Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Ririn Pakaya; Lutfan Lazuardi; Hera Nirwati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 9 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.50492

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is diseases caused by dengue virus. DHF transmitted by mosquito bites from Aedes genus Aedes, mainly Aedes aegypti or Aedes albopictus. DHF is emerging over the year and attacking all of age groups.  It related to environmental condition and community behaviour. Incidence Rate (IR) of DHF from 1968 till now tend to showed improvement. Incidence rate of it showed extremely reduction from 2010 to 2011 and rising from 2012 to 2013 (41,25 per 100.000 person). DHF in Gorontalo has been endemic diseases every years and reported deaths of patient in this cases. Based on data of Districts Health Office Gorontalo, showed incidence of DHF has raised during last six years on 2010-2015. The extreme improvement DHF incidence on 2010 amounts 167 cases (3 person died) and the lowest reduction of DHF incidence on 2011 amounts 4 cases (1 person died). Objective: Identifying spatial distribution of DHF Incidence ana analyzing environment againts incidence of DHF in Limboto, Gorontalo.Method: Type of study was observational used cross sectional study design supported by Geographic information System (GIS) to collected spatial information.Result: Main result by poisson regression test showed association between physical environment variable such as precipitation (in same, previous, and previous two months), temperature (in same, previous, and previous two months), humidity (in same, previous, and previous two months), wind velocity (in same, previous, and previous two months). Variable of precipitation, humidity, and wind velocity in previous two months showed weak coefficient correlation and negative.Conclusion: Pattern of Dengue hemorrhagic fever (DHF) incidence following fluctuation of physical environment. Precipitation in previous two mounts, humidity, and wind velocity in same monts. The results show that the need for the District Health Office Gorontalo may considered physical environment factors on DHF’s prevention program. 
Determinan Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Tahun 2022 Marselia Sandalayuk; Yanti Hz. Hano; Ririn Pakaya
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i1.179

Abstract

Determinan kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan frekuensi ibu hamil dalam mengunjungi layanan ANC selama masa kehamilan. Determinan ini melibatkan berbagai variabel yang dapat mempengaruhi partisipasi ibu hamil dalam kunjungan ANC. Di Ethiopia menunjukkan bahwa pendidikan ibu hamil, pekerjaan, dan tingkat pendapatan keluarga secara signifikan berhubungan dengan kunjungan ANC yang adekuat. Ibu hamil dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, bekerja, dan memiliki tingkat pendapatan keluarga yang lebih tinggi cenderung lebih sering mengunjungi layanan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kunjungan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas paguyaman. Metode yang digunakan dalam Studi ini dilakukan dengan menggunakan cross sectional. Sumber data dalam penelitian ini merupakan data primer dengan jumlah sampel 90 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mencakup variabel umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, sikap dan dukungan keluarga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari-juli tahun 2022. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor umur tidak ada hubungan dengan kunjungan antenaltal care pada ibu hamil antara lain; dengan p-value 5,78>α0,05. Fakor determinan lainnya yang tidak berhubungan dengan kunjungan ibu hamil padaBeberapa faor determinan yang mempengeruhi kunjungan antenatal care antara lain tinkat pendidikan dengan p-value 0.013, dan faktor dukungan keluarga dengan p-value 0,052. Dengan memahami faktor-faktor determinan kunjungan ANC, diharapkan dapat diambil langkah-langkah intervensi yang tepat guna meningkatkan cakupan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan yang berguna bagi para pengambil kebijakan kesehatan dalam upaya meningkatkan perhatian terhadap pelayanan ANC yang berkualitas, serta meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya kunjungan ANC selama masa kehamilan.
Geographical Disparities in Blood Pressure and Dietary Patterns: A Comparative Study of Mountainous and Coastal Communities in Gorontalo, Indonesia Sandalayuk, Marselia; Paramata, Yeni; Pakaya, Ririn; Yasin, Maesarah; Hatta, Herman; Nuryani, Nuryani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 16, Nomor 2, July-December 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v16i2.52011

