Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

CEMARAN BAKTERI SALMONELLA SP DAN HIGIENIS SANITASI PADA DAGING AYAM DIRUMAH AYAM POTONG UD BERKAH PUTRI MANDIRI Yazit Albustomi; Dian Rachma Wijayanti; Septiani Septi
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 1 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.689 KB) | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i1.1288

Abstract

Kesehatan adalah hal mutlak yang harus dijaga yaitu dengan memenuhi kebutuhan pokok manusia salah satunya adalah makanan. Dengan makanan nutrisi yang tercukupi upaya untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terjaga, kemudian makanan yang mudah terjangkau dan relative murah dengan protein , lemak dan mineral yang cukup didapatkan adalah daging ayam. Namun pada aspek mikrobiologi seuatu pangan aman dikonsumsi jika produk tersebut aman dari mikroba pathogen salah satunya bakteri Salmonella Sp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status higienis sanitasi dan cemaran bakteri Salmonella Sp. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah observasional, menggunakan sampel sesuai dengan kriteria peneliti sebanyak 7 sampel serta mewawancarai pengelola RPA terkait dengan pertanyaan higienis dan sanitasi. Hasil penelitian yang menggunakan uji bakteri Salmonella sp (SNI 2897 : 2008) tidak didapatkan cemaran bakteri Salmonella Sp pada media serta pada hasil pengolahan data wawancara dari pengelola Rumah Pemotongan Ayam didapatkan hasil pada wawancara tentang higienis karyawan dan peralatan sebesar 80 %, Persyaratan peralatan 87,5%, persyaratan sarana 80% dan Persyaratan pengolahan daging 60 % keseluruhan hasil dari wawancara RPA hampir memenuhi syarat dari SNI 01-6160-1999. Kesimpulan dari tugas akhir ini adalah Sebanyak 7 sampel dinyatakan tidak tercemar bakteri Salmonella Sp, kemudian pada beberapa sampel ditemukan dugaan bakteri lain yang tumbuh disalah satu media serta kuisioner yang didapat berdasarkan wawancara hampir memenuhi persyaratan.
Overview of Third Trimester Pregnant Women's Urine Leukocyte Sediment and Protein Levels at the Laboratory of Anggrek Mas Hospital, West Jakarta Halimah Nurul Istiqomah; Septiani; Muhammad Rizki Kurniawan; Dian Rachma Wijayanti
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i4.2818

Abstract

Pregnant women with the third trimester of pregnancy (7-9 months or 29-40 weeks), most of them give birth normally, but 15% of cases are life-threatening complications, namely preeclampsia. Preeclampsia is characterized by increased proteinuria. Women during pregnancy are more at risk of suffering from urinary tract infections because of the physiological changes that occur in their bodies. As many as 20% of cases of urinary tract infection occur in pregnant women. Examination of urine protein and urine leukocyte sediment in pregnant women is very important as a support for the risk of preeclampsia and urinary tract infections. This study used descriptive analysis with a cross-sectional design, namely one-time observation. Data used by third trimester pregnant women. The research was conducted in January-July 2022 at the Anggrek Mas Hospital Clinical Laboratory. There are 20 research subjects. With the highest protein levels at high risk of preeclampsia were (+3) 1 pregnant woman and (+4) 3 pregnant women. Then the leukocytes of the urine sediment are above normal values≥5/Landang Besar, namely there are 12 pregnant women each. In the majority of third trimester pregnant women at Anggrek Mas Hospital, West Jakarta, all pregnant women who were observed, the results of urine protein levels were found to be abnormal and urine sediment leukocytes were found to be above normal values
The Effect of Variations in the Addition of Vitamin C Doses in Urine on Glucose Levels with the Benedict Method Achmadi Achmadi; Aina Chumairoh; Septiani Septiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i3.361

Abstract

Urine glucose or glucosuria detected by Benedict's method is a pathological condition found to be falsely positive in healthy individuals while consumption of vitamin C during the pandemic can also interfere with urinalysis results. This study aimed to determine the effect of variations in the dose of vitamin C added to urine samples on glucose levels. Pre-experimental research was conducted on 15 healthy student urine samples using a purposive sampling technique. Urine glucose levels were checked using Benedict's method for further intervention with 250 mg, 500 mg, and 1000 mg of vitamin C added to the urine of 25 ml each. Data were analyzed by the Kruskal Wallis test and the Mann Whitney follow-up test it was significant if p < 0,05. The results of the urine glucose examination were found to be positive in Benedict's method with the addition of a dose of vitamin C. Kruskal Wallis analysis showed that the variation in the dose of vitamin C had an effect on Benedict's method with a p-value of 0,000 and the Mann Whitney test showed that the three doses of vitamin C were different in each Urine glucose results on Benedict's method.
EDUKASI KUMAN GIGI DAN MULUT SERTA CARA MENYIKAT GIGI DENGAN BENAR MELALUI AUDIOVISUAL DI TAMAN KANAK-KANAK Septiani Septiani; Dian Rachma Wijayanti; Gusti Kumala Dewi; Sabarina Elfrida Manik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12875

