Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Sistem Pemanenan Air Hujan untuk Mengurangi Defisit Air Bersih di Kota Bandung Abdullah Syafe'i; Sulwan Permana; Adi Susetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.1741

Abstract

Bandung City faces great challenges in meeting the demand for clean water due to rapid population growth and urbanization. This study aims to design a rainwater harvesting (RWH) system to reduce the water deficit. The method approach used includes hydrological analysis using the Mononobe method to calculate rainfall intensity, and the use of the Japanese Rational method to design the water storage system. The results showed that the RWH system is able to store 29,871.6 m³ of rainwater per year, which is equivalent to a 6.28% reduction in water deficit. The system has the potential to contribute significantly to water resource management and groundwater conservation in urban areas.
Perencanaan dan Pemodelan Tanggul Untuk Pengendalian Banjir Kampung Cimacan Kecamatan Tarogong Kidul Hanifah Nurfauziah; Sulwan Permana; Athaya Zhafirah; Mirza Fathir
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.1801

Abstract

Perencanaan dan pemodelan tanggul untuk pengendalian banjir Kampung Cimacan memiliki tujuan untuk merencanakan tanggul serta mereduksi debit banjir. Kampung Cimacan, Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut menjadi titik fokus utama penelitian. Daerah ini menjadi permasalahan dan mengakibatkan beberapa kerusakan yang signifikan di daerah tersebut contohnya perumahan dan sektor pertanian. Metode penelitian ini berupa pendekatan kuantitatif dan deskriptif yang memiliki tujuan merencanakan dimensi tangggul, perhitungan stabilitas lereng tanggul serta hasil rencana anggaran biaya pada pekerjaan tanggul, luas genangan banjir menggunakan aplikasi Hec-Ras 6.5. Hasil Perencanaan dan pemodelan tanggul menunjukan berupa dimensi tanggul dengan kala ulang 25 dan 50 tahun yaitu tinggi jagaan tanggul 1 m dengan tinggi tanggul total 8.71 m dan 10.21 m, lebar mercu tanggul sebesar 4 m, kemiringan lereng tanggul 1 : 2, stabilitas lereng tanggul pada daerah cimacan ini bersifat aman dikarenakan > 1 yaitu 1.6. Luas perbandingan genangan banjir memakai tanggul sebesar 299 Ha dan 300 Ha. Hasil dari luas genangan banjir ini memiliki penurunan yang signifikan dari sebelum memakai tanggul dan sesudah memakai tanggul sebesar 21% dan 23%. Rencana anggaran biaya tanggul untuk bahan-bahan, diperkirakan mencapai Sebesar Rp. 1.453.434.150.05. dengan panjang perencanaan 432 m, luas perencanaan 112 m² dan 124 m². Dampak dari penelitian ini akan memberikan gambaran debit banjir genangan untuk 25 dan 50 tahun kedepan.
Analisis Pengelolaan Air Irigasi Terhadap Tanaman Pangan Ai Dini Andriani; Sulwan Permana; Anjas Ninda Hantari
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.1866

Abstract

Water resources and irrigation management can be seen as one of the key components for increasing food security. The purpose of this study was to determine the effect of irrigation water on food crops. The irrigation channel is located in Jamban Sari village, the planting pattern carried out in Bayongbong Village is rice-rice-secondary crops, with a rice field water requirement of 13,058 mm/day, to determine the evapotranspiration value using the Penmant Montheit method, the largest value is 4,442 mm/day, for the largest value of the land preparation period is 13,816 mm/day, the mainstay discharge using the F.J Mock method, the largest value is 5.98 m3/sec, the calculation value is done by determining Q80% and Q90% from the discharge data that has been sorted from the largest to the smallest value. This study aims to determine the effect of the availability of irrigation water on meeting needs in Bayongbong Village.
Analisis Konsistensi Data Curah Hujan Terhadap Debit Andalan: Studi Kasus: Bendung Leuwipeundeuy Rena Ruspa; Sulwan Permana; Anjas Ninda Hantari
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.1881

