Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KARAKTERISTIK RESPONDEN RHEUMATOID ARTHRITIS PRE TREATMENT GINGER OIL (Zingiber Officinale Rosc) DAN TERAPI RESISTED ACTIVE MOVEMENT Muliyani Muliyani; Nazhipah Isnani; Enny Fauziah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v3i2.589

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) is the most common autoimmune inflammatory arthritis in adults. Pharmacological treatment is quite effective to overcome it, but in some cases, especially in elderly RA sufferers, pharmacological treatment such as non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), corticosteroids and DMARD (Disease Modifying Antirheumatic Drugs) have an impact on drug side effects, namely gastrointestinal disorders that cause toxic effects on liver and kidney. The developed natural medicine treatment has been supported by several previous studies that provide anti-inflammatory benefits, namely, ginger (Zingiber Officinale Rosc.). Ginger (Zingiber Officinale Rosc.) The method used is descriptive. The purpose of this study was to determine the characteristics of respondents who suffer from rheumathoid arthritic therapy with essential ginger oil and resisted active movement. The results of the study showed that as many as 20 respondents who suffered from rheumatoid arthritis, based on their characteristics, the most were female, namely 16 people (80%, ages 60-75 years, as many as 15 people (75%), the most part of the joints experiencing rheumathoid arthritis. occurred in the knee as many as 9 people (45%), work history, at most not working as many as 8 people (40%), history of injury, there were most injuries as many as 12 people (60%)
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA (COST-EFFECTIVENESS) PENGGUNAAN ANTIDIABETES ORAL KOMBINASI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Nazhipah Isnani; Muliyani Muliyani; Muhammad Zaini; Muhammad Arif Riyadi
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v4i1.683

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik, dimana penderita tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi hiperglikemi. Terapi DM harus dilakukan sepanjang hidup pasien maka perlu dilakukan analisis efektivitas biaya untuk membantu dalam pengambilan keputusan pemilihan obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi kombinasi antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus tipe II rawat jalan di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian non – ekperimental dengan rancangan deskriptif menggunakan data kualitatif dan desain pendekatan retrospektif. Data yang diambil untuk analisis efektivitas biaya adalah data eketivitas terapi antidiabetik oral dan biaya medik langsung. Hasil dari penelitian ini biaya medik selama 1 bulan terapi yang terkecil adalah kombinasi Glimepiride dan Metformin yaitu ±Rp 125.200,00 dan yang paling terbesar adalah kombinasi Glimepiride dan Pioglitazone yaitu ±Rp345.850,00. Nilai ACER terkecil adalah kombinasi Glimepirid dan Metformin yaitu ±Rp 1.252,00 dan yang paling terbesar adalah kombinasi Glimepiride dan Acarbose yaitu ±Rp 7.737,47. Kesimpulan dari penelitian ini kombinasi antidiabetik oral yang paling cost effectiveness adalah kombinasi Metformin dan Glimepiride dengan Nilai ACER terkecil yaitu ±Rp 1.252,00.
GAMBARAN PENGGUNAAN SWAMEDIKASI OBAT SISTEM PENCERNAAN DI APOTEK FORMULA BANJARMASIN Muliyani Muliyani; Nazhipah Isnani; Nur Aulya Aulya
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v4i2.832

