Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MEDIA CONVERGENCE STRATEGY OF PT. PIKIRAN RAKYAT Freddy Yusanto; Ritzy Dika Riyadhiputra
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 5 No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v5i2.1944

Abstract

Salah satu perusahaan yang telah membuat konvergensi media adalah Pikiran Rakyat. Penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tiga informan dari Pikiran Rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam tentang proses konvergensi, beberapa kendala dan evaluasi telah dilakukan oleh Pikiran Rakyat dalam menghadapi konvergensi media. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari konvergensi teknologi, Pikiran Rakyat telah mengembangkan inovasi baru seperti aplikasi MyPakRakyat, PRTV, dan situs web Pikiran Rakyat dan juga bekerja sama dengan UKM (Usaha Kecil dan Menengah), klub pemuda, vloggers, dan blogger lokal untuk memperkaya konten digital mereka. Namun, perkembangan teknologinya masih terkendala oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami teknologi digital dan karakteristiknya. Solusi yang dibuat adalah Pikiran Rakyat terus mencari karyawan baru dengan usia yang lebih muda, memilah beberapa karyawan yang tidak produktif dan memperbarui perkembangan teknologi media digital serta membangun budaya kerja baru yang disesuaikan dengan karakteristik media digital.
MAKNA CANTIK DALAM IKLAN MAGNIFICENT MEANING IN ADVERTISING Freddy Yusanto M.Ds
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v4i1.1192

Abstract

Many theories explain the definition of beauty; it is said that it is seen from their outer beauty and inner beauty, however many Indonesian women still have a strong perception that beautiful women are the ones with bright skin, long hair and slim.Clean & Clear products try to see the meaning of beautiful from its different point of view. It should not be white, long-haired and slim, therefore Clean & Clear ads show female models with different perception of 'beautiful' women in general. This study aims to determine the meaning of outer beauty and inner beauty in Clean & Clear ads version of '1000 tribes Indonesia, different skin colors'. The method used in this research is qualitative research by using semiotics analysis Roland Barthes by focusing on the sign of denotation, connotation, and myth based on critical paradigm. Data collection techniques used here are Clean & Clear ads version of '1000 Indonesian tribe, different skin color as the primary data and reference book, paper and article as the secondary data. The result of study shows that Clean & Clear ads try to highlight inner beauty through high confidence, a loose smile showing the happiness of women who are seen different from their outer beauty, they do not have bright skin and long black hair. Otherwise in this ad, researchers see there is one component of beauty still maintained by Clean & Clear, that is about a slim body. It is seen from the nine female models featured in this ad, all of them are slim. As we all know that many women who are not slim, they are still obsessed to look beautiful. Keywords: Semiotics, Advertising & Clear, Inner beauty, Outer beauty
Fotografi sebagai Media Kreativitas Anggota Dekranasda Jawa Barat untuk Memasarkan Produk Unggulannya Rizca Haqqu; Rah Utami Nugrahani; Sylvie Nurfebiaraning; Freddy Yusanto
Altruis: Journal of Community Services Vol. 1 No. 3 (2020): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/altruis.v1i3.12323

Abstract

 Pengabdian banyarakat dengan mitra sasar pelaku UKM yang tergabung dalam anggota Dekranasda Jawa Barat bertujuan untuk memberikan transfer knowledge. Adapun pelatihan yang diberikan adalah memberikan wawasan tentang fotografi dan pemasaran melalui media sosial. Pelatihan  ini  dilakukan  dengan  konsep  workshop fotografi  dengan  materi  seperti  komposisi, shot size, pengenalan  metode  pemotretan  objek,  prinsip  dan  teknik  untuk  melakukan  setting    eksposure  pada  kamera  yang  akan  dipakai,  teknik  pencahayaan  (lighting),  pemilihan properti  yang  tepat  untuk  meningkatkan  nilai  sebuah produk  hingga trik  memotret  produk  dengan  kualitas profesional  namun  dengan  perangkat  seadanya  seperti  smartphone  ataupun  camera  pocket.  Dengan pelatihan  ini,  diharapkan  peserta  mampu  meningkatkan  kualitas  foto  produk  mereka  sehingga  mampu menarik  lebih  banyak  calon  pembeli  yang  berimbas  pada  pengingkatan  penghasilan  para  anggota  UKM Dekranasda Jawa Barat dalam menjalankan bisnis onlinenya. antusiasme para pelaku UKM untuk mendapatkan ilmu tentang fotografi dan pemasaran online sangat tinggi. Rata-rata materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat dipalikasikan secara langsung.  Dengan kata lain pelatihan yang diberikan efektif meningkatkan kualitas foto produk sehingga akan berdampak pada naiknya jumlah minat pembeli.
ANALISIS KARAKTERISTIK KOMEDI PADA KUIS WAKTU INDONESIA BERCANDA NET.TV freddy yusanto
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.143 KB) | DOI: 10.33822/jep.v2i1.968

