Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EVALUASI TOKSISITAS HEMATOLOGI AKIBAT PENGGUNAAN 6-MERKAPTOPURIN DALAM FASE PEMELIHARAAN PADA PASIEN PEDIATRI KANKER LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RS KANKER DHARMAIS JAKARTA Isnani, Nazhipah; Perwitasari, Dyah Aryani; Andalusia, Rizka; Mahdi, Haridini Intan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1401

Abstract

Merkaptopurin merupakan obat kemoterapi yang digunakan pada fase konsolidasi dan pemeliharaan pada pasien pediatri kanker leukimia limfoblastik akut (LLA). Merkaptopurin diduga memiliki hubungan erat dengan terjadinya toksisitas pada hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karatekristik pasien, angka kejadian, derajat keparahan dan penatalaksanaan toksisitas serta faktor risiko yang mempengaruhi  terjadinya  toksisitas  hematologi  penggunaan  6-MP  dalam  fase pemeliharaan pada pasien pediatri kanker LLA di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian  ini  dilakukan  dengan  desain  observasional  cross  sectional  dengan mengambil  data  pasien  secara  retrokspetif  dan  prospektif, dengan  subyek penelitian adalah pasien  kanker LLA anak yang berobat di RS Kanker Dharmais Jakarta  dari  tahun 2013 sampai dengan  periode  Maret-April  2014  yang  sedang dalam  fase  pemeliharaan.  Subyek  yang  memenuhi  kriteria  inklusi  adalah 23 pasien.  Pengumpulan  data dilakukan  dengan  melihat  rekam medik  untuk mendapatkan  data  identitas  pasien  dan  data  hematologi.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa  pasien  laki-laki  lebih  banyak  daripada  pasien  perempuan, dengan  usia  paling  banyak  berusia <  10  tahun,  dan  berstatus  gizi  normal  serta paling banyak  dengan  klasifikasi  LLA resiko  tinggi.  Angka  kejadian  toksisitas hematologi anemia paling banyak terjadi sebesar 95,66%. Derajat keparahan pada toksisitas  hematologi  paling  banyak terjadi  pada derajat  1.  Berdasarkan  faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya toksisitas diperoleh bahwa klasifikasi LLA berpengaruh  terhadap terjadinya  leukopenia  [RR=0,289;  interval  kepercayaan 95%:  0,079-1,051].  Penatalaksanaan toksisitas  dilakukan  jika  pasien mengalami anemia dan trombositopenia.
KARAKTERISTIK ANAK PENDERITA PNEUMONIA YANG MENDAPATKAN ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2022 Jamil, Muhammad Muhtadin; Isnani, Nazhipah; Muliyani, Muliyani; Zaini, Muhammad
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v5i2.116

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah diberbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Pneumonia yang terjadi di Indonesia cenderung meningkat untuk periode prevalence pneumonia semua umur dari 2,1% tahun 2007 menjadi 2,7% tahun 2013, pneumonia yang tinggi terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun, kemudian mulai meningkat pada umur 45-54 tahun. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data secara retrospektif dengan teknik sampling yaitu total sampling. Retrospektif dilakukan berdasarkan data yang sudah lalu, merujuk pada data sekunder berupa rekam medis pasien selama dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin sampel berjumlah sebanyak 110 data rekam medis pasien pneumonia anak di instalasi rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Desember tahun 2022. Berdasarkan jenis kelamin diperoleh sebanyak 98 pasien dengan laki-laki berjumlah 57(58,16%) dan perempuan berjumlah 41(41,84%). Pneumonia anak banyak terjadi pada usia rentang 0-2 tahun yaitu sebanyak 72 (83,67%) dan pada usia 2-12 tahun sebanyak 26 (26,53%)..
GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT KORTIKOSTEROID PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD ULIN BANJARMASIN Widodo, Ridho Dwi; muliyani, muliyani; Isnani, Nazhipah; Zaini, Muhammad
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v5i2.117

Abstract

Pneumonia is mostly caused by bacterial, fungal, viral or parasitic microorganisms which cause the alveoli in the lungs to become inflamed and filled with fluid or mucus. Pneumonia occurs when parasites (pathogens) subvert or enhance the immune system, thereby causing inflammation or inflammation. in the lungs, the research method used in this study is a retrospective descriptive approach, namely an observational approach. This research was conducted at the Ulin Banjarmasin Regional Hospital, the population and samples using corticosteroids were 30 samples in 2020 - 2021 in pediatric pneumonia patients at the installation inpatient treatment at Ulin District Hospital, Banjarmasin. The variable used is a single variable, namely corticosteroid drug interactions in pediatric pneumonia patients at the Ulin Hospital Banjarmasin inpatient installation. (37%), with an age range of 0 - 5 years as many as 20 people (67%) and ages 6 - 12 years as many as 10 people (33%), the corticosteroid drug used was dexamethasone for 29 people (96.7%) and Methylprednisolone 1 prescriptions (3.3%), the incidence of drug interactions was 9 prescriptions (30%) and those that did not occur were 21 prescriptions (70%), with major levels being 0, moderate 0 and minor being 9 prescriptions (30%).
Studi Deskriptif Faktor Produk, Harga, Tempat dan Promosi pada Produk Bedak Dingin Bunga Tanjung Zaini, Muhammad; Muliyani, Muliyani; Isnani, Nazhipah; Wulandari, Ihya
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v6i1.127

