Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PkM Introduction of Carbon Trading as an Alternative for Climate Change Mitigation in the Millennial Generation Darwin Hartono; Tampubolon, Endy Grade; Anco
Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) Vol. 3 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpp.v3i1.8541

Abstract

One of these risks is climate change. A perception survey from the World Economic Forum Global Risk Report (2022) states that climate change in the next 10 years is considered the risk that poses the greatest long-term threat. Without joint mitigation efforts to reduce Green House Gas (GHG) emissions, the Paris Agreement goal of limiting global warming from 1.5 degrees C to 2.0 degrees C will be out of reach. Both the government and the private sector need to take the climate emergency seriously by increasing their ambition to achieve net-zero emissions by the middle of this century. Carbon trading or commonly called carbon trading is a concept that emerged through the Kyoto Protocol in 1997. A year when many countries were worried about world environmental conditions (Pinkse & Kolk, 2007). Up to 180 countries signed the agreement to reduce the impact of each country's greenhouse gas emissions from 2008 to 2012 to 5 percent below the amount of gas emissions in 1999, which in reality could not be achieved. Despite the uncertainty surrounding what kind of international framework might be effective in replacing the Kyoto Protocol or the criticisms that have emerged against carbon trading, carbon markets remain a central component of global climate policy. The method of implementing service activities is that partners are provided with counseling about climate change that is occurring and carbon trading efforts as alternative climate change mitigation, discussions and questions and answers regarding climate change and carbon trading.
Pemberdayaan Gender, Pembangunan Gender, Belanja Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi: Pendekatan Data Panel Robiansyah, Anton; Hartono, Darwin; Tampubolon, Endy Grade; Zubir, Edwar; Sukatmi, Sri; Kharis, Selly Anastassia Amellia
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 4 No. 2 (2024): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v4i2.748

Abstract

This research aims to determine the influence of gender empowerment and development as well as government expenditure on economic growth in districts/cities of East Java province in 2014-2020. The research method used is panel data regression analysis by selecting the best model between Common Effect, Fixed Effect and Random Effect with Chow test calculations. From the test results it was found that the best model was Fixed Effect. The results of data processing show that 97.70 percent of the GRDP variance is influenced by the gender empowerment index (IDG), gender development index (IPG) and government expenditure (G).
Strategi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Negara Berkembang Darwin Hartono; Endy Grade Tampubolon; Moh Irvan
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara berkembang dengan meninjau konsep, implementasi, serta dampaknya. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah berupa jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan dan terbit sejak tahun 2020 ke atas. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap topik yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan strategi seperti penguatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan ekonomi hijau, serta transformasi digital. Implementasi strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, memperbaiki pemerataan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, sehingga pembangunan yang dilakukan bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Penggunaan Cerucuk sebagai Soil Improvement Pengganti Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk Mempercepat Pelaksanaan Pekerjaan Patrick Matheus; Darwin Hartono
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.63041

Abstract

Salah satu proyek jembatan di Kalimantan berdiri diatas tanah lunak (soft soil). Tanah lunak memiliki daya dukung yang kurang baik, kuat geser dan permeabilitas yang rendah serta kompresibilitas yang besar. Timbunan jalan pada proyek jembatan tersebut memerlukan waktu selama 310 bulan untuk mencapai konsolidasi 90%. Perencanaan awal untuk perbaikan tanah (soil improvement) menggunakan metode prefabrikasi drainase vertikal (PVD). Metode PVD dengan beban preloading memerlukan waktu 28 bulan untuk mencapai konsolidasi 90% atau daya dukung rencana. Pelaksanaan metode PVD  sulit dilakukan pada lahan dengan akses yang kurang baik untuk kendaraan berat (rig PVD).  Penelitian ini menganalisis penggunaan cerucuk dan geotekstil pada tanah dasar atau eksisting untuk mempercepat waktu pelaksanaan pekerjaan. Jumlah cerucuk di Kalimantan yang cukup berlimpah dan mudah dilakukan pengadaannya menjadi pertimbangan penggunaan metode perbaikan tanah ini. Hasil analisis dari penggunaan cerucuk dan geotekstil memberikan daya dukung yang baik terhadap beban rencana dengan faktor keamanan ≥ 1,3. Pelaksanaan cerucuk dan timbunan membutuhan waktu total pelaksanaan 7 bulan. Dengan demikian penggunaan cerucuk pada salah satu proyek jembatan di Kalimantan mengalami efisiensi waktu pengerjaan sebesar 75 persen dari rencana pengerjaan proyek menggunakan PVD selama 28 bulan.
Optimaliasi Peningkatan Kompetensi Soft Skill Generasi Muda Rawamangun melalui Pelatihan Darwin Hartono; Anco Anco; Endy Grade Tampubolon
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 7 No 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v7i1.2979

Abstract

Survei Harvard Business Review (2023) mencatat bahwa hanya 30 persen dari mereka yang menyadari peran penting soft skill dalam dunia kerja. Sementara itu, data World Economic Forum (2022) menunjukkan bahwa 75 persen generasi muda lebih berfokus pada penguasaan hard skill dan cenderung mengabaikan pentingnya soft skill. Adapun kegiatan pelatihan optimalisasi soft skill ini pada generasi muda di Karang Taruna Kelurahan Rawamangun yang mayoritas terdiri dari usia sekolah dan kuliah. Kegiatan pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang interaktif dengan metode mencakup ceramah informatif, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta pemutaran video edukatif soft skill. Kegiatan dilaksanakan sebanyak 3x sesi pelatihan, dengan durasi pelatihan sebanyak 2 hingga 3 jam per pertemuan. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi pada kategori memahami soft skill, terjadi peningkatan dari yang semula hanya 7 orang atau 35 persen yang memahami soft skill menjadi 17 orang atau 85 persen. Pada kategori memanfaatkan soft skill juga mengalami peningkatan dari hanya 5 orang atau 25 persen menjadi 16 atau 80 persen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini telah cukup mampu menyelesaikan masalah generasi muda Rawamangun.