Abstract

Self-medicating is the use of medication by a person for self-medication that is done based on the diagnosis of his own symptoms without consulting a doctor or treatment done without a doctor's prescription. Self-medicating tends to increase among the public to overcome symptoms or diseases that are considered mild, South Kalimantan Province has self-medicating with the highest percentage of 85.26% or ranked first in Indonesia in 2020. This study aims to find out the drugs that are often diswamedikasi to treat symptoms or diseases of gastritis, diarrhea, and constipation at Apotek Fomula Banjarmasin. The type of research conducted is descriptive retrospective non-analytical with purposive sampling techniques using secondary data. Based on the results of the study obtained self-medicating gastritis drugs are most commonly used is Promag tablet (31.79%), self-medicating diarrhea drugs that are often used is New Diatab (44%), self-medicating constipation drugs that are often used is Dulcolax tablets (52%).
EVALUASI TOKSISITAS HEMATOLOGI AKIBAT PENGGUNAAN 6-MERKAPTOPURIN DALAM FASE PEMELIHARAAN PADA PASIEN PEDIATRI KANKER LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RS KANKER DHARMAIS JAKARTA Nazhipah Isnani; Dyah Aryani Perwitasari; Rizka Andalusia; Haridini Intan Mahdi
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.82 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1401

Abstract

Merkaptopurin merupakan obat kemoterapi yang digunakan pada fase konsolidasi dan pemeliharaan pada pasien pediatri kanker leukimia limfoblastik akut (LLA). Merkaptopurin diduga memiliki hubungan erat dengan terjadinya toksisitas pada hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karatekristik pasien, angka kejadian, derajat keparahan dan penatalaksanaan toksisitas serta faktor risiko yang mempengaruhi  terjadinya  toksisitas  hematologi  penggunaan  6-MP  dalam  fase pemeliharaan pada pasien pediatri kanker LLA di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian  ini  dilakukan  dengan  desain  observasional  cross  sectional  dengan mengambil  data  pasien  secara  retrokspetif  dan  prospektif, dengan  subyek penelitian adalah pasien  kanker LLA anak yang berobat di RS Kanker Dharmais Jakarta  dari  tahun 2013 sampai dengan  periode  Maret-April  2014  yang  sedang dalam  fase  pemeliharaan.  Subyek  yang  memenuhi  kriteria  inklusi  adalah 23 pasien.  Pengumpulan  data dilakukan  dengan  melihat  rekam medik  untuk mendapatkan  data  identitas  pasien  dan  data  hematologi.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa  pasien  laki-laki  lebih  banyak  daripada  pasien  perempuan, dengan  usia  paling  banyak  berusia <  10  tahun,  dan  berstatus  gizi  normal  serta paling banyak  dengan  klasifikasi  LLA resiko  tinggi.  Angka  kejadian  toksisitas hematologi anemia paling banyak terjadi sebesar 95,66%. Derajat keparahan pada toksisitas  hematologi  paling  banyak terjadi  pada derajat  1.  Berdasarkan  faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya toksisitas diperoleh bahwa klasifikasi LLA berpengaruh  terhadap terjadinya  leukopenia  [RR=0,289;  interval  kepercayaan 95%:  0,079-1,051].  Penatalaksanaan toksisitas  dilakukan  jika  pasien mengalami anemia dan trombositopenia.
STUDI FARMAKOVIGILANS OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Nazhipah Isnani; Muliyani Muliyani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.404 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.180

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan diabetes melitus yang paling banyak di Indonesia. Penyakit DM tipe II disebabkan resistensi insulin. Penggunaan obat DM menyebabkan terjadinya adverse drug reaction (ADR) sehingga perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat melalui studi farmakovigilans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan mengetahui persentase angka kejadian ADR pada pasien rawat jalan DM tipe II di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien rawat jalan DM tipe II di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin yang telah menderita DM tipe II selama ≥ 6 bulan dan mendapat obat antidiabetes tunggal maupun kombinasi. Sampel yang digunakan sebanyak 95 sampel. Pengumpulan data melalui rekam medis pasien dan algaroritma naranjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 51 – 60 tahun paling banyak menderita DM yaitu 42,1%, jenis kelamin perempuan sebesar 55,6%. Angka kejadian ADR dengan total skor 1 – 4 kategori “cukup mungkin” memiliki nilai persentase yang paling besar yaitu 31,57% dan penggunaan obat kombinasi yang paling banyak menghasilkan ADR yaitu sebesar 22,1% untuk kategori cukup mungkin.
PROFIL PENGGUNAAN VITAMIN DAN SUPLEMEN PADA PASIEN COVID-19 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III BANJARMASIN PADA TAHUN 2020 Muliyani Muliyani; Muhammad Zaini; Nazhipah Isnani; Maulida Rahmah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.926

