Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gambaran Pemeriksaan Fisik Anak Usia Sekolah Daerah Perkotaan Wahyuningrum, Eka; Gayatina, Andri Kenti; Yulianti, Natalia Ratna
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 2 (2020): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i2.98

Abstract

Angka kesakitan anak di perkotaan relative lebih tinggi dibandingkan di pedesaan. Sekolah terlibat dalam penyelenggaraan kesehatan pada anak. Pencapaian angka partisipasi murni SD paling tinggi dibanding yang lain. Pemeriksaan fisik pada anak usia sekolah diperlukan untuk mendeteksi secara dini adanya masalah kesehatan pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran hasil pemeriksaan fisik anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling dengan sampel sejumlah 59 anak usia sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan fisik secara lansung kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden kelas 3 SD (22%) dan berjenis kelamin laki-laki (59,3%). Hasil pemeriksaan antopometri didapatkan rata-rata berat badan (32,94 vs 28,71), tinggi badan (131, 94 vs 129,79), IMT (32,94 vs 28,71) dan lingkar lengan atas (20,72 vs 19,02) didapatkan anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya masalah kesehatan mata (ketajaman penglihatan (88,1%)), masalah kesehatan gigi dan mulut (gigi kotor (72,9%); gigi berlubang (62,7%); tonsil membesar (16,9%); masalah kebersihan diri (kuku kotor (50,8%)) serta cedera (ada bekas luka (39%)). Masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah adalah masalah kesehatan mata, gigi dan mulut, kebersihan diri dan cedera. Hasil penelitian ini menyarankan untuk dilakukan penelitian tentang faktor- faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan mata gigi dan mulut, kebersihan diri dan cedera pada anak dan meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada anak usia sekolah oleh tenaga kesehatan.
PENGALAMAN BELAJAR KLINIK MAHASISWA KEPERAWATAN DENGAN TANTANGAN PERBEDAAN BAHASA Yulianti, Natalia Ratna; Krisnawati, Ester
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2019): Vol. 7. No. 2 Juli 2019
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v7i2.152

Abstract

Pendahuluan. Asuhan keperawatan yang berfokus pada pasien merupakan salah satu alat yang penting memberikan asuhan yang aman dan berkualitas tinggi. Kunci utamanya terletak pada komunikasi. Berkomunikasi dengan pasien dilatihkan kepada mahasiswa keperawatan pada waktu pembelajaran klinik. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kesulitan berkomunikasi karena adanya perbedaan bahasa berdampak negatif terhadap pemberian asuhan keperawatan. Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bahasa. Sementara itu banyak generasi muda dari luar Pulau Jawa yang berminat untuk menjadi perawat dan menjalani pendidikan di Pulau Jawa. Mereka mengeluhkan mengalami kesulitan belajar di klinik karena tidak memahami bahasa Jawa. Penelitian tentang pengalaman mahasiswa keperawatan dalam menjalani praktik pembelajaran klinik dengan hambatan beda bahasa dalam konteks pembelajaran di Pulau Jawa belum pernah dilakukan. Budaya memberikan pengalaman yang unik bagi setiap individu. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman mahasiswa keperawatan yang berasal dari luar Pulau Jawa terkait perbedaan bahasa untuk komunikasi dengan pasien selama menjalani praktik klinik di rumah sakit di Jawa Tengah. Metode. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada lima mahasiswa keperawatan dari luar Pulau Jawa. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dianalisis dengan metode Collaizi. Hasil. Penelitian ini menghasilkan empat tema, yaitu 1) Hubungan yang tidak terjalin; 2) Responku melambat; 3) Capaian belajar kurang memuaskan; 4) Temanku, suporterku yang digabungkan dalam sebuah struktur esensial: komunikasi yang terhambat karena perbedaan bahasa menghentikan langkah belajar, namun teman menjadi penolongku. Kesimpulan. Tujuan belajar menjadi tidak optimal karena adanya perbedaan bahasa untuk komunikasi antara mahasiswa dan pasien. Dukungan dari teman membantu mahasiswa mengatasi persoalan komunikasi. Institusi pendidikan keperawatan perlu memberikan mata kuliah tambahan yang mempelajari budaya dan bahasa lokal bagi mahasiswa dari luar daerah dan program dukungan teman sebaya. Kata kunci : bahasa, keperawatan, klinik, mahasiswa, pembelajaran, perbedaan
The Amount of Breast Milk Intake and the Decrease of Total Bilirubin Level in Hyperbilirubinemia Neonates Undergoing Phototherapy Janah, Nur; Wahyuningrum, Eka; Yulianti, Natalia Ratna
Infomasi dan Promosi Kesehatan Vol 3 No 2 (2024): Informasi dan Promosi Kesehatan
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/ipk.v3i2.299