Abstract

The use of bedak dingin has been passed down from generation to generation by the people of South Kalimantan. Bedak dingin made from rice as the main ingredient is believed to make the skin smooth, brighten the skin, prevent and eliminate acne. This research aims to provide an overview of the application of the marketing mix concept which includes product, price, place and promotion for bedak dingin Bunga Tanjung in South Kalimantan. The research was carried out using a descriptive method where the samples used were women aged 17 – 45 years who live in South Kalimantan and have used bedak dingin Bunga Tanjung more than once. The instrument used was a questionnaire with five Likert scales. The sample collection technique is Accidental Sampling. Based on the Cochran formula, the sample size was 100 respondents. Data analysis was carried out with the help of Microsoft Excel in the form of percentage data presented in table form. The research results show that the product variable is dominated by the product indicator offered (75%), the price variable is the affordable price indicator (87%), the place variable is an easily accessible location (60%) and product promotions placed in the window (56%).
Qualitative Analysis of COVID-19 Vaccine Reactogenicity in Banjarmasin City, South Kalimantan During the Pandemic Muliyani, Muliyani; Isnani, Nazhipah; Annisa, Rahmi; Ramadhani, Juwita
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i4.457

Abstract

The World Health Organization (WHO) officially recognized COVID-19 as a pandemic. By March 29, 2020, global cases had reached 634,835 with 33,106 fatalities. In Indonesia, there were 1,528 confirmed infections and 136 deaths. According to Indonesia's Presidential Regulation No. 99 of 2020, the government is expediting the acquisition of COVID-19 vaccines and the vaccination program to combat the pandemic. COVID-19 has spread extensively across nearly all provinces in Indonesia. The government remains committed to gradually delivering safe, high-quality, and effective vaccines. Despite these efforts, many people remain hesitant about vaccination due to concerns over side effects and vaccine safety. This study aims to qualitatively analyze the reactogenicity of COVID-19 vaccines. Using a descriptive observational qualitative design, informants were selected through purposive sampling. Reported side effects include drowsiness, injection site pain, increased appetite, fever around 38-39°C, weakness, recurrence of asthma, chest tightness, cough, and runny nose. The most common reactions observed were fever up to 39°C (18.51%) and vomiting (11.11%).
Pemberdayaan Kader dan Lansia dalam Pengelolaan Serta Pemanfaatan Toga sebagai Upaya Dalam Mengatasi Hipertensi di Desa Sungai Batang Kabupaten Banjar Isnani, Nazhipah; Triyasmono, Liling; Rizki, Muhammad Ikhwan; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Izma, Hayatun; Redanti, Hema Novita; Humaidy, Mizan; Amali, Dzikra Aulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22551

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan edukasi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam pencegahan hipertensi di Desa Sungai Batang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah interakif, diskusi, pemerian edukasi dan pelatihan pengolahan TOGA. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 87,14% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, dengan nilai p=0,0001 yang menunjukkan perbedaan siginifikan. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dalam meracik ramuan herbal antihipertensi dari TOGA. Edukasi hipertensi dan pelatihan TOGA efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam mendukung upaya promotif dan preventif pada penyakit hipertensi di Desa Sungai Batang. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence and a significant risk factor for cardiovascular disease. One preventative measure is community empowerment through education and the use of Family Medicinal Plants (TOGA). This activity aims to improve the knowledge and skills of community health workers and the elderly in preventing hypertension in Sungai Batang Village. The activity used interactive lectures, discussions, educational presentations, and TOGA processing training. Participants' knowledge was evaluated using pre- and post-tests, then analysed descriptively using quantitative data. This activity showed an increase in average participant knowledge from 87.14% in the pre-test to 100% in the post-test, with a p-value of 0.0001 indicating a significant difference. Furthermore, participants also gained skills in preparing antihypertensive herbal concoctions from TOGA. Hypertension education and TOGA training effectively improved the knowledge and skills of community health workers and the elderly in supporting promotive and preventive efforts for hypertension in Sungai Batang Village. Keywords: Hypertension, Health Education, Family Medicinal Plants, Community Empowerment