Abstract

This study is conducted to determine the characteristics of covid-19 patients and the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized covid-19 patients during the pandemic at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin. The purpose of this study is determine the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized Covid-19 patients at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin in 2020. The source of data in this study is secondary data taken from the results of medical records in 2020. The results of the research conducted were that the percentage of male patients infected with Covid- 19 was more than 69 people (71%) and the age group above 30 years was 76 people (78.35%). While the occupation is the police with a total of 48 people (49%). While the percentage of use of vitamins and supplements in Covid-19 patients hospitalized at Bhayankara Hospital Banjarmasin in 2020 is Vitamin D (61%), and Vitamin C (39%). As for supplements, namely Curcuma (63%), Becom C (26%), Imboost Force syrup (4%), Hepa-Q (2%), Cibexon syrup (1%), Becom zet (2%), Curvit (2 %) and Curbexon syrup (1%), in 97 samples.
Pengaruh Karakteristik Pasien Dengan Terjadinya Adverse Drug Reaction (ADR) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rsud Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Nazhipah Isnani; Muliyani Muliyani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v4i1.16

Abstract

gejala metabolik yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan glukosa darah akibat rusaknya sekresi insulin atau resistensi terhadap insulin atau keduanya. Di Indonesia, jumlah penyandang DM semakin tahun juga semakin menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. Pada tahun 2000, jumlah penderita DM di Indonesia sebanyak 8,4 juta jiwa dan diperkirakan akan mencapai angka 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 nanti. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 pada pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dan untuk mengetahui karakteristik pasien yang mempengaruhi kejadian ADR pada pasien rawat inap yang menggunakan obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 18 orang ( 90%) sedangkan usia ?55 tahun paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 11 orang (55%). Berdasarkan analisis karakteristik pasien terhadap terjadinya ADR terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada jenis kelamin yaitu sebesar 0,008. Hal ini berarti bahwa jenis kelamin mempengaruhi terjadinya ADR.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI FARMASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT TK.III DR. R. SOEHARSONO Nazhipah Isnani; Muliyani Muliyani; Muhammad Zaini; Putri Sheila Wardhani
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i2.920

Abstract

Diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia and disturbances of carbohydrate, fat and protein metabolism associated with absolute or relative deficiency of insulin action and/or secretion. The purpose of this study was to determine the characteristics of type 2 DM patients and whether there were DRPs (Drug Related Problems) using antidiabetic drugs in patients with Type 2 Diabetes Mellitus at the Inpatient Pharmacy Installation of Tk.III Hospital Dr. R. Soeharsono period 2019-2020. This research is a non-experimental research with a descriptive research design with a retrospective approach. The sampling technique used was total sampling with a sample of 42 patients taken from the medical records of type 2 DM patients who received antidiabetic drugs at the Inpatient Pharmacy Installation of Tk.III Hospital Dr. R. Soeharsono Banjarmasin. From the results of this study, type 2 diabetes was mostly experienced by women, 25 patients (60%) with an age range of 41-60 years (62%), with the most diabetes complications being hypertension (59.5%). The results of the study of 42 patients studied, there were 22 patients (52.3%) who experienced DRPs by category in a row, namely drug interactions (33.3%), drugs without indications (14%), indications without drugs (4 ,7%), wrong drug (2.4%), under dos
PROFIL PENGGUNAAN VITAMIN DAN SUPLEMEN PADA PASIEN COVID-19 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III BANJARMASIN PADA TAHUN 2020 Muliyani Muliyani; Muhammad Zaini; Nazhipah Isnani; Maulida Rahmah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.926