Abstract

Hypertension, a leading cause of early death worldwide, affects 1.94% of the population in Gorontalo Regency, according to the local Health Department. However, limited studies have examined the relationship between hypertension prevalence and dietary patterns among mountain and coastal communities in this region. The purpose of this study was to explore differences in blood pressure and consumption patterns between people living in mountain areas and coastal areas in Gorontalo District. This research employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The study included 126 participants living in mountain and coastal areas of Gorontalo District, selected using a cluster random sampling technique. Data were collected using a 24-hour food recall questionnaire and a tension meter. The data were analyzed using the chi-square test. The findings revealed no significant differences in systolic blood pressure (p = 0.359, p > 0.05), diastolic blood pressure (p = 0.160, p > 0.05), or sodium consumption patterns (p = 0.324, p > 0.05) between residents of mountainous and coastal areas. However, significant differences were found in fat consumption patterns (p = 0.000, p < 0.05) and carbohydrate consumption patterns (p = 0.004, p < 0.05) between the two groups. It is recommended that residents regularly monitor their blood pressure to detect potential increases and reduce excessive salt consumption.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA KONSUMSI TERHADAP INSIDEN OBESITAS SENTRAL Pakaya, Ririn; Badu, Franning Deisi; Maliki, Lun Irmawati
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.649 KB) | DOI: 10.55081/joki.v1i1.301

Abstract

Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dan di negara berkembang berada pada urutan ke lima. WHO menyatakan bahwa obesitas telah menjadi epidemi global sehingga obesitas perlu segera ditangani karena sudah menjadi masalah Kesehatan (Rahmandita & Adriani, 2017). Obesitas sentral yaitu obesitas yang menyerupai apel, yaitu lemak disimpan pada bagian pinggang dan ronga perut. Penumpukan lemak ini diakibatkan oleh jumlah lemak berlebih pada jaringan lemak subkutan dan lemak viseral perut. Data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo tahun 2019 menunjukan bahwa jumlah Supir Angkutan di Provinsi Gorontalo berjumlah 828 pengemudi yang berasal dari 6 Kabupaten yang ada di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan ativitas fisik dan pola konsumi terhadap kajadian obesitas sentral pada supir angkot di Kota Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan biasa disebut penelitian observasional analitik atau desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian ini bertempat di Terminal Dungingi Jalan Beringin Kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini merupakan sebagian supir angkot yang berada di Kota Gorontalo dengan jumlah 201 sampel. Ada hubungan Aktivitas fisik dengan kejadian obesitas sentral pada supir angkot dikota Gorontalo dengan nilai p=0,048< 0,05. Tidak ada hubungan konsumsi karbohidrat dengan insiden obesitas sentral pada supir angkot di Kota Gorontalo dengan nilai Fishers Exact =0,774> 0,05. Ada hubungan konsumsi lemak dengan insiden obesitas sentral pada supir angkot di Kota Gorontalo dengan nilai p=0,00< 0,05. Tidak ada hubungan konsumsi karbohidrat dengan insiden obesitas sentral pada supir angkot di Kota Gorontalo dengan Nilai p=1> 0,05.
Transformation of Geospatial Modelling of Soil Erosion Susceptibility Using Machine Learning Olii, Muhammad Ramdhan; Nento, Sartan; Doda, Nurhayati; Olii, Rizky Selly Nazarina; Djafar, Haris; Pakaya, Ririn
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 11 No. 2 (May 2025)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.19581

Abstract

Soil erosion presents substantial environmental and economic challenges, especially in areas prone to land degradation. This study assesses the use of Machine Learning (ML) methods—Support Vector Machines (SVM) and Generalized Linear Models (GLM)—to model Soil Erosion Susceptibility (SES) in the Saddang Watershed, Indonesia. It incorporates environmental, hydrological, and topographical factors to improve prediction accuracy. The approach includes multi-source geospatial data collection, erosion inventory mapping, and relevant factor selection. SVM and GLM were applied to classify SES, with performance evaluated using accuracy, AUC, and precision metrics. Results show SVM classified 40.59% of the area as moderately susceptible and 38.50% as low susceptibility. GLM identified 24.55% as very low and 38.59% as low susceptibility. Both models demonstrated high accuracy (SVM: 87.4%, GLM: 87.2%) and strong AUC values (SVM: 0.916, GLM: 0.939), though GLM showed better specificity and recall. Feature importance analysis highlights that GLM favors hydrological factors like river proximity and drainage density, while SVM balances across various environmental inputs. These findings affirm the value of ML-based geospatial modeling for SES assessment, supporting interventions such as reforestation and erosion control. SVM is suitable for localized planning, whereas GLM offers strategic-level insights. This research contributes to advancing environmental modeling by embedding domain knowledge into ML frameworks, and suggests future work integrate real-time remote sensing and more sophisticated models for broader SES prediction.
ENVIRONMENTALLY FRIENDLY CONCRETE USING WASTE GLASS POWDER (WGP) AS A PARTIAL SUBSTITUTE OF CEMENT Olii, Muhammad Ramdhan; Sahrul Hidayat, Andi; Saliko, Maxidin; Santoso, Triyadi; Hippy, Mohamad Alfandi; Pakaya, Ririn
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i2.32883

