Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Som Tradition for Interreligious Harmony and Natural Preservation Muhamad Yusuf; Marwan Sileuw; Rachmad Surya Muhandy; Novita Mulyanita
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 29, No 1 (2021)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.29.1.8103

Abstract

The article particularly portrays and studies the Matbat tribe. The Matbat tribe inhabitants establish a system to unite the Matbat people to create stability and peace in overcoming external situations. The intriguing part of the Matbat tribe is that they, starting from an individual level, keep preserving their communal tradition to sustain peace among them and defend their territory. The customary structure of the Matbat people in West Misool was created based on mutual agreement with the roles, duties and functions that are obtained to maintain balance and harmony aimed at kinship values. There are various symbols in the implementation of the Som, which act as a vehicle of conception that has a meaning as mediation that is actualization in daily life. Som's tradition is a unifying tool for the Matbat indigenous people. The procedures for implementing the tradition are determined by customs arranged in the Matbat customary structure. The Som tradition is an annual event held by the villagers and has the power of customary law that regulates the two villages. The Som tradition is carried out from generation to generation. It develops into values firmly held by the indigenous peoples, not only as their perspective on natural resource management policy. It also as the respect of the Younger Brother (Magey village, which is Protestant Christian) to the Elder Brother (Gamta village, which is Muslim), and as a collective awareness composed in creating a moral balance for indigenous peoples to maintain harmony.
Islam Raja Ampat dan Mitos Hantu Cuwig: Benturan Agama, Adat dan Kepercayaan Lokal pada Masyarakat Multikultural di Kampung Lilinta Papua Barat M. Syukri Nawir; Muhamad Yusuf; Akhmad Kadir
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2020): Islam Raja Ampat, Kultivasi Budaya dan Dakwah Virtual di Indonesia
Publisher : Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.481 KB) | DOI: 10.20414/sangkep.v3i1.1482

Abstract

The clash of religions, customs, local beliefs gives a distinctive color in the lives of the people of the Raja Ampat Islands. How the myth of Cuwig's mythical influence on religious life in the village of Lilinta in the Raja Ampat-Papua archipelago and in interpreting and reformulate their religious life in response to the myth of Cuwig. Religious knowledge has an important meaning to improve the faith of the community, thus creating religious emotion, encouraging people to do religious actions, although there is still a society believing the mystical, lack of of religious development. The mythical ghost of Cuwig is influenced by the environment. Myths evolved from the simultaneous stories beginning with the emergence of sudden death from the citizens, the problem spread the issue of the science of Cuwig in the intended person.
POTRET PENERAPAN SOSIAL DISTANCING DALAM MEMUTUS RANTAI COVID-19 Inayati; Rachmad Surya Muhandy; Meyrisdika Nur Rohmah; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 12 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v12i2.4146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan social distancing pada masyarakat Kampung Bebon Jaya Distrik Bonggo Kabupaten Sarmi terhadap peraturan jaga jarak sosial yang telah ditetapkan oleh Pemerintah selama masa Covid-19, maka artikel ini juga memaparkan pelaksanaan social distancing di Kampung Bebon Jaya Distrik Bonggo Kabupaten Sarmi Propinsi Papua. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan paradigma fenomenologi sosial. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah menunjukan bahwa social distancing sebagian besar sudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat Kampung Bebon Jaya sebagai strategi pencegahan penyebaran Covid-19, namun masih ada sebagian warga/masyarakat yang melanggar aturan berupa protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan dinas terkait. Penjagaan yang begitu ketat, pembatasan aktifitas warga, aturan yang mewajibkan pelaksanaan social distancing, dan kelalaian masyarakat dalam menerapkan social distancing, serta sanksi atas pelanggaran di masa pandemi Covid-19, yang merupakan konsekuensi kesepakatan bersama oleh warga untuk tetap beraktifitas yang ditimbulkan akibat kejenuhan warga.
Pembangunan Rumah Yang Dilakukan Masyarakat Di Bantaran Kali Anafre Kota Jayapura Asri Syahfitri; Muhamad Yusuf; Safiudin Safiudin; Amri Amri; Rachmad Surya Muhandy
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v6i2.2415

