Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

School Readiness Analysis in Student Profile Reinforcement Project of Pancasila and Rahmatan Lil Alamin (P5-PPRA): Implement Simulation At MAS Daruzzahidin Indra, Indra; Emda, Amna
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus November 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i3.6119

Abstract

The Reinforcement Project Profile of Pancasila and Rahmatan Lil Alamin for Student activity (P5-PPRA) is a strategic effort to shape students' character in accordance with Pancasila values. The success of the implementation of P5-PPRA is highly dependent on the readiness of the school as the spearhead in the learning process. This study aims to analyze schools' readiness to implement P5-PPRA at the Daruzzahidin Private Islamic High School (MAS). This study uses a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection was carried out through direct observation of the P5-PPRA preparation activities and in-depth interviews with teachers. Data analysis used the Miles and Huberman model. The study results showed that teachers at MAS Daruzzahidin had made initial preparations in designing the P5-PPRA activities that will be implemented in 2024. However, several aspects still need to be improved, such as mastery of teaching materials related to P5-PPRA, development of innovative teaching materials, and more intensive collaboration between teachers. Based on the results of the study, it can be concluded that the school's readiness in implementing P5-PPRA at MAS Daruzzahidin is still in its early stages. There needs to be a more intensive effort to improve teacher competence in designing, implementing, and evaluating P5-PPRA activities. Thus, students can gain meaningful learning experiences and are able to implement Pancasila values in everyday life
Pemanfaatan AI dalam Pembuatan Media dan Asessment Pembelajaran IPAS Suhelayanti; Amna Emda; Misbahul Jannah; Wati Oviana; Ridha Ilahi; Rizki Julia Utama
JKA Vol. 1 No. 1 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/JKA.1.2.00012

Abstract

The use of artificial intelligence (AI) in media creation and learning assessment of Natural and Social Sciences (IPAS) has a significant impact on the quality of learning. Using AI, innovative and exciting content can be created to improve learning quality. AI can also be used to make IPAS learning more interesting, interactive, and effective, such as the application of Augmented Reality-based technology and automatic online issue correction and real-time feedback. This material was featured in the International Commitment to the Community (PKM) activities carried out by the academic sharing community (KABA) in Takengon Central Aceh, Indonesia. The exposure of this material is expected to help teachers create innovative and exciting learning media by using AI in IPAS learning, especially in media creation and assessment. Using AI in IPAS learning is also expected to make learning more interesting, interactive, and effective as well as strengthen student character education. With dedication to the community, it is expected that the use of AI in learning IPAS can help improve the quality of education at the local and national levels.
Strategi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Amna Emda; Suriana; Mukhlis; Nafisah Hanim
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/mv0p5344

Abstract

In the era of globalization, the education system is faced with the challenge of preparing learners not only to meet the needs of the job market but also to preserve local cultural identity. Locally based wisdom learning is an approach that integrates local values and knowledge into the content and learning process. This research utilizes a qualitative approach to describe the strategies for implementing locally based wisdom learning. The results of the research indicate that this approach can be applied through various strategies, such as project-based learning, discovery learning, and the integration of local wisdom values into the learning content. Locally based wisdom learning has several advantages, including helping students understand academic concepts by relating them to the local cultural context, instilling local cultural values, and encouraging students to appreciate and preserve local culture. Thus, this approach offers an effective solution to the challenges of globalization while maintaining cultural diversity.
Laboratorium Virtual  Sebagai Alternatif Media Berbasis Digital dalam Pembelajaran IPA Amna Emda; Setiawan; Darwani
JKA Vol. 2 No. 2 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/qp7rgf84