Abstract

Abstrak: Gigi dan mulut merupakan organ yang penting dalam pencernaan makanan. Kesehatan gigi merupakan hal yang penting terutama bagi anak-anak. Rusaknya gigi pada anak-anak sering diabaikan dan dianggap biasa. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak TK tentang kuman gigi, kuman mulut serta cara menyikat gigi dengan benar melalui audiovisual. Responden kegiatan berjumlah 41 anak-anak TK Al-Izhar Bekasi. Kegiatan edukasi dilakukan dengan menggunakan power point dan materi audiovisual. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Wilcoxon signed rank. Terjadi peningkatan persentase menjawab dengan tepat pada setiap topik soal Persentase peningkatan nilai pre-test dan post-test sebanyak 17%, 12%, 15% dan 2%. Nilai akhir uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value = 0.002. Nilai P < 0.005, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi kuman gigi dan mulut serta cara menyikat gigi dengan benar melalui audiovisual yang telah dilaksanakan terhadap pengetahuan siswa/I TK Al-Izhar. Abstract: Teeth and mouth are important organs in the digestion of food. Dental health is important, especially for children. Tooth decay in children is often overlooked and taken for granted. This education aims to increase kindergarten children's knowledge about tooth germs, mouth germs and how to brush their teeth properly through audiovisual. Respondents to the activity totaled 41 children of TK Al-Izhar Bekasi. Educational activities are carried out using power points and audiovisual materials. Measurement of knowledge is done using pre-test and post-test. Data analysis used descriptive analysis and Wilcoxon sisigned-rank test. There was an increase in the percentage of answering correctly on each topic. The percentage increase in pre-test and post-test scores was 17%, 12%, 15% and 2%. The final value of the Wilcoxon test shows a p-value 0.002. P-value <0.005, it can be concluded that there is an effect of education on dental and oral germs and how to brush teeth properly through audiovisual that has been carried out on the knowledge of students/I TK Al-Izhar. 
SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA DALAM PEMBUATAN BROWNIES KUKUS TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI Septiani Septiani; Nur hiyanah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 2 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.06 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.2.1920

Abstract

The utilization of coconut pulp flour in the food product making is still very limited. This research to analyze brownies that are distuited coconut pulp flour against nutritional value. This research is an experimental research with level of substitution of wheat flour with coconut pulp flour as treatment. There are 3 treatments, that is F1 (55% wheat flour and 45% coconut pulp flour), F2 (45% wheat flour and 55% coconut pulp flour) ad F3 (35% wheat flour and 65% coconut pulp flour). Formula results selected from the organoleptic test who is F1 with comparison 55:45 continued with result proximate test that obtained water rate, ash rate, fat, protein, carbohydrate and fiber in way continue that 23,88%, 1,91%, 7,39%, 5,78%, 61,04 and 1,82%. The conclusion of this research is that have differences (p <0.05) between the formula result to water rate, ash rate, protein, carbohydrate and fiber.
Mengidentifikasi Faktor Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kota Depok Tahun 2019 Isti Istianah; Septiani Septiani; Gusti Kumala Dewi
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 10 No 2 (2020): Maret
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is the second-largest degenerative disease in Indonesia which is influenced by several factors such as obesity, low physical activity, and poor diet. This study aims to identify nutritional factors in 77 types 2 diabetes mellitus patients in Depok by using a cross-sectional descriptive research design. This study uses a purposive sampling technique with Inclusion and Exclusion Criteria, analyzed using univariate analysis. The results were mostly female respondents 84.4%, aged 51-60 years 76.7%, nutritional status of obesity 44.2%, high school education level 40.3%, respondents not working 68.8%, income level Rp 1,000,000, - up to Rp 2,000,000 per month 39%, and respondents who consumed 87% of the drug, when the blood sugar level (GDS) was 71.4%, breakfast frequency was 72.7%, strength of muscle mass was weak 51.9%. Moderate physical activity 59.7%, moderate GI consumption 64.9%, moderate category BG consumption 48.1% and central obesity 75.3%. This research concludes that low nutritional factors can increase the risk of type II DM in Cimanggis Health Center, Depok City in 2019.
Pemeriksaan Hemoglobin dan Edukasi Anemia Pada Remaja di SMK Tunas Medika Sabarina Elfrida Manik; Septiani Septiani; Dian Rachma Wijayanti; Desi Aryani; Achmadi Achmadi; Fety Mustikasari; Thaharah Al’ukhfiah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1020