Abstract

This study is conducted to determine the characteristics of covid-19 patients and the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized covid-19 patients during the pandemic at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin. The purpose of this study is determine the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized Covid-19 patients at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin in 2020. The source of data in this study is secondary data taken from the results of medical records in 2020. The results of the research conducted were that the percentage of male patients infected with Covid- 19 was more than 69 people (71%) and the age group above 30 years was 76 people (78.35%). While the occupation is the police with a total of 48 people (49%). While the percentage of use of vitamins and supplements in Covid-19 patients hospitalized at Bhayankara Hospital Banjarmasin in 2020 is Vitamin D (61%), and Vitamin C (39%). As for supplements, namely Curcuma (63%), Becom C (26%), Imboost Force syrup (4%), Hepa-Q (2%), Cibexon syrup (1%), Becom zet (2%), Curvit (2 %) and Curbexon syrup (1%), in 97 samples.
PATTERN OF PATIENTS PRESENTING TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN OUTPATIENT PHARMACEUTICAL INSTALLATIONS TK.III HOSPITAL DR. R. SOEHARSONO BANJARMASIN Nazhipah Isnani
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v5i1.100

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadargula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau/gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Terapi pengobatan pada pasien diabetes mellitus menggunakan antidiabetika oral dan atau/insulin untuk menurunkan kadar gula darah mencapai normal. Pola Peresepan Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pola peresepan DM di instalasi farmasi rawat jalan rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada pasien dengan diagnosis DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Tk. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin periode Januari–Desember 2020 dengan penulusuran retrospektif yang diambil dari data rekam medik pasien. Golongan obat terbanyak yang diberikan kepada pasien adalah biguanid (Metformin 47%). Jenis terapi yang sering digunakan adalah kombinasi 2 macam obat oral antidiabetes (30%) dengan obat kombinasi Metformin + Acarbose+ Glimipirid (68%).
Co-Authors Agustina, Ni Kadek Ayu Akbar, Nabila Hadiah Amali, Dzikra Aulia Andalusia, Rizka Anna Khumaira Sari Aulia, Hilya Auralia, Najma Ayuchecaria, Noverda Buih, Putri Helena Junjung Devia Pratiwi Dewi Wulandari Dewi Wulandari Dyah Aryani Perwitasari Enny Fauziah Fitria, Raudatul Haikal Rafi Maulana Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Hayatun Izma Hema Novita Redanti Hema Novita Redanti2 Henny Maryani Hikmah, Siti Nur Humaidy, Mizan Iqlima Iqlima Ira Maya Sari Izma, Hayatun Jamil, Muhammad Muhtadin Jhudi Bonosari Soediono Khairunnisa Khoirunnisa Muslimawati Khoirunnisa Muslimawati Kumala, Dinna Fitria Liling Triyasmono Lukman Mahdi Lukman Mahdi2 Mahdi, Haridini Intan Malahayati, Siti Maulida Rahmah Maulida, Khelda Melda Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Arif Riyadi Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Muhatadin Jamil Muhammad Tahdi Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muliyani muliyani muliyani Muliyani Muliyani Muliyani Muliyani muliyani, muliyani muliyani muliyani, muliyani muliyani Nabila Hadiah Akbar Nabila Hadiah Akbar Nafi&#039;ah Nafi&#039;ah Nafi’ah, Nafi’ah Nur Aulya Aulya Popong Nur Apipah Putra, Aditya Maulana Perdana Putri Hayati Putri Sheila Wardhani Rahmatullah, Satrio Wibowo Ramadhani , Syahrizal Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S Redanti, Hema Novita Rini Audina Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rizka Andalusia Saksono, Reni Yustiati Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi2 Sandi, Dita Aulia Dwi Sandi, Dita Ayulia Dwi Sari , Anna Khumaira Setiawan, Feri Siti Malahayati Taufik Muhammad Fakih Widodo, Ridho Dwi Wirawan Adikusuma Wulandari, Ihya