Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Identifikasi Pengetahuan dan Kemampuan Pasangan Usia Subur (PUS) Dalam Memilih Jenis Keluarga Berencana (KB) Berdasarkan Usia dan Pendidikan Erien Luthfia; Kirana Candra Sari; Rita Sopiatun; Fitra Arsy Nur Cory'ah
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v3i2.197

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) mempunyai kontribusi penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berdampak pada peningkatan kualitas penduduk. Pasangan Usia Subur (PUS) dapat mengikuti program KB untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, penurunan angka kepadatan penduduk, dan penanggulangan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan dan kemampuan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam memilih jenis Keluarga Berencana (KB) berdasarkan usia dan pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive Sampling, dengan jumlah sampling 50 PUS. Hasil penelitian menunjukan bahwa PUS dapat mengidentifikasi dan memiliki kemampuan yang baik dalam memilih kontrasepsi yang sesuai. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kemampuan PUS dalam mengidentifikasi jenis KB berpengaruh dalam pemilihan jenis kontrasepsi yang dipakai.
HUBUNGAN SINDROM MENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU MENOPAUSE DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUNG KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2018 Fitra Arsy Nur Cory'ah; I Gusti Ayu Putu Sri Wahyuni
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN JEMBER Vol 3, No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan berhentinya siklus menstruasi secara permanen, sebagai akibat dari hilangnya fungsi folikular ovarium dan menurunnya kadar estrogen, padarentang usia wanita 48 sampai 55 tahun. Masa ini sangat kompleks,dikarenakan berkaitan dengan berbagai faktor resiko.Gejala atau sindrom menopause merupakan faktor resiko terjadinya gangguan secara fisik dan psikologis pada menopause, termasuk dengan adanya perubahan tingkat kecemasan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sindrom menopause terhadap tingkat kecemasan ibu menopause diwilayah kerja Puskesmas Ubung kabupaten Lombok Tengah tahun 2018.Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Ubung kabupaten Lombok Tengah.Populasi penelitian ini adalah bu-ibu yang telah mengalami menopause usia 45–50 tahun yaitu sebanyak 516 orang.Sampel berjumlah 100 orang ibu menopause.Analisa data secara univariat danBivariat.Hasil penelitian menunjukan responden menopause yang terbanyak yaitu pada usia 45 – 49 tahun sebanyak 27 (27%), 45 orang (45,0 %) memiliki sindrom menopause ringan dengan mengalami beberapa tingkat kecemasan. Hasil Uji statistic dengan menggunakan Uji chi-squaredengan tingkat kepercayaan 95% atau taraf signifikan yaitu α = 5% (p < 0,05) didapatkan nilai p = 0,000 sehingga dapat dinyatakan Ada hubungansindrom menopausedengan tingkat kecemasan pada menopause diwilayah kerja Puskesmas Ubung Kabupaten Lombok Tengah tahun 2018. 
The Effect of Experience Extension on The Activity of Calculating Fetal Movement Third Trimester of Primiparaous I Gusti Ayu Putu Sri Wahyuni; Fitra Arsy Nur Cory&#039;ah
JURNAL KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v9i2.4819

Abstract

Based on research by the World Health Organization (WHO), around the world there are 10,000,000 infant deaths per year in Indonesia, among ASEAN countries, is the country with the highest perinatal mortality rate, meaning that the ability to provide health services still requires improvements that are comprehensive and of higher quality. Integrated ANC  services are also related to effective counseling activities in an effort to improve maternal knowledge about pregnancy care, especially the activity of calculating gesture). The purpose of this study is to determine the effect of experimental counseling fetal motion in third-trimester primigravida. The design in this study was pregnant post nonequivalent control group test. The study was conducted in Meninting Community Health Center, West Lombok Regency. The population of this study was the third trimester of pregnant women, namely 80 people. The sample of this study was 34 people. Test statistics using the Mann Whitney test and Fisher's Exact Test with confidence levels specified α = 0.05 and 95% confidence intervals. The results of the study with the Mann Whitney test P = 0,000 means that there is a significant difference between knowledge about calculating fetal motion in the case group compared to the control group and the Fisher's Exact Test P = 0,000 shows there is an influence of experimental counseling on the activity of calculating fetal movement. The recommendations of this study are to examine the effectiveness of calculating fetal motion for fetal distress.
KELAS EDUKASI DAN KONSELING SYNDROME MENOPAUSE PADA MENOPAUSE DI DESA JELANTIK Fitra Arsy Nur Coryah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.795

