Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tata Guna Lahan Terhadap Debit Irigasi Cimanuk Rizki Kurniawan; Sulwan Permana; Adi Susetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.391 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.18-1.782

Abstract

Irigasi merupakan suatu usaha untuk mendapatkan air dan merupakan saluran buatan yang berfungsi untuk menunjang produksi pertanian masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit sungai Cimanuk dan debit irigasi dengan memperhatikan kondisi tata guna lahan saat ini. Lokasi penelitian di hulu sungai Cimanuk sampai irigasi Cimanuk dengan luasan 874 ha. Debit andalan sungai terbesar 8,55 m3/dt dengan menggunakan Metode FJ Mock. Perhitungan evapotranspirasi menggunakan data klimatologi selama 10 tahun dengan menggunakan metode Penman. Debit sungai tertinggi pada bulan Februari 2 sebesar 9,82 m3/dt. Pengambilan debit di pintu air pengambilan sebesar 2,24 lt/dt/ha dan kebutuhan pengambilan air pada daerah irigasi Cimanuk seluas 874 ha, maka didapat kebutuhan air yang diperlukan 1957,76 lt/dt. Ketersediaan air sawah masih tercukupi pada bulan Januari sampai dengan bulan Oktober dan mengalami defisit pada bulan November dan Desember.
Analisis Prategang pada Box Girder Longspan Ciliwung LRT Jabodebek Roestaman Roestaman; Sulwan Permana; Risna Merliana
Jurnal Konstruksi Vol 18 No 2 (2020): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.866 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.18-2.846

Abstract

Light Rail Transit atau LRT dibangun sebagai salah satu transportasi massal bermoda kereta, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 dan perubahannya, lintas pelayanan LRT dapat mendukung aktifitas penduduk dengan meminimalisir volume lalu lintas ibukota. Struktur LRT Longspan Ciliwung direncanakan dengan struktur melayang dan menerapkan tipe kontruksi prategang Box Girder. Mutu beton pada Box Girder adalah 50 MPa serta menggunakan kabel prategang dengan diameter 15,24 mm. Analisis ini bertujuan untuk membandingkan jumlah kebutuhan strand yang terpasang di lapangan dengan jumlah strand hasil perhitungan. Analisis prategang dilakukan pada segmen yang berada di tengah bentang utama dengan 2 tahapan analisis, tahap I yaitu menganalisis prategang berdasarkan data di lapangan. Sedangkan analisis tahap II yaitu analisis prategang dengan tidak diizinkan tegangan tarik dan yang diizinkan tegangan tarik, sehingga menghasilkan banyak strand perhitungan. Setelah dianalsis, jumlah strand yang diperlukan berdasarkan hasil analisis tahap II sebanyak 366 buah untuk kondisi tidak diizinkan terjadi tarik hampir sama jumlahnya (perbedaan 1,7 %) dengan strand terpasang di lapangan berdasarkan analisis tahap I sebanyak 372 buah sehingga bisa dipastikan bahwa pemasangan 372 strand di lapangan berdasarkan desain prategang yang tidak diizinkan terjadi tarik.
Pengaruh Penggunaan Bahan Tambah Tipe A (Water Reducing) Terhadap Sifat-Sifat Beton Adri Triadi; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.815 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.893

Abstract

Beton merupakan suatu material yang keras menyerupai batu yang dibuat dengan campuran semen, pasir, kerikil/split dan air serta dengan penambahan bahan lainnya yang dapat mempengaruhi beton itu sendiri. Penelitian ini menggunakan aditif sika viscocrete 1003 yang bertujuan untuk menambah nilai kuat tekan beton dari rancangan beton normal pada umur 14 hari. Urutan penelitian dimulai dari pengumpulan material, pengumpulan data, pengujian agregat, proses rekayasa, pembuatan benda uji, pengujian sample dan mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut. Untuk persentase aditif sika viscocrete 1003 yaitu 0,2 % sampai 0,6 % diambil dari berat semen, ditambah dengan komposisi campuran beton normal dibuat dalam benda uji slinder ukuran 10 x 30 pada umur 14 hari. Penelitian dengan menggunakan aditif sika viscocrete 1003 ini menghasilkan nilai slump antara 75-100 mm. Nilai dari kuat tekan yang didapat dari penambahan superplasticizer ini pada umur 14 hari untuk penambahan 0,5 % dan 0,6 % mengalami penurunan berdasarkan perhitungan trendline. Pada campuran 0,2 % didapat nilai kuat tekan sebesar 14,33 MPa, campuran 0,3 % sebesar 14,99 MPa, campuran 0.4 % sebesar 13,67 MPa, Campuran 0,5 % sebesar 14,23 MPa dan campuran 0,6 % sebesar 14,23 dari kuat tekan beton normal dihasilkan sebesar 10,67.MPa.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Kerikil Alami Terhadap Mutu Beton Sena Arian; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.273 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.896

