and independent business model (case study in Gangsiran Putuk Village, Gading Kulon Village, and Tegalweru Village, Dau District, Malang). The data collected were primary and secondary data. Data collection was conducted by observation, direct interview with respondents, and collecting secondary data. The respondents are chosen by purposive sampling. The results showed that eight broiler farms with varied farming capacities (4000, 5000, and 6000 broilers) have the possibility to be developed. The average R/C ratio is >1 but B/C Ratio is <1 or not feasible. The average score of BEP for Unit and BEP for price are equal, which means not experiencing any profit or loss. NPV Score showed feasibility and worth to be developed, and PP Score is 0, 1.
Analisa pendapatan peternakan sapi potong Di Kabupaten Lamongan (studi kasus pada koperasi kelompok peternak gunungrejo makmur Di Desa Gunungrejo Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan) Ariani Trisna Murti; Karunia Setyowati; Hidayati Karamina
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5575

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini akan dilakukan selama satu bulan yaitu mulai pada tanggal 01 Juli - 01 Agustus 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pendapatan usaha ternak sapi potong pada Kelompok Peternak Gunung Rejo Makmur di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung terhadap peternak sapi potong yang tergabung dalam Kelompok Peternak Koperasi Gunung Rejo Makmur, Kedungpring, Kabupaten Lamongan sejumlah 93 orang dengan metode Purposive Sampling. Analisa data menggunakan analisa laba rugi, return cost ratio, break even point, dan payback period. Hasil analisa perhitungan 3 tahun terakhir yakni tahun 2017, tahun 2018, sampai dengan tahun 2019 menyatakan bahwa rataan pendapatan usaha penggemukan Koperasi Peternak Gunung Rejo Makmur sebesar Rp. 1.983.157.500 per tahun dengan hasil return cost ratio > 1 sebesar 2,50 pada tahun 2017, 1,72 tahun 2018, dan 1,8 pada tahun 2019. Perhitungan break even point pada tahun 2017 menghasilkan nilai sebesar 226,19/kg untuk produksi dan Rp. Rp 11.674.688/tahun untuk harga. Tahun 2018 didapatkan nilai sebesar 209,5 kg untuk break even point produksi, dan Rp 16.024.500/tahun untuk break even point harga. Break even point produksi dan harga pada tahun 2019 secara berurutan yaitu 275,45 kg serta besaran harga senilai Rp. 2.014.068/tahun. Analisa payback period pada tahun 2017 menghasilkan nilai sebesar 3,15, tahun 2018 sebesar 1,28, dan pada tahun 2019 senilai 4,2. Kesimpulan dapat ditarik berdasarkan hasil analisa perhitungan yang semua memenuhi kriteria. Sehingga usaha penggemukan peternakan sapi potong Koperasi Peternak Gunung Rejo Makmur dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan lebih lanjut, dan diimbangi dengan pencatatan laporan keuangan yang lebih baik. Agar dapat mengetahui perputaran arus kas keuangan yang lebih akurat.
Strategi pengembangan usaha peternakan babi Di Kabupaten Malang Ariani Trisna Murti; Karunia Setyowati Suroto; Heri Samba Dima
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i2.6300

