Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Jus Alpukat dengan Air Kelapa Muda pada Penderita Hipertensi Usia 60-74 tahun Mika Rizki Diniaty; Septiani Septiani
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 3, No 2 (2022): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v3i2.59768

Abstract

Hypertension is blood pressure above normal as indicated by systolic blood pressure > 140 mmHg and diastolic pressure > 90 mmHg. The risk factors for hypertension are age, gender and lack of potassium intake. Avocados and young coconut water are high sources of potassium. This study aimed to determine the effect of avocado juice with young coconut water on the blood pressure of elderly people with hypertension. The respondents of this study were 16 people based on the inclusion of the study, namely elderly people with hypertension who were willing to be research respondents aged 60 to 74 years and did not take antihypertensive drugs for the last one week. The intervention was given as much as 150 ml every morning with a potassium content of 1,500 mg. Analysis of the data used is the paired t-test. The results showed that the p-value of systolic and diastolic was 0.00 or < 0.05 so it could be concluded that there was a decrease in blood pressure in the elderly with hypertension and it was hoped that avocado juice with young coconut water would be an alternative non-pharmacological antihypertensive treatment.
Analisis Risiko Anemia Pada Ibu Hamil Gusti Kumala Dewi; Isti Istianah; Septiani Septiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 April 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i1.223

Abstract

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 48,9% kejadian anemia pada ibu hamil meningkat menjadi 11,8%, dari data Riskesdas sebelumnya tahun 2013 yaitu 37,1%. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko anemia pada ibu hamil trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskemas Gang Kelor Kota Bogor. Jenis penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 100 subjek. Pengumpulan data penelitian melalui proses wawancara food recall 24 jam, dan dianalisis mengunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan asupan protein, zat besi, vitamin C, kebiasaan minum teh, LILA sama-sama memiliki hubungan signifikan dengan p-value=0,000. Variabel lain yang berhubungan adalah kepatuhan konsumsi tablet Fe p-value=0,001. Sedangkan usia pada ibu hamil, paritas, jarak kelahiran, dan ANC tidak berhubungan dengan risiko anemia pada ibu hamil (p-value>0,05). Pengetahuan berhubungan dengan p-value=0,0006, dan variable sikap juga berhubungan dengan risiko anemia pada ibu hamil p-value=0,026. Oleh karena itu sebaiknya selama kehamilan ibu mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, dan vitamin C sehingga asupan ketiganya terpenuhi. Selain itu selama kehamilan ibu mengkonsumsi tablet Fe, dan melakukan pemeriksaan kehamilan ke Puskesmas atau Posyandu. Puskesmas diharapkan memberikan edukasi kepada ibu hamil, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang anemia.
PENGARUH PENDIDIKAN GIZI (AUDIO-VISUAL) TERHADAP PERILAKU DAN ASUPAN GIZI PADA SISWA SEKOLAH DASAR: EFFECT OF NUTRITION EDUCATION (AUDIO-VISUAL) ON BEHAVIOR AND NUTRITIONAL INTAKE IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Putri Kirana Murti Dewi; Mia Srimiati; Septiani Septiani
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.215 KB)

Abstract

Sebanyak 93,6% anak usia 10 tahun ke atas kurang mengonsumsi buah dan sayur (Riskesdas,2013). Hanya 6,4% anak Indonesia usia 10-14 tahun yang mengonsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari (Kemenkes,2013). Kurangnya konsumsi sayur dan buah memiliki dampak negatif pada keadaan gizi anak sekolah salah satunya adalah obesitas, faktor yang menyebabkan kurangnya konsumsi sayur dan buah pada anak yaitu faktor internal termasuk pengetahuan dan sikap terhadap sayur dan buah dan faktor eksternal yaitu ketersediaan sayur dan buah, pendidikan orang tua dan tingkat ekonomi keluarga yang dilihat dari pekerjaan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan gizi (audio-visual) pada perilaku dan asupan gizi pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasy eksperimental dengan pengambilan sampel dengan teknik purposive dan dianalisis dengan paired samples t-test dan One Way Anova. Berdasarkan hasil uji skewness normalitas, data berdistribusi normal. Hasil uji-t satu sampel berpasangan menunjukkan bahwa ada perbedaan perilaku dan asupan gizi sebelum dan sesudah pemberian konseling dengan media audiovisual tentang sayuran dan buah dengan nilai p = 0,000. Hasil uji One Way Anova juga menunjukkan hasil signifikan nilai p = 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh frekuensi pendidikan gizi dengan media audiovisual terhadap tingkat perilaku dan asupan gizi pada siswa sekolah dasar.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN GIZI, DAN SIKAP TERHADAP PENJAJA MAKANAN DI KANTIN SDN JAKARTA TIMUR Dini Ika Ningtyas; Syarief Darmawan; Septiani
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.897 KB)