Abstract

Sungai menghasilkan agregat dengan karakteristik yang berbeda, khususnya Kabupaten Garut dilalui oleh Sungai Cimanuk. Sungai Cimanuk mempunyai pola aliran yang berbeda-beda, sehingga kualitas agregat yang dihasilkan juga berbeda- beda. Setiap pola aliran menghasilkan material kerikil sungai yang bisa digunakan untuk campuran agregat kasar pada campuran pembuatan beton. Penggunaan struktur beton menyebabkan tingginya permintaan material, dibutuhkan inovasi guna mencari pengganti agregat. Agregat alami menjadi pilihan untuk bahan campuran beton, salah satunya agregat alami adalah kerikil alami yang berasal dari sungai. Penulis meneliti pengaruh dari penggunaan kerikil alami sebagai agregat bu pada campuran beton yang dikombinasikan dengan agregat (Spilt Ex. Garut). Proses dalam penelitian ini di Uji Laboratorium STT Garut. Agregat kerikil alami hasil produksi langsung dari Sungai Cimanuk. Penggunaan kerikil alami pada campuran beton yang divariasikan menjadi 5, 10%, dan 15% digunakan rancangan mix design SNI 7833-2012. Berdasarkan nilai kuat tekan yang dianalisis menggunakan trendline dan pembatasan ± 5% untuk mendapat hasil nilai relevan menujukan adanya peningkatan pada campuran variasi 5% sebesar 1,81%, 0,87% pada variasi 10%, 8,72% dan 3,01 pada variasi 15%.
Pengaruh Pemakaian Agregat Kasar Ex Pecahan Keramik Terhadap Mutu Beton Moch Lukman Nul Hakim; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.285 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.898

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari setiap pembangunan tentunya tidak terlepas akan kontruksi beton. Pada umumnya bahan pembuatan beton terdiri dari air, semen, dan agregat, akan tetapi jika bahan baku tersebut terus menerus diambil dari alam ketersediaannyapun akan menurun dan berdampak negatif bagi lingkungan. Maka dari itu harus ada bahan lain untuk mengurangi bahan baku utama pada campuran beton, untuk mengatasi hal tersebut bisa dicoba menggunakan limbah keramik sebagai campuran untuk menggantikan sebagian dari agregat kasar normal. Penelitian ini bertujuan mencari tau pengaruh limbah ex pecahan keramik terhadap sifat-sifat beton, selain itu juga apakah limbah keramik layak digunakan sebagai campuran beton struktur. Campuran beton ini dibuat berdasarkan peraturan SNI 7656-2012. Pada penelitian ini limbah ex pecahan keramik digunakan sebahgai bahan substitusi dari agregat kasar normal dengan persentase limbah keramik 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, untuk mutu rencana beton yaitu F’c 20 MPa, dengan bentuk benda uji silinder berukuran 150 300 mm. Dari hasil penelitian dihasilkan nilai beton normal yaitu 10,895 MPa, sementara untuk nilai beton campuran limbah keramik 5% adalah 10,489 MPa, nilai tersebut menurun sebesar 3,7%. Dan untuk nilai beton campuran limbah keramik 10%, 15% dan 20% adalah 10,137 MPa, 9,371 MPa, dan 9,352 MPa, nilai tersebut kekuatannya menurun sebesar 7%, 10,7% dan 14,2% dari beton normal. Limbah keramik tidak cocok dijadikan sebagai bahan pengganti dari agregat kasar normal dan juga tidak cocok digunakan sebagai bahan campuran untuk beton struktur, dikarenakan bentuk dari limbah keramik yang pipih dan juga sifat dari limbah keramik ini sangatlah rapuh, dan permukaannya yang licin membuat daya ikat limbah keramik dengan adukan beton kurang kuat.
Penggunaan Agregat Halus Ex Paving Block untuk Campuran Beton Aceng Nurkholis Majid; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.839 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.924

