Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Penerapan TPACK dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Alifya Kusuma Wardani; Suhartono Suhartono; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i62022p577-592

Abstract

Abstract: TPACK is a framework that integrates three main areas of knowledge, namely technological knowledge, pedagogical knowledge, and content knowledge. These three knowledge are important knowledge and are in accordance with current educational needs. Therefore, it is important for teachers to be able to apply the TPACK framework in their lesson plans. The purpose of this study was to analyze the application of TPACK in the implementation plan of learning at SDN 01 Ngadilangkung, Kepanjen District, Malang Regency. This research is a mixed methods research / mixed methods research type explanatory sequential. Techniques in data collection using documentation, questionnaires and interviews. The validity of the data in this study used triangulation with this type of triangulation technique. Based on the research that has been done, the results show that the implementation of TPACK in the learning implementation plan at SDN 01 Ngadilangkung is included in good criteria with an average score of 77.5 percent. Abstrak: TPACK merupakan kerangka yang mengintegrasikan tiga pengetahuan utama yakni pengetahuan teknologi, pengetahuan pedagogi, dan pengetahuan konten. Ketiga pengetahuan itu merupakan pengetahuan yang penting dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Oleh sebab itu, penting untuk guru dapat menerapkan kerangka kerja TPACK dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan TPACK dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di SDN 01 Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods/ penelitian metode campuran jenis explanatory sequential. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket dan wawancara. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi dengan jenis triangulasi teknik. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa penerapan TPACK dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di SDN 01 Ngadilangkung termasuk dalam kriteria baik dengan skor rata-rata sebesar 77,5 persen.
Analisis Dampak Game Online Free Fire terhadap Minat Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Moch Hamzah Qomarudin; Suhartono Suhartono; Siti Umayaroh
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i62022p600-612