Abstract

The utilization of waste materials in concrete production is gaining significant attention as a means to mitigate environmental issues and promote sustainable construction practices. This study investigates the potential of waste glass powder (WGP) as a partial replacement for cement in concrete. The aim is to evaluate the effects of WGP on the properties and performance of concrete, with a focus on enhancing sustainability and reducing the environmental impact associated with cement production. The experimental investigation involved preparing concrete mixtures with varying proportions of WGP, ranging from 10% to 25%, as a partial replacement for cement. Based on the research findings, it can be concluded that the substitution of 20%WGP) for cement is the optimal dosage. The results of various tests and evaluations show that the concrete has desirable properties and performance characteristics at this level of replacement. This 20% substitution ratio strikes a balance between maintaining adequate compresive strength and improving the concrete's sustainability. In conclusion, the incorporation of WGP as a partial replacement for cement in concrete shows promises as an environmentally friendly and sustainable approach. Further research and optimization of mix proportions are recommended to maximize the benefits of utilizing WGP in concrete and promote its widespread application in the construction industry.
Behavioral, environmental, and climatic factors associated with dengue hemorrhagic fever incidence in Limboto District, Gorontalo, Indonesia Sandalayuk, Marselia; Arda, Zul Adhayani; Hanapi, Sunarti; Hafid, Wahyuni; Pakaya, Ririn; Badu, Franning Deisi; Kanan, Maria; Sandalayuk, Daud; Baba, Julfa
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i5.119

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains endemic in Southeast Asia, with Indonesia reporting more than 131,000 cases and 1,135 deaths in 2022. In 2019, Gorontalo Province ranked fourth nationally in terms of incidence rate (101.53 per 100,000 population), with Gorontalo Regency accounting for 31.4% of the provincial cases in 2021. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of dengue fever in the Limboto Health Center Working Area, Gorontalo Regency, in 2022. A cross-sectional research design was used. The research was conducted from April to July 2022 in the working area of the Limboto Health Center. The population and sample were people who lived in Limboto District, with 124 respondents. Simple random sampling was used. The independent variables were knowledge, attitude, action, water reservoir, air temperature, air humidity, and occupancy density. The dependent variable was the incidence of dengue hemorrhagic fever. The research instruments used were questionnaires, observation sheets, and hygrometers. The data were processed using univariate and bivariate analyses with SPSS at the 95% confidence level (p<0.05). Among the 124 participants, 33.1% (n=41) reported DHF infection during the study period. Chi-square analyses revealed no statistically significant associations between DHF incidence and knowledge (p=0.499, χ²=0.456), attitudes (p=0.526, χ²=0.401), preventive actions (p=1.000, χ²=0.000), water storage practices (p=0.763, χ²=0.091), ambient temperature (p=0.688, χ²=0.161), humidity (p=1.000, χ²=0.000), or household density (p=0.788, χ²=0.072). All p-values exceeded the 0.05 significance threshold, indicating insufficient evidence to reject the null hypotheses. No factors were significantly associated with DHF incidence in this cross-sectional analysis.
PENERAPAN 3 M (MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN DAN MENJAGA JARAK) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) DI DESA MOHIYOLO KEC. ASPARAGA KABUPATEN GORONTALO Pakaya, Ririn; Ramadhani, Firdausi; Hanapi, Sunarti; Badu, Franning Deisi; Iyou, Ismelda
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021): Februari 2021- Insan Cita: JurnaL Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.529 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i1.1415