Abstract

Paving block merupakan salah satu diantara bahan konstruksi yang termasuk kedalam beton nonstruktural yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah. Dalam pengaplikasiannya paving block banyak digunakan dalam berbagai infrastruktur nonstruktural seperti jalan setapak, trotoar, tempat parkir dan sebagainya. Limbah paving block bekas banyak dijumpai diberbagai tempat dan sebagian besar di buang begitu saja di lahan terbuka dan beberapa digunakan sebagai bahan urugan. Dalam penelitian ini limbah paving block akan dijadikan sebagai bahan perubah sebahagian agregat bubuk pada racikan beton. Riset ini memiliki tujuan yakni untuk mendapati pengaruh penggunaan limbah paving block sebagai material pengganti sebahagian agregat bubuk terhadap kuat tekan beton. Kuat tekan yang direncanakan adalah 16,4 Mpa pada umur beton mencapai 14 hari. Limbah bongkahan paving block yang ada sebelumnya dikondisikan terlebih dahululu menjadi butiran agregat halus. Variasi campuran dalam penelitian ini diantaranya 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % dari agregat utama. Tiap-tiap campuran dibuat berjumlah 3 sampel uji. Selanjutnya dibuat pula sampel uji beton normal sebanyak 3 sampel sehingga total sampel uji yang dibuat sebanyak 15 sampel. Proses pencampuran menggunakan mesin pengaduk beton dilakukan sebanyak lima kali sesuai dengan jumlah variasi campuran yang direncanakan. Pada penelitian ini kuat tekan yang dihasilkan beton normal maupun beton dengan bahan substitusi agregat ex paving block diambil rata-ratanya. Kemudian hasil tersebut dievaluasi dengan pembatasan maksimal 5% dari kuat tekan rata-rata sehingga nilai powerfull untuk beton biasa didapat sebesar 10.67 MPa. Selanjutnya untuk beton dengan bahan substitusi agregat ex paving block dengan variasi campuran 5 %, 10%, 15% dan 20% nilai kuat tekan rata-rata yang didapat diantaranya 9.24 MPa, 11.04 MPa, 9.05 MPa dan 10.19 MPa. Nilai kuat tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode trendline dan menghasilkan persamaan regreasi. Dari hasil analisis tersebut didapat kuat tekan dari semua variasi campuran berturut-turut yaitu 10.26 MPa, 10.153 MPa, 10.03 MPa, 9.92 MPa dan 9.80 MPa. Nilai tersbeut menunjukan penuruan kuat tekan dengan selisih sebesar 1,1%. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan agregat ex paving block untuk substitusi bahan racikan beton mampu menurunkan powerfull beton.
Pengaruh Interval Pembilasan Terhadap Dimensi Kantong Lumpur Bendung Copong Kabupaten Garut Irgi Agustian; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.782 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.928

Abstract

Bendung Copong terletak di Desa Sukasenang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bendung Copong merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Leuwigoong dengan luas 5.313 hektare, yang memiliki sumber air dari aliran sungai Cimanuk. Bendung Copong mempunyai bangunan kantong lumpur yang berfungsi untuk mengendapkan sedimen yang terbawa oleh aliran air sungai ke intake. Perhitungan yang dilakukan mencakup perhitungan dimensi kantong lumpur, waktu/interval pembilasan, serta keefektifan kantong lumpur. Dimensi kantong lumpur dihitung berdasarkan debit aliran, konsentrasi sedimen, ukuran butir sedimen, serta berpedoman pada kriteria perencanaan bangunan utama KP-02. Interval pembilasan dapat diketahui dengan mengetahui volume endapan serta kapasitas desain kantong lumpur, yang selanjutnya dapat diketahui efektifitas dari kantong lumpur dari perhitungan dan data-data yang sudah ada. Dari hasil perhitungan, menggunakan metode Meyer Petter Muller didapat nilai angkutas sedimen dasar sebesar 22,8 m3/hari, dan konsentrasi sedimen sebesar 272 mg/l. Dengan asumsi bahwa kantong lumpur harus di bilas setiap 2 (dua) minggu sekali, Volume kantong lumpur bendung Copong adalah 950,74 m3, dimensi kantong lumpur, panjang 115 m, lebar 8 m, dan kedalaman 1,3 m, kemiringan kantong lumpur 0.00553 Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan dimensi kantong lumpur yang direncanakan berdasarkan volume sedimen yang didapat, kantong lumpur diharuskan dibilas atau dibersihkan dengan waktu atau interval 14 hari sekali supaya sedimen tidak menumpuk dan mengalir ke saluran primer jaringan irigasi.
Analisis Pengelolaan Air Irigasi Desa Panyindangan Kabupaten Garut Sulwan Permana; Tri Astita Gunawan
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.215 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.967