Abstract

Abstract: Online games are one of several entertainments that are currently popular among elementary school students. The impact of playing online games for students is twofold, namely the positive impact and the negative impact. The purpose of this study is to analyze the impact of free fire online games on students' interest in learning. This research is a descriptive research using mixed methods (Mix Methods) with an explanatory sequential design (sequential explanatory). Data collection techniques are questionnaires, interviews and documentation. Test the validity of the data using triangulation techniques. The results showed the intensity of playing online games in the medium category with a score of 51.19 percent and the level of student interest in learning in the high category with a score of 72.77 percent. Abstrak: Game online merupakan salah satu dari beberapa hiburan yang saat ini populer dikalangan siswa sekolah dasar. Dampak dari bermain game online bagi siswa ada dua, yakni dampak positif dan dampak negatif. Tujuan dari adanya penelitian ini yaitu untuk menganalisis dampak dari permainan game online free fire terhadap minat belajar siswa. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif menggunakan metode campuran (Mix Methods) dengan desain sekuensial eksplanatori (sequential explanatory). Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan intensitas bermain game online dengan kategori sedang dengan skor 51.19 persen dan tingkat minat belajar siswa dengan kategori tinggi dengan skor 72.77 persen.
Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SDN Firda Aurelia Amanda Hasibuan; Suhartono Suhartono; Siti Umayaroh
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between parental education level and student achievement in Class V SDN Se Gugus 5, Kedungkandang District, Malang. This research was conducted at SDN Se Gugus 5, Kedungkandang District, Malang. The subjects of this study were parents and fifth grade students of SDN Se Gugus 5, Kedungkandang District, Malang. The type of research conducted is descriptive quantitative with a correlational model. The data collection technique used is a questionnaire given to parents and documentation as a source of student achievement data. The results of this study indicate that there is no significant relationship between the educational level of parents and the learning achievement of Class V SDN Se Gugus 5, Kedungkandang District. With the calculation results of 0.134 greater than 5 percent. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan jenjang pendidikan orang tua dengan kinerja belajar murid Kelas V SDN Se Gugus 5 Kecamatan Kedungkandang Malang. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Se Gugus 5 Kecamatan Kedungkandang Malang. Subjek penelitian ini adalah orang tua dan murid kelas V SDN Se Gugus 5 Kecamatan Kedungkandang Malang. Jenis pengkajian yang dilakukan adalah kuantitatif deskriptif dengan model korelasional. Teknik penghimpunan data yang digunakan adalah angket yang dibagikan kepada orang tua murid dan dokumentasi sebagai sumber data prestasi belajar siswa. Hitungan penelitian ini menampakkan bahwasanya tidak adanya kaitan yang signifikan antara jenjang pendidikan orang tua dengan kinerja belajar murid Kelas V SDN Se Gugus 5 Kecamatan Kedungkandang. Dengan hasil perhitungan sebesar 0,134 lebih dari 5 persen.
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 5 yang Menggunakan Model PjBL dengan Model Konvensional pada Materi Volume Kubus dan Balok di SD Sintya Permatasari; Suhartono Suhartono; Yulia Linguistika
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Project Based Learning (PjBL) model is able to be one of the options that can be taken for mathematics learning in elementary school, where students design a project and then present it. This study aimed to analyze the differences in mathematics learning outcomes of 5th grade students who used the PjBL model with conventional models on cube and cuboid volume materials at SDN Sananwetan 01 Blitar. This research used a quantitative approach with quasi experimental design forms in grades 5B (experiments) and 5A (control) SDN Sananwetan 01 Blitar. Data collection techniques are carried out through interviews and questionnaires with research instruments in the form of student learning outcome tests (pretest and posttest). The results showed a difference in the results of learning mathematics of 5th grade students who used the PjBL model with conventional models on cube and cuboid volume materials. This is indicated through the value of Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.001 less than 0.05 on Mann Whitney U-Test test results and N-Gain Score of experimental class 0.4536 and control class 0.294. Abstrak: Model Project Based Learning (PjBL) mampu menjadi opsi untuk pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, di mana siswa merancang sebuah proyek kemudian mempresentasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas 5 yang menggunakan model PjBL dengan model konvensional pada materi volume kubus dan balok di SDN Sananwetan 01 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk quasi experimental design di kelas 5B (eksperimen) dan 5A (kontrol) SDN Sananwetan 01 Blitar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket dengan instrumen penelitian berupa tes hasil belajar siswa (pretest dan posttest). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas 5 yang menggunakan model PjBL dengan model konvensional pada materi volume kubus dan balok. Hal ini ditunjukkan melalui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 kurang dari 0,05 pada hasil uji Mann Whitney U-Test dan N-Gain Score kelas eksperimen 0,4536 dan kelas kontrol 0,2949.
Analisis Keterampilan Menulis Cerita Pengalaman pada Peserta Didik Kelas V SD Dimas Ramadhani Bawono; Muh. Arafik; Suhartono Suhartono
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The skill of writing experiential stories is a skill possessed by students in stories based on personal experience in accordance with written linguistic rules that have been set. This study aims to determine the skill level of writing experience stories in fifth grade students at SDN Karangbesuki 1, Malang City. The approach in this study uses descriptive qualitative by describing the phenomena encountered in the field and producing descriptive data. The data collection technique used in this research is observation, tests, interviews, and documentation. The results showed that the skills of writing experience stories in fifth grade students at SDN Karangbesuki 1 Malang City tended to be low. This is known based on the test results where students experience problems in writing stories based on intrinsic experience and mechanical aspects of writing. The teacher's efforts to help students overcome writing difficulties are also highlighted. Abstrak: Keterampilan menulis cerita pengalaman merupakan sebuah keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik dalam menulis cerita berdasarkan pengalaman pribadi sesuai dengan kaidah-kaidah kebahasaan yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan menulis cerita pengalaman pada peserta didik kelas V SDN Karangbesuki 1 Kota Malang. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan fenomena yang ditemui di lapangan serta menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerita pengalaman pada peserta didik kelas V SDN Karangbesuki 1 Kota Malang cenderung rendah. Hal ini diketahui berdasarkan hasil tes dimana peserta didik mengalami permasalahan dalam menulis cerita pengalaman ditinjau berdasarkan unsur intrinsik dan aspek mekanik dalam menulis. Selain mengetahui tingkat keterampilan dan permasalahan peserta dalam menulis, upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan peserta didik dalam menulis juga turut menjadi fokus penelitian.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran pada Pembelajaran Tematik Kelas II di SD Gita Praptaningrum; Sukamti Sukamti; Suhartono Suhartono
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe and present data related to the use of learning media in the thematic learning process. The scope of this research is class II SD Negeri Bumiayu 2 Malang City. This study uses a qualitative approach with a descriptive type. In this study using data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that teachers use learning media in the form of concrete objects, song recordings, Power Point (PPT), videos, and printed books. The selection of learning media is adjusted to the material and KD. The use of learning media in theme 2 is adjusted to the learning objectives to be achieved. The steps in its implementation include the planning and implementation stages. At the planning stage the teacher prepares the lesson plans and media that will be used in the learning process. Furthermore, at the implementation stage, the teacher explains the material using learning media and reviews the material that has been delivered. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menyajikan data terkait dengan penggunaan media pembelajaran pada proses pembelajaran tematik. Ruang lingkup penelitian ini yaitu kelas II SD Negeri Bumiayu 2 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan media pembelajaran berupa benda konkret, rekaman lagu, Power Point (PPT), video, serta buku cetak. Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan materi dan KD. Penggunaan media pembelajaran pada tema 2 disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Langkah-langkah dalam penerapannya meliputi tahap perencanaan dan pelaksanaan. Pada tahap perencanaan guru menyiapkan RPP dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan yakni guru menjelaskan materi dengan menggunakan media pembelajaran dan mengulas materi yang telah disampaikan.
PENINGKATAN SIKAP KERJASAMA MELALUI BELAJAR KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN MATERI PECAHAN KELAS V SD MUHAMMADIYAH 1 BABAT Oriza Zativalen; Tumardi Tumardi; Suhartono Suhartono
Widya Pustaka : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 10 No 1: Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.181 KB)

