Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kartu Perkalian Senilai sebagai Alternatif Metode Pembelajaran Perkalian pada Siswa SD Dwi Erna Novianti; Ari Indriani; Dian Ratna Puspananda
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v3i2.5185

Abstract

Mutu dan kualitas pendidikan ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang penting untuk meningatkan mutu dan kualitas tersebut adalah proses pembelajaran. Proses pembelajaran ini meliputi situasi, lingkungan belajar, pihak yang terlibat dalam pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan. Kartu Perkalian Senilai ini merupakan salah satu media pembelajaran yang didesain sesuai dengan tujuan dalam meningkatkan kemampuan perkalian di antaranya: (a) meningkatkan kemampuan perkalian pada siswa Sekolah Dasar (SD melalui media pembelajaran, (b) memberikan referensi bagi guru maupun sekolah terkait media pembelajaran inovatif untuk diaplikasikan di dalam proses pembelajaran. Permainan Kartu Perkalian Senilai ini digunakan untuk menguatkan konsep perkalian siswa. Siswa dapat menggunakan kartu perkalian senilai ini secara berkelompok dan dalam permainan berkelompok tersebut, siswa menggunakan konsep perkalian yang sudah didapat sebelumnya. Respon siswa terhadap permainan kartu senilai ini diperoleh dengan metode wawancara. Berdasarkan hasil wawancara tentang pelaksanaan kegiatan ini, diperoleh hasil yaitu peningkatan kemampuan siswa dalam perkalian dan motivasi siswa dalam belajar matematika karena pembelajarannya dilakukan dengan permainan. Selain itu, bagi guru (tutor), kegiatan ini dapat menambah pengetahuan tentang metode pembelajaran matematika khususnya materi perkalian, dan dengan menggunakan media tersebut, tutor dan siswa mampu berkreasi untuk mengembangkan maupun menciptakan media inovatif lainnya yang merangsang motivasi belajar anak untuk terus meningkat.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL KOOPERATIF MODIFIED JIGSAW PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI TINGKAT PERCAYA DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI SE-KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Dian Ratna Puspananda; Tri Atmojo Kusmayadi; Budi Usodo
Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol 2, No 2 (2012): Journal of Mathematics and Mathematics Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmme.v2i2.9956

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, antara model pembelajaran Modified Jigsaw, Jigsaw atau Konvensional, (2) Manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan tingkat percaya diri tinggi, sedang atau rendah, (3) Pada model pembelajaran  Modified Jigsaw, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, tingkat percaya diri tinggi, sedang atau rendah, (4) Pada model pembelajaran Kooperatif Jigsaw, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, tingkat percaya diri tinggi, sedang atau rendah, (5) Pada model pembelajaran  konvensional, manakah yang memberi prestasi belajar matematika lebih baik, tingkat percaya diri tinggi, sedang atau rendah, (6) Pada tingkat percaya diri tinggi, manakah yang memberi prestasi belajar matematika  lebih baik, model pembelajaran konvensional, Jigsaw atau Modified Jigsaw, (7) Pada tingkat percaya diri sedang, manakah yang memberi prestasi belajar matematika  lebih baik, model pembelajaran konvensional,  Jigsaw atau Modified Jigsaw, (8) Pada tingkat percaya diri rendah, manakah yang memberi prestasi belajar matematika  lebih baik, model pembelajaran konvensional,  Jigsaw atau Modified Jigsaw.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN se-Kabupaten Bojonegoro tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara  stratified cluster random sampling sehingga terpilih tiga sekolah yaitu SMPN 3 Bojonegoro, SMPN 6 Bojonegoro, dan SMPN 7 Bojonegoro. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket sikap percaya diri dan tes prestasi belajar.Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa-siswa dengan pembelajaran kooperatif modified jigsaw mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa-siswa dengan pembelajaran kooperatif jigsaw dan pembelajaran konvensional. Sedangkan siswa-siswa dengan pembelajaran kooperatif jigsaw mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa-siswa dengan pembelajaran konvensional, (2) Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai percaya diri tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai percaya diri sedang dan rendah. Tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mempunyai percaya diri sedang dan rendah, (3) Pada pembelajaran kooperatif modified jigsaw, tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika pada masing-masing tingkatan percaya diri, (4) Pada pembelajaran kooperatif jigsaw, tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa-siswa dengan tingkat percaya diri tinggi dan sedang. Begitu pula dengan prestasi belajar matematika siswa-siswa dengan tingkat percaya sedang dan rendah juga tidak mempunyai perbedaan. Tetapi untuk prestasi belajar matematika siswa-siswa dengan percaya diri tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa-siswa dengan percaya diri rendah, (5) Pada pembelajaran konvensional, tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika pada masing-masing tingkatan percaya diri, (6) Pada siswa  yang memiliki percaya diri tinggi, tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika siswa yang diberi pembelajaran kooperatif modified jigsaw dan pembelajaran kooperatif jigsaw. Akan tetapi prestasi belajar matematika siswa dengan percaya diri tinggi yang diberi pembelajaran jigsaw dan modified jigsaw lebih baik daripada siswa dengan percaya diri tinggi yang diberi pembelajaran konvensional, (7) Pada siswa  yang memiliki percaya diri sedang, prestasi belajar matematika siswa yang diberi pembelajaran kooperatif modified jigsaw lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran kooperatif jigsaw dan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika siswa yang diberi pembelajaran kooperatif jigsaw lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran konvensional, (8) Pada siswa  yang memiliki percaya diri rendah, tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika siswa yang diberi pembelajaran kooperatif jigsaw dan pembelajaran konvensional. Akan tetapi prestasi belajar matematika siswa yang diberi pembelajaran kooperatif modified jigsaw lebih baik daripada siswa dengan yang diberi pembelajaran jigsaw dan konvensional.Kata kunci:     Modified Jigsaw, Jigsaw, Konvensional, Percaya Diri Siswa, dan Prestasi Belajar Matematika
GRAMMATICAL ANALYSIS OF “ONE STOP ENGLISH LEARNING” TEXTBOOK GRADE 6 Khoirun Nikmah; Ayu Fitrianingsih; Dian Ratna Puspananda
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 5 (2022): Innovative Practices in Language Teaching, Literature, Linguistics, and Translation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An English textbook is needed by the learners to study the materials presented by the teacher or learn independently. A textbook must contain fewer errors, especially in grammar, because they can confuse the students and influence the outcome of their learning process. This descriptive quantitative research is aimed at investigating the types of grammatical errors and determining whether the book is applicable or not for teaching sixth-grade students. The grammar inside the book was analyzed by Depraetere and Langford as well as Azar's theories. The data sources were derived from the sixth-grade elementary school textbook entitled "One Stop English Learning", which was published by Edutama Mulia in 2018 and written by Bashori Alwi. This book has been widely used by elementary schools in rural and urban areas. The researchers found 6 grammatical errors in unit 1, and 1 error in unit 2. Those errors were related to tenses, plural nouns, and subject-verb agreement. Since the grammatical errors in this book were less than 50%, the book is still considered good enough to be used as a learning source. However, teachers and students must be more careful with these small errors.
PPKM (Pengembangan Perangkat berbasis Kurikulum MBKM) as the Practice of Distance Learning in the Course of Statistical Method Dian Ratna Puspananda; Dwi Erna Novianti; Ayu Fitrianingsih
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9, No 2 (2022): July 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i2.2540

Abstract

Abstract: The covid-19 pandemic causes the need of distance learning. As in offline learning, its learning objectives have to be fulfilled. In the learning process, lesson plan is very important. The aim of this study is to develop the MBKM based lesson plan as the implementation of distance learning. The method of this study is research and development which implements the development model of Thiagarajan that is modified into three stages, namely: define, design, and develop stages. The methods in collecting data are documentations, questionnaires, and achievement tests. Based on the analysis results, the modification of developed learning tools using 4-D model produces MBKM based learning tools which is implemented in the distance learning using Moodle. The learning tools are valid based on the experts and the results of pretest that show the positive responses on learning and the achievement results that fulfilled the criteria of validity, reliability, and sensitivity test items.   Abstrak: Pandemi covid-19 menyebabkan perlunya pembelajaran jarak jauh. Seperti dalam pembelajaran offline, capaian pembelajaranpun harus terpenuhi. Dalam proses pembelajaran, RPP sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan RPP berbasis MBKM sebagai implementasi pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang mengimplementasikan model pengembangan Thiagarajan yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu: tahap define, design, dan develop. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi, angket, dan tes prestasi. Berdasarkan hasil analisis, modifikasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model 4-D menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis MBKM yang diimplementasikan dalam pembelajaran jarak jauh menggunakan Moodle. Perangkat pembelajaran tersebut valid berdasarkan ahli dan hasil pretest yang menunjukkan respon positif terhadap pembelajaran dan hasil pencapaian yang memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, dan sensitivitas item tes.
PROGRAM PENYEDIAAN AKSES AIR BERSIH DESA SENDANGHARJO DAN DESA WADANG KECAMATAN NGASEM BOJONEGORO Dian Ratna Puspananda; Ari Indriani; Dwi Erna Novianti; Anis Umi Khoirotunnisa'; Ahmad Kholiqul Amin; Puput Suriyah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.175 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2487

Abstract

AbstractClean water is one of the basic human needs that is needed in a sustainable manner, as one of the unlimited natural resources. In Sendangharjo and Wadang villages, there is a shortage of clean water during the dry season. This research is a qualitative research. The data collection technique is observation and documentation.  While the exploration is to see the condition of the drinking water supply system in Wadang and Sendangharjo Villages.  The program for providing access to clean water can be used as an alternative to provide convenience for the community to obtain clean water both in the dry season and in the rainy season. In addition, the village can also become a village that is independent of clean water.Keywords: access to clean waterAbstrakAir bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara berkelanjutan, sebagai salah satu sumber daya alam yang tak terbatas jumlahnya. Di desa Sendangharjo dan desa Wadang mengalami kesulitan air bersih diwaktu musim kemarau. Pada kegiatan pengabdian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Sedangkan eksplorasinya adalah melihat kondisi sistem penyediaan air minum di Desa Wadang dan Sendangharjo. Program penyediaan akses air bersih dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memberikan kemudahan pada masyarakat untuk memperoleh air bersih baik di musim kemarau maupun di musim penghujan. Selain itu, desa juga dapat menjadi desa yang mandiri air bersih. Kata kunci: akses air bersih 
GEOMETRY TOWER ADVENTURE PADA ANAK USIA DINI DI DESA SUKOREJO KECAMATAN BOJONEGORO Dian Ratna Puspananda; Anis Umi Khoirutunnisa’; M. Zainudin; Anita Dewi Utami; Nur Rohman
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.629 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.81

Abstract

ABSTRACTThe introduction of geometry is considered important since early age because part of form recognition learning. This is one of the earliest concepts that children must master in cognitive development. Children can distinguish objects by shape first before based on other features. By giving the introduction of geometric shapes from an early age means that the child will have a learning experience that will support the learning of mathematics in the next level of education. Community Service Activities under the title Geometry Tower Adventure at Early Childhood in Sukorejo Village Bojonegoro District Bojonegoro District aims to train children to know the type of shapes, colors, and soft and coarse motor skills by using their preferred game. This PKM activity started on September 11, 2017 until September 16, 2017, followed by all Singajaya Islam Kindergarten students, amounting to 100 students. As the activity progresses the students follow the game path with enthusiasm and joy. In addition we also provide five sets of props in the form of geometry towers and the steps of its use in learning to the school to be utilized in the future.Keywords: Geomerty tower adventure, Early childhoodABSTRAKPengenalan geometri dianggap penting dikenalkan sejak usia dini karena bagian dari pembelajaran pengenalan bentuk. Hal ini  merupakan salah satu dari konsep paling awal yang harus dikuasai oleh anak dalam pengembangan kognitif. Anak dapat membedakan benda berdasarkan bentuk terlebih dahulu sebelum berdasarkan ciri-ciri lainnya. Dengan memberikan pengenalan bentuk geometri sejak usia dini berarti anak mendapatkan pengalaman belajar yang akan menunjang untuk pembelajaran matematika di tingkat pendidikan selanjutnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Geometry Tower Adventure pada Anak Usia Dini di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro bertujuan melatih anak untuk mengetahui jenis bentuk, warna, serta melatih motorik halus dan kasar dengan menggunakan permainan yang disukai mereka. Kegiatan PKM ini dimulai pada tanggal 11 September 2017 sampai dengan 16 September 2017, diikuti oleh seluruh siswa TK Islam Singajaya yang berjumlah 100 siswa. Saat kegiatan berlangsung siswa mengikuti alur permainan dengan antusias dan gembira. Selain itu kami juga memberikan lima set alat peraga berupa menara geometri serta langkah-langkah penggunaanya dalam pembelajaran kepada pihak sekolah agar bisa dimanfaatkan dikemudian hari.Kata Kunci: Geomerty tower adventure, Usia dini
Pemanfaatan Media Pembelajaran Jam Sudut dalam Pembelajaran Matematika di SD Novi Mayasari; Junarti Junarti; Dian Ratna Puspananda; Ahmad Kholiqul Amin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.566 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.276

Abstract

ABSTRACTBased on the results of observations and interviews with classroom teachers, data were taken into account that students' interest in learning was still low and student learning outcomes were still below the KKM average. Therefore, the PKM lecturer team took the initiative to conduct community service activities by utilizing the angular hour learning media with discussion methods. Corner clock media is a learning medium made from a clock model made of plywood for students, where the clock consists of two circles with one of them larger than the other. The goal to be achieved from this PKM is to help students learn mathematics in a fun way so as to create high interest and better learning achievement. The method of implementation of this PKM program is a method of training directly to fourth grade students of elementary schools in Sukosewu State Elementary School district. Bojonegoro. The results of this PKM activity are the higher learning interest in students which can be seen from the enthusiasm of students and the increasing student achievement results. The conclusion of this PKM activity is that it can increase learning interest and sukosewu elementary school students' learning achievement results in terms of the use of corner hours (jadut) and students are easier to do math problems, especially on mathematics subjects on the subject of angle measurement.Keywords: corner clock learning media, mathematics. ABSTRAKBerdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas diperoh data bahwasanya minat belajar siswa masih rendah dan hasil belajar siswa masih dibawah rata-rata KKM. Oleh karena itu kami tim PKM dosen berinisiatif melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  dengan memanfaatkan media pembelajaran jam sudut dengan metode diskusi. Media jam sudut adalah media pembelajaran yang terbuat dari model jam yang terbuat dari triplek kepada siswa, dimana jam tersebut terdiri dari dua buah  lingkaran dengan besar salah satunya lebih besar dari lingkaran yang lainnya. Tujuan yang ingin dicapai dari PKM ini adalah membantu siswa belajar matematika dengan cara yang menyenangkan sehingga tercipta minat yang tinggi dan hasil prestasi belajar yang lebih baik. Metode pelaksanaan pada program PKM ini yaitu metode pelatihan secara langsung kepada siswa kelas IV Sekolah Dasar di SD Negeri Sukosewu kab. Bojonegoro. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah minat belajar sisiwa semakin tinggi yang dapat dilihat dari antusias siswa dan hasil prestasi belajar siswa yang meningkat. Kesimpulan dari kegiatan PKM ini adalah dapat meningkatkan minat belajar dan hasil prestasi belajar siswa SD negeri sukosewu dalam hal pemanfaatan jam sudut (jadut) dan siswa lebih mudah dalam mengerjakan soal matematika terutama pada mata pelajaran matematika pada pokok bahasan pengukuran sudut.Kata Kunci: Media pembelajaran jam sudut, matematika.
Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi aritmatika sosial ditinjau dari tipe kepribadian siswa Ilham Riawan; Sujiran; Dian Ratna Puspananda
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.406 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial yang ditinjau dari tipe kepribadian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari angket penggolongan tipe kepribadian Keirsey, tes pemecahan masalah dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada masalah aritmatika sosial berdasarkan tipe kepribadian yaitu (1) siswa Guardian memecahkan masalah dapat melakukan 3 tahap polya yaitu memahami masalah dengan baik, merencanakan penyelesaian dengan tepat, melaksanakan rencana dengan benar namun tidak melakukan pemeriksaan kembali karena merasa jawaban sudah benar. (2) Siswa Artisan dapat melakukan 4 tahap polya. Memahami masalah dengan baik, menyusun rencana penyelesaian dengan runtut, melaksanakan rencana dengan perhitungan serta algoritma yang benar, dan melakukan pemeriksaan kembali (3) Siswa Rational dalam memecahkan masalah dengan tahap polya hanya mampu melakukan tahap memahami masalah. Pada tahap merencanakan penyelesaian tidak dapat menyusun strategi dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh menjadi salah (4) Siswa Idealist memecahkan masalah dapat melakukan 3 tahap polya yaitu memahami masalah dengan baik, mampu menyusun strategi, melaksanakan rencana dengan metode yang singkat dengan bahasa pemahamannya sendiri dan memeriksa kembali jawaban karena merasa yakin dengan jawabannya.
Project Based Blended Learning Using Cognitive Conflict Strategy: A Framework for Effective Blended Learning Dian Ratna Puspananda; Boedy Irhadtanto
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 2 (2023): July 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i2.3232

Abstract

Abstract: Project-based learning is an alternative to train students' 21st century skills. In development of the digital, project-based learning can be implemented in a blended manner using a learning management system. However, learning using the LMS which is carried out independently by students is feared that students will experience cognitive conflict resulting in unadapted responses that will affect learning outcomes. Therefore, this study aims to develop a framework for project based blended learning using a cognitive conflict strategy. After reviewing the relevant theory and empirical findings, the research results provide a basic framework for the design of PjB2L using CCS.Abstrak: Pembelajran berbasis proyek menjadi salah satu alternatif untuk melatih ketrampilan abad 21 mahasiswa. Dengan perkembangan dunia digital pembelajaran berbasis proyek bisa diimplementasikan dengan secara blended dengan menggunakan learning management system. Namun pembelajaran menggunakan LMS yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa dikhawatirkan mahasiswa mengalami konflik kognitf sehingga terjadi unadapted respon yang akan mempengaruhi hasil belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja mengenai project based blended learning menggunakan cognitive conflict strategy. Setelah meninjau teori yang relevan dan temuan empiris, hasil penelitian memberikan kerangka dasar untuk desain PjB2L using CCS.
PENGGUNAAN SMARTPHONE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SERTA PANDANGAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN SMARTPHONE SELAMA PEMBELAJARAN DARING Erycha Arsita Devi; Sujiran Sujiran; Dian Ratna Puspananda
Journal of Technology, Mathematics and Social Science Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j'thoms.v1i1.2323

Abstract

Abstrak: Pada awal tahun 2020, pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran daring. Hal ini dikarenakan adanya penyebaran virus Covid-19. Berdasarkan latar belakang kejadian, penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan fungsi dan penggunaan smartphone sebagai media pembelajaran matematika selama pembelajaran daring. Subjek merupakan siswa kelas IX-H dan guru matematika kelas IX-H. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Instrumen penelitiam terdiri dari angket penggunaan smartphone untuk siswa, angket penggunaan smartphone untuk guru, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu tematik induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone sebagai media pembelajaran matematika selama daring dinilai kurang baik. Meskipun fitur-fitur smartphone dapat membantu siswa dan guru untuk mencari tambahan literasi materi dan mampu menjalin komunikasi yang baik, namun penggunaan smartphone pada pembelajaran matematika berdampak terhadap kurangnya pemahaman siswa akan materi yang disampaikan. Meskipun guru sudah memberikan tambahan video pembelajaran. Selain itu juga terjadinya penurunan respon dan semangat belajar matematika siswa sebanyak 30% dibandingkan pembelajaran secara tatap muka.Kata kunci: penggunaan smartphone;media pembelajaran matematika;daringAbstract: In early 2020, face-to-face learning was replaced with online learning. This is due to the spread of the Covid-19 virus. Based on the background of the incident, this research is intended to describe the function and use of smartphones as a medium for learning mathematics during online learning. The subjects were students in class IX-H and mathematics teachers in grades IX-H. This research is a qualitative research with a phenomenological study approach. The research instrument consisted of a smartphone usage questionnaire for students, a smartphone usage questionnaire for teachers, and interview guidelines. The data analysis technique used is thematic inductive. The results showed that the use of smartphones as a medium for learning mathematics while online was considered less good. Although smartphone features can help students and teachers find additional material literacy and are able to establish good communication, the use of smartphones in mathematics learning has an impact on students' lack of understanding of the material presented. Even though the teacher has provided additional learning videos. In addition, there is also a decrease in the response and enthusiasm of students to learn mathematics by 30% compared to face-to-face learning.Keywords: smartphone use;mathematics learning media;online