Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dan Diksi dalam Teks Eksposisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bayang Miftahul Ulfa; Abdurahman Abdurahman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14324

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil tulisan teks eksposisi siswa terjadi banyak kesalahan karena tidak memperhatikan penulisannya seperti ejaan bahasa Indonesia dan diksi. Tujuan penelitian ini ialah sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bayang. Kedua, mendeskripsikan penggunaan diksi dalam teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bayang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dari penelitian ini berupa teks eksposisi yang diperoleh dari sumber data penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen. Dokumen yang digunakan adalah kumpulan teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bayang yang dikumpulkan saat pembelajaran bahasa Indonesia kepada guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal berikut. Pertama, penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bayang lebih banyak memiliki ketepatan penulisan huruf, penulisan kata, penulisan tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Dari teks eksposisi siswa tersebut masih terdapat siswa yang belum memahami penggunaan ejaan bahasa Indonesia, hal ini dapat dibuktikan dari 26 teks eksposisi siswa dengan 340 ketidaktepatan penulisan huruf, 96 ketidaktepatan penulisan kata, 172 ketidaktepatan penulisan tanda baca, dan 47 ketidaktepatan penulisan unsur serapan. Kedua, penggunaan diksi dalam teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bayang lebih banyak memiliki kesesuian diksi, ketepatan diksi, keekonomisan diksi, ketegasan diksi, dan kejelasan diksi. Dari teks eksposisi tersebut masih ada siswa yang belum paham tentang penggunaan diksi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan 22 ketidaksesuaian diksi, 30 ketidaktepatan diksi, 64 ketidakekonomisan diksi, 32 ketidaktegasan diksi, dan 43 ketidakjelasan diksi. Penyebab kesalahan ini karena siswa kurang paham dengan penggunaan ejaan bahasa Indonesia dan diksi (pemilihan kata).
STRUKTUR DAN ANALISIS BAHASA DALAM TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 24 PADANG Putri Ajusti Zalmi; Abdurahman Abdurahman
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 2 (2023): (Mei 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i2.19304

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mendeskripsikan penggunaan struktur dalam teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Padang. Kedua, mendeskripsikan penggunaan diksi dalam teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Padang. Ketiga, mendeskripsikan penggunaan ejaan dalam teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Padang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 24 Padang. Data dalam penelitian ini ialah kesalahan berbahasa dalam teks deskripsi. Sumber data yang digunakan yaitu teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Padang tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah sampel sebanyak 30 teks. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Teknik penganalisisan data pada penelitian ini ada tiga, yaitu (1) mengidentifikasi gambaran umum data yang dianalisis sekaligus kode data, serta gambaran umum data; (2) mengklasifikasikan data dan menganalisis berdasarkan aspek yang akan diteliti, yaitu struktur teks deskipsi, analisis bahasa dari dua aspek, yaitu diksi dan ejaan dalam teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Padang; (3) membuat laporan dan menyimpulkan deskripsi data. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masih banyaknya penggunaan struktur, diksi, dan ejaan yang tidak tepat dalam teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Padang.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Kata Karya Rintik Sedu dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siska Widyarosa; Abdurahman Abdurahman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dan strategi bertutur dalam novel Kata karya Rintik Sedu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan mengunakan metode secara deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui studi telaah dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif dan strategi bertutur ekspresif dalam novel Kata karya Rintik Sedu. Pertama, bentuk tindak tutur ekspresif memuji lebih dominan. Hal ini dapat dilihat dari 63 tuturan ekpresif yang dianalisis ditemukan 21 tindak tutur ekspresif memuji. Kedua, penggunaan strategi bertutur ekspresif yang lebih dominan adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi kesantunan positif. Hal ini dapat dilihat dari 63 tuturan ekspresif yang dianalisis ditemukan 29 tindak tutur ekspresif dengan menggunakan strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi kesantunan positif.
Analisis Majas dan Diksi pada Lagu Amin Paling Serius yang Dipopulerkan Sal Priadi dan Nadin Amizah Karmila Karmila; Abdurahman Abdurahman
Educaniora: Journal of Education and Humanities Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Institute of Humanities and Education Studies (IHES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59687/educaniora.v1i1.9

