Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Indonesia Berdaya

Mendidik Generasi melalui Membaca Ekstensif: Sebuah Program Peningkatan Literasi di Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo Rachma Rizqina Mardhotillah; Afib Rulyansah; Jauharotur Rihlah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Rohmatun Nashirin
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023380

Abstract

Kepala desa Kecamatan Bantaran meminta bantuan tim pengabdian setelah mengetahui bahwa kemampuan membaca warga kecamatan tersebut rendah. Kepala desa meminta bimbingan, pelatihan, dan insentif untuk membantu warga masyarakat mengembangkan kecintaan membaca. Selain itu, pembaca masa depan bangsa dapat mengembangkan kecintaan membaca sepanjang hayat sebagai bagian dari tradisi budaya yang dinamis. Inilah sebabnya mengapa strategi membaca ekstensif, serta teknik dan metode lainnya, dibahas dan disajikan untuk pelatihan dalam latihan ini. Teknik yang menggabungkan titik awal yang ringan. Oleh karena itu, diharapkan hal ini akan mendorong anak-anak untuk mengambil buku dan membaca. Segala sesuatu yang berhubungan dengan literasi tampaknya berjalan tanpa hambatan. Buktinya dapat ditemukan dalam keinginan peserta untuk terlibat dalam debat, pertama dengan mengajukan pertanyaan dan dengan berbagi pengalaman mereka sendiri, dan kemudian dengan beralih ke kegiatan membaca yang seharusnya dilakukan oleh perpustakaan keliling itu sendiri. Ketertarikan siswa SD terhadap buku bacaan yang diberikan oleh perpustakaan keliling merupakan salah satu indikator keberhasilannya.
Pelaksanaan Kegiatan Training Desain Pembelajaran Inovatif di Masa Pandemi COVID-19 Jauharotur Rihlah; Afib Rulyansah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Asyita Al-Mufidah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023381

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung di Kecamatan Krucil untuk membekali para pendidik sekolah dasar di Kecamatan Krucil dengan pengetahuan tentang pendekatan pendidikan yang efektif dan modern. Saat menerapkan ini, mana dari berikut ini yang merupakan pelatihan (workshop). Tanggalnya 13-18 Desember 2021, dan lokasinya di SD Tambelang I di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 40 orang, termasuk perwakilan guru dari masing-masing SD di Kecamatan Krucil, dengan ketentuan akan hadir di setiap lokasi pelaksanaan sebanyak 20 orang. Kerja Relawan yang Melibatkan Metode Kreatif Untuk Pendidikan Pandemi Covid-19 memberikan kesempatan unik untuk pendidikan dan pertumbuhan bagi semua yang ambil bagian. Ketiga hal tersebut merupakan hasil dari proyek ini, dan dimaksudkan untuk digunakan dalam mengajar dan dibagikan kepada rekan-rekan sehingga dapat membantu siswa dengan memberikan pelajaran yang menarik dan kreatif kepada mereka meskipun penyebaran virus Covid-19 meluas.
Application of 21st Century Learning Theory to the Improvement of Elementary School Teachers' Pedagogical and Professional Competence: A Guide for Educators Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Jauharotur Rihlah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rifka Putri Wardhani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023377

Abstract

Melalui Pada saat ini, abad kedua puluh satu diakui secara universal juga sebagai era pengetahuan, yang berfungsi sebagai landasan dalam banyak aspek kehidupan roda hamster berkat kemudahan ketersediaan informasi 24/7 dan peningkatan komunikasi langsung dan tidak langsung antara orang di seluruh dunia. Keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 tidak hanya menuntut penguasaan mata pelajaran tetapi juga pengembangan kepemimpinan, tanggung jawab, pemecahan masalah, pemikiran analitis, fleksibilitas, kompetensi interpersonal dan lintas budaya, inisiatif, dan individualisme di dalam kelas. Kegiatan PKM ini membantu menjembatani kesenjangan kemampuan guru untuk (1) berpikir kritis, (2) memecahkan masalah, (3) bekerja sama secara efektif, (4) kreatif dan inovatif, dan (5) melek media dengan cara yang teknologi informasi dan komunikasi modern digunakan. Guru, yang berada di parit dengan siswa setiap hari, harus mampu menyesuaikan metode mereka untuk memenuhi tantangan kelas abad kedua puluh satu.
Elementary School Teachers Received Training on Using Google Forms for Assessing Students' Learning During the Covid-19 Pandemic Afib Rulyansah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Jauharotur Rihlah; Surnia Maulidah Azzahra
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023378

