Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Dividen Change Dan Profitabilitas Terhadap Return Masa Depan Dengan kategori Saham Sebagai Variabel Moderasi (Survey Pada Kelompok Agribisnis/Non Agribisnis di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020) Anton Robiansyah; Edward Zubir; Sri Sukatmi
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v10i2.2449

Abstract

ABSTRACT Investment, either directly or indirectly, aims to obtain certain benefits (profits) from the investment, with the hope of getting profits in the future. For a rational prospective investor, his attention will be directed to the rate of return on investment, and the chosen investment is the one that promises the highest return with a particular risk. Investors in investing must assess the risk of future returns through the influence of dividend changes and profitability in terms of the company's stock category. This study aims to determine the effect of dividend change and profitability on future returns, with the category of agribusiness/non-agribusiness companies being the moderating variable. The sample in this study consisted of 127 Agribusiness/Non-Agribusiness Group companies on the Indonesia Stock Exchange from 2016-to 2020 with the purposive sampling method. This research is quantitative research where the analytical tool used is a multiple linear regression test with SPSS version 22. The study's results indicate that the dividend change variable does not affect stock returns. At the same time, the level of profitability has a positive effect on stock returns. The classification of agribusiness companies does not moderate the effect of dividend changes and profitability on future returns. Key Words: Deviden Change, Profitabilitas, Return, and the company's stock category
Pengembangan Aplikasi E-Sertifikat untuk Program Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) dengan Menggunakan Model ADDIE Selly Anastassia Amellia Kharis; Anton Robiansyah; Febri Maulana; Edward Zubir; Sri Sukatmi
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 2 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 2 April 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.678 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i2.2253

Abstract

Program Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) memiliki peran penting sebagai bentuk pengenalan pembelajaran jarak jauh bagi mahasiswa baru Universitas Terbuka. LPKBJJ terdiri dari kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB), Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ), Workshop Tugas (WT), dan Klinik Ujian (KU). Peserta LPKBJJ yang mencapai ribuan mahasiswa membuat perlu adanya sebuah aplikasi yang dapat melayani kebutuhan sertifikat mahasiswa dalam waktu cepat. Aplikasi sertifikat elektronik (e-sertifikat) ini dibangun dengan berbasis web dan dapat melakukan perancangan sertifikat untuk kegiatan LPKBJJ dengan menggunakan Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan aplikasi e-sertifikat telah berhasil mendukung kegiatan LPKBJJ dalam hal penyediaan sertifikat bagi mahasiswa baru Universitas Terbuka Jakarta.
KAJIAN METODE EKSTRAPOLASI RICHARDSON DAN AITKEN, SUATU METODE UNTUK MENGHITUNG INTEGRAL TERTENTU SECARA NUMERIK Mulyono Mulyono; Muhammad Eka Suryana; Pramudio Pramudio; Hazizi Hazizi; Bagus Sumargo Sumargo; Sri Sukatmi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Metode Ekstrapolasi Richardson dan Metode Ekstrapolasi Aitken, yaitu metode untuk menghitung integral-integral tertentu secara numerik, khususnya untuk fungsi-fungsi yang sangat rumit, yang integralnya tidak bisa dihitung secara analitik. Faktor yang paling penting untuk dipertimbangkan dalam membandingkan metode-metode tersebut adalah akurasi dari penyelesaian numeriknya. Pada kajian ini digunakan software Microsoft Excel sebagai alat untuk membantu penghitungannya. Hasil dari kajian ini didapat bahwa Metode Ekstrapolasi Richardson lebih baik dari Metode Ekstrapolasi Aitken, karena akurasi hasil integral numerik dari metode Ekstrapolasi Richardson selalu lebih dibandingkan hasil integral numerik dari metode Ekstrapolasi Aitken.
Penguatan Digital Culture Siswa dalam Meningkatkan Literasi Digital: Pendekatan Teoritis dan Praktis Selly Anastassia Amellia Kharis; Melisa Arisanty; Gunawan Wiradharma; Anton Robiansyah; Edward Zubir; Sri Sukatmi; Sri Maulidia Permatasari
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 3 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i3.5227

Abstract

Good digital literacy skills are essential in the digital era. One crucial element of digital literacy is digital culture. Digital culture needs to be instilled from en early age to prevent the negative impacts of digital transformation. This activity aimed to enhance digital literacy, particularly digital culture, among students at SMP PGRI 1 Ciputat. The activity involved 40 student representatives who are members of the Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). The program was in the form of a training session that covered both theoretical and practical applications, including material on digital literacy, social media communication ethics, and data security. The results showed an improvement in students’ understanding of the concept of digital culture. Through this activity, students are expected to become more conscious and responsible technology users and participate positively in the digital society.
Creative Digital Literacy in Reducing War Flaming on Social Media Arisanty, Melisa; Riady, Yasir; Amellia Kharis, Selly Anastassia; Sukatmi, Sri; Zubir, Edward; Ajmal, Muhammad
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 8, No 2 (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v8i2.40154