Abstract

Introduction: Breast milk has been proven to be able to reduce total bilirubin levels in newborns with hyperbilirubinemia. There has been a lot of research on the frequency of breastfeeding and reduced bilirubin levels, but there is still little research on the amount of breast milk intake and the reduced bilirubin levels in newborn with hyperbilirubinemia undergoing phototherapy. Purpose: This study aimed to measure the relationship between the amount of breast milk intake and the decrease in total bilirubin levels in hyperbilirubinemia newborn undergoing phototherapy. Method: The design of this study is an analytical observational approach with a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling with a total of 51 newborns with hyperbilirubinemia. Data were collected from medical records at a hospital in Semarang. The data were analyzed using an Unpaired t-test. Results: The results of the Unpaired t- test was p-value of 0.100 (P>0,005) Conclusion: There is no significant relationship between the amount of breastfeeding and the decrease in total bilirubin levels in newborns with hyperbilirubinemia undergoing phototherapy.
The Resilience of Working Mothers with Cerebral Palsy Children Yulianti, Natalia Ratna; Aeni, Nur; Gayatina, Andri Kenti
Journal of health research and technology Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of health research and techonology
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/jhrt.v2i1.166

Abstract

The limited owned by children with cerebral palsy make them unable to meet their needs and require assistance of others. The cerebral palsy is very dependent on parents especially mother to meet the daily needs and therefore it will affect the mother’s level of stress. The purpose of this study was to identify the resilience of working mother with cerebral palsy children. This research is quantitative research with a descriptive research design. The sampling technique used in this research was total sampling with the inclusion criteria being working mothers who had children with mild to moderate cerebral palsy. The exclusion criteria were working mothers who were sick and working mothers who cancelled the study. The sample used was 50 working mothers with cerebral palsy children. The research results showed that most of the respondents had a moderate level of resilience was 60% (n=30). Further study on the correlation between those factors and working mother’s resilience are highly recommended. It is suggested that school establish some programs to shape working mother’s high resilience.
Resilience of Single Mother Low Economic Levels who Have Children Aged 6-12 with During the Covid-19 Pandemic Yulianti, Natalia Ratna; Dwi Nugraheni, Tania; Gayatina, Andri Kenti
Holistic Nursing Plus Vol. 1 No. 1 (2023): Holistic Nursing Plus
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/hnp.v1i1.75

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has had an impact in various fields. Parents have been affected by the COVID-19 pandemic, especially single mothers. The challenge for single mothers who have children aged 6-12 years during the COVID-19 pandemic is accompanying children to study at home. Single mothers who are not used to accompanying children to study will cause a burden. The pressure experienced cannot be tolerated, because single mothers must rise in order to survive and adapt. Previous studies have shown a very good picture of the resilience of a single mother because it reaches a stage that corresponds to the aspect of resilience. Other studies have found that parents who accompany school children at home during the COVID-19 pandemic have low resilience. However, a study on single mothers with low economic levels who have children aged 6-12 years during the COVID-19 pandemic has never been done. Purpose: The purpose of this study was to explore the resilience of single mothers with low economic levels who have children aged 6-12 years during the COVID-19 pandemic. Methods: This research is qualitative research with a phenomenological study approach. The research location is in a district in city of Salatiga, Indonesia. Participants were five single mothers who were selected using a purposive sampling technique with inclusion criteria having children aged 6-12 years with low economic levels during the COVID-19 pandemic. Data is collected by conducting in-depth interviews. The data were analyzed using the Colaizzi method. Results: The results of the research resulted in six themes, namely 1) Mother received support from siblings and biological family; 2) Mother had to work hard to make a living; 3) Relieved in accepting the situation; 4) Mother's independence to live life; 5) Mother's patience to control anger; 6) Mother came, prayed and thanked God Conclusions: Single mothers who have children with low economic levels aged 6-12 years had resilience during the COVID-19 pandemic.
Sleep Disturbances and Concentration in Elementary School Students Yulianti, Natalia Ratna; Puspita, Angela Dyah Alfena; Wahyuningrum, Eka
Infomasi dan Promosi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025): Informasi dan Promosi Kesehatan
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/ipk.v4i1.385

