Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Penyakit Periodontal pada Masa Kehamilan dan Perawatannya Slat, Gabriela C.; Khoman, Johanna A.; Bernadus, Janno B. B.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34900

Abstract

Abstract: Hormonal changes occur during pregnancy and affect the response of periodontal tissue to local factors, therefore, the risk of periodontal disease increases. Dentists have to know the treatment options that can be given to pregnant patients with periodontal disease especially the current treatments. This study was aimed to summarize the triggering factors that could worsen and the current treatment of periodontal disease during pregnancy. This was a literature review study using databases of Google scholar, Pubmed, and Science direct. After selection, there were 10 literatures; seven literatures discussed about the worsening factors of periodontal disease during pregnancy and three literatures discussed about the current treatment. The results showed several factors that could worsen periodontal disease during pregnancy, as follows: plaque, gestational age, caries, maternal age, education level, knowledge, oral hygiene behavior, treatment costs, frequency and time of tooth brushing, socio-economic status, occupation, irregular arrangement of teeth, and tobacco use. Current treatments of periodontal disease during pregnancy included the consumption of Lactobacillus reuteri-containing lozenges for preg-nancy gingivitis, a water-cooled Nd: YAG (neodymium-doped yttrium aluminum garnet) pulsed laser, and transarterial embolisation for pregnancy pyogenic granuloma. In conclusion, periodontal treatment can improve periodontal status, therefore, pregnant woman with periodontal disease need to be treated.Keywords: pregnancy; periodontal disease; worsening factors; recent treatment  Abstrak: Selama kehamilan terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi respons jaringan periodontal terhadap faktor lokal sehingga risiko terjadinya penyakit periodontal semakin besar. Dokter gigi perlu mengetahui pilihan perawatan yang dapat diberikan kepada pasien hamil dengan penyakit periodontal khususnya perawatan terkini. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum faktor-faktor yang dapat memperburuk dan perawatan terkini penyakit periodontal pada masa kehamilan. Jenis penelitian ini ialah suatu literature review menggunakan tiga database yaitu Google cendekia, Pubmed dan Science direct. Setelah melalui tahapan seleksi studi, didapatkan 10 literatur; tujuh literatur mengenai faktor-faktor yang dapat memperburuk penyakit periodontal pada masa kehamilan dan tiga literatur lainnya membahas perawatan terkini. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat memperburuk penyakit periodontal pada masa kehamilan yakni: plak, usia kehamilan, karies, usia ibu hamil, tingkat pendidikan, pengetahuan, perilaku kebersihan gigi dan mulut, biaya perawatan, frekuensi dan waktu menyikat gigi, status sosial-ekonomi, pekerjaan, susunan gigi yang tidak beraturan, dan penggunaan tembakau. Perawatan terkini penyakit periodontal pada masa kehamilan dapat berupa konsumsi tablet hisap yang mengandung Lactobacillus reuteri untuk gingivitis kehamilan, laser berdenyut Nd: YAG (neodymium-doped yttrium aluminium garnet) berpendingin air, dan embolisasi transarterial untuk granuloma piogenik kehamilan. Simpulan penelitian ini ialah perawatan periodontal dapat memperbaiki status periodontal sehingga wanita hamil dengan penyakit periodontal perlu menerima perawatan.Kata kunci: penyakit periodontal; kehamilan; faktor yang memperburuk; perawatan terkini
Hubungan Perilaku Menyikat Gigi dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori Wowor, Vonny N. S.; Bernadus, Janno B. B.; Lumbangaol, Grace M. P.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.55681

Abstract

Abstract: Dental caries is still a significant health problem among school-age children 6 – 12 years in Southeast Asian countries. Tooth brushing behavior plays an important role in oral and dental health status. This study aimed to evaluate the relationship between tooth brushing behavior and the incidence of dental caries among school-age children at Desa Wori. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Samples of 153 students were selected using the stratified proportionate random sampling technique. We used questionnaire to evaluate the tooth brushing behavior which had been tested for validity and reliability, meanwhile the examination of dental caries was performed using the International Caries Detection and Assessment System (ICDAS). The results showed that 24 students brushed their teeth correctly and did not have dental caries, while 52 students brushed their teeth correctly but had dental caries. Moreover, 10 students had poor brushing behavior but had no dental caries, meanwhile 67 students had poor behavior and had dental caries. The chi-square test obtained a p-value of 0.006 (p≤0.05). In conclusion there is a significant relationship between tooth brushing behavior and the incidence of dental caries among school-age children at Desa Wori. Keywords: tooth brushing behavior; dental caries; school-age children   Abstrak: Karies gigi masih merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada anak usia sekolah 6–12 tahun di negara-negara Asia Tenggara. Perilaku menyikat gigi memegang peranan penting dalam status kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku menyikat gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Partisipan sebanyak 153 siswa dipilih dengan menggunakan teknik stratified proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan untuk perilaku menyikat gigi ialah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta pemeriksaan karies gigi menggunakan International Caries Detection and Assessment System (ICDAS). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 24 siswa memiliki perilaku menyikat gigi yang baik dan tidak ada karies gigi, sedangkan 52 siswa memiliki perilaku menyikat gigi dengan baik tetapi ada karies gigi. Kemudian ditemukan 10 siswa memiliki perilaku menyikat gigi yang kurang baik dan tidak ada karies gigi, sedangkan 67 siswa memiliki perilaku kurang baik dan ada karies gigi. Uji chi-square mendapatkan nilai p=0,006 (p≤ 0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Kata kunci: perilaku menyikat gigi; kejadian karies gigi; anak usia sekolah