Abstract

Saat ini lagu berkembang dengan sangat cepat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lagu-lagu baru yang dipopulerkan oleh musisi baru. Salah satunya adalah lagu Amin Paling Serius yang dipopulerkan oleh Sal Priadi dan Nadin Amizah. Karena lirik lagu yang sangat menarik serta kepopuleran lagu ini, penulis tertarik untuk meneliti gaya bahasa dan diksi dalam lagu ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pada penelitian ini digunakan pendekatan stilistika. Kata, frasa, dan kalimat merupakan bentuk data yang didapatkan dalam penelitian ini. Data dalam penelitian ini berasal dari lirik lagu Amin Paling Serius yang dipopulerkan oleh Sal Priadi dan Nadin Amizah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis dokumen yang menjadikan peneliti sendiri yang menjadi instrumen kuncinya. Penganalisisan data dalam penelitian menggunakan teknik analisis jalinan atau mengalir yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu mengumpulkan data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 26 gaya bahasa dan 39 diksi dalam lagu Amin Paling Serius yang dipopulerkan oleh Sal Priadi dan Nadin Amizah. Penelitian ini sangat direkomendasikan bagi orang-orang yang senang mendengarkan lagu Amin Paling Serius  agar lebih mengenal tentang lagu ini.
Tindak Tutur Direktif Guru Bahasa Indonesia dalam Proses Pembelajaran Teks Puisi di Kelas X SMA Negeri 1 Ranah Pesisir Mutiara Pardini Ningrum; Abdurahman Abdurahman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2538

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesalahan penggunaan tindak tutur direktif guru selama proses pembelajaran bahasa Indonesia yang disebabkan ketidaktepatan menggunakan strategi bertutur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur direktif dan strategi bertutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran teks puisi di kelas X SMA Negeri 1 Ranah Pesisir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dari penelitian ini adalah berupa kalimat-kalimat bentuk dan strategi tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia SMAN 1 Ranah Pesisir dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan pada guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran teks puisi di kelas X SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, yaitu sebanyak 214 tuturan, Kedua, strategi bertutur yang paling dominan adalah berterus terang tanpa basa-basi (BTTB). Sedangkan strategi bertutur yang sedikit digunakan adalah bertutur secara samar-samar.
Diksi dan Konjungsi Dalam Teks Cerpen Karya Siswa Kelas IX Pesantren Bustanul Huda Malus Solok Selatan Rahma Depi; Abdurahman Abdurahman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3032