Abstract

The attitude of cooperation is needed in everyday life . First humans as social beings . Moral crisis into an attraction that lately seen as the root of the problems being faced by the nation of Indonesia. The point of social attitudes such as mutual cooperation , caring for each other , working as a team responsibility to develop as Indonesians less. Instead indeed more familiar with the selfish attitude, individualist , indifference , lack of responsibility, lazy communicate and interact with the social community. Moral education in the form of cooperation can be implemented at all levels of education, including elementary school level. Lack of cooperation attitude occurred in SD Muhammadiyah 1 tripe. VA grade students at the elementary Muhammadiyah 1 tripe about the attitude of cooperation . The emergence of such students because teachers teach traditional. This research seeks to develop learning with study groups to improve the collaborative attitude of students. Measures study groups namely , (1) serve the purpose, (2) form a heterogeneous group, (3) group discussion , ( 4 ) class discussion , ( 5 ) quiz ( 6 ) evaluation . Qualitative research approach that is the kind of scrutiny of class action. VA grade students performed at SD Muhammadiyah 1 Babat with 10 male and 10 female . Preliminary data on student attitudes to work with his friend showed 34 % . The study applied cluster cycle data I encounter one that is 69.5 % and 70.8 % ie 2 meeting . Cycle II encounter one that is 75.17 % and 79.5 % ie 2 meeting . Cycle III as convincing data to yield 81.7 %. Thus learning by studying clusters can enhance cooperation attitude SD Muhammadiyah 1 Babat and this step is not just based on certain subjects. The proposed changes from the data that the influence of frequently asked questions on the acquisition of advanced student understanding and cooperation with developing indicators Bloom theoretical level 4 and 5 that is to organize and act consistently , social influence student societies in collaboration with school students in learning activities.