Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

BIOLOGY TEACHERS’ TPACK IN THEIR INSTRUCTIONAL PLANNING FOR ONLINE-BASED PRACTICAL WORK rifaatul muthmainnah
Indonesian Journal of Science and Education (IJOSE) Vol 5, No 2 (2021): Indonesian Journal of Science and Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijose.v5i2.4405

Abstract

The transition from face-to-face to online practical work, in response to the Covid-19 pandemic, was unprecedented. Biology teachers are expected to integrate technology, pedagogy, and content knowledge to carry out online practical work successfully. Teachers' TPACK is performed, in part, during instructional planning. Therefore, study on how biology teacher performs their TPACK during online practical work is crucial. This study investigates biology teachers' TPACK on their instructional planning in practical work during online learning. The descriptive method was used with 42 participants who join as biology teacher association in Garut city. The Data was collected through a questionnaire, instructional planning document, and online interviews. The result shows several finding. First, biology teachers have a great belief on their TPACK. This indicates sustained integration of technology in learning even after this challenging time, for example, when blended learning is in the future. Second, biology teachers' TPACK based on their instructional planning is on three-level: recognizing, accepting, and adapting. Third, several opportunities, obstacles, and suggestions have been discussed by biology teachers. It is implied that this research promotes teacher professional development program to enhance their TPACK.
Kerangka Logika dan Keterampilan Inferensi Siswa dalam Kegiatan Praktikum Klasifikasi Tumbuhan Rifaatul Muthmainnah
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an experimental study which aims to see the effect of plant classification practicum activities in improving student’s logical framework and inference skills.  The subjects of the study is junior high school students who were randomly selected. The collected data was analyzed using Z and t tests to see the significance of the average student’s score. The criteria for the significance of practicum activities are achieved if the results of the Z and t test calculations differ significantly and the average students score is ≥ 75 students, as well as the number of students who get those score is 65 students. The results showed that average students’ performance score were 78.2 and 83.1. While question score were 79.5 and 79.2. As well as the results of X and t test calculations show there were a significance in students' grades. Thus the practical activities of plant classification effectively develop the framework of logic and inference skills of students. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kegiatan praktikum klasifikasi tumbuhan dalam meningkatkan kerangka logika dan keterampilan inferensi siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Subjek penelitian adalah siswa SMP yang dipilih secara acak kelas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Z dan uji t untuk melihat signifikansi nilai rata-rata kinerja dan soal antara dua praktikum yang dilakukan. Kriteria signifikansi kegiatan praktikum tercapai jika hasil perhitungan uji Z dan uji t berbeda signifikan dan rata-rata nilai siswa ≥ 75 serta jumlah siswa yang mendapatkan nilai tersebut 65 siswa. Hasil analisis pada kedua praktikum didapatkan nilai rata-rata kinerja siswa yaitu 78,2 dan 83,1. Sedangkan hasil analisis pertanyaan pada kedua praktikum yaitu 79,5 dan 79,2. Serta hasil perhitungan uji Z dan uji t menunjukkan terdapat signifikansi nilai siswa. Dengan demikian kegiatan praktikum klasifikasi tumbuhan efektif mengembangkan kerangka logika dan keterampilan inferensi siswa. Kata kunci: kerangka logika, keterampilan inferensi, kegiatan praktikum, klasifikasi tumbuhanDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v8i3.21445
School Laboratory Management Chevi Ardiana; Lida Amalia; Rifaatul Muthmainnah; Irpan Nawawi; Dewi Hernawati
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 3 No 02 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v3i02.460

