Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DEVELOPMENT CONSTRUCTIVE DESIGN THROUGH COLLABORATION LEARNING STRATEGIES CAN TO IMPROVE QUALITY ON THE COLLEGE OF SERIES PUBLISHING MANAGEMENT Sokhibul Ansor; Inawati Inawati
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24756

Abstract

The emergence of a new paradigm is expected to contribute to overcoming the problem of learning, namely students will increase the knowledge, skills, and attitudes of people who learn. For students to experience changes in learning, a teacher, lecturer, and instructor are seen as needing to develop a constructivist-based learning design. The aim of developing constructivist learning designs through collaborative learning is to produce learning designs in the course management series publications. With this learning design, it is expected. (1) Students actively construct or build their knowledge; (2) Students are free in learning and doing collaborative activities in learning, (3) Provides opportunities for students to use diverse learning resources, (4) Students are encouraged to solve problems in learning. The learning strategy used in the management course for serial publications is collaborative learning. The research method used in the development to produce this design product is the R2D2 model. The results show that the collaborative learning strategy was tested on the subject matter of making a catalog of serial publications which shows that 5 respondent groups declared to be very feasible do not need to be revised in making software programs for serial publications of catalogs; 5 groups of respondents declared eligible do not need to be revised
PERAN PUSTAKAWAN DALAM IMPLEMENTASI LAYANAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL Adi Prasetyawan; Inawati Inawati; Setiawan Setiawan
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um008v6i22022p248-258

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu lembaga teknis yang bersama-sama dengan unit lain menyelenggarakan tri dharma pendidikan tinggi, terutama dengan mengumpulkan, memilih, mengolah, memelihara, dan menyediakan sumber-sumber informasi tanpa membedakan jenis kelamin, kondisi fisik, ras, suku, agama, status sosial, atau situasi ekonomi. Konsep inklusi sosial sangat cocok diterapkan di perpustakaan. Paradigma perpustakaan akademik saat ini merupakan tempat pembelajaran untuk mengembangkan potensinya dengan cara-cara yang mengarah pada peningkatan kualitas akademik. Konsep inklusi sosial jelas ada hubungannya dengan perpustakaan universitas, karena keduanya mengacu pada hal yang sama. Inklusi sosial mengacu pada upaya untuk membuka komunitas, terutama yang mungkin rentan atau terpinggirkan, satu sama lain, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Untuk melatih sumber daya manusia khususnya pustakawan dan staf perpustakaan. Penelitian ini memastikan keabsahan data dilakukan triangulasi sumber data dengan mencari data lain yang melengkapi data sebelumnya. Penelitian ini menemukan bahwa peran pustakawan Perpustakaan Kampus Universitas Negeri Malang berbasis inklusi sosial adalah secara konsisten memberikan layanan sehingga pengguna dapat memanfaatkan sumber daya, sarana dan prasarana koleksi dengan sebaik-baiknya, walaupun masih dirasa belum maksimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rangka pengembangan peran pustakawan akademik berbasis inklusi sosial adalah (1) adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat, (2) hak atas layanan perpustakaan, dan (3) aksesibilitas informasi perpustakaan masyarakat. . Dari sini dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi erat kaitannya dengan konsep inklusi sosial dan konsep tersebut dapat diterapkan. Tentunya bisa melihatnya di perpustakaan perguruan tinggi, yang dirancang untuk melindungi semua kelas strata pendidikan tanpa diskriminasi.
Keterampilan literasi informasi pustakawan Universitas Negeri Malang dalam implementasi layanan berbasis inklusi sosial Inawati Inawati; Setiawan Setiawan; Adi Prasetyawan
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 1 (2023): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i1.5816

