Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Body Image, Kualitas Diet dan Hubungannya pada Status Gizi Remaja Putri di SMAN 10 Padang Tahun 2023: Body Image, Dietary Quality and It’s Correlation to The Nutritional Status of Adolescent Girls at SMAN 10 Padang in 2023 Dewi, Risti Kurnia; Hamaliyah, Siti
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.107-113

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang termasuk ke dalam kelompok rentan mengalami masalah gizi, terutama status gizi kurang maupun lebih. Faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada remaja adalah body image dan kualitas diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dan kualitas diet terhadap status gizi remaja putri di SMAN 10 Padang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan teknik pengambilan subjek dengan metode proportional random sampling. Subjek penelitian ini adalah remaja putri kelas X dan XI di SMAN 10 Padang yang berusia 16-18 tahun dengan jumlah 118 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan cara pengukuran antropometri, wawancara, dan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square dan fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan 76,3% subjek memiliki body image negatif, 86,4% subjek memiliki kualitas diet tidak baik, dan 78,8% subjek memiliki status gizi normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara body image (p-value=0,037) dengan status gizi remaja putri dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet (p-value=0,517) dengan status gizi remaja putri. Body image memiliki hubungan yang signifikan terhadap status gizi remaja putri. Kualitas diet tidak memiliki hubungan yang siginifikan terhadap status gizi remaja putri.
Pengembangan Biskuit Substitusi Tepung Kulit Singkong dan Labu Kuning sebagai Camilan Tinggi Serat Penderita Diabetes Melitus: Development of Biscuit with The Substitution of Cassava Peel Flour and Pumpkin Flour as a High-Fiber Snack for Diabetes Mellitus Patients Saputra, Aldi Ananda; Dewi, Risti Kurnia; Elnovriza, Deni
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.3.175-182

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan penyakit komplikasi bahkan kematian. Jumlah penderita diabetes melitus diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Upaya untuk pencegahan diabetes melitus yaitu mengonsumsi makanan dengan kandungan tinggi serat dan tinggi beta-karoten. Hal tersebut dapat menjaga kadar gula darah penderita diabetes melitus. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mendapatkan formula terbaik biskuit tepung kulit singkong dan tepung labu kuning untuk menjaga kadar gula darah penderita diabetes melitus. Desain penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Produk dibuat dengan empat taraf perlakuan yang terdiri dari F0) (formula standar), F1 (25% tepung kulit singkong), F2 (30% tepng kulit singkong), dan F3 (35% tepung kulit singkong). Variabel dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik dan kandungan gizi. Uji organoleptik melibatkan 30 orang panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan ANOVA dilanjutkan dengan Uji Mann Whitney sebagai uji lanjut pada data yang menunjukkan perbedaan nyata. Berdasarkan hasil uji organoleptik, formula yang paling disukai panelis adalah F1 dengan karakteristik mutu warna agak terang, aroma agak harum, rasa agak gurih dan tekstur agak renyah. Berdasarkan uji kandungan zat gizi, formula pada F1 memenuhi klaim yang diharapkan yaitu produk berpotensi sebagai pangan tinggi serat dan tinggi beta-karoten dengan kandungan protein 5,32%, lemak 35,31%, karbohidrat 42,76%, serat 4,26%, dan beta-karoten 6303,47 mcg/100 g. Oleh sebab itu, formula pada F1 adalah formula terbaik yang memiliki kandungan tinggi serat dan beta-karoten yang dapat menjaga kadar gula darah untuk penderita diabetes melitus.
PERILAKU GIZI-KESEHATAN IBU BALITA PADA MASYARAKAT ADAT SAMIN DI JAWA TENGAH Risti Kurnia Dewi; Ali Rosidi; Hadi Riyadi; Ani Margawati; Ali Khomsan
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.642

Abstract

Latar Belakang: Budaya berpengaruh terhadap keputusan dan perilaku terkait gizi-kesehatan suatu masyarakat adat.  Seperti yang diketahui perilaku gizi-kesehatan yang salah dapat berdampak buruk seperti kurang gizi bahkan sampai mengakibatkan kematian ibu dan anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan dan perilaku gizi-kesehatan ibu balita pada masyarakat adat Samin di Jawa Tengah.Metode: Penelitian deskriptif dengan mixed method ini melibatkan 88 ibu balita masyarakat adat Samin di Kabupaten Kudus, Pati, dan Blora, Jawa Tengah. Tingkat pengetahuan, dan persepsi gizi-kesehatan diperoleh dari hasil persentase jawaban benar pada kuesioner yang kemudian di kategorikan ke dalam tiga tingkatan. Uji korelasi Spearman juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan 98% ibu balita pada kelompok Kudus-Pati tidak bersekolah sedang 68,4% ibu balita di Blora telah mengenyam pendidikan dasar. 50% ibu balita di Kudus-Pati memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, namun 55,3% ibu balita di Blora memiliki tingkat pengetahuan sedang. 68% ibu balita di Kudus-Pati memiliki persepsi negatif, namun 73,7% ibu balita di Blora telah memiliki persepsi gizi-kesehatan yang positfi. Uji beda juga menunjukan perbedaan signifikan (p<0,05) pada kedua kelompok terkait dua variable tersebut. Uji korelasi juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita (p<0,05).Simpulan: Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ialah terdapat perbedaan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita antar kedua kelompok di mana ibu balita di Blora lebih baik dibanding ibu balita di Kudus-Pati.
HUBUNGAN KUALITAS DIIT DAN KONTROL KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DM TIPE 2 PESERTA PROGRAM PROLANIS Risti Kurnia Dewi; Hafifatul Auliya Rahmy
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i2.646