Abstract

War flaming constitutes one of the perilous practices prevalent on social media platforms. This might result in discomfort associated with social media usage, leading to melancholy, anxiety, excessive worry, and disturbances in mental health. War Flaming has become a prominent issue that necessitates enhancing digital literacy on social media platforms. This study employed a qualitative methodology, with data collected through observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGD). Informants were selected using standard case sampling. The selected informants include the Directorate of IKP from the Ministry of Communication and Information of the Republic of Indonesia, SiBerkreasi, digital technology and culture experts, and specialists in social campaigns. The findings indicated that digital literacy building aimed at mitigating war flaming on social media involved creating innovative social campaigns through pertinent language and a human-centric literacy approach. This strategy seeks to engage Generation Z, empowering youth communities as proactive advocates against hoax narratives on social media. It emphasizes collaboration among governmental entities, community leaders, and journalists within the anti-war flaming educational initiative, alongside the optimization of TikTok and Instagram for disseminating positive content, and partnerships with young influencers to promote the significance of digital reputation. Creative digital literacy, facilitated by social campaigns and multisectoral cooperation, effectively mitigates war flaming on social media, enhances Gen Z awareness, and promotes mental health through affirmative material.
Pemanfaatan Bahan untuk Penyerapan Lubang Resapan Biopori dan Membuat Tanaman Hidroponik di Perumahan Graha Harapan Mustika Jaya Bekasi Anton Robiansyah; Edward Zubir; Nirdukita Ratnawati; Sri Sukatmi; Sri Maulidia; Yasir Riady
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Januari-Maret 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i1.176

Abstract

Banjir merupakan musuh tahunan warga di tanah air salah satu wilayahnya yaitu Graha harapan Mustika Jaya Kota Bekasi, banjir terjadi karena drainase lingkungan yang buruk dan kurangya daerah resapan air. Banjir ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggungjawab setiap masyarakat. Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) tergerak untuk ikut membantu program pemerintah melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat diperumahan Graha harapan Mustika Jaya Bekasi tetang bagimana cara mengatasi banjir dengan menggunakan teknik lubang resapan biopori dan pelatihan bagaimana membuat alat untuk tanaman hidroponik. Pelaksanaan PKM ini dihadiri oleh 27 orang peserta dengan semua yang hadir adalah ibu-ibu di perumahan Graha harapan Mustika jaya Bekasi. Kegiatan ini diawali dengan penjajakan dan koordinasi, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi terhadap peserta pelatihan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa berbagi ilmu pengetahuan baru tentang manfaat lubang resapan biopori (LRB) untuk mengurangi terjadinya banjir dan praktik pelatihan pembuatan alat hidroponik untuk meningkatkan produktivitas warga terhadap kebutuhan pokok. Pembuatan LRB dapat berguna untuk menjaga lingkungan dari terjadinya banjir dan pembuatan alat hidroponik dapat membudidayakan tanaman hdirponik sehingga warga perumahan graha harapan tidak perlu membeli sayur kembali dan juga harapan lainnya adalah munculnya wirausaha baru di Kota Bekasi dalam pengembangan bisnis tanaman hidroponik.
Mengurai Misteri Pertumbuhan: Memetakan Perkembangan Anak dengan Kebutuhan Khusus melalui Observasi yang Mendalam Sukatmi, Sri; Apriyansyah, Chandra
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4825

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pengembangan metode berdasarkan kondisi pembelajaran yang ada dan mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode asesmen perkembangan anak berkebutuhan khusus di kelas Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis (SPS) Alam Atifa Bogor, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan melibatkan tiga subjek penelitian, yaitu seorang anak autisme (SY), guru kelas, dan guru pendamping. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap pengumpulan, pengolahan, dan interpretasi data. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang asesmen perkembangan anak berkebutuhan khusus pada kalangan guru-guru pendidikan anak usia dini di Bogor.
EXPLORATION OF THE DIGITAL LITERACY LEVEL OF NEW STUDENTS IN OPEN AND DISTANCE LEARNING Kharis, Selly Anastassia Amellia; Arisanty, Melisa; Permatasari, Sri Maulidia; Robiansyah, Anton; Sukatmi, Sri
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29725