Abstract

The Purpose of writing this reasearch is to comprehensively describe the neglect of the construction of residential houses by the people on the banks of the Anafre river, Jayapura City. This type of research is using a qualitative method, using a social phenomenological paradigm, to data analysis using a flow model. The study's findings, the construction of dwellings on the Anafre River's banks is an endeavor by inhabitants to acquire a residential house. Many others have copied the government and private buildings that have enlivened the growth on the banks of the Anafre River. Residential house building is done permanently or semi-permanently depending on the demands of the occupants. Without licensing certificates, giving up customs and building permissions for buildings on the Anafre River's banks violates current legislation; these letters are proof of physical and legal facts. The convenience of the Jayapura City BPN in the form of a certificate management policy based on the submission of a recommendation letter from the Ministry of PUPR of Jayapura City, which is in violation of Government Regulation No. 38 of 2011 concerning the River. Many locals are unaware of the convenience of Jayapura City BPN housing on the banks of the Anafre River, which is placed behind the Paldam housing (army settlement), so that civilians building houses in the area feel safe from eviction.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Damar pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-Fak M. Syukri Nawir; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Afan Garamatan; Nining Puji Lestari
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p164-178

Abstract

Abstract: The study's goal was to explain Islamic education ideals in the Damar tradition in Patipi Pulau Village, Fak-fak Regency. It is a qualitative study with a social phenomenological method, involving observations, interviews, and recording utilizing Miles and Huberman's flow model analysis technique. The study's findings: The festiveness of the mosque on the night of Lailatul Qadar is a practice carried out by the community in Patipi Pulau Village by participating in religious rituals together, with delight, such as breaking the fast, offering alms, torch procession, and reading the Qur'an. Volunteerism, which is honesty and refraction, is the basis for alms to mosque administrators. People's lives are affected by high kinship values. Culture and religion come together to produce a sense of community among residents, a sense of solidarity that is raised spontaneously by the community in the practice of traditions. Devotion, charity, alms, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, and friendship are among the Islamic educational ideals taught in the tradition. Mosque administrators carry out their duties and obligations with seriousness since caring for the mosque is a noble responsibility that is passed down from generation to generation or passed down via inheritance. The community retains meaningful traditions (beliefs, knowledge, and habits) as a means of organizing, accepting, and creating subsequent interactions and acts based on common understanding.Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Damar Pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak M. Syukri Nawir; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Afan Garamatan; Nining Puji Lestari
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3948

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
MEMBANGUN DUNIA PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH KETERBATASAN (Potret Pondok Pesantren Di Kota Jayapura) Muhamad Yusuf; M Syukri Nawir; Rahmat Surya Muhandy; Nanik Nikmal Mafiroh
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.1035

Abstract

Pondok pesantren yang tersebar di Kota Jayapura memiliki berbagai kekurangan baik disebabkan kurangnya sarana dan prasanan, kualitas tenaga pengajar, serta kualitas materi yang diajarkannya dan masih banyak lagi berbagai kekurangan yang dimiliki dalam usaha pengembangan dunia pendidikan Islam berbasis pondok., misalnya masalah otonomi khusus yang diterapkan di Propinsi Papua mengedepankan penganut agama yang mayoritas dalam pendanaan, yang berimbas pada minimnya dana yang dialokasikan menyebabkan lemahnya pengembangan pendidikan berbasis pondok di Kota Jayapura. Tujuan penelitian untuk mengetahui : pendidikan pondok pesantren di Kota Jayapura mengalami kendala dalam pengembangannya, pandangan masyarakat terhadap pondok pesantren, serta solusi pengembangan pondok pesantren di Kota Jayapura. Merupakan penelitian Kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi sosial, wilayah penelitian Kota Jayapura. Hasil penelitian : Kurangnya kreatifitas pihak pondok dalam mencari sumber dana, tidak melakukan kerjasama dalam mengembangkan pondok, baik dengan pemerintah Propinsi, Kota baik eksekutif maupun legislatif, maupun dengan pihak swasta. Pengurus pondok kurang mampu untuk meningkatkan Image masyarakat tentang keberadaan pendidikan pondok pesantren di Kota Jayapura, serta meningkatkan pondok pesantren kearah yang lebih modern sehingga meningkatkan ketertarikan masyarakat Muslim untuk menuntut ilmu di pondok pesantren.
Mandatori Halal: Potensi, Kendala dan Dampak bagi Pengembangan Industri Halal di Kota Jayapura Jakiyudin, Ahmad Havid; Faisal, Faisal; Yusuf, Muhamad; Muhandy, Rachmad Surya
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 1 (2024): June
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i1.2996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pengembangan industri halal yang didasarkan pada potensi, kendala dan dampak. Mandatori halal, yaitu kewajiban sertifikasi halal yang diberlakukan kepada seluruh pelaku usaha sesuai dengan ketentuan Pasal 4 Undang-undang No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Selama ini hanya sebagian dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Jayapura yang bersertifikat halal. Kewajiban sertifikasi halal akan membantu mengembangkan industri halal di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penahapan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman sampai dengan tahun 2024 (Pasal 140 Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal). Potensi tersebut meliputi adanya sertifikasi halal gratis, self declare (ikrar halal) dan banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang dilakukan oleh mama-mama Papua. Kendala sertifikasi halal meliputi beralihnya kewenangan dari Majelis Ulama Indonesia kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, kurangnya pemahanan pentingnya label halal dan penguasaan penggunaan perangkat elektronik. Dampak dari mandatori halal akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen, pengembangan usaha, dan membantu pencapaian program pemerintah.
Profesionalitas Guru dalam Keberhasilan Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Entrop Jayapura Bustam, Bustam; Zulihi, Zulihi; Yusuf, Muhamad; Renngiwur, Gazali
KARIWARI SMART : Journal of Education Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/kariwarismart.v4i1.980