Abstract

Pandemi Corona virus 2019 (Covid-19) yang disebabkan oleh virus SARSCoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) saat ini menjadiperhatian dunia dan merupakan peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum. COVID-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini tanggal 13 Desember 2020 berjumlah 6.189 kasus sedangkan untuk Provinsi Gorontalo sendiri saat ini berjumlah 3321 kasus. Saat ini jumlah kasus covid-19 terkonfirmasi di Kecamatan Asparaga berjumlah 13 kasus. Penularan virus corona yang sangat cepat menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Status pandemi atau epidemi global menandakan bahwa penyebaran COVID-19 berlangsung sangat cepat hingga hampir tak ada negara di dunia yang dapat memastikan diri terhindar dari virus corona. Penarapan 3 M (mencuci tangan, Memakai masker dan menjaga jaraka) pada masyarakat di Desa Mohiyolo Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo menggunakan metode pendekatan pelatihan, pendampingan dan penyediaan alat dan bahan seperti sabun untuk cuci tangan, Wadah air sebagai tempai air bersih yang digunakan untuk mencuci tangan, masker yang dibagikan kepada masyarakat, serta mengatur tempat duduk dengan jarak 1 meter setiap peserta dan tidak lebih dari 20 orang sesuai dengan anjuran protocol kesehatan. Kata kunci : Pandemi Covid-19, Memakai Masker, mencuci tangan, menjaga jarak
Kajian Penyusunan UKL UPL pada Pekerjaan Revitalisasi Pasar Tolango Kabupaten Gorontalo Utara Olii, Muhammad Ramdhan; Pakaya, Ririn; Olii, Aleks
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Agustus 2020 - Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.793 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v2i2.1125

Abstract

Pasar merupakan komponen terpenting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat di daerah-daerah. Revitalisasi Pasar Tolango merupakan amanat dari Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan salah satu program nasional oleh Presiden dan Kementerian Perdagangan RI dalam merevitalisasi atau membangunan 5.000 pasar di seluruh Indonesia. Sehubungan dengan adanya Rencana Revitalisasi Pasar Tolango, maka diperlukan informasi yang akurat dan mampu menggambarkan kondisi sumber daya alami dan lingkungan hidup sebelum pasar tersebut dibangun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang akan terjadi setelah beroperasinya pasar, baik aspek lingkungan, sosial ekonomi dan budaya, dan aspek kesehatan yang secara keseluruhan dapat mempengaruhi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pasar maupun di Kecamatan Anggrek pada umumnya. Metode yang digunakan berdasarkan metode rapid appraisal berbasis matriks interaksi Leopod dengan format berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Serta Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Dalam Pelaksanaan Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Kajian ini dapat memeberikan gambaran kebijakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di sekitar lokasi pembangunan pasar dan menjadi pedoman stake holder dan masyarakat dalam memelihara lingkungan hidup di sekitar Pasar Tolango.
KAJIAN REVITALISASI DAN PEMBANGUNAN PASAR TUMBIHE TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP Olii, Muhammad Ramdhan; Pakaya, Ririn; Olii, Aleks; Putra Olii, Muh. Yasin Umsini
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Agustus 2021 - Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.572 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i2.1456

Abstract

ABSTRAKRevitalisasi dan pembangunan Pasar Tumbihe akan dilaksanakan pada Tahun 2020 dan tertunda hingga tahun 2021 akibat dari bencana wabah COVID 19. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan revitalisasi diperlukan kajian Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai salah satu syarat pembangunan suatu proyek. Kajian ini merupakan kajian mengenai identifikasi dampak dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib dilengkapi dengan AMDAL disusun berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Serta Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Dalam Pelaksanaan Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). Hasil yang diperoleh berupa upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang wajib dilaksanakan pada tahap pra kontruksi, tahap kontruksi dan tahan pasca konstruksi oleh pemrakarsa terhadap dampak-dampak yang kemungkinan dan akan terjadi disebabkan oleh revitalisasi dan pembangunan pasar. Rencana selanjutnya adalah melakukan evaluasi terkait upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah atau belum dilakukan terhadap dampak yang terjadi di Pasar Tumbihe. Kata kunci: UKL, UPL, Pasar TumbiheÂ