Abstract

Abstrak: Pembelajaran terbuka dan jarak jauh (PTJJ) semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, sebagaimana ditunjukkan dari peningkatan jumlah mahasiswa pada perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh dari tahun ke tahun. Salah satu aspek dalam PTJJ adalah penggunaan teknologi yang disebabkan tidak adanya batas ruang dan waktu dalam pembelajarannya. Mahasiswa baru yang memiliki perbedaan cara belajar dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (online learning) memerlukan adaptasi dalam proses belajarnya. Apalagi PTJJ tidak membatasi usia pada mahasiswanya sehingga memerlukan analisis kebutuhan pelatihan dan program pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat literasi digital mahasiswa baru dalam PTJJ. Berdasarkan penelitian terhadap 10.396 mahasiswa baru menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital beragam. Skor literasi digital pada digital skill sebesar 68,22 yang termasuk klasifikasi tinggi. Skor literasi digital pada digital ethics sebesar 95,25 yang termasuk klasifikasi sangat tinggi. Skor literasi digital untuk digital safety sebesar 57,46 yang berada pada klasifikasi cukup. Skor untuk digital culture adalah 84,94 yang berada dalam klasifikasi sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa digital skill, digital culture dan digital ethics mahasiswa baru sudah baik namun perlu adanya peningkatan pada digital safety. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital yang berfokus pada peningkatan kesadaran akan keamanan digital guna mendukung efektivitas PTJJ.Abstract:  Open and Distance Learning (ODL) has gained increasing popularity in Indonesia, as evidenced by the growing number of students enrolling in open and distance universities each year. Technology integration is a key aspect of ODL, enabling learning without spatial and temporal limitations. New students transitioning from face-to-face learning to distance learning (online learning) require adaptation in their learning process. ODL does not impose age restrictions on its students, necessitating an analysis of training needs and learning programs to support their academic success. This study aims to explore the level of digital literacy among new students in ODL. Based on an analysis of 10,396 new students, the findings indicate diverse levels of digital literacy. The digital skill score was 68.22, classified as high. The digital ethics score reached 95.25, categorized as very high. Meanwhile, digital safety obtained a score 57.46, categorized as moderate, and digital culture achieved a score of 84.94, classified as very high. These results suggest that while new students demonstrate strong digital skills, digital culture, and digital ethics, there remains a need for improvement in digital safery. Therefore, strengthening digital literacy with a focus on increasing awareness of digital safety is essential to enhance the effectiveness of ODL.
Exploring the Labyrinth Of Thought: Teachers' Perceptions of the Importance of Science Learning in Early Childhood Education Sri Sukatmi; Tedy Andrian
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 18 Number 2 November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v18i2.48882

Abstract

This research aims to explore the understanding, planning, implementation, and evaluation of science learning carried out by early childhood education teachers, as well as identify the challenges faced and the solutions implemented. Using a qualitative approach, data was obtained through in-depth interviews with six teachers from various early childhood education institutions. Data analysis was carried out thematically by linking the research results to pedagogic theory and empirical context. The results of the study show that teachers have a diverse understanding of the concept of science, which is generally seen as a science to foster curiosity and critical thinking skills in children. In lesson planning, teachers use themes relevant to children's lives and develop exploration-based activities using simple tools and materials. The implementation of learning is carried out through hands-on experiments, demonstrations, and exploration-based projects designed to make science learning fun and meaningful. Evaluation of learning success focuses on children's enthusiasm, active participation, and understanding of science concepts. However, teachers face a variety of challenges, including limited tools and materials, limited learning time, and a variety of children's abilities. Creative solutions such as the use of local resources and additional motivation to children are often applied to overcome these obstacles. This research emphasizes the importance of science learning in early childhood education in supporting children's cognitive, social, and emotional development, as well as the need for institutional support in the form of training and the provision of resources to improve teaching effectiveness.
Membangun Generasi Bijak, Cerdas, Santun pada Era Digitalisasi melalui Edukasi Etika Digital bagi Remaja Sekolah Menengah Pertama Melisa Arisanty; Yasir Riady; Selly Anastassia Amellia Kharis; Anton Robiansyah; Sri Sukatmi
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v4i2.3372

Abstract

The issue of digital ethics is a major problem that needs to be resolved. The challenge of implementing digital ethics amidst increasingly rapid technological developments is the main focus in various digital education and literacy activities. Digital Education and Literacy are the main keys to handling problems related to digital ethics, such as the spread of hoaxes, cyberbullying, Hatescpeech and Hatecomment, war flaming, fraud, SARA violations, distribution of content containing violence and pornography and so on. Therefore, community service activities regarding digital ethics education for junior high school teenagers at SMP PGRI 1 Ciputat can have the opportunity to increase teenagers' awareness of implementing digital ethics when utilizing various digital media platforms. The focus of this community service activity is teenagers, especially junior high school (SMP) teenagers, because it is considered the initial phase in the formation of identity and self. The formation of behavior as an adult also depends on what kind of moral education was given as a teenager. Based on the evaluation, this educational activity about digital ethics is very useful and able to increase awareness among teenagers, especially at SMP PGRI 1 Ciputat, about the importance of applying digital ethics in their daily activities when accessing digital media.