Abstract

The research conducted at PT. Farm Delta Peniwen Makmur which is located in Peniwen Village, Kepanjen District, Malang Regency for a month in July – August 2020. The research objectives are 1. To find out the strategy for developing pig farming business at PT. Farm Delta Peniwen Makmur Kepanjen Malang, 2. To find out what factors influence the development of pig farming at PT. Farm Delta Peniwen Makmur Kepanjen Malang 3. To find out the position of the business when viewed from the pig farming strategy at PT. Farm Delta Peniwen Makmur Kepanjen. Primary data is obtained from interviews with respondents, while secondary data is obtained from reports from companies and related agencies, literature owned by companies, and writings related to the topics discussed. The sampling method used total sampling, namely owners, managers, and employees of PT. Delta Peniwen Makmur in Kepanjen, Malang. The interview process uses a list of questions in the form of a questionnaire. The data analysis method uses SWOT analysis, namely analyzing the IFE matrix, EFE matrix, IE matrix and SWOT matrix. The conclusion that can be drawn from the results of the analysis is that in the SWOT matrix, the WT strategy is the most dominant in quadrant IV, which is 1.4 with the results of the IFAS and EFAS calculations on the Cartesian diagram (–0.249 ;–0.164). The company seeks to minimize weaknesses and avoid threats by improving product quality, human resources, production quantities, owners can be responsible for all decisions, carry out innovative promotions, provide maximum service at affordable prices, maintain good relations with distributors or customers regarding complaints that arise. exist, and companies can seek market opportunities in different areas. Suggestions that can be quoted from the conclusion are that companies can further maximize existing strengths and opportunities such as maintaining good relationships with employees, agents and customers, expanding marketing areas by conducting digital promotions, improving production quality, providing affordable prices along with price discounts, and no less important being able to establish relationships with competitors to grow the economy of the surrounding community. Keywords: Development Strategy, Livestock Business, Pig Farming
Elastisitas Produksi Usaha Peternakan Broiler Pola Kemitraan Di Kabupaten Blitar Ariani Trisna Murti; Budi Hartono; Zaenal Fanani
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.592 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap peternak broiler yang bermitra dengan PT. Sinar Abadi Sejahtera di Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni - Juli 2014 yang bertujuan untuk mengetahui elastisitas produksi usaha peternakan ayam broiler sistem kemitraan PT. Sinar Abadi Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sampel survei dengan penentuan purposive yaitu peternak ayam broiler yang melaksanakan program kemitraan dengan PT. Sinar Abadi Sejahtera Indonesia. Keseluruhan sampel dapat diambil sejumlah populasi 60 orang peternak sebagai perwakilan. Variabel penelitian yang digunakan adalah jumlah ternak, pembelian DOC, jumlah tenaga kerja, biaya pakan, vitamin dan obat-obatan, listrik, mortalitas, biaya produksi, dan jumlah anggota keluarga. Analisis data yang dilakukan meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Analisa kuantitatif merupakan perhitungan angka biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan. Analisa kualitatif bertujuan untuk menghitung elastisitas produksi menggunakan analisis regresi Cobb-Douglas. Pengolahan data dari hasil penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 16,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas dan biaya produksi merupakan faktor produksi yang sangat signifikan mempengaruhi dan bersifat elastis terhadap jumlah produksi usaha. Kesimpulan menunjukkan bahwa 1) mortalitas dan biaya produksi merupakan faktor yang mempengaruhi dan bersifat elastis terhadap jumlah produksi 2) jumlah ternak, pembelian D.O.C, biaya pakan, dan biaya produksi merupakan faktor-faktor yang bersifat tidak elastis terhadap produksi usaha. Saran dalam penelitian agar 1) peternak lebih selektif dalam pemilihan bibit DOC yang akan dipelihara dan memperhatikan faktor besar penyebab kematian ternak sehingga angka mortalitas dapat ditekan 2) pemakaian faktor-faktor produksi dan modal usaha lebih efisien,  karena dengan penggunaan faktor-faktor produksi yang efisien akan mempengaruhi jumlah pendapatan produksi. Kata kunci: biaya produksi , elastisitas produksi , jumlah produksi, mortalitas, sistem kemitraan
Penampilan Produksi Kambing Peranakan Etawa Yang Diberi Pakan Konsentrat Berbasis Daun Tanaman Eko Marhaeniyanto; Sri Susanti; Ariani Trisna Murti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.2

Abstract

Penelitian menguji respon penggunaan campuran tepung daun gamal, lamtoro dan sengon (1:1:1) dalam pakan konsentrat (kandungan protein 16%) dibandingkan pakan konsentrat komersial (P0). Konsentrat perlakuan menggunakan sebanyak 10% (P1), 20% (P2) dan 30% campuran tepung daun (P3). Ujicoba secara in-vivo dilakukan pada 16 ekor kambing Peranakan Etawa jantan muda umur 10-12 bulan dengan rataan bobot badan (BB) 20,7±2,8kg.Pakan basal yang diberikan sesuai dengan pemberian di peternak. Respon konsumsi pakan pada semua perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Konsumsi pakan basal berkisar 2,1 - 2,3% dari BB kambing. Tambahan pemberian pakan konsentrat sebanyak 1% BB menghasilkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang berbeda nyata (P<0,05). Penggunaan campuran tepung daun sebanyak 10% dalam pakan konsentrat menghasilkan rataan pertambahan bobot badan harian tertinggi (105,9±9,0g/ekor/hari) dan konversi pakan terrendah (6,56±0,9).
Inventarisasi Pemanfaatan Daun Tanaman Sebagai Sumber Protein dalam Pakan Kambing Peranakan Etawa (Studi Kasus di Dusun Prodosumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) Eko Marhaeniyanto; Sri Susanti; Bambang Siswanto; Ariani Trisna Murti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.01.8

