Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis kepercayaan diri siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila Yulianti; Afrensia R. Jola Pedi; Didik Iswahyudi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i2.30821

Abstract

Self-confidence is an important aspect of the development of elementary school students, particularly in Pancasila education. This study aims to analyze the level of self-confidence of fourth-grade students at SDN Gadang 4, Malang City, as well as the role of teachers in fostering self-confidence during the learning process. The research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observations and questionnaires administered to 58 fourth-grade students (classes 4A and 4B), as well as in-depth interviews with the Pancasila Education teacher on the topic “Application of Pancasila Values.” The results indicate that students’ levels of self-confidence vary, with 10 students (17.24%) having high self-confidence, 13 students (22.42%) at a moderate level, and 35 students (60.34%) exhibiting low self-confidence. Some students were able to complete tasks independently, confidently express their opinions, and demonstrate a positive self-concept. However, others still felt hesitant, afraid of making mistakes, insecure, inexperienced, afraid of criticism, lacking family support, and influenced by peer pressure. These findings emphasize the crucial role of teachers in providing positive encouragement, fostering independence, strengthening self-concept, and delivering learning that is relevant to students’ experiences. The study recommends using active learning methods, providing positive reinforcement, and creating a safe and enjoyable classroom environment to optimize the development of students’ self-confidence.
Strategi Guru Pendidikan Pancasila Dalam Memanfaatkan Aplikasi Wordwall Untuk Meningkatkan Daya Berpikir Kritis Peserta Didik Ika Fitriana; Didik Iswahyudi; Yulius Rustan Effendi
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7383

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan daya berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di era digital. Meskipun Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kemampuan bernalar peserta didik, proses pembelajaran masih sering didominasi oleh pendekatan konvensional yang minim partisipasi aktif. Oleh karena itu, diperlukan strategi inovatif melalui pemanfaatan teknologi digital interaktif seperti aplikasi Wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis Wordwall, mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan daya berpikir kritis peserta didik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMK Wali Songo Bululawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi berdiferensiasi melalui desain soal Wordwall yang mengarah pada aktivitas berpikir tingkat tinggi, seperti analisis dan evaluasi kasus. Guru menyisipkan permainan edukatif pada berbagai tahap pembelajaran, khususnya saat apersepsi dan evaluasi, untuk menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menstimulasi daya pikir kritis. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi ini meliputi dukungan fasilitas sekolah dan pelatihan media digital, sementara hambatan mencakup kesiapan guru yang bervariasi dan keterbatasan jaringan internet. Secara keseluruhan, pemanfaatan aplikasi Wordwall terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan mendorong pengembangan berpikir kritis dalam konteks pembelajaran Pendidikan Pancasila
Integrasi Kurikulum Sekolah Dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mencegah Sikap Intoleransi Pada Peserta Didik Era Post-truth Yulius Rustan Effendi; Didik Iswahyudi; Elisabeth Djo Io Wea
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 11 No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v11i2.13621

Abstract

This study aims to analyze the integration of Citizenship Education in the school curriculum as a prevention strategy of intolerance of students in the post-truth era, with a case study in the Santa Maria II Catholic Middle School, Malang. The post-truth Era, which is full of hoaxes and disinformation through digital media, has the potential to form intolerant attitudes, so Citizenship Education has an important role in equipping students with the value