Abstract

Introduction. Inclusion-based libraries aim to improve information literacy, quality of life, and community welfare, as well as become a place for lifelong learning. The librarians need to have sufficient information literacy skills in implementing social inclusion-based services. Data Collection Methods. Qualitative case study approach was used. The data was collected by interviews, observations, and documentation from librarians at the Malang State University Library. Data Analysis. We analyzed our data by using data reduction, data presentation, and conclusion. Results and Discussion. Information literacy skills of librarians were examined by several indicators such as identify, scope, plan, gather, evaluate, manage, and present. Those indicators have not been applied, particularly to the implementation of social inclusion-based services. Five indicators of information literacy skills can be applied properly including identification of needs information, determining the scope of information needs, planning information retrieval strategies, gathering information sources, as well as evaluating. In this study, skills in managing and presenting information have not been implemented properly. Conclusion. The information literacy skills of librarians in social inclusion-based services have not been maximized due to absence of competency development, lack of librarians, and absence of collections and facilities that support all information needs based on the user.
Analisis Technology Acceptance Model (TAM) terhadap penerimaan aplikasi Sidoarjo Information Digital Library (SIDIRA) pada Masa Pandemi Covid-19 Putri Yella Sarasati; Inawati Inawati; Titik Harsiati
IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianship) Vol. 6 No. 3 (2023): JUNE
Publisher : Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Wilayah Jawa Timur (APPTIS Jatim)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of this study is to see how the Sidoarjo Information Digital Library (SIDIRA) application was received during the Covid-19 pandemic. The study uses a quantitative descriptive method which is analyzed using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. Questionnaires and document studies were used as data collection tools. Based on the findings, it can be seen that in the aspect of perceived ease of use (perceived ease of use) most or 58% of respondents strongly agree that the SIDIRA application is easy to use, in the aspect of perceived benefits, most or 55% of respondents strongly agree that the SIDIRA application provides benefits for users. aspects of attitudes towards the use of technology (attitudes towards the use of technology) most or 52% of respondents strongly agree that they are interested in using the SDIRA application, on the aspect of behavioral intention to use technology (behavioral intention to use) almost half of respondents or 38% strongly agree that they are interested to use the SIDIRA application, and in the aspect of technology use (actual use of technology) almost half or 41% agree that they often use the SIDIRA application. So when viewed from the five aspects, the SIDIR application during the Covid-19 pandemic was well received by users.
Pendampingan Pengembangan Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle di SMP 12 Malang Didin Widyartono; Helmi Muzaki; Febri Taufiqurrahman; Inawati Inawati
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v7i1.9390

Abstract

Pembelajaran berbasis daring erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi media digital. Banyak aplikasi yang menawarkan berbagai fitur menarik dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal ini tentu mendorong setiap lembaga pendidikan untuk menggunakan media digital dalam kegiatan pembelajaran.  SMPN 12 Malang beralamatan di Jalan Slamet Supriadi Nomor 49 Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang Jawa Timur. Selama pandemi, kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai arahan Dinas Pendidikan Kota Malang. Khususnya pada pembelajaran daring, kegiatan dilakukan melalui Google Classroom dan Google Meet. Dalam pemanfaatannya Google Classroom dirasa kurang mendukung pelaksanaan pembelajaran karena fitur yang ditawarkan aplikasi tesebut terlalu minim. Google Classroom hanya menyediakan pranala materi dan penugasan yang dapat dinilai. Selain itu, pembelajaran melalui Google Meet juga kurang bermakna karena hanya menggunakan metode ceramah. Berbeda dengan sistem pengelolaan pembelajaran melalui Moodle. Moodle memiliki fitur yang melimpah, baik dari fitur dasar maupun fitur tambahan. Moodle bukan hanya dimanfaatkan dalam pembelajaran daring, melainkan juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan luring, bahkan pembelajaran campuran. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat FS UM bemaksud untuk mengadakan “Pendampingan Pengembangan Sistem Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle di SMPN 12 Malang”. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah agar guru mendapatkan pengetahuan tentang penggunaan Moodle dalam sistem pengelolaan pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan bermakna.