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Dusun Prodosumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Tujuan penelitian adalah untuk menginventarisasi jenis pakan, konsumsi pakan dan produktivitas kambing PE ditingkat peternak. Penelitian ini melibatkan peternak kambing PE sebagai responden sebanyak 91 orang, berdasarkan kriteria jumlah kepemilikan ternak kambing >3 ekor, pengalaman beternak > 5 tahun. Pemilihan responden melibatkan peran kelompok tani yaitu Gapoktan Arjuna Sejahtera. Metode penelitian adalah studi kasus. Pengamatan in vivo dilakukan pada 20 ekor kambing PE jantan muda dengan rataan bobot awal 16,71±1,76 kg. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, tabulasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil inventarisasi didapatkan 27 jenis hijauan pakan ternak kambing, terdiri dari 22 macam daun tanaman dan 5 macam hijauan rumput (81,48% daun tanaman : 18,52% hijauan rumput). Pakan hijauan yang sering diberikan pada ternak kambing adalah rumput lapang, pucuk tebu, daun sengon, daun pahitan dan rumput gajah (responden pengguna >40%). Rataan konsumsi hijauan pakan 7,06 kg/ekor/hari dengan konsumsi bahan kering 526,07±88,15 g/ekor/hari, konsumsi bahan organik 511,89±80,32 g/ekor/hari, konsumsi protein kasar 61,58±16,21 g/ekor/hari, konsumsi serat kasar 101,18±29,68 g/ekor/hari dan konsumsi lemak kasar 17,50±13,75 g/ekor/hari.  Pertambahan bobot badan harian 65,9±11,7 g/ekor/hari, konversi pakan 7,53±2,85. Terdapat 13 jenis daun tanaman yang memiliki kandungan protein kasar (PK) lebih dari 18% yaitu Paracerianthes falcataria, Calliandra calothyrsus, Lecaena leucocephala, Artrocarpus heterophyllus Lamk, Calliandra haemochephala, Gliricidia sepium, Colocasia esculenta, Eritrina lithosperma, Sauropus adrogynus, Agratum conyzoides, Ceiba petandra, Manihot utilissima, Centrosema pubescens merupakan pakan potensial sebagai sumber protein untuk pakan ternak kambing PE.
Indonesian Ongole Cattle Rural Breeders Income Based on Marketing Channel Analysis Hariadi Darmawan; Ariani Trisna Murti; Marianus Rawa Tamba; Erlangga Esa Buana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 2 (2021): JITRO, Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.222 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i2.16783

Abstract

Beef cattle are essential among Indonesian farmers as supporting assets and livelihood through cattle breeding especially for rural breeders with the most preferred breed is Indonesian Ongole cattle known as PO cattle. It is essential to analyze and determine the PO cattle rural breeders' income based on the marketing channel analysis. The study aimed to determine the marketing channel's efficiency and the PO cattle rural breeders' income. This study site was Bojonegoro regency, stipulated as The National Agricultural Site of beef cattle commodity in the East Java Province. Ninety-three respondents were chosen based on a stratified random sampling of marketing channel stakeholders. This is a quantitative descriptive study with a cross-sectional survey method. Marketing channel analysis and marketing efficiency analysis compare with the PO cattle price level using descriptive statistical analysis. The result shows six marketing channels involve in delivering PO cattle to the last consumer as beef meat. It can be concluded that the fourth marketing channel is the most efficient marketing channel that gives the highest income for PO cattle rural breeders.Keywords: Marketing efficiency, National Agricultural Site, PO cattle, price, rural breeders