Abstract

Latar Belakang: Kualitas diit yang baik diperlukan untuk kontrol kadar glukosa darah bagi seorang penderita diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas diit penderita DMT2 dengan kadar glukosa darah pada peserta PROLANIS di Kota PadangMetode: Penelitian di laksanakan di Kota Padang dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang berasal dari Puskesmas Rawang, Sebarang Padang, dan Anak Air. Data kualitas diit responden diperoleh melalui wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionaire. Data kemudian dianalisis menggunakan Alternate Healthy Eating Index yang diadaptasi sesuai Pedoman Gizi Seimbang Indonesia. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan bahwa 69,2% responden merupakan wanita dan 50% responden tergolong ke dalam usia dewasa madya (40-59 tahun). Tingkat pengetahun gizi 66,7% responden juga tergolong sedang. Status gizi 52,6% responden tergolong gizi lebih bahkan ada yang tergolong obes III. Kadar glukosa darah 51,3% responden pun juga tidak terkontrol (³180 mg/dL). Kualitas diit responden diketahui tidak ada yang tegolong tinggi dan 69,2% diantaranya masih membutuhkan perbaikan. Hasil uji Spearman antara kualitas diit dan kadar glukosa darah responden menunjukan nilai p-value sebesar 0,387.Simpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas diit responden dan kadar glukosa darahnya pada penelitian ini.
EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN MAKANAN JAJANAN SEHAT DI SDN 39 PASAR AMBACANG KOTA PADANG Putri Aulia Arza; Yeffi Masnarivan; Risti Kurnia Dewi; Fitriyani Fitriyani; Dhiya Fahdila Rahmah; Afifah Khairani Ananda
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v3i1.166

Abstract

Consumption of food with balanced nutrition and consumption of food that is safe for school children is important to be concerned about because it greatly impacts the health of children. SDN 39 Pasar Ambacang is one of the primary schools in Kuranji District, Padang City. Based on the results of direct observation about schools, PJAS is quite widely available. Such as PJAS published by school children such as colorful syrup ice, fried sausages / grilled and fried / grilled meatballs. Observation of the nutritional status of school children in SDN 39 Pasar Ambacang there are some obese children and some are very thin and small. The purpose of this community service is to increase school children's knowledge about healthy snacks and balanced nutrition. The method is conducting nutrition education and evaluating increasing students' knowledge using a questionnaire. This event starts with introduction and starts with a pre test. The next activity is nutrition education consisting of materials and simulations in preparing a balanced nutritional menu and choosing healthy snacks with a model of food media, post-test, and question and answer prizes with community service participants. Participants were enthusiastic in participating in the activity. From the pre-test and post-test results it was concluded that there were significant differences between the level of knowledge before and after nutrition education.
Edukasi Gizi sebagai Bentuk Pencegahan Stunting pada Anak – Anak Siswa TK Kartika Bunda Risti Kurnia Dewi; Muhammad Agung Satriya
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.4.731-737.2024

Abstract

Stunting, which is a condition that disrupts growth, is currently still a problem in Indonesia, including Padang City. One way to overcome stunting is through nutrition education which aims to increase participants' knowledge in order to achieve behavioural changes towards a more positive direction. In this community service, the location of the activity was carried out at Permata Bunda Kindergarten, Padang with the main target being parents and teachers. The material presented was about stunting and also balanced nutrition eating behaviour, using lecture delivery methods and the distribution of leaflets and posters. The post-test results showed a significant increase (p<0.001) of 3 points in participants' nutritional knowledge. These results indicate that the nutrition education provided can have a positive impact on participants' nutritional knowledge. In the future, it is hoped that nutrition education can be implemented more widely, increasing public awareness of the importance of nutrition, so that the prevalence of stunting in children can be reduced.
Efek Penghambatan α-Glukosidase dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Archidendron pauciflorum) untuk Diabetes Tipe II: The α-glucocidase Inhibitory Effect of Jengkol (Archidendron pauciflorum) Fruit Peel Exract for Type II Diabetes Firdaus, Firdaus; Firadus, Firdaus; Dewi, Risti Kurnia; Priyulkif, Sherin
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.125-131

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah secara tidak normal. Minat terhadap pengembangan obat alternatif untuk diabetes mellitus tipe 2 semakin meningkat, terutama dalam mencari fitokimia yang dapat mencegah penyerapan glukosa. Penghambatan enzim α-glukosidase dalam usus dapat memperlambat pencernaan pati dan sukrosa. Secara empiris, rebusan kulit buah jengkol dipercaya dapat mengontrol kadar glukosa darah. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk memberikan bukti in vitro mengenai potensi penghambatan α-glukosidase dengan mengurangi aktivitasnya hingga 50%. Ekstrak etanol kulit buah jengkol diperoleh melalui proses maserasi serbuk tanaman menggunakan etanol 96%. Uji penghambatan dilakukan dengan membandingkan reaksi ekstrak dengan Akarbose. Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam uji kinetik adalah konsentrasi yang mampu menghambat enzim hingga 50%. Kedua uji ini mengukur absorbansi menggunakan pembaca ELISA. Hasil IC50 diperoleh dari regresi linier antara absorbansi dan konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah jengkol dapat menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 94,038 µg/ml, sedangkan IC50 standar (Glukobay) adalah 0,757 µg/ml. Studi ini mengindikasikan bahwa ekstrak Archidendron pauciflorum memiliki potensi yang baik sebagai kandidat antidiabetes, terutama untuk pengobatan diabetes mellitus tipe II.