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu: Untuk memaparkan bagaimana profesionalitas guru agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Entrop Jayapura, untuk mengetahui keberhasilan proses belajar mengajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Entrop Jayapura, serta untuk mengetahui adanya pengaruh profesionalitas guru agama Islam terhadap keberhasilan proses belajar mengajar bidang studi Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Entrop Jayapura.Hasil penelitian : Secara umum profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDIT Entrop Jayapura terhadap keberhasilan proses belajar mengajar dapat dikategorikan sedang, bahkan cenderung meningkat, namun masih terdapat kekurangan pada pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar. Kekurangan pada pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar berakibat pada penurunan tujuan/hasrat belajar dari diri pribadi siswa. Kekurangan tersebut bukan hanya disebabkan oleh keterbatasan Guru dalam mengaplikasikan kemampuannya untuk menggunakan media serta sumber belajar, namun keterbatasan itu juga muncul dari kemampuan sekolah dalam menyediakan media serta sumber-sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SDIT Entrop Jayapura. Faktor yang sangat kuat melemahkan proses belajar mengajar pada SDIT Entrop Jayapura terletak pada: Hasrat belajar dari diri sendiri dan pengaruh lingkungan sekitar, memperlihatkan kategori nilai yang rendah.
Pinang Sebagai Alat Kontak Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom: Betels as a Contact Tool for Papuan Community in Arso Swakarsa, Keerom Regency Lutfianasari, Rahma; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Muhandy, Rachmad Surya; Kadir, Akhmad
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.13476

Abstract

Areca atau yang juga dikenal sebagai buah pinang, adalah salah satu tanaman yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang digunakan sebagai alat kontak bagi masyarakat Papua di Arso Swakarsa, serta mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang dipandang mampu menjadi alat kontak bagi masyarakat setempat. Metode yang diterapkan pada penelitian “Pinang Sebagai Kontak Masyarakat Papua (Studi Kasus pada Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom)” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada praktik konsumsi buah pinang pada masyarakat setempat. Penggunaan pinang menjadi kebiasaan yang digunakan sebagai kudapan dan simbol budaya yang menunjukkan betapa pentingnya pinang dalam kehidupan sehari-hari baik kalangan anak-anak hingga dewasa. Menggunakan pinang sebagai pembuka komunikasi, dapat menciptakan momen yang santai dan menyenangkan untuk berinteraksi dengan orang lain, memperkuat ikatan sosial, dan kebersamaan serta memperluas jaringan sosial. Selain itu adanya para-para pinang masyarakat Papua di Arso Swakarsa dapat menjadikannya sebuah media bertukar informasi, saling berbagi cerita serta saling berdiskusi, saling mendengarkan dan memberika perhatian satu sama lain. Menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dalam terjalinnya ikatan sosial. Namun demikian para-para pinang mulai mengalami pergeseran akibat dari kesibukan masyarakat yang menimbulkan pola individualis dalam masyarakat.