Abstract

Introduction: Sleep disturbances affect concentration, leading to a decline in students' focus. This decrease in concentration results in lower-quality student activities. Students become less attentive during learning, which causes them to feel lazy and decreases their motivation to study, ultimately lowering their academic performance. The decline in academic achievement can make students feel left behind compared to their peers, leading to anxiety and stress. Previous studies have shown varying results regarding the relationship between sleep disturbances and student concentration. Therefore, this study aims to examine the relationship between sleep disturbances and concentration among students at SD Negeri Wonotingal, Indonesia. Methods: This study is an analytical observational quantitative study using a cross-sectional approach. The sample was taken using proportionate stratified random sampling, resulting in 136 respondents. Data were collected using the Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC) to assess sleep disturbances and the Grid Concentration Test (GCT) to measure concentration levels. The data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov statistical test. Results: The results of the study showed a p-value of 0.037. Since the p-value is less than 0.05, H0 is rejected and H1 is accepted, meaning there is a significant relationship between sleep disturbances and students' concentration at SD Negeri Wonotingal, Indonesia. Conclusion There is a significant relationship between sleep disturbances and students' concentration at SD Negeri Wonotingal, Indonesia. Future research is expected to involve larger and more diverse samples and to examine other factors that may influence the relationship between sleep disturbances and concentration
Gambaran Pemeriksaan Fisik Anak Usia Sekolah Daerah Perkotaan Wahyuningrum, Eka; Gayatina, Andri Kenti; Yulianti, Natalia Ratna
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 2 (2020): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i2.98

Abstract

Angka kesakitan anak di perkotaan relative lebih tinggi dibandingkan di pedesaan. Sekolah terlibat dalam penyelenggaraan kesehatan pada anak. Pencapaian angka partisipasi murni SD paling tinggi dibanding yang lain. Pemeriksaan fisik pada anak usia sekolah diperlukan untuk mendeteksi secara dini adanya masalah kesehatan pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran hasil pemeriksaan fisik anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling dengan sampel sejumlah 59 anak usia sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan fisik secara lansung kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden kelas 3 SD (22%) dan berjenis kelamin laki-laki (59,3%). Hasil pemeriksaan antopometri didapatkan rata-rata berat badan (32,94 vs 28,71), tinggi badan (131, 94 vs 129,79), IMT (32,94 vs 28,71) dan lingkar lengan atas (20,72 vs 19,02) didapatkan anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya masalah kesehatan mata (ketajaman penglihatan (88,1%)), masalah kesehatan gigi dan mulut (gigi kotor (72,9%); gigi berlubang (62,7%); tonsil membesar (16,9%); masalah kebersihan diri (kuku kotor (50,8%)) serta cedera (ada bekas luka (39%)). Masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah adalah masalah kesehatan mata, gigi dan mulut, kebersihan diri dan cedera. Hasil penelitian ini menyarankan untuk dilakukan penelitian tentang faktor- faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan mata gigi dan mulut, kebersihan diri dan cedera pada anak dan meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada anak usia sekolah oleh tenaga kesehatan.
IBM Aplikasi “Interactive Smart Board” untuk Pendidikan Kesehatan Siswa Taman Kanak-Kanak di Wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Erawati, Meira; Yulianti, Natalia Ratna
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.945 KB)

Abstract

Guru Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan terhadap anak didiknya ketika masa pendaftaran anak sekolah. Namun data yang sudah ada tersebut berakhir dalam buku induk anak yang tidak ada tindak lanjutnya. Sementara itu, guru merasa tidak tahu harus melakukan apa bila mendapati anak didiknya yang memperlihatkan penyimpangan dalam perkembangannya. Masalah kesehatan yang menjadi masalah utama bagi anak-anak usia prasekolah menjadi perhatian bagi guru di Taman Kanak-Kanak. Namun pengetahuan dan fasilitas yang tidak memadai seringkali membuat para guru kesulitan untuk menanamkan perilaku sehat bagi anak didiknya. Pelatihan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah bagi guru Taman Kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Pelatihan pemanfaatan “interactive smart board” bagi para guru taman kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Pendistribusian interactive smart board kepada setiap sekolah Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Pelatihan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah bagi guru Taman Kanakkanak di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang dan pemanfaatan “interactive smart board” dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6 dan 7 April 2016. Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang masingmasing merupakan utusan dari taman kanak-kanak dimana peserta mengajar. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru Taman kanak-kanak dalam melakukan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang bagi anak usia prasekolah. Peserta pelatihan juga merasakan kemudahan dalam menggunakan thematic interactive smart board untuk pendidikan kesehatan bagi anak didiknya.