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk dua hal, yaitu (1) mendeskripsikan diksi (pilihan kata) yang terdapat pada teks cerpen siswa kelas IX Pesantren Bustanul huda Malus Solok Selatan. (2) mendeskripsikan konjungsi (kata hubung) yang terdapat pada teks cerpen siswa kelas IX Pesantren Bustanul Muda Malus Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini diksi dan konjungsi teks cerpen siswa kelas IX Pesantren Bustanul Huda Malus Solok Selatan. Sumber penelitian ini yaitu teks cerpen karya siswa kelas IX Pesantren Bustanul Huda Malus Solok Selatan yang berjumlah tiga puluh tiga teks cerpen. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data berdasarkan teori. Teori yang digunakan adalah teori analisis diksi dan konjungsi teks cerpen. Hasil penelitian ini ada tiga, yaitu (1) dari 33 teks cerpen siswa ditemukan 4.897 ketepatan diksi (pilihan kata) dan 209 ketidaktepatan diksi (pilihan kata). (2) dari 33 teks cerpen siswa ditemukan 5.090 kesesuaian diksi (pilihan kata) dan 16 ketidaksesuaian diksi (pilihan kata). (3) ditemukan 59 konjungsi kausalitas yang ditulis tepat dan 9 konjungsi yang ditulis tidak tepat,serta ditemukan 85 konjungsi kronologis yang ditulis tepat dan 5 konjungsi yang ditulis tidak tepat.
Kepribadian Tokoh Utama Dalam Novel Jalan Panjang Menuju Pulang Karya Pipiet Senja Tiara Nabillah; Abdurahman Abdurahman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh utama yang terdapat di dalam novel Jalan Panjang Menuju Pulang karya Pipiet Senja dan mendeskripsikan implikasi kepribadian tokoh utama dalam pembelajaran teks novel di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang melibatkan tokoh utama dalam novel Jalan Panjang Menuju Pulang karya Pipiet Senja. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan membaca dan memahami secara keseluruhan dan mencatat data yang berhubungan dengan kepribadian tokoh utama dalam novel Jalan Panjang Menuju Pulang karya Pipiet Senja. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah tokoh Fatin tersebut memiliki aspek kepribadian yang mengacu pada teori Sigmund Freud yaitu id, ego, dan superego.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM NOVEL PENYALIN CAHAYA KARYA LUCIA PRIANDARINI DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN TEKS NOVEL Diva Ananda; Abdurahman Abdurahman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga hal berikut. Pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur eskpresif dalam novel Penyalin Cahaya karya Lucia Priandarini. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur dalam novel Penyalin Cahaya karya Lucia Priandarini. Ketiga, mendeskripsikan implikasi pemahaman bentuk dan strategi bertutur dalam pembelajaran teks novel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan Teknik studi telaah dokumen. Penelitian ini menemukan sembilan bentuk tindak tutur ekspresif dan empat strategi bertutur. Bentuk tindak tutur ekspresif yang ditemukan yaitu memuji 4 tuturan, mengucapkan terima kasih 6 tuturan, mengkritik 23 tuturan, mengeluh 26 tuturan, menyalahkan 35 tuturan, mengucapkan selamat 2 tuturan, menyindir 23 tuturan, marah 46 tuturan, dan meminta maaf 7 tuturan. Strategi bertutur yang paling banyak ditemukan yaitu, strategi bertutur tanpa basa-basi 105 tuturan, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif 3 tuturan, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif 41 tuturan, dan strategi bertutur samar-samar 23 tuturan. Implikasinya dalam pembelajaran, yaitu hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi siswa maupun pendidik untuk materi pembelajaran KD 3.9 dan KD 4.9 dalam menganalisis dan merancang novel dengan memperhatikan isi dan kebahasaan.
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 MATUR KABUPATEN AGAM Anggun Aulia; Abdurahman Abdurahman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.346

Abstract

Tindak tutur diretif merupakan tuturan yang digunakan oleh penutur untuk memerintahkan mitra tutur melakukan apa yang diperintahkan. Tindak tutur direktif terdiri atas beberapa bagian, yakni pertanyaan, perintah, larangan, persetuuan, permintaan, dan menasehati. Tindak tutur direktif memerlukan penggunaan strategi bertutur yang tepat. Hal itu juga terbagi atas beberapa bagian, yakni, strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, strategi bertutur dengan kesantunan positif, strategi dertutur dengan basa-basi kesantunan negatif, dan strategi sertutur samar-samar. Penelitian ini dilakukan pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Matur Kabupaten Agam. Penelitian ini juga difokuskan pada pembelajaran teks anekdot. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis  tindak tutur direktif dan strategi bertutur yang digunakan guru dalam pembelajaran teks anekdot kelas X di SMA Negeri 1 Matur. Hasil penelitian tersebut  menunjukkan bahwa tindak tutur direktif pertanyaan yang paling banyak digunakan dan yang jarang digunakan adalah tindak tutur direktif menasehati. Strategi bertutur yang paling banyak digunakan adalah strategi bertutur dengan kesantunan positif. Implikasi hasil peneliatian ini akan dipaparkan dalam bentuk modul.