Abstract

Abstract The laboratory is a facility or place where there are scientific activities (practicum/research) to produce a scientific product (result). The existence of a lab rotaroium in schools is very necessary as a support for learning in the classroom. The main function of the laboratory is to study and prove a certain theory and to find or produce a scientific product (result). The laboratory becomes a means of practice for certain subjects that require practical activities. Based on these facts, it is necessary to manage the school laboratory. School laboratory management is needed so that the laboratory can run according to its function. The method used is an online lecture which contains an explanation of the basic concepts of laboratory management materials. The data analysis technique used is descriptive. The result of Pengabdian kepada Masayarakat is participants' understanding of how to properly manage school laboratories and their application so that laboratory management can run regularly in the school environment (SMP/MTS, SMA/MA). Abstrak Laboratorium merupakan sarana atau tempat dimana terdapat kegiatan ilmiah (praktikum/penelitian) untuk menghasilkan suatu produk (hasil) ilmiah. Keberadaan labarotaroium di sekolah sangat diperlukan sebagai penunjang pembelajaran di kelas. Fungsi utama Laboratorium adalah mempelajari dan pembuktian suatu teori tertentu serta menemukan atau menghasilkan suatu produk (hasil) ilmiah. Laboratorium menjadi sarana praktek bagi mata pelajaran tertentu yang membutuhkan kegiatan praktikum. Berdasarkan fakta tersebut maka diperlukan pengelolaan laboratorium sekolah. Pengelolaan laboratorium sekolah diperlukan agar laboratorium dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Metode yang digunakan berupa ceramah secara daring berisi penjelasan konsep – konsep dasar materi pengelolaan laboratorium dan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman peserta tentang bagaiamana mengelola laboratorium sekolah dengan benar beserta penerapannya sehingga pengelolaan laboratorium dapat berjalan secara berkala di lingkungan sekolah (SMP, SMA/MA).
Workshop Pengelolaan Sampah Domestik Sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Minim Sampah Sriwahjuningsih Sriwahjuningsih; Rifaatul Muthmainnah; Diah Ika Putri
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i3.3592

Abstract

Sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi memiliki kegunaan atau manfaat dan perlu dibuang. Sampah yang dihasilkan sebagai bagian dari aktivitas manusia telah merugikan lingkungan. Data menunjukkan bahwa sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sebagian besar berasal dari sampah domestik. Pengelolaan sampah domestik sangat efektif jika dilaksanakan sebelum masuk ke TPA. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengabdian tentang pengelolaan sampah domestik yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan minim sampah. Pengelolaan sampah dilakukan dengan menerapkan prinsip 3-ah (cegah, pilah, olah). Peserta pengabdian adalah wali murid Sekolah Dasar Kreospora Ecoschool dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Pengabdian dilakukan dengan tujuan untuk mengedukasi dan menginisiasikan gerakan minim sampah. Pengabdian dilaksanakan melalui metode ceramah dan responsi. Peserta mendapatkan edukasi melalui Zoom Meeting kemudian setelahnya diberi penugasan (responsi) melalui WhatsApp Group untuk mendampingi praktik pengelolaan sampah domestik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Likert. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya dan cara mengelola sampah domestik serta peserta dapat mengaplikasikan prinsip 3-ah (cegah, pilah, olah) tersebut.
Promoting College Student’s Twenty-First Century Skills through a STEM Learning Project Rifaatul Muthmainnah; Diah Ika Putri; Wina Fitriyani
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a need to prepare college students with non-cognitive or 21st Century skills to prepare them for successful college and future careers. As the number of applied STEM in Indonesian education increases, research is needed to understand how STEM learning projects promote student 21st Century skills. This study used a case study and mixed-methods conversion design to convert qualitative data into quantitative data by applying pre-established rubrics. This study provides evidence that STEM learning projects are beneficial to promote students' 21st Century skills, which are: (a) knowledge construction, (b) real-world problem solving, (c) skilled communication, (d) collaboration, and (e) self-regulation. The result shows that students demonstrate the highest grade on collaboration and the lowest on knowledge construction. Although most of the student work introduced multiple 21st Century skills and the overall scores were satisfactory, student knowledge construction still needs improvement. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v11.i1.27046
Exploring Students’ Academic Emotions Through a Conservation Education Program Leni Sri Mulyani; Rifaatul Muthmainnah; Asep Rohayat; Wina Fitriyani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.3990

Abstract

Research and practice in educational settings should consider exploring the rich diversity of emotions experienced by students outside classroom settings, including nature clubs, as a conservation education program. This study aimed to conduct an exploratory case study to explore students' academic emotions during conservation education programs. The case study was carried out for four weeks to determine what can be learned from a single case about the students’ emotional aspects of the conservation education program in the Nature Club. Data collection is conducted through observation, interview, and collection of documents at the end of every activity. The data consisted of field notes and videotapes from observation, interview transcripts, and student emotions diary (SED). The research participant was 21 elementary students aged 9 to 11 who joined the Nature Club conducted by the Little Fire Pace (LFP) Community as one of their conservation education programs. The result shows that conservation content which is also part of science, can be learned and stimulate the emergence of students' academic emotions, both positive and negative. The dominant emotion in nature club activities is the happy emotion, and the slightest emotion arising from this activity is disgust. Then the results of student interest in all activities were more remarkable than boredom. Finally, suggestions are made on implications for teacher or pre-service teacher education for conservation or science education.    
Persepsi Siswa dan Guru terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Biologi Desri Mulyati; Leni Sri Mulyani; Rifaatul Muthmainnah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i2.354