Abstract

As a result of the spread of the COVID-19 virus, traditional classroom instruction has had to be replaced by online, asynchronous distance learning. The evaluation of students' progress is one area that has room for improvement. Teachers can use a wide variety of programs to administer online learning evaluations. The Google form is frequently utilized as an online evaluation tool. There have been many successful online assessments conducted using Google Forms, including blind evaluation exercises, assessments of lecturer effectiveness, and assessments of alternative pedagogical approaches. Training is conducted via the online meeting tool Zoom, and participants are given assignments to complete as part of the process. Elementary school educators are the target audience for this workshop. There were 10 educators from SDN Tegalrejo in the Dringu District of the Probolinggo Regency who participated in this training. There are three phases to this training: pre-training, training, and post-training evaluation and adjustment. The training's outcomes, beginning with the identity page and continuing through question entry, answer key entry, and scoring, are generally consistent with the training's tutorials. The majority of those polled (95%) found the training to be beneficial. The majority of respondents agreed or strongly agreed that the training provided was beneficial and appropriate for their needs during their time spent learning online.
Pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah Dasar: Sebuah Experiential Learning sebagai Upaya Mewujudkan Potensi Pembelajaran Aktif Rizqi Putri Nourma Budiarti; Afib Rulyansah; Jauharotur Rihlah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Yusril Izza Nurfaiza
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023379

Abstract

Pelatihan pembelajaran aktif yang didasarkan pada model experiential learning mutlak diperlukan untuk berhasil menerapkan pembelajaran aktif di sekolah dasar. Pembelajaran aktif di kelas adalah sesuatu yang seharusnya dapat digunakan peserta setelah pengalaman ini, menggunakan makna sentral yang mereka pelajari dengan cara yang unik bagi kreativitas mereka sendiri (eksperimen aktif). Kami diberi pelatihan untuk memulai, dan kemudian kami diberi dukungan untuk membuat kami terus melanjutkan. Analisis tes pembelajaran mesin yang baik dan perbandingan skor sebelum dan sesudah tes memungkinkan kita untuk menyimpulkan bahwa pelatihan pembelajaran aktif dengan penekanan pada model pembelajaran aktif berguna untuk meningkatkan pengajaran yang efektif di sekolah dasar. Temuan ini dapat didukung oleh fakta bahwa tes dilakukan. Fasilitator menawarkan pendampingan kepada pendidik selama tahap evaluasi dan tindak lanjut agar pembelajaran aktif dapat diterapkan secara efektif di dalam kelas. Guru yang telah menerima laporan mentoring merasa lebih percaya diri menggunakan strategi langsung yang menarik yang mendorong partisipasi siswa.
Pendampingan Guru Dalam Pengelolaan Kelas Untuk Proses Pembelajaran pada Anak Usia Dini Destita Shari; Jauharotur Rihlah; Andini Hardiningrum; Mujad Didien Afandi; Djuwari Djuwari; Afib Rulyansyah
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024641

Abstract

Pendampingan guru dalam pengelolaan kelas diperlukan untuk menciptakan kondiri belajar yang optimal khususnya untuk anak usia dini.  Guru perlu terampil dalam mengelola dalam proses belajar mengajar seperti tujuan pembelajaran yang jelas, menguasai materi, metode pembelajaran yang digunakan tepat, penggunaan sarana, evaluasi dalam pembelajaran. Pendampingan ini untuk mendukung guru untuk memperbaiki proses pengelolaan kelas yang dilaksanakan. Fasilitator memberikan pendampingan pada guru dengan bertahap dengan memberikan wawasan, evaluasi dan tindak lanjut agar proses pembelajaran pada anak usia dini dapat diterapkan secara efektif di kelas. Abstract: Teacher assistance in classroom management is needed to create optimal learning conditions, especially for young children. Teachers need to be skilled in managing the teaching and learning process, such as clear learning objectives, mastering the material, appropriate learning methods used, use of facilities, evaluation in learning. This assistance is to support teachers to improve the classroom management processes implemented. The facilitator provides assistance to teachers in stages by providing insight, evaluation and follow-up so that the learning process in early childhood can be implemented effectively in the classroom.
Seminar Parenting Tentang Keterlibatan Ayah Dalam Mengasuh Anak Usia Dini Andini Hardiningrum; Destita Shari; Jauharotur Rihlah; Afib Rulyansah
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024635

