Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DAN CAGAR BUDAYA KABUPATEN ASMAT Abdi K, Simon; Marlina Flassy; Usman Idris; Enrico Y. Kondologit
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 6: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i6.8261

Abstract

This community service article is an activity that aims to identify and inventory Objects of Cultural Advancement and Cultural Heritage found in Asmat Regency. In the implementation of this activity in collaboration with the local government of Asmat Regency. The method of implementing the activity consists of stages, namely preparation, data collection and dissemination of results. The results of the identification and inventory show that there is a need to increase or increase the number of cultural actors for the preservation of Cultural Advancement Objects. Cultural institutions must be formed that will focus on working in advancing culture. Then the Government really needs to provide infrastructure for the development, preservation and utilisation of Cultural Advancement Objects and Cultural Heritage.
PEMBERDAYAAN PEWARISAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN KULINER LOKAL SAGU PISANG KUKUS (EM NIME OUW) ORANG AYAPO DI KAMPUNG AYAPO DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA Simon Abdi K. Frank; Usman Idris; Marlina Flassy; Nona Riri Indiarti; Andreas Abisay; Selfi Yeimo
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan dan mewariskan pengetahuan lokal masyarakat Ayapo terkait pengelolaan kuliner tradisional Sagu Pisang Kukus (Em Nime Ouw), yang merupakan bagian integral dari identitas budaya Suku Sentani. Kegiatan dilatarbelakangi oleh semakin menurunnya minat generasi muda terhadap kearifan kuliner lokal akibat arus globalisasi dan modernisasi. Pelaksanaan kegiatan ini mengadopsi metode pemaparan langsung oleh para tetua adat, dengan melibatkan generasi muda dalam praktik pengolahan kuliner tradisional. Program ini dilaksanakan selama lima minggu di Kampung Ayapo, dengan fokus pada pelestarian teknik dan nilai budaya yang terkandung dalam pembuatan Em Nime Ouw. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya kuliner lokal sebagai warisan budaya dan potensi pengembangan pariwisata. Diperkirakan, melalui proses pewarisan ini, Em Nime Ouw tidak hanya bertahan sebagai makanan tradisional, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata kuliner khas Sentani di Kabupaten Jayapura.