Abstract

Air di Bendung Leuwipeundeuy dimanfaatkan sebagai air irigasi,  untuk mengelola air yang efisien memerlukan data curah hujan yang konsisten untuk perhitungan debit andalan. Penelitian ini bertujuan untuk menenentukan besar debit andalan yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan ketersediaan air. Metode yang digunakan untuk menguji kepanggahan data hujan adalah Kurva Massa Ganda, perhitungan ketersediaan air digunakan metode FJ. Mock dan probabilitas debit andalan dengan persamaan Weibull. Hasil uji kepanggahan menyatakan data curah hujan panggah ditunjukkan dengan kurva massa ganda yang relatif linear, sehingga data hujan dapat diaplikasikan sebagai bahan analisis debit andalan. Hasil analisis debit andalan Q80% pada tahun 2014 sebesar 1,086 m3/detik, tahun 2015 sebesar 0,264 m3/detik, tahun 2016 sebesar 1,538 m3/detik, tahun 2017 sebesar 0,754 m3/detik, tahun 2018 sebesar 0,310 m3/detik, tahun 2019 sebesar 0,198 m3/detik, tahun 2020 sebesar 0,874 m3/detik, tahun 2021 sebesar 0,766 m3/detik, tahun 2022 sebesar 0,860 m3/detik, dan tahun 2023 sebesar 0,234 m3/detik. Nilai debit air dengan keandalan 80% tersebut dimanfaatkan untuk keperluan irigasi di Bendung Leuwipeundeuy.
Analisis Sedimentasi Pada Bendung Cadasgantung Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut Depi Prayogi; Adi Susetyaningsih; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2045

Abstract

Irrigation is a crucial component in the agricultural sector for enhancing productivity and ensuring food security. Adequate availability of irrigation water is essential for farmers to support crop cultivation activities. One of the most vital irrigation infrastructures is the weir, which functions to retain and raise the river water level so it can be diverted into irrigation channels.Cadasgantung Weir is located in Sindangsari Village, Garut Regency, West Java Province, at coordinates 07'18’04.1” S and 107'48’18.9” E. One of the main issues in the operation of weirs is sedimentation. Sediment accumulation in hydraulic structures can reduce storage capacity and affect the lifespan of the structure. This study aims to analyze the characteristics and quantity of sediment accumulated at Cadasgantung Weir. The analysis includes material type, particle size, sedimentation rate, and its impact on the weir’s functionality. The methods used involve numerical analysis using the HEC-RAS program and analytical calculations based on the Meyer-Peter Müller formula. The results show that the sediment at the weir is predominantly composed of medium-grained sand, with 60% of the particles having a diameter of 0.4641 mm. The sedimentation rate is highly influenced by water discharge, with a rate of 77.018 tons/day at base flow discharge, increasing to 607.736 tons/day at a 25-year return period (Q25). Meanwhile, at 50-year (Q50) and 100-year (Q100) return periods, the sedimentation rates are lower, recorded at 136.321 tons/day and 146.308 tons/day, respectively.Therefore, effective sediment management is necessary to maintain the optimal function of the weir.
Analisis Jarak Dilatasi SMPN 23 Kota Bogor terhadap Beban Gempa menggunakan Metode Statik Ekivalen Sulwan Permana; Pamella M. Sri Rezeki; Muhamad Alwan Fauzan
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2707