Abstract

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukkan sebagai makanan atau minumanuntuk dikonsumsi yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan pembuatan makanan atau minuman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan karakteristik, pengetahuan gizi, sikap terhadap praktek penjaja makanan dalam menjajakan makanan yang dijual di kantin Sekolah DasarNegeri Jakarta Timur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square p: 0,05). Penelitian ini melibatkan 30 responden,hubungan pengetahuan terhadap praktek penjaja makanan dalam menjajakan makanan di kantin sekolah dasar dengan persentase pengetahuan kurangsejumlah 23,3% dan (p value 0,425), hubungan sikap terhadap praktek penjaja makanan dalam menjajakan makanan dengan persentase 20% dan (p value0,199). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara karakteristik pengetahuan gizi, sikap terhadap praktek penjaja makanan di kantin SDN wilayah Jakarta Timur.
IDENTIFIKASI TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KADAR PROKSIMAT MENGGUNAKAN METODE PENGERINGAN OVEN Serly Ayu Tionika; Septiani
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.163 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v1i3.75

Abstract

Tepung kulit pisang kepok merupakan hasil samping dari olahan pisang yang belum banyak diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu penepungan yang terbaik untuk menepungkan kulit pisang pada suhu 60oC dan menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan penepungan yaitu P1 (9 jam), P2 (12 jam) dan Pkontrol (6 jam) pada suhu 60oC. Setelah diuji organoleptik penepungan P2 (12 jam) yang terbaik diuji kadar proksimat dan dibandingkan dengan perlakuan kontrol. P2 memiliki kadar air (16,40%), lemak (7,73%), protein (5,37%), kadar abu (14,13%), serat (2,26%), karbohidrat (56,37%) dan Pkontrol memiliki kadar air (15,98%), lemak (7,79%), protein (6,22%), kadar abu (15,13%), serat (2,19%), karbohidrat sebesar (54,88%), kesimpulan penelitian ini tidak ada perbedaan yang nyata antara penepungan terbaik terhadap kadar air, lemak dan serat dengan Pkontrol, tetapi terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05) antara penepungan terbaik terhadap kadar abu, protein dan karbohidrat dengan Pkontrol.
KARAKTERISASI KADAR PROKSIMAT DONAT DENGAN SUBTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA (Cocos nucifera) Nurfatha Qurrota Ayyun; Septiani
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.151 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v2i1.110

Abstract

Tepung ampas kelapa merupakan hasil samping dari santan yang memiliki kandungan gizi dan dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk olahan salah satunya adalah donat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proksimat (air, abu, lemak, protein, serat dan karbohidrat) pada donat tepung ampas kelapa dengan menggunakan desain eksperimental, Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu F1(10%), F2(20%), F3(30%) dan 1 F0 (0%). Setelah diuji organoleptik donat F1(10%) yang terpilih kemudian diuji kadar proksimat dan dibandingkan dengan kontrol. Hasil uji proksimat menunjukkan kadar air (p-value 0,004), abu (p-value 0,019), protein (p-value 0,004), dan karbohidrat (p-value 0,003) ada perbedaan yang signifikan antara F1 dan F0. F1 memiliki air (25,45%), abu (0,43%), lemak (22,53%), protein (8,55%), serat (1,69%), karbohidrat sebesar (43,04%) dan F0 memiliki air (25,89%), abu (0,33%), lemak (22,50%), protein (8,77%), serat (1,70%), karbohidrat (42,51%). Kesimpulan penelitian ini adalah donat subtitusi tepung ampas kelapa memiliki kandungan gizi yang setara dengan donat tepung terigu.
Identifikasi Tepung Ampas Kelapa Terhadap Kadar Proksimat Menggunakan Metode Pengeringan Oven Rousmaliana Rousmaliana; Septiani Septiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 1 No. 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Agustus 2019
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.851 KB) | DOI: 10.36590/jika.v1i1.8

Abstract

Coconut pulp is a byproduct of making coconut milk. The process of making coconut pulp flour is not widely used. This study aimed to analyze the difference in proximate levels (water, ash, protein, fat, carbohydrates, and total fiber) from organoleptic test results. This study used an experimental design with a Completely Randomized Design to find out the best quality coconut pulp flour that contains nutritional value. Formula T57 was the formula chosen from the organoleptic test with 5.70% water content, 7.30% fat, 4.91% protein, 0.34% ash content, 2.37% fiber, and 81.75% carbohydrate. It is necessary to test the shelf life of the selected formula.
Dampak Pemberian Teh Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur Kiti Rofianti; Septiani Septiani
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 3, No 2 (2022): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v3i2.59662

