Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

METHYLENE BLUE DYE REMOVAL BY ADSORPTION ONTO NATURAL GAMALAMA VOLCANIC SOIL Cipta, Indra; Baturante, Nur Jannah; Rakhman, Khusna Arif; Mauraji, Ilham; Hadiarti, Dini
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 10, No. 01 April (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v10i01.194

Abstract

The adsorption of Methylene Blue (MB) dye from aqueous solutions using natural adsorbents derived from Gamalama volcanic soil was investigated in this study. The adsorbent materials were characterized by FTIR, X-ray Diffraction (XRD), and Scanning Electron Microscopy (SEM) analyses, confirming the presence of allophane, halloysite, and kaolinite, which exhibit different morphologies and surface properties. Batch adsorption experiments were conducted to evaluate the effects of pH, contact time, and adsorbent mass on the removal efficiency of Methylene Blue. The results demonstrated that Gamalama volcanic soil adsorbents have a high affinity for Methylene Blue, achieving significant removal rates under optimal conditions. The findings suggest that Gamalama volcanic soil is a promising, low-cost, and environmentally friendly adsorbent for treating dye-contaminated wastewater. This study highlights the potential application of natural volcanic soil as an effective adsorbent in environmental remediation. The optimum MB removal was performed by adsorption condition with pH 6, 20 minutes contact time and 30 mg adsorbent.    
Pendekatan Kimia Hijau dalam Industri Warisan Budaya: Pengelolaan Limbah Batik Giriloyo, Yogyakarta Rakhman, Khusna Arif; Wahab, Iis Hamsir Ayub; Sundari; Sugrah, Nurfatimah; Nadra, Wawan Suprianto; Agustang, Andi Tenri Pada; Sasmayunita; Sapsuha, Yusri; Hamdiani, Saprini
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/a2jmky14

Abstract

Industri batik tradisional di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, tidak hanya berfungsi sebagai pusat warisan budaya tetapi juga sebagai penggerak vital perekonomian lokal. Namun, proses produksinya yang tradisional, terutama penggunaan lilin dan pewarna sintetis, berpotensi menimbulkan risiko lingkungan. Studi berbasis kegiatan masyarakat ini menyelidiki bagaimana limbah yang dihasilkan dari produksi batik dikelola dan mengevaluasi efektivitas serta dampak keberlanjutan dari praktik yang ada. Melalui international community service 2025, observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur dengan perajin batik dan tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa Giriloyo telah membangun sistem pengolahan limbah lokal dengan prosedur operasi standar yang jelas. Meskipun tidak ada keluhan lingkungan yang signifikan dari masyarakat di sekitarnya, studi ini mengidentifikasi area-area kunci yang perlu ditingkatkan, terutama rendahnya efisiensi penggunaan kembali lilin (di bawah 10%) dan tidak adanya tahapan pengolahan pewarna yang berkelanjutan. Berlandaskan pada prinsip-prinsip kimia hijau, terutama pencegahan, bahan pengganti yang lebih aman, dan pengurangan limbah. Studi ini merekomendasikan peningkatan teknologi yang terjangkau dan kemitraan strategis untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Temuan ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk industri kerajinan yang berakar pada budaya dan sadar lingkungan di pedesaan. Makalah ini berkontribusi pada wacana yang berkembang tentang ekonomi warisan berkelanjutan dan menyoroti potensi inovasi lokal dalam mencapai ketahanan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.