Abstract

Dilatasi merupakan celah yang memisahkan bagian bangunan dengan sistem struktur berbeda, umumnya digunakan pada bangunan dengan bentuk denah seperti T, L, atau U. Gedung SMPN 23 Kota Bogor memiliki bentuk bangunan asimetris dengan denah berbentuk L. Struktur bangunan terdiri dari susunan elemen konstruksi yang dirancang untuk menahan beban vertikal, seperti beban mati dan beban hidup, serta beban horizontal, seperti beban angin dan gempa. Kota Bogor sendiri dalam lima tahun terakhir telah mengalami 64 kejadian gempa, dengan gempa terbesar pada tahun 2023 berkekuatan magnitudo 5,4. Dalam penelitian ini, pemodelan struktur dilakukan dengan tiga variasi jarak dilatasi. Variasi pertama menggunakan jarak sesuai kondisi eksisting bangunan, variasi kedua menerapkan jarak yang lebih besar, dan variasi ketiga menggunakan jarak yang lebih kecil. Bangunan eksisting memiliki jarak dilatasi antar bangunan sebesar 50 mm. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000, dengan evaluasi struktur terhadap beban gempa melalui analisis simpangan antar lantai, torsi bawaan, dan P-Delta. Penentuan beban mengacu pada fungsi ruang masing-masing area. Analisis gempa dilakukan menggunakan metode statik ekivalen untuk menentukan variasi jarak dilatasi yang paling aman. Hasil analisis menunjukkan jarak minimum dilatasi yang dibutuhkan adalah 160 mm pada lantai 3, 100 mm pada lantai 2, dan 40 mm pada lantai 1. Berdasarkan temuan ini, jarak eksisting sebesar 50 mm hanya memenuhi ketentuan pada lantai 1.
Analisis Sedimentasi di Bendung Menggunakan Perangkat Lunak HEC-RAS Sulwan Permana; Neng Nenti Fajriyanti
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2782

Abstract

Bendung Copong di Kabupaten Garut merupakan bangunan air yang berfungsi sebagai penyedia air irigasi, namun permasalahan sedimentasi sering muncul sehingga menurunkan kapasitas tampung dan mengganggu fungsi bendung. Oleh karena itu, diperlukan kajian kuantitatif mengenai angkutan sedimen untuk mendukung pengelolaan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sedimentasi di Bendung Copong dengan perangkat lunak HEC-RAS 6.6. Tahapan penelitian meliputi analisis hidrologi menggunakan distribusi probabilitas untuk memperoleh debit rancangan, analisis hidraulika, serta simulasi transportasi sedimen. Hasil analisis hidrologi menunjukkan debit puncak kala ulang 2 tahun sebesar 453,37 m³/det, 5 tahun 560,08 m³/det, 10 tahun 625,66 m³/det, 25 tahun 704,21 m³/det, 50 tahun 759,43 m³/det, dan 100 tahun 814,87 m³/det. Simulasi HEC-RAS menghasilkan nilai Mass In Cum yang meningkat seiring dengan besarnya debit, yakni dari 11.351,94-ton (Q2) hingga 18.743,90 ton (Q100). Adapun Mass Bed Change Cum menunjukkan adanya variasi deposisi dan erosi. Pada Q2 terjadi deposisi sebesar 51,64 ton, sedangkan pada Q5 hingga Q100 dominan erosi dengan nilai terbesar pada Q100 mencapai -3.291,73 ton. Hal ini menegaskan bahwa debit besar mempercepat proses erosi dasar sungai dan memperbesar volume sedimen terangkut. Sehingga perangkat lunak HEC-RAS 6.6 dapat digunakan secara efektif untuk menganalisis sedimentasi di Bendung Copong. Hasil penelitian ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai hubungan debit dan sedimentasi, serta dapat menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan sedimentasi guna mempertahankan fungsi bendung tetap optimal.
Pemodelan Dampak Banjir Dengan HEC-HMS dan HEC-RAS di DAS Cimanuk Sulwan Permana; Rizal Nurhakim
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2795