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana memiliki kadar hemoglobin rendah berdasarkan hasil pemeriksan laboratorium. Anemia merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi sekitar 1/3 populasi dunia. Anemia berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas terutama pada wanita dan anak. Anemia disebabkan oleh kekurangan hemoglobin, yang dapat menimbulkan gejala seperti kelelahan, kelemahan, pucat pada kulit dan gusi. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi dalam penyakit anemia. Metode pengabdian ini dengan penyuluhan yang dilakukan secara langsung kepada 27 siswa-siswi SMK Tunas Medika. Hasil pada kegiatan ini adanya peningkatan 15% pada hasil post-test setelah dilakukan pemaparan materi tentang anemia dan hemoglobin. Peningkatan nilai tes sebanyak 15% menunjukkan meningkatnya pemahaman responden dalam hal ini peserta pengabdian masyarakat, siswa-siswi SMK Tunas Medika. Kegiatan serupa telah dilakukan di berbagai tempat Hasil kegiatan tersebut menunjukkan masih banyaknya kasus anemia terutama di kalangan remaja. Oleh karenanya kegiatan serupa harus terus dilaksanakan di masa depan.
Pendampingan Kewirausahaan Rumah Tani Mandiri Bekasi Melalui Introduksi Pengemasan Dan Pemasaran Sebagai Strategis Peningkatan Penjualan dan Pengembangan Produksi Sayuran Organik Septiani Septiani; Wulan Fitriani Safari; Sugeng Ahmad Riyadi; Dhea Agustina Muenasy; Kezia Elisabeth Tumansery
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1091

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) di Rumah Tani Mandiri Bekasi bertujuan untuk meningkatkan produksi dan penjualan sayuran organik melalui inovasi pengemasan dan pemasaran. Sayuran organik memiliki permintaan tinggi karena bebas dari bahan kimia dan lebih sehat dibandingkan dengan sayuran konvensional. Rumah Tani Mandiri, yang telah beroperasi sejak 2021, menghadapi tantangan dalam produksi, manajemen, dan pemasaran, sehingga memerlukan dukungan untuk memanfaatkan potensi pasar yang berkembang. Program ini difokuskan pada perbaikan fasilitas produksi, peningkatan keterampilan manajemen dan pemasaran, serta memperluas saluran pemasaran melalui media digital. Metode yang digunakan meliputi survei potensi UMKM, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan workshop yang mencakup aspek produksi, manajemen, dan pemasaran. Hasil program ini meliputi perbaikan fasilitas budidaya yang meningkatkan kapasitas produksi, pemahaman anggota mengenai pembukuan digital dan pemasaran online, serta perbaikan pengemasan produk. Peningkatan pengetahuan peserta tentang pemasaran digital dan pengembangan produksi mencapai 90%. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan efisiensi operasional, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran Rumah Tani Mandiri, memberikan dasar untuk pengembangan lebih lanjut.
Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Sebelum dan Setelah Melakukan Hemodialisa Virania Arvianti; Septiani Septiani; Aturut Yansen
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.936

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Anemia merupakan kejadian yang paling sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan terapi hemodialisa. Hemodialisa merupakan salah satu terapi yang digunakan sebagai pengganti fungsi ginjal. Pada saat . Pada saat hemodialisa penurunan kadar hemoglobin sering terjadi, hal ini disebabkan karena terganggunya hormon eritropoetin. Tujuan: untuk mengetahui adanya perbedaan kadar hemoglobin pada penderita gagal ginjal kronik sebelum dan setelah hemodialisa di RS Bhayangkara TK. I Raden Said Sukanto. Metode: Desain penelitian ini yaitu cross sectional dengan menggunakan data sekunder dan Teknik sampling penelitian ini adalah random sampling yang berjumlah 133 pasien. Hasil: Uji normalitas dilakukan terlebih dahulu dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnova yang menunjukkan hasil berdistribusi tidak normal dengan nilai sig 0.001. Uji yang dilakukan selanjutnya adalah uji Wilcoxon dengan didapatkan nilai sig (2-tailed) 0.002 dengan rata-rata kadar hemoglobin sebelum hemodialisa 8,81 gr/dL dan setelah hemodialisa 9,07 gr/dL.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar hemoglobin pada penderita gagal ginjal kronik sebelum dan setelah hemodialisa. ABSTRACT Introduction Anemia is the most common occurrence in chronic kidney disease undergoing hemodialysis therapy. In the condition of chronic kidney disease, the decline in kidney function can occur slowly and chronically until the kidneys do not function at all. Hemodialysis is one of the therapies used to replace kidney function. During hemodialysis, a decrease in hemoglobin levels often occurs, this is due to the disruption of the hormon erythropoietin. Objective: determine the differences in hemoglobin levels in patients with chronic kidney disease before and after hemodialysis at Bhayangkara TK. I Raden Said Sukanto Hospital. Method: The design of this research is cross-sectional using secondary data and the sampling technique of this research was random sampling with a total of 133 patients. Result: The normality test was carried out first using the Kolmogorov-Smirnova test which showed the results were not normally distributed with a sig value of 0.001. the next test was the Wilcoxon test with a sig (2-tailed_ value of 0.002 with an average hemoglobin level of 8,81 g/dL before hemodialysis and 9,09 g/dL after hemodialysis. Conclusion: Based on the results of the study means that there is a significant difference in a patient with chronic kidney failure before and after hemodialysis.