Abstract

Pembangunan bendung menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem irigasi demi mendapatkan hasil panen yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dibangunnya Bendung Leuwipeundeuy yang terletak di kecamatan Cisompet Kabupaten Garut terhadap pemenuhan kebutuhan air irigasi dan tingkat kepuasan terhadap adanya bendung serta pengelolaan irigasi yang dilakukan oleh masyarakat. Hasil analisis menunjukan kondisi neraca air di Bendung Leuwipeundeuy seimbang sehingga cukup memenuhi kebutuhan air irigasi, nilai debit andalan sungai diperoleh menggunakan metode F.J Mock dengan nilai tertinggi sebesar 2,41 m3 /det dan nilai Evapotranspirasi tertinggi terdapat pada bulan Maret sebesar 4,48 mm/hari diperoleh menggunakan metode Penman-Montheit. Pola tanam menggunakan Padi - Padi - Padi dengan kebutuhan air bersih disawah tertinggi sebesar 15,47 mm/hari. Dengan kondisi air yang cukup berlimpah, masyarakat cukup puas dengan adanya pembangunan bendung walaupun dalam hal pengelolaannya belum dilakukan secara maksimal.
Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Irigasi Daerah Irigasi Citameng II Kabupaten Garut Sulwan Permana; Diana Puspa Ramadhan
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.959 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1020

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memegang peran penting perekonomian nasional pada sektor pertanian. Perubahan iklim ekstrem di Indonesia megakibatkan terjadinya perubahan musim ditandai dengan hujan berakhir lebih awal dan panjang musim hujan menjadi lebih pendek. Berdasarkan hal tersebut, maksud penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan dan ketersediaan air sehingga dapat ditetapkan pola tanam yang efektif untuk daerah irigasi Citameng II seluas 341 ha. Debit andalan sungai terbesar 1570 lt/detik dengan menggunakan Metode FJ Mock dengan luas DAS 32,118 km2. Perhitungan kebutuhan air pada daerah irigasi Citameng II di pintu pengambilan menggunakan data klimatologi selama 15 tahun dengan Metode Penman-Monteith dengan luas lahan 341 ha sebesar 1,63 lt/detik/ha. Berdasarkan perhitungan CROPWAT 8.0 kebutuhan pengambilan air pada daerah irigasi Citameng II didapat kebutuhan air yang diperlukan 1,34lt/detik/ha. Berdasarkan perhitungan faktor K ketersediaan air sawah masih tercukupi pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni kemudian pada bulan November sampai Desember air mengalami defisit dan pada bulan Juli sampai Desember ketersediaan air tidak bisa mencukupi seluruh lahan maka pemberian air secara bergilir perlu dilaksanakan di petak tersier atau di saluran sekunder.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Kerikil Alami Terhadap Mutu Beton Sena Arian; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.896

Abstract

Sungai menghasilkan agregat dengan karakteristik yang berbeda, khususnya Kabupaten Garut dilalui oleh Sungai Cimanuk. Sungai Cimanuk mempunyai pola aliran yang berbeda-beda, sehingga kualitas agregat yang dihasilkan juga berbeda- beda. Setiap pola aliran menghasilkan material kerikil sungai yang bisa digunakan untuk campuran agregat kasar pada campuran pembuatan beton. Penggunaan struktur beton menyebabkan tingginya permintaan material, dibutuhkan inovasi guna mencari pengganti agregat. Agregat alami menjadi pilihan untuk bahan campuran beton, salah satunya agregat alami adalah kerikil alami yang berasal dari sungai. Penulis meneliti pengaruh dari penggunaan kerikil alami sebagai agregat bu pada campuran beton yang dikombinasikan dengan agregat (Spilt Ex. Garut). Proses dalam penelitian ini di Uji Laboratorium STT Garut. Agregat kerikil alami hasil produksi langsung dari Sungai Cimanuk. Penggunaan kerikil alami pada campuran beton yang divariasikan menjadi 5, 10%, dan 15% digunakan rancangan mix design SNI 7833-2012. Berdasarkan nilai kuat tekan yang dianalisis menggunakan trendline dan pembatasan ± 5% untuk mendapat hasil nilai relevan menujukan adanya peningkatan pada campuran variasi 5% sebesar 1,81%, 0,87% pada variasi 10%, 8,72% dan 3,01 pada variasi 15%.