Abstract

Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Kabupaten Garut, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk Hulu, yang menimbulkan kerugian pada sektor permukiman, pertanian, dan infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji debit banjir rencana serta sebaran genangan dengan menggunakan pemodelan hidrologi dan hidrodinamika. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa curah hujan harian, peta penggunaan lahan, jenis tanah, dan data topografi DEM. Curah hujan wilayah dihitung dengan metode Poligon Thiessen pada tujuh stasiun hujan, di mana bobot tiap stasiun ditentukan berdasarkan luas pengaruhnya. Hasil ini digunakan untuk memperoleh curah hujan representatif sebagai input model HEC-HMS dalam perhitungan debit banjir periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Debit hasil perhitungan selanjutnya dimasukkan ke dalam HEC-RAS 2D untuk memetakan luas genangan banjir secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas genangan meningkat seiring bertambahnya periode ulang, yaitu  1.817,53 ha (2 tahun), 2.491,46 ha (5 tahun), 2.967,92 ha (10 tahun), 3.381,14 ha (20 tahun), 3.842,21 ha (25 tahun), 4.225,16 ha (50 tahun), hingga 4.788,48 ha pada periode ulang 100 tahun. Analisis overlay dengan peta penggunaan lahan menunjukkan bahwa area yang paling luas terdampak adalah pertanian lahan kering, diikuti pertanian bercampur semak, sawah, hutan, dan permukiman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam strategi pengendalian banjir melalui perencanaan pembangunan tanggul, normalisasi sungai, serta peningkatan kapasitas penampungan air untuk mengurangi risiko kerusakan di wilayah DAS Cimanuk Hulu.
Pengaruh Substitusi Filler Kapur Tohor Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Aspal Concrete Binder-Course (AC-BC) Subhan Mulyana; Sulwan Permana; Taupik Saepul Rohman
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2847

Abstract

The physical condition of roads can be improved by optimizing the performance of the asphalt mixture used. This study aims to analyze the effect of using quicklime as a filler material in AC-BC asphalt mixes. The research method used laboratory tests with variations in asphalt content of 4.5%, 5%, 5.5%, 6%, and 6.5% and variations in quicklime filler modification of 1%, 2%, 3%, 4%, and 5%. The tests included optimum asphalt content (OAC), stability, Marshall, fatigue (flow), and durability. The results showed that the optimum OAC was 6.25%, the highest stability was 1425 kg at a lime variation of 2%, the highest flow was 3.93 mm at a variation of 5%, and the best durability was 72.36% at a variation of 4%. These results meet the specifications of Bina Marga 2018 Revision 2, indicating that pure lime has the potential to be used as an alternative filler in asphalt mixtures.
Strategi Pemeliharaan Jalan dan Estimasi Perbaikan Berbasis Skor PCI Subhan Mulyana; Sulwan Permana; Tendi Rismansyah
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2852

Abstract

The road is a vital infrastructure that plays an essential role in supporting community mobility and economic growth. Damage to roads caused by traffic loads, weather factors, or suboptimal construction quality can reduce pavement performance. The Ciawitali–Banjarwangi Road section in Garut Regency serves as one of the main access routes connecting three districts—Banjarwangi, Singajaya, and Pendeuy. This road has experienced significant deterioration, including alligator cracking, longitudinal cracking, potholes, raveling, and depressions. Such conditions require appropriate maintenance strategies and repair budgeting. This study employs the Pavement Condition Index (PCI) method based on ASTM D6433-18 standards to evaluate the level of road damage. A quantitative descriptive approach was used through a visual field survey covering a 3.72 km section divided into 48 segments. The damage data were analyzed to determine the PCI value of each segment, from which maintenance strategies were formulated according to the damage category, and repair cost estimates were calculated based on the Garut Regent Regulation No. 54 of 2024. The results show that PCI values vary across segments, with an average PCI of 40.29, indicating a Poor condition. However, the recommended maintenance strategies were determined based on the PCI category of each segment, resulting in different repair recommendations according to the type and severity of damage found. In general, an overlay is also recommended for all surveyed segments to restore the pavement to its original condition. The estimated total cost required for rehabilitating the Ciawitali–Banjarwangi Road section is IDR 3,960,228,074.67. These findings are expected to serve as an alternative reference for the local government in planning road maintenance and estimating budgets based on the actual damage data obtained.