Abstract

Keterbatasan sarana laboratorium di sekolah-sekolah menengah masih menjadi tantangan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kondisi ini mendorong perlunya alternatif media berbasis digital yang mampu mendukung proses praktikum secara aman, fleksibel, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas laboratorium virtual sebagai media pembelajaran alternatif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konsep siswa. Penelitian dilakukan secara hybrid melalui tahapan survei kebutuhan, pengembangan modul laboratorium virtual berbasis simulasi, pelatihan guru, implementasi di kelas, serta monitoring dan refleksi. Hasil menunjukkan bahwa laboratorium virtual meningkatkan antusiasme siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta mendukung proses pembelajaran interaktif berbasis inkuiri. Selain itu, guru merasa terbantu dengan adanya alur eksperimen yang sistematis dan dapat diakses kapan saja. Temuan ini menegaskan bahwa laboratorium virtual merupakan solusi inovatif dalam pembelajaran IPA, khususnya di sekolah dengan keterbatasan fasilitas praktik. Dukungan pelatihan dan infrastruktur digital tetap menjadi faktor penting dalam keberlanjutan implementasinya.
Pengembangan Video Pembelajaran IPA Berbantuan Canva Animator Pada Jenjang SMP/MTs Arusman; Amna Emda; Mukhlis; Miftahul Jannah
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara KABA Academic Society (Indonesia) dan KRIRK University (Thailand), yang dilaksanakan secara hybrid pada 30 Juni hingga 2 Juli 2025 di Bangkok. Tujuan utama program ini adalah mengintegrasikan inovasi teknologi dan pemberdayaan komunitas untuk mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode kegiatan mencakup survei kebutuhan, pengembangan teknologi tepat guna seperti komposter rumah tangga dan pelatihan pemasaran digital, pelatihan hybrid, serta monitoring dan evaluasi awal dampak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis masyarakat, kesadaran lingkungan, serta penguatan kolaborasi lintas negara. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap tantangan lokal, tetapi juga mendorong terciptanya praktik pengabdian masyarakat internasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Development of Inquiry-Based Environmental Knowledge Modules and Islamic Values Emda, Amna; Adam, Mukhlisah; Jannah, Misbahul
Journal of Natural Science and Integration Vol 6, No 2 (2023): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v6i2.19392

Abstract

This study aims to assess the feasibility of inquiry-based environmental knowledge modules and Islamic values according to expert assessments. This type of research is research and development which refers to the ADDIE model. The research instrument is in the form of validation sheets from 2 media experts, 3 science material experts, and 2 Quran and tafsir material experts with four assessment categories. The data of this research are observation sheets and questionnaires which are analyzed using descriptive analysis.  The results showed that the feasibility of inquiry-based environmental knowledge modules and Islamic values assessed by media experts was in the feasible category (79%), science material substance experts were in the feasible category (80%) and the substance of the Qur’an and interpretation material experts were in the feasible category (74%). Thus, it can be concluded that the inquiry-based environmental knowledge module and Islamic values can be used in the learning process.Keywords: module, environmental knowledge, inquiry, Islamic values
Inovasi Pendidikan Pascabencana Melalui Kepemimpinan Digital Amna Emda; Hayatuz Zakiyah
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/9x1zrw34

Abstract

Bencana alam yang kerap melanda wilayah Indonesia memiliki dampak devastatif yang tidak hanya pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada sektor pendidikan. Pascabencana, lembaga pendidikan menghadapi tantangan kompleks berupa kerusakan fasilitas, trauma psikologis peserta didik dan pendidik, serta terputusnya proses pembelajaran. Dalam konteks ini, kepemimpinan tradisional dirasakan tidak lagi cukup untuk mengatasi krisis secara cepat dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis peran kepemimpinan digital sebagai katalisator inovasi pendidikan dalam situasi pascabencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada sekolah-sekolah di wilayah terdampak bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang memiliki kompetensi digital mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun komunikasi yang cepat, mengelola pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara fleksibel, dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang tangguh (resilient). Inovasi yang muncul meliputi penggunaan platform Learning Management System (LMS) darurat, koordinasi sumber daya melalui media sosial, dan pemetaan kebutuhan siswa secara digital. Temuan ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan digital bukan sekadar penguasaan teknologi, melainkan kemampuan visioner untuk memanfaatkan teknologi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah krisis. Artikel ini merekomendasikan pentingnya integrasi pelatihan kepemimpinan digital dalam manajemen berbasis sekolah sebagai strategi mitigasi risiko pendidikan.
Peran Pendidikan Keluarga terhadap Pencegahan Pelecehan Seksual Uce, Loeziana; Amna Emda
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/f9z8dd87

Abstract

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, mencapai titik darurat dengan ribuan aduan setiap tahunnya. Fenomena ini sering kali terjadi di ranah personal, menempatkan keluarga sebagai garis pertahanan utama sekaligus titik kerentanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pendidikan keluarga dalam mencegah pelecehan seksual melalui mekanisme sosialisasi primer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur sistematis, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas peran orang tua sebagai pendidik, komunikator, dan pengawas. Landasan teoretis menggunakan Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Kontrol Sosial Travis Hirschi untuk membedah internalisasi nilai perlindungan diri pada anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun persepsi orang tua terhadap pendidikan seksual umumnya positif, hambatan sosiokultural seperti anggapan tabu tetap menghambat efektivitas komunikasi. Intervensi seperti Underwear Rules dan edukasi No-Go-Tell terbukti meningkatkan keberanian anak untuk melapor. Disimpulkan bahwa penguatan literasi seksual berbasis keluarga yang kolaboratif dengan sekolah dan pemerintah sangat krusial untuk memitigasi risiko kekerasan seksual.