Companies within the consumer non-cyclical sector are typically characterized by relatively stable demand for their products. Nevertheless, data on the movement of the consumer non-cyclical index indicate considerable price fluctuations across a broad range. This study aims to examine the effects of ESG, current ratio, ownership concentration, and leverage on firm value, as well as to investigate the moderating role of leverage in the relationship between ESG and firm value among consumer non-cyclical firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Employing panel data regression using the Random Effects Model (REM), this research analyzes seven sample companies over the period from 2015 to 2024. The results reveal that ESG and the debt-to-equity ratio (DER) have a negative and significant effect on firm value. Conversely, the current ratio exhibits a positive and significant effect. Moreover, leverage significantly and positively moderates the relationship between ESG and firm value. Ownership concentration, however, does not have a significant effect on firm value. Practically, these findings suggest that management should prioritize maintaining liquidity and adopting an optimal leverage strategy through moderate use of debt. Under such conditions, ESG can act as a positive signal to the market, thereby enhancing firm value. Perusahaan-perusahaan di sektor konsumen non-siklikal memiliki karakteristik berupa permintaan yang relatif stabil terhadap produknya. Namun demikian, data pergerakan indeks konsumen non-siklikal menunjukkan adanya fluktuasi harga yang cukup signifikan dalam rentang yang lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ESG, rasio lancar, konsentrasi kepemilikan, dan leverage terhadap nilai perusahaan, serta menginvestigasi peran moderasi leverage dalam hubungan antara ESG dan nilai perusahaan pada perusahaan konsumen non-siklikal yang terdaftar di BEI. Dengan menggunakan regresi data panel melalui model Random Effects Model (REM), penelitian ini menganalisis tujuh perusahaan sampel selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG dan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, rasio lancar menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, leverage secara positif dan signifikan memoderasi hubungan antara ESG dan nilai perusahaan. Konsentrasi kepemilikan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa manajemen sebaiknya memprioritaskan pemeliharaan likuiditas dan menerapkan strategi leverage yang optimal dengan menggunakan utang pada tingkat yang moderat. Dalam kondisi tersebut, ESG dapat berfungsi sebagai sinyal positif bagi pasar, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.