Abstract

Televisi memiliki program-program yang diciptakan untuk mendukung perkembangan keberhasilannya. Hal ini membuat stasiun televisi berlomba untuk membuat program yang menarik baik itu dari segi konten acara, rangkaian acara atau penyajian acara. Seperti NET.TV yang membuat program komedi dengan kemasan kuis, yakni program komedi Waktu Indonesia Bercanda (WIB). Program ini mampu meciptakan sajian komedi dengan tayangan komedi yang tidak seperti biasanya.Analisa kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan teori kategori komedi dari Arthur Asa Berger, yang mengatakan bahwa kategori humor/komedi ada Language, Logic, Identity danActiondengan keseluruhan terdiri atas 31 dimensi. Keempat kategori dengan tigapuluh satu dimensi ini digunakan peneliti sebagai acuan dalam membedah karakteristik komedi yang ada pada program komedi Waktu Indonesia Bercanda NET.TV.Kesimpulan dari analisis ini, bahwa dari tigapuluh satu dimensi pada empat kategori komedi, terdapat tujuh belas dimensi yang sering digunakan dalam program WIB di NET. Kategori languagemenjadi kategori yang paling banyak digunakan dalam program komedi ini, yakni ada sembilan dimensi, kemudian pada identitydan logicmasing-masing ada tiga dimensi yang sering digunakan, dan pada kategori action,hanya satu dimensi yang sering digunakan.
Analisis Proses Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Kelas Produksi Film Dokumenter Saat Brainstorming Ide dan Pembuatan Karya Film freddy yusanto
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 1 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.269 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara dan memahami proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya selama satu semester. Dalam hal ini, brainstorming ide dan proses pembuatan film merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan memperhatikan substansi pesan dan cara penyampaiannya kepada audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuat film dituntut agar memiliki kemampuan atau skill di berbagai bidang mulai dari kemampuan nonteknis hingga kemampuan teknis. Tuntutan kemampuan pada berbagai bidang inilah yang harus diperhatikan dosen pengampu mata kuliah pada waktu membagi kelompok. Sementara itu, brainstorming ide dan proses pembuatan film merupakan kegiatan yang harus diperhitungkan dan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian.Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, self-disclosure, produksi film dokumenter This study aims to find ways and understand the brainstorming process of ideas and the process of making works for one semester. In this case, brainstorming ideas and filmmaking process is an activity that must be done with attention to the substance of the message and how to deliver it to the audience. This study used qualitative method. The data collection techniques were conducted with field observation and in-depth interviews. The results of this study shows that filmmakers are required to have the ability or skills in various fields ranging from nontechnical ability to technical ability. The demands of this various ability in various fields should be considered by lecturers at the time to divide the group. Meanwhile, brainstorming ideas and filmmaking processes are activities that must be carefully calculated and carried out.Keywords: Interpersonal communication, self-disclosure, documentary film production
REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA DALAM FILM “RAYA AND THE LAST DRAGON” Ansyira Aliffianda; Freddy Yusanto
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.485 KB)

Abstract

Film “Raya and The Last Dragon” karya Disney Animation Studios mengangkat budaya Asia Tenggara sebagai latar belakang budaya dalam film tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah benar dalam film tersebut terdapat budaya Indonesia dan apakah budaya tersebut merepresentasikan budaya Indonesia itulah yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk membongkar makna representasi dari budaya Indonesia yakni artefak budaya, karakter orang Indonesia, dan juga kuliner Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Semiotika Sosial M.A.K Halliday yaitu 3 (tiga) ciri konteks situasi antara lain Analisis Medan Wacana yang menjelaskan latar belakang masuknya budaya Indonesia, Analisis Pelibat Wacana yang menjelaskan tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses masuknya budaya Indonesia, dan Analisis Sarana Wacana yang menjelaskan media dalam merepresentasikan budaya Indonesia. Hasil penelitian dalam Analisis Medan Wacana bahwa tim Disney yang berada di balik film “Raya and The Last Dragon” melakukan research langsung ke Indonesia untuk melihat dan merasakan langsung budaya Indonesia, dalam Analisis Pelibat Wacana yang di mana orang yang terlibat langsung dalam proses pengenalan budaya Indonesia yaitu konsultan budaya khusus Indonesia, dan yang terakhir dalam Analisis Sarana Wacana terdapat artefak budaya, karakter orang Indonesia, dan kuliner Indonesia yang terlihat dalam beberapa adegan di film “Raya and The Last Dragon”. Kesimpulan dari penelitian ini dengan tiga ciri konteks situasi antara lain dalam Analisis Medan Wacana mengungkapkan latar belakang proses masuknya budaya Indonesia dalam film “Raya and The Last Dragon”, dalam Analisis Pelibat Wacana bahwa tokoh yang terlibat melakukan research dengan memperhatikan dan mencatat dengan detail setiap budaya Indonesia yang terlihat, yang terakhir dalam Analisis Sarana Wacana, pada artefak budaya hanya merepresentasikan secara makna tingkat pertama tapi tidak dengan makna tingkat kedua, pada karakter orang Indonesia merepresentasikan makna tingkat pertama dan kedua, dan yang terakhir kuliner Indonesia merepresentasikan hanya makna tingkat pertama saja.
Computer-Mediated Communication and Family Communication among Deaf Teenager Maulana Rezi Ramadhana; Freddy Yusanto
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2543.899 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijds.2020.007.02.11

