Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMODELAN SPASIAL-TEMPORAL CBOD DAN DO SUNGAI LAWA MENGGUNAKAN WATER QUALITY ANALYSIS SIMULATION PROGRAM (WASP) Edhi Sarwono; Marlon I Aipassa; Ndan Imang; Yohanes Budi Sulistioadi; Komsanah Sukarti; Henny Pagoray; Sri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27439

Abstract

Sungai Lawa merupakan badan air penerima dari aktivitas pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit di sekitar sungai. Penelitian ini bertujuan memodelkan penyebaran Carbonaceous Biochemical Oxygen Demand (CBOD) dan dissolved oxygen (DO) di Sungai Lawa menggunakan Water Quality Analysis Simulation Program (WASP8 US EPA), menganalisis perubahan konsentrasi berdasarkan jarak hulu ke hilir, serta mengevaluasi perubahan temporal enam waktu simulasi. Ruas Sungai Lawa sepanjang 69,38 km dimodelkan menjadi 18 segmen utama dengan masukan lateral dari anak sungai dan saluran buangan. Simulasi dilakukan pada 22-23 Desember 2025 dengan keluaran pada enam waktu. Data BOD hasil pengukuran lapangan digunakan sebagai dasar input dan pembanding parameter organik, sedangkan keluaran model dianalisis sebagai CBOD sesuai variabel keadaan dalam WASP. Validasi model menggunakan MAE, RMSE, MAPE dan R2. Hasil simulasi menunjukkan CBOD berubah secara longitudinal sebagai respons masukan beban organik dan proses degradasi, sedangkan DO menunjukkan variasi yang dipengaruhi beban organik, reaerasi, dan kondisi hidraulik. Validasi terbaik CBOD terjadi pada 22 Desember 2025 pukul 00.00 WITA dengan MAE 0,26 mg/L, RMSE 0,30 mg/L, dan MAPE 9,86%; sedangkan validasi terbaik DO pada waktu yang sama, MAE 0,32 mg/L, RMSE 0,37 mg/L, dan MAPE 13,86%. Model WASP dapat digunakan untuk menggambarkan kecenderungan spasial-temporal CBOD dan DO Sungai Lawa sebagai dasar evaluasi kualitas air.
PELATIHAN USAHA BANDENG CABUT DURI DI KELURAHAN SIDOMULYO KECAMATAN ANGGANA Gusti Haqiqiansyah; Komsanah Sukarti; Ghitarina Ghitarina; Ristiana Eryati; Indriati Kusumaningrum
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1439

Abstract

Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan sangat perlu dilakukan. Usaha pengolahan hasil perikanan merupakan satu diantara kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga, dan dapat menciptakan peluang usaha alternatif bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengolah bandeng cabut duri. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan praktek. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini mendapat dukungan dan minat masyarakat yang tinggi. Kegiatan diawali dengan pemberian materi dan diskusi, selanjutnya dilakukan kegiatan praktek cabut duri ikan bandeng. Dari hasil diskusi dan pengamatan selama kegiatan, peserta sudah bisa memahami dan mempraktekan cara cabut duri dengan baik. Hal ini diharapkan nantinya peserta dapat mengaplikasikan sebagai satu usaha alternatif yang dapat dikembangkan
Pencemaran Mikroplastik Di Perairan dan Dampaknya terhadap Organisme Perikanan: Sebuah Tinjauan Sistematis Tiara Zirianda; Abdunnur Abdunnur; Heni Pagoray; Fitriyana Fitriyana; Komsanah Sukarti
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.872

Abstract

Microplastic pollution in aquatic environments has emerged as a pressing global environmental concern; however, a comprehensive understanding of its extent and impacts in Indonesia remains limited. This study aimed to analyze the levels and distribution of microplastic contamination across different water body types in Indonesia, identify the characteristics of microplastics found, assess their impacts on fishery organisms, and identify factors influencing contamination and organism vulnerability. A systematic literature review (SLR) following PRISMA 2020 guidelines was conducted, analyzing 17 empirical research articles published between 2021 and 2026 that met pre-defined inclusion criteria. Results revealed that microplastics were detected across all water body types examined—including rivers, reservoirs, lakes, coastal areas, open sea, and mangrove ecosystems—with concentrations ranging from 0.012–0.42 particles/L in water, 320–1,710 particles/kg dry weight in sediment, and 0.5–8.7 particles/individual in organisms. Fiber was the dominant morphological form (94.1% of studies), with polyethylene (PE) and polypropylene (PP) as the most prevalent polymers, and particles <1 mm in size being the most commonly reported. Impacts on fishery organisms included accumulation prevalence approaching 100% in all fish species studied, histopathological damage to gills, liver, and intestines, elevated oxidative stress (increased MDA, altered SOD and CAT activity), and identified trophic transfer in several ecosystems. The primary factors driving contamination were domestic waste (textile fibers), water hydrodynamics, ecosystem type, and organism feeding habits. These findings underscore the urgency of strengthening plastic waste management regulations, standardizing monitoring protocols, and expanding research coverage beyond the island of Java.