Abstract

Pada tahun 2020 pendidikan mengalami banyak perubahan dikarenakan efek dari pandemi Covid-19. Kurikulum merdeka mengedepankan konsep “Merdeka Belajar” bagi siswa yang dirancang untuk membantu pemulihan krisis pembelajaran yang terjadi akibat adanya pandemi Covid-19. Diperlukan sebuah penelitian untuk menggali pandangan siswa dan guru terhadap kurikulum merdeka tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka di MAN 1 Garut serta persepsi siswa dan guru terhadap implementasi kurikulum merdeka dalam mata pelajaran biologi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proporsional Random Sampling. Subjek penelitian adalah 3 guru biologi dan 178 siswa yang diambil sebagai sampel. Persepsi siswa dan guru biologi dilihat dari 3 indikator yaitu penerimaan, pemahaman dan penilaian. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dan guru biologi kelas X MAN 1 Garut sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka dan 3 indikator pada kategori baik.
Kebermaknaan dan Efektivitas Kegiatan Praktikum Biologi: Sebuah Studi Kasus Rifaatul Muthmainnah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v2i1.404

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari kebermaknaan dan efektivitas kegiatan praktikum biologi di salah satu SMA kota Bandung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif, melalui pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan praktikum yang telah dilaksanakan menunjukkan kebermaknaan bagi siswa, mulai dari timbulnya aspek fun learning, menguatkan pengetahuan siswa sebelumnya, serta melatihkan berbagai keterampilan psikomotor. Efektivitas pelaksanaan kegiatan praktikum sudah muncul, terlihat dari adanya kesesuaian langkah kerja dengan LKS serta kesesuaian tujuan praktikum dengan pengetahuan yang didapatkan siswa. Temuan studi menemukan beberapa faktor yang dapat mengurangi efektivitas dan kebermaknaan praktikum yang dilaksanakan. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengorganisir kegiatan praktikum yang lebih baik dan lebih efektif agar mengantarkan siswa mencapai kerbermaknaan belajara melalui kegiatan praktikum.
Profil Habits Of Mind Mahasiswa Biologi Dalam Perkuliahan Teknik Laboratorium Rifaatul Muthmainnah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v1i2.1752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil habits of mind mahasiswabiologi dalam perkuliahan teknik laboratorium. Metode penelitian yang digunakanadalah penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada mahasiswa yangmengontrak mata kuliah teknik laboratorium sebanyak 23 mahasiswa denganmenggunakan instrumen berupa rubrik yang diadaptasi dari 16 kategori habits ofMind’s Costa and Kallick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rerata skormenunjukkan bahwa habits of mind mahasiswa berada pada tingkat sedang. Adadua skor kategori yang berada pada tingkat rendah yaitu metacognition danapplying past knowledge to new situation. Hasil penelitian ini data menjadi dataawal untuk melakukan penelitian selanjutnya.
ANALYSIS OF TEACHER NEEDS ON INTERACTIVE LEARNING MEDIA FOR DISTANCE LEARNING Siti Nurkamilah; Rifaatul Muthmainnah
Akademika Vol 11 No 01 (2022): Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Akademika : Jurnal Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/akademika.v11i01.1817

Abstract

This research aims to find out the need for teachers to interactive learning media for distance learning. This research is qualitative research using descriptive methods. The research subjects involved were biology teachers of High School and Madrasah Aliyah in Garut Regency. The results of this study show that students' initial understanding of biological materials is needed, then interactive learning media is needed in the distance learning process. The needs of content or materials in interactive learning media must be following the core competencies and basic competencies that exist in the school. The purpose of learning and material can be presented briefly and clearly. In addition, there needs to be an evaluation process at the end of interactive media in the form of multiple choices. For aspects of visual communication, bright colors are needed that do not mess with the look and provide comfort for students that are accompanied by animations, audio, images, appropriate typefaces, and accompanied by distinctive icons that can help students remember the material delivered. The media used in distance learning needs to be distinguished from the medium of learning directly so that students can easily understand the material presented in addition to the teacher can easily monitor the cognitive development of students. The perception of most teachers regarding the right interactive learning media used in the distance learning process is to use android and be easy to operate.