Abstract

The content of epigallocatechin-3-gallate (EGCG) in moringa leaves which has antioxidant properties and acts as an antidiabetic can help lower blood glucose levels. This type of research is experimental, with a pretest-posttest control group design and a quantitative approach. Respondents in this study were 30 people, with 15 in the control group and 15 in the intervention group. Respondents must meet the inclusion criteria, namely suffering from type 2 diabetes mellitus according to data from the Cakung Sub-district health center, East Jakarta, aged 45 to 74 years having mild to moderate physical activity, and not suffering from complications and taking drugs from health workers. Respondents measured their initial blood glucose levels (pretest), then were given treatment by giving moringa leaf tea as much as 200 ml, after that the final blood glucose levels were measured (posttest). The decrease in blood glucose levels in the control group was 21.6 mg dL-1 and the decrease in blood glucose levels in the intervention group was 29.7 mg dL-1. Giving moringa leaf tea brewed in 200 ml of water can significantly impact blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus, which marks a decrease in blood glucose levels after treatment, with p-value < 0.05. There is a significant effect on reducing blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus with p-value < 0.05 after giving 200 ml of moringa leaf tea (p-value 0.01) so that it can be used as an alternative to lower blood glucose levels for diabetics.
Penetapan Kesadahan Total Air Sumur dengan Menggunakan Metode Kompleksometri di Desa Cikeusal Kidul Brebes Jawa Tengah Laetti Rahma Melati; Septiani; Apriyani Riyanti
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 2 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v2i10.1476

Abstract

Air adalah senyawa yang penting bagi kehidupan. Air yang layak digunakan yaitu air yang memenuhi syarat kualitas,meliputi fisik,kimia dan mikrobiologi. Kesadahan merupakan salah satu parameter kimia tentang kualitas air bersih,tingkat kesadahan air pada dasarnya ditentukan oleh jumlah kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kadar dan identifikasi kejernihan air sumur di Desa Cikeusal Kidul Brebes Jawa Tengah menggunakan metode kompleksometri. Desain Penelitian ini adalah destriptif dengan menggunakan 20 sampel air sumur dari 40 populasi. Teknik pengambilam sampel dengan metode Purposive Sampling. Pengolahan data menggunakan SPSS.Hasil penelitian yaitu dari 20 sampel diperoleh 19 sumur yang mengalami tingkat kesadahan <500mg/L. Nilai tertinggi kadar kesadahan yaitu 843,33mg/,sedangkan terendah yaitu =492 mg/L. Dari parameter fisika kualitas kejernihan air sumur didapat 5 sampel mengalami kekeruhan dan 1 sampel yang mengalami bau yaitu pada kode sampel s10.Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 31 tahun 2017.Sehingga dapat disimpulkan bahwa air sumur di Desa Cikeusal Kidul kesadahannya melebihi ambang batas
SOSIALISASI PEDIKULOSIS PADA ANAK DI YAYASAN SHOHIBUL AL-ISTIQOMAH, CILILITAN, JAKARTA TIMUR Muhammad Rizki Kurniawan; Intan Kurniawati Pramitaningrum; Septiani Septiani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11177

Abstract

ABSTRAKData mengenai kejadian pedikulosis capitis masih kurang di Indonesia. Tercatat hasil survei penelitian sebelumnya yang dilakukan pada sebuah pesantren Muhammaddiyah di Surakarta ditemukan 72,1% terinfeksi pedikulosis. Faktor personal hygiene memiliki peranan yang besar terhadap kejadian pedikulosis capitis. Tujuan pengabdian masyarakat sosialisasi kepada anak-anak panti asuhan mengenai penyebab, cara penularan dan bahaya akibat pedikulosis serta cara penanganan pedikulosis. Pelaksanaan kegiatan di yayasan shohibul al-istiqomah di mulai dengan sosialisasi, pengisian kuisioner untuk mengetahui penyebab, cara penularan dan bahaya akibat pedikulosis serta cara penanganan pedikulosis.Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat setelah dilakukan sosialisai terkait pedikulosis hasilnya 80% anak-anak memiliki pemahaman dan 20% belum memiliki pemahaman. Terkait pengobatan pedikulosis sudah 50% anak-anak mengetahui dan 50% belum mengetahui pengobatan pedikulosis. Kata kunci: pedikulosis; sosialisasi; pengobatan ABSTRACTData regarding the incidence of pediculosis capitis is still lacking in Indonesia. It was noted that the results of a previous research survey conducted at a Muhammaddiyah Islamic boarding school in Surakarta found 72.1% infected with pediculosis. Personal hygiene factors have a major role in the incidence of pediculosis capitis. The purpose of community service is to socialize to orphanage children regarding the causes, modes of transmission and dangers due to pediculosis and how to handle pediculosis. The implementation of activities at the Shohibul al-istiqomah foundation began with socialization, filling out questionnaires to find out the causes, modes of transmission and dangers due to pediculosis and how to handle pediculosis. have no understanding. Regarding pediculosis treatment, 50% of children know about pediculosis treatment and 50% do not know about pediculosis treatment Keywords: pediculosis; socialization; treatment