Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI MENGENAI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Nissa Noor Annashr; Neni Neni; Dadan Yogaswara; Andy Muharry
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.21091

Abstract

Abstrak: Kota Tasikmalaya yang terletak di Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah kematian DBD tertinggi di Indonesia yaitu 20 kasus kematian pada tahun 2020. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap santri Rumah Tahfidz Al-Ikhlas mengenai pencegahan DBD. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan serta tahap evaluasi. Kegiatan edukasi kesehatan diselenggarakan pada Hari Senin, tanggal 24 Februari 2020 di Rumah Tahfidz Al-Ikhlas Tasikmalaya yang melibatkan 23 orang santri. Materi edukasi kesehatan disampaikan melalui metode ceramah dengan didukung oleh media power point. Evaluasi dilakukan dengan cara santri mengisi kuesioner pre-test dan post-test . Berdasarkan hasil dari kegiatan edukasi kesehatan, diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan santri dari 59,13 sebelum diberikan edukasi menjadi 80 setelah diberikan edukasi. Adapun skor rata-rata sikap juga meningkat dari 61,74 sebelum diberikan edukasi menjadi 76,52 setelah diberikan edukasi. Dapat disimbulkan bahwa edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap santri mengenai pencegahan DBD.Abstract: The Tasikmalaya city, which is located in West Java Province, had the highest number of dengue hemorrhagic fever deaths in Indonesia, namely 20 deaths in 2020. Community service activities aimed to increase the knowledge and attitudes of Al-Ikhlas Tahfidz Boarding School students regarding dengue prevention. This activity was carried out in 3 stages, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. Health education activities were held on Monday, February 24 2020 at the Tasikmalaya Al-Ikhlas Tahfidz Boarding School involving 23 students. Health education material was delivered through the lecture method supported by power point media. Evaluation was carried out by students filling out pre-test and post-test questionnaires. Based on the results of health education activities, it was known that there has been an increase in the mean score of knomloedge among students from 59.13 before being given education to 80 after being given education. The mean score of attitude also increased from 61.74 before being given education to 76.52 after being given education. It can be concluded that health education had proven effective in increasing students' knowledge and attitudes regarding dengue prevention. 
Kampanye Generasi Sehat: Meningkatkan Kesadaran Dan Pengetahuan Remaja Tentang Stunting Andy Muharry; Nissa Noor Anashr; Dadan Yogaswara; Faisal Fadila Noorikhsan
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.2201

Abstract

Tasikmalaya is one of the areas that has a fairly high prevalence of stunting, 28.9% in 2021. Meanwhile, in 2022 stunting in the city of Tasikmalaya ranks fifth highest in West Java. Lack of understanding about nutrition and parenting can increase the risk of stunting. Adolescence is a phase in human life that needs to be protected from the risk of health problems so that in the future they can take prevention as early as possible. The purpose of this activity is to increase youth's knowledge about stunting and its prevention. This community service activity is carried out through four stages, namely 1) identifying problems together with partners, 2) determining solutions and activity plans, 3) implementing educational activities, 4) conducting evaluations with pre-tests and post-tests. Educational activities are carried out by providing material about stunting and its relationship with adolescents as well as the practice of measuring nutritional status. This activity involved 56 participants. The results of the activity showed that the knowledge of adolescents before being given education was 57.30 while after being given education it was 73.92. There was an increase in the average knowledge score of 16.67. Furthermore, the results of statistical tests using paired t-test obtained results, p = 0.0000 <0.005. It can be concluded that there is a significant difference in knowledge before and after stunting education is carried out for students at At Taufiq Middle School and High School, Tasikmalaya City.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENGENAI PENGELOLAANDAN PEMANFAATAN SAMPAH DI AMONG SARI RW 011KELURAHAN KERSANAGARA Devina Tiara Safitri; Adis Anindya Rahmadhani; Wulan Sundari; Nazwa Rahmadina Ghinastiar; Mala Nur’aeni; Nadia Febriana; Nening Siti Khoeriah; Andy Muharry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i2.2807

Abstract

Di Indonesia sampah merupakan masalah yang krusial dan belum dapat terselesaikan. Selain itu,sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan masalah pada kesehatan individumaupun lingkungan. Di wilayah Among Sari RW 011, Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, praktik pengelolaan sampah yang buruk, seperti pembakaran, menjadi hal umum. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik. Mayoritas masyarakat di wilayah ini mengelola sampah dengan cara dibakar yang mana hal ini dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawacara dan penyuluhan, serta pemasangan media informasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat, yang dibuktikan dengan pengurangan aktivitas pembakaran sampah dan penerapan pengelolaan sampah organik maupun anorganik secara lebih bertanggungjawab. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menjadi pendekatan efektif dalam menyelesaikan masalah lingkungan.
SIGAP DBD DENGAN 3M PLUS SEBAGAI PENCEGAHAN DBD DI RW 015 PARAKANYASAG, INDIHIANG, KOTA TASIKMALAYA Adinda Aulia; Amanda Salmaa Zakiyyah; Chaerunisa Nur Fitrya; Adnan Habib; Muhammad Rusydi Murtadho; Muhamad Vadhiel Faiz Hawari; Andy Muharry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.656

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya risiko penularan dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengendalian perindukan nyamuk. Sehingga perlu ada upaya peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat untuk mengurangi risiko terkena DDB. Tujuan: Kegiatan “SIGAP DBD dengan 3M Plus” dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi warga, serta mendorong penerapan strategi pencegahan berbasis komunitas secara berkelanjutan. Metode: Kegiatan sosialisasi DBD dilaksanakan edukatif dan partisipatif di Perumahan Wijaya Regency, meliputi pre-test, penyuluhan, diskusi interaktif, post-test, dan aksi bersih untuk pengendalian sarang nyamuk. Hasil: Peserta berpartisipasi aktif dalam penyuluhan dan aksi bersih lingkungan, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan DBD. Kesimpulan: Pemberdayaan masyarakat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pencegahan DBD.