Abstract

As a basis for parenting, communication can change patterns of interaction in the family. This study examines how computer-mediated communication (CMC) is related to and influences family communication (including conversation and conformity) in adolescents with disabilities. Participants in this study were 100 adolescents with deafness scattered in Indonesia. Through ANOVA analysis, the results show that CMC is significantly positively related to the conversation, conformity, and interaction between the two. Regression analysis found all four CMC factors as significant predictors affecting 50.4% in the climate of family communication among deaf teenagers. The findings in this study produce an empirical explanation of the CMC motive as a factor in family communication in deaf teens. Suggestions and research for the future are discussed.
Representasi tentang Eksistensi Perempuan pada Iklan Teh Sariwangi Ali Muhammad Ramdhan; Freddy Yusanto
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 8 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v8i2.4908

Abstract

Ditengah perjuangan kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan gender, praktikpraktik budaya patriarki terus mensubdordinasi perempuan pada hampir seluruh aktivitas kehidupan. Hal tersebut disebabkan oleh budaya patriarki yang sudah mengakar sejak lama di Indonesia. Teh Sariwangi merilis sebuah iklan yang berjudul “#MariBicara dengan Pasangan Bersama Hangatnya SariWangi”. Iklan tersebut menceritakan kisah seorang istri yang mencoba meminta izin suaminya untuk tetap bisa bekerja di luar rumah. Dengan menggarisbawahi perempuan yang memperjuangkan eksistensinya di dalam budaya patriarki. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana eksistensi perempuan dalam budaya patriarki pada iklan Teh Sariwangi Versi #maribicara Dengan Pasangan Bersama Hangatnya Sariwangi dengan menggunakan metode penelitian semiotika John Fiske yang terbagi menjadi tiga level yaitu; level realitas yang terdiri dari kode tampilan, gesture, perilaku, ekspresi, dan percakapan; level representasi yang terdiri dari kode kamera, musik, karakter, editing, setting; level ideologi yang ditemukan adalah eksistensi perempuan. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebuah ideologi eksistensi perempuan dibalik iklan ini. Eksistensi perempuan praktis diluncurkan dalam adegan pada iklan. Ditunjukan dengan adanya sejarah perempuan, mitos perempuan, dan perempuan masa kini yang diperlihatkan melalui level realitas dan representasi pada iklan. Kata Kunci : Eksistensi Perempuan, Patriarki, Semiotika, Iklan
REPRESENTASI LOVE LANGUAGE DALAM VIDEO MUSIK CINCIN KARYA HINDIA Naja Kayra Rahim; Yusanto, Freddy
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/linimasa.v7i2.12912

Abstract

Love is an inherent aspect of human life. Its presence is important and can be attained through a romantic relationship. To create a healthy, quality relationship, harmonious communication is necessary with your partner. This is where the concept of love languages comes in, as a way to express love both verbally and non-verbally for your loved ones. Love languages then became a very interesting topic of discussion among the public, and were applied in everyday life through various communication media, one of which was music videos, especially the music video Cincin by Hindia. This is a qualitative research that employs Roland Barthes semiotic analysis approach, and the data was obtained through direct observation. The purpose of this research was to comprehend how the signs of Love Languages are depicted in the music video Ring by Hindia. In this music video, the concept of love languages is represented through the lyrics and each scene. Starting from words of affirmation, physical touch, quality time, receiving gifts, and serving, which represent the concept of love languages, are shown in every scene of this music video.
Computer-Mediated Communication and Family Communication among Deaf Teenager Ramadhana, Maulana Rezi; Yusanto, Freddy
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.761 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijds.2020.007.02.11

Abstract

As a basis for parenting, communication can change patterns of interaction in the family. This study examines how computer-mediated communication (CMC) is related to and influences family communication (including conversation and conformity) in adolescents with disabilities. Participants in this study were 100 adolescents with deafness scattered in Indonesia. Through ANOVA analysis, the results show that CMC is significantly positively related to the conversation, conformity, and interaction between the two. Regression analysis found all four CMC factors as significant predictors affecting 50.4% in the climate of family communication among deaf teenagers. The findings in this study produce an empirical explanation of the CMC motive as a factor in family communication in deaf teens. Suggestions and research for the future are discussed.