Abstract

Kehadiran kedua orangtua dalam hidup anak usia dini adalah hal yang sangat penting dalam tumbuh kembangnya. Kehadiran kedua orangtua yang lengkap akan membuat aspek perkembangan anak akan terstimulasi dengan optimal. Idealnya ayah dan ibu dapat bekerjasama mengasuh anak. Mereka dapat melakukan pembagian peran yang sama. Masyarakat Indonesia sejatinya sudah melakukan pembagian peran antara keterlibatan ayah dan ibu Meskipun pembagian peran dan keterlibatan sudah dibagi namun masih dinilai keterlibatan ayah sangat minim. Para ayah masih beranggapan bahwa tugas utama mereka adalah bekerja lalu mengabaikan peran ayah dalam optimalisasi aspek perkembangan anak. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait memaksimalkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sehingga aspek perkembangan anak usia dini dapat berkembang optimal dan memberikan strategi pada ayah-ayah di luar sana bagaimana terlibat dalam mengasuh anak meskipun sibuk bekerja. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pengetahuan melalui seminar dan memberikan pendampingan lanjutan pada ayah untuk memaksimalkan keterlibatan dalam pengasuhan dengan membuat pembagian peran sampai pada monitoring dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan ayah tentang peran keterlibatan dalam pengasuhan anak dan dapat membagi waktu antara bekerja dan mengasuh anak. Bahkan ada yang membuat jadwal rutin setiap hari antara ayah dan anak. Anak menjadi lebih ceria dan kemampuan sosial emosi, kognitif dan afektif meningkat baik. Aspek kognitif dalam hal ini yaitu pengharapan, kecemasan, keyakinan diri, dan perencanaan akan masa depan, sedangkan aspek afektif yang dimaksud adalah komitmen dan perasaan cinta, kasih sayang, serta pengorbanan kepada anak yang diasuh. cinta ayah memberikan motivasi kepada anak untuk lebih menghargai nilai-nilai dan tanggung jawab (Wahyuningrum 2011). Kesimpulannya adalah keterlibatan ayah dlam pengasuhan anak usia dini sangat diperlukan untuk menambah kemampuan kognitif, afektif dan sosial anak. Ayah yang berperan aktif dalam pengasuhan memiliki kedekatan yang kuat dengan anak sehingga membuat anak lebih peka terhadap emosi dan lingkungan. Saran untuk para ayah di seluruh bagian dunia ini untuk lebih memahami bahwa peran pengasuhan anak adalah tanggungjawab ayah dan ibu sehingga pembagian peran dengan baik dan adil akan sangat membantu anak dalam memaknai peran anggota keluarga. Abstract: The presence of both parents in a child's life at an early age is very important in their growth and development. The complete presence of both parents will ensure that aspects of the child's development will be optimally stimulated. Ideally, father and mother can work together to care for children. They can share the same roles. Indonesian society has actually divided roles between the involvement of fathers and mothers. Even though the division of roles and involvement has been divided, it is still considered that father involvement is very minimal. Fathers still think that their main task is to work and then ignore the role of fathers in optimizing aspects of their children's development. The aim of this service is to provide knowledge related to maximizing fathers' involvement in childcare so that aspects of early childhood development can develop optimally and to provide strategies to fathers out there on how to be involved in caring for children even though they are busy working. The method used in this service is to provide knowledge through seminars and provide further assistance to fathers to maximize involvement in parenting by dividing roles up to monitoring and evaluation. The result of this service is an increase in fathers' knowledge about the role of involvement in childcare and being able to divide their time between work and childcare. Some even make a daily routine between father and son. Children become more cheerful and their social, emotional, cognitive and affective skills improve. The cognitive aspect in this case is hope, anxiety, self-confidence and planning for the future, while the affective aspect in question is commitment and feelings of love, affection and sacrifice for the children being cared for. Father's love provides motivation for children to appreciate values and responsibilities more (Wahyuningrum 2011). The conclusion is that father involvement in early childhood care is very necessary to increase children's cognitive, affective and social abilities. Fathers who play an active role in parenting have a strong closeness to their children, making them more sensitive to emotions and the environment. Advice for fathers in all parts of the world to better understand that the role of caring for children is the responsibility of the father and mother so that the distribution of roles well and fairly will really help children in interpreting the roles of family members.