Abstract

Syndrom menopause dialami oleh banyak wanita hampir di seluruh dunia, sekitar 70-80% wanita Eropa, 60% di Amerika, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% diJepang dan Indonesia. Berdasarkan data WHO jumlah wanita menopause di Asia melonjak dari 107 juta jiwa akan menjadi 373 juta jiwa, SehinggaAsia merupakan wilayah dengan jumlah perempuan bergejala awal menopause tertinggi di dunia.Menurut Depkes RI (2009) hingga saat ini wanita Indonesia yang memasuki masa menopause sebanyak 7,4% dari populasi. Selain itu, Depkes RI memperkirakan penduduk Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai 262,6 juta jiwa dengan jumlah wanita yang hidup dalam usia menopause sekitar 30,3 juta jiwa dengan usia rata-rata 49 tahun yang mengalami menopause. Jumlah tersebut meningkat menjadi 11% pada 2005, Kemudian, naik lagi sebesar 14% pada 2015.Desa Jelantik wilayah kerja Puskesmas ubung Kabupaten Lombok Tengah memiliki 10 posyandu lansia, yang sampai saat ini aktif melaksanakan kegiatan yang menunjang kesehatan lansia. Jumlah  Ibu-ibu yang telah mengalami menopause usia 40 – 72 tahun yaitu sebanyak 516 yang mengikuti posyandu lansia dan tersebar di wilayah kerja puskesmas ubung. Hasil Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh 50 responden ibu menopause yang menikuti pelaksanaan kelas edukasi dan konseling syndrome menopause. Hasil evaluasi  menggunakan kuesioner tingkat kecemasan dan syndrome menopause. Syndrome menopause yang dialami ibu termasuk dalam kategori sedang sebanyak 20 orang (40%), sedangkan dari hasil konseling bahwa ibu menopause sering mengalami kecemasan sebanyak 22 orang (44%). Pada saat evaluasi materi 85 % peserta, mampu menjawab pertanyaan tentang syndrome menopause yang dialam
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI DETEKSI DINI KEHAMILAN RISIKO TINGGI DALAM MENCEGAH TERJADINYA STUNTING Fitra Arsy Nur Cory&#039;ah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 1 (2019): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.691 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v1i1.453

Abstract

Stunting merupakan retardasi pertumbuhan, ditandai dengan kekurangan gizi kronis, dikarenakan asupan yang tidak adekuat, sehingga terjadi hambatan pertumbuhan linier pada anak balita. Berdasarkan standar baku WHO Child Growth Standart tahun 2010, dengan indikator pengukuran tinggi badan dibandingkan dengan umur (TB/U), atau panjang  badan dibandingkan dengan umur (PB/U), dengan batasan nilai z-scorenya kurang dari -2 SD. Prevalensi panjang badan lahir pendek di Indonesia masih tinggi Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat prevalensi stunting nasional mencapai 30,8 %, paling tinggi lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara,sedangkan di Kabupaten Lombok Barat prevalensi stunting menunjukan 38,1%. Salah satu upaya dalam pencegahan stunting dapat dimulai dimasa kehamilan. Di Indonesia (2010) kelompok kehamilan risiko tinggi sekitar 34%. Kategori dengan risiko tinggi mencapai 22,4%, dengan rincian umur ibu 34 tahun 3 sebesar 3,8%, jarak kelahiran < 24 bulan sebesar 5,2%, dan jumlah anak yang terlalu banyak (>3 orang) sebesar 9,4%. Upaya pencegahan stunting yaitu melalui deteksi dini resiko tinggi kehamilan, dapat dimulai dari kader, merupakan orang terdekat dari ibu hamil maupun masyarakat.Jumlah kader di desa karang bayan yaitu 25 kader. Hasil Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat keseluruhan kader datang mengikuti kelas kader yaitu sebanyak 25 kader. Hasil evaluasi  menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan kader tentang stunting kategori baik sebanyak 18 orang (72%), sedangkan dari hasil pemahaman akan deteksidini resiko tinggi yaitu dalam kategori baik sebanyak 20 orang (80%) Pada saat evaluasi materi 85 % peserta, mampu menjawab pertanyaan tentang deteksi dini kehamilan resiko tinggi dan stunting. Dari hasil analisis uji statistic Wilcoxon Signed Ranks nilai yaitu P value = 0,000 < α = 0,05, menunjukan bahwa kelas edukasi melalui pemberdayaan kader kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan kader tentang stunting dan deteksi dini resiko tinggi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO EDUKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRAUTERINE DEVICE PADA PASANGAN USIA SUBUR Fitra Arsy Nur Cory'ah; Endri Suastika Martiana; Mutiara Rachmawati Suseno
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.402

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi pemakaian kontrasepsi yang banyak digunakan di Indonesia adalah suntik 29%, pil 12.1%, IUD 5%, implan 5%, Metode Operasi Wanita (MOW) 4%, kondom 3% dan Metode Operasi Pria (MOP) kurang dari 1%. Salah satu upaya meningkatkan minat penggunaan kontrasepsi yaitu melalui penjelasan menggunakan media edukasi. Salah satu media yang dapat digunakaan adalah video mengunakan bahasa daerah yaitu sasak yang merupakan salah satu kearifan lokal yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang memuat unsur-unsur budaya lokal masyarakat. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental. Desain penelitian ini adalah pretest and posttest nonequivalent control group. Populasi pada penelitian ini adalah PUS yang menjadi akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Kuripan Kabupaten Lombok Barat. Sampel berjumlah 34 responden yang terbagi menjadi kelompok kontrol 17 responden dan kelompok intervensi 17 responden. Analisis data untuk mengetahui perbedaan penggunaan video edukasi menggunakan uji Mann Whitney dan analisis efektivitas dengan menggunakan uji N-Gain melalui penggunaan software SPSS versi 16. Hasil: Penggunaan video edukasi berbasis kearifan lokal cukup efektif dalam penggunaan kontrasepsi IUD pada PUS dengan nilai N-Gain score sebesar 59,66%. Diskusi: Penggunaan video edukasi berbasis kearifan lokal cukup efektif dibandingakan dengan tanpa menggunakan video edukasi berbasis kearifan lokal dalam penggunaan kontrasepsi IUD pada PUS. Kata Kunci : Video Edukasi, Kearifan Lokal, Kontrasepsi IUD, Pasangan Usia Subur.
The Intervention Programs To Reduce Stigma And Discrimination In People Living With HIV/ AIDS (PLWHA) Wahyu Wirawan Triyono; Fitra Arsy Nur Cory&#039;ah
Jurnal Kesehatan Prima Vol 14, No 2 (2020): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v14i2.544

Abstract

The case of HIV / AIDS is still a global problem and a serious concern from all parties, especially in Central Lombok. HIV/AIDS-related stigma and discriminatory attitudes deter the effectiveness of HIV/AIDS  prevention and care programs. The Intervention efforts that have been  by Central Lombok  for the mobile VCT program through Communication, Information and Education on PLWHA (People Living with HIV/AIDS), Static VCT Programs and Internal In House Training Programs in Praya Hospital and others.This research examines the stigma and discrimination associated with interventions made by the Central Lombok. This type of research is qualitative with a phenomenological approach design, data collection through in-depth interviews and document search. Data analysis with data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. The results revealed that their  PLWHA had experienced stigma and discrimination, health workers and the general public had positive and negative views related to still, they discriminated who were in the community. The conclusion in this research is that stigma and discrimination against PLWHA are still prevalent in the community and intervention efforts made in providing advocacy to health workers, the general public has been endeavored to reduce these problems.
Efektivitas Johnson Fetal Roll Dalam Menentukan Tafsiran Berat Janin Pada Ibu Inpartu Baiq Nurmala Wulandari; Dini Dwi Rahayu; Fitra Arsy Nur Cory&#039;ah
Midwifery Care Journal Vol 3, No 4 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v3i4.9227

Abstract

Birth weight wass a significant indicator for birth. According to Taylor and Ward, fetal weight is the single most important factor in determining fetal safety. Fetal weight assessment technique wass done by abdominal palpation. The tool commonly used to measured the Fundal uterine of pregnant women to interpret fetal weight with the Johnson Toshach formula was the metline with a centimeter scale. Pusposeof the study was to create a simple tool that can facilitate health workers, especially midwives, in determining prediction of birth weight directly. This study used a study design. analytic observational cross-sectional design. The population of this study were pregnant women in the third trimester with signs of labor. The research sample was 65 people. Based on the table, the age of the most respondents wass 20-30 years with a percentage of (49.2%), the education of the most respondents is higher education/Equivalent with a percentage of 3,4%, the parity of the most respondents wass primipara with a percentage of 53,8%, the most pregnancy age respondents are pregnancy age 39-40 weeks with a percentage of 69,2%, the highest BBL was 2500-4000 grams with a percentage of (90,89). Conclusion of the study was JFR can be used to facilitate health workers (midwives) in providing care, especially determining prediction of birth weight.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI REFRESHING PELATIHAN PENILAIAN TUMBUH KEMBANG ANAK UNTUK KADER POSYANDU Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Faiqah, Syajaratuddur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1418

Abstract

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan merupakan masalah yang serius bagi berbagai Negara di dunia, World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan salah satu negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di kawasan Asia Tenggara/Asia Tenggara (SEAR). Berdasarkan data tahun 2021 bahwa rata-rata prevalensi stunting pada balita di Indonesia adalah 24,4% dan tercatat sekitar 5-10% anak di Indonesia keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. data Propinsi Nusa Tenggara Barat bahwa setiap tahunnya terdapat peningkatan gangguan pertumbuhan (45,3%) yaitu jumlah balita dengan postur tubuh pendek dan sangat pendek. Sedangkan data Puskesmas Gunungsari untuk desa Jatisela terlaporkan dari tahun 2019 sd 2020 kasus stunting mengalami peningkatan yaitu di agustus 2019 dari total balita 498 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 14 ( 2,8 %), sedangkan di bulan Agustus 2020 dari total balita 480 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 25 ( 5,21 %). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam menilai tumbuh kembang balita dalam upaya pencegahan stunting dengan mengaplikasikan KPSP (Kuesioner Pra Skrining perkembangan) diseluruh posyandu. Metode pengabdian Masyarakat dengan pelatihan yang berpedoman pada modul pelatihan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di kantor desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, dengan peserta sebanyak 30 kader Kesehatan, 10 anak balita beserta ibunya. Hasil pelaksanaan pengadian masyarakat nilai pretest tertinggi yaitu yaitu tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yaitu sebesar 12 (40%), setelah dilakukan posttest banyak responden yang berpengetahuan baik meningkat menjadi 20 (66,7%). Evaluasi pengetahuan meningkat dengan prosentase 36,7 %. Selanjutnya intervensi terkait evaluasi dilaksanakan di dua posyandu yaitu di posyandu mekarsari dan posyandu johar pelita.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny “F” dengan BBLR dan Hiperbilirubinemia Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Hanafi, Fachrudi; Sopiatun, Rita; Sulistiana, Yayuk
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.52

Abstract

Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dapat didefinisikan sebagi bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi atau usia kehamilan. Dari seluruh data Neonatal Mortality Rate, 80% (16.156) terjadi pada 6 hari pertama setelah.Bayi yang lahir dengan berat badan rendah memiliki risiko lebih besar pada morbiditas dan mortalitas dibandingkan pada bayi yang lahir dengan berat badan normal. Sehingga bayi dengan BBLR menjadi salah satu penyebab utama tingginya morbiditas pada neonates. Bayi  berat  lahir    rendah    merupakan    risiko    hiperbilirubinemia. Prevalensi       hiperbilirubinemia   berkisar   antara   60%   pada   bayi   cukup  bulan  dan  80%  pada  bayi  prematur. Tujuan: Menganalisis asuhan yang diberikan kepada bayi Ny ”F” di ruang NICU Metode : Jenis data yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan rekam medik pasien. Hasil : Bayi Ny.F mendapat asuhan intensif di Ruang NICU. Kesimpulan: Pemberian penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan prosedur. Background: One of the risk factors for high rates of neonatal mortality and morbidity is low birth weight (LBW) babies. Data shows that the neonatal mortality rate in the first 6 days after birth is 80% (16,156). LBW has a risk of hyperbilirubinemia, with a prevalence of 60% in term babies and 80% in premature babies. Efforts were made to reduce this problem by providing comprehensive midwifery care appropriately and correctly in accordance with the hospital's regular procedures. Purpose: To provide midwifery care to Mrs "F"'s baby in the NICU room. Methods: The type of data used is descriptive research through case studies , through the initial steps of the results of the anamnesis and the patient's medical record, so that primary and secondary data, results of physical examinations, diagnostic examinations and supporting examinations are obtained. Results: Mrs. F's baby with LBW and hyperbilirubinemia received intensive care in the NICU room. Conclusion: Management is provided in accordance with the theory and standard procedures in the NICU room