Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding PESAT

NILAI FORMAN DAN KARAKTERISTIK BUNYI UJARAN PADA AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DAN ANAK NORMAL Ningsih, Tri Wahyu Retno; Andriyani, Dini
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ujaran dan persepsi ujaran berjalan secara simultan. Kemampuan untuk memproduksi ujaran dan sekaligus mempersepsikan ujaran lawan tutur merupakan penanda positif dalam kualitas organ alat ucap yang dimilikinya serta perkembangan bahasa. Namun, sebaliknya seorang penutur mendapat penanda negatif ketika mempunyai gangguan bicara dan bahasa serta sulit melakukan tugas kebahasaan tersebut. Gangguan tersebut melibatkan banyak organ yang terganggu, contohnya organ mulut, fungsi otot mulut dan fungsi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai forman dan karakteristik bunyi vokal dan konsonan pada anak ASD menggunakan metode akustik eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perbandingan f1 dan f2 tampak terdapat perbedaan saat membunyikan peralihan dari /m/ ke /p/. Lidah anak normal akan semakin menjauhi langit-langit mulut dan gerak lidah semakin keluar. Sementara itu, lidah ASD semakin mendekati langit-langit mulut dan semakin masuk ke dalam mulut. Untuk analisis durasi, ASD tampak membunyikan bunyi /l/,/a/, dan /p/ lebih lama dibanding anak normal. Sementara untuk bunyi /m/ dan /u/ lebih cepat dibanding anak normal.
SISTEM FONOLOGI BAHASA LAMALERA Ningsih, Tri Wahyu Retno; Purwaningsih, Endang
Prosiding PESAT Vol 5 (2013)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem fonologi merupakan sistem kebahasaan yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk membedakannya dari masyarakat lain. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sistem fonologi bahasa Lamalera. Bahasa Lamalera merupakan rumpun bahasa Austronesia, Cabang Malayo-Polinesia Cabang Malayo-Polinesia Tengah, (3) Bahasa Lamalohot (Bahasa Solor). Dialek Lamalera dipergunakan oleh penduduk Lamalera yang terletak di pantai Selatan pulau Lembata. Metode penelitian dalam penelitian ini terdiri atas tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Tahap penyediaan data digunakan untuk menentukan daerah pengamatan yang akan diambil menggunakan metode cakap yaitu pengumpulan data lingual dengan melakukan percakapan antara peneliti dengan penutur sebagai narasumber. Teknik dasar metode penelitian yang digunakan adalah teknik pancing (elisitasi), teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan menunjukan hasil bahwa Bahasa Lamalera Dialek Lamalera terbagi atas vokal panjang dan vokal pendek. Bahasa Lamalera dialek lamalera memiliki bunyi yang terdiri atas 8 vokal dan 19 konsonan, serta 1 diftong [aw]. Dari total 28 bunyi ini tidak semuanya bersifat fonemis setelah dilakukan uji buah pasangan minimal. Berdasarkan pasangan minimal di atas dapat dibuktikan bahwa bahasa bahasa Lamalera dialek Lamalera memiliki : 5 fonem vokal: /a/, /e/, /u/, /i/, / ə/ dan 8 fonem konsonan: /f/, /r/, /p/, /k/, /n/, /m/, /t/, l/.
PROTOTIPE READABILITY TEST DALAM WACANA ILMIAH Saptono, Debyo; Fitrianingsih, Fitrianingsih; Ningsih, Tri Wahyu Retno; Sampurna, Tri Mardhika
Prosiding PESAT Vol 5 (2013)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keterbacaan atau readability test pada wacana ilmiah. Tingkat keterbacaan (readability) ini merupakan tolok ukur sesuai tidaknya suatu bacaan bagi pembaca dilihat dari segi kesulitan struktur bacaan dari teks tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental berupa perancangan aplikasi readability test menggunakan bahasa pemrograman Phyton yang bersifat open source. Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa teks yang baik adalah teks yang mudah dipahami oleh pembaca. Keterbacaan sebuah teks dapat dipengaruhi oleh pemilihan kata, kata sulit, dan panjang kalimatyang merupakan aspek gramatikal bahasa dan sangat menunjang keterbacaan sebuah teks. Tingkat keterbacaan direpresentasikan oleh sebuah nilai indeks yang dapat dihitung dengan menggunakan Gunning Fox Index. Hasil penelitian menunjukkan skor indeks yang variatif. Ditemukan beberapa kesalahan dalamproduksi kata, panjang kalimat, struktur kalimat, penggunaan tanda baca yang tidak diperlukan dan kurangnya koherensi antar kalimat di dalam satu alinea.
INTERPRETING THE ABSURD THEATRE THROUGH EXISTENTIALISM APPROACH Sutjiati, Rita; Ningsih, Tri Wahyu Retno; Budiwaty, Suci
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absurdity which is a form of human existence is the dominant theme to express human viewof life. Albert Camus, a French writer, was well known for his philosophycalled absurdism which has some similarities with existentialism. Introducing the concept of absurd theater in a foreign language to a group of literature students is not an easy task. Therefore, it is necessary to find an ideal approach to enhance students in this theater course and facilitate them for literature understanding through several literature theories. This study proposed sociological literature approach with two elements involved, the sociology of the author and the sociology of literature, in order to help students understand the absurdity of literary works. Existentialism approach was also used to solve the complexity of concepts in each drama scripts. Through the two elements of the sociology of literature, we acquired that the essence of existentialism is the term „exist‟, as Camus‟s work on rebellion theme, „I rebel; therefore I exist‟. The root of absurdity is absurdity itself. Therefore, talking about the absurdity of literary works is talking about the notion of absurdity itself and the notion of its feeling, and then about attitudes determine our actions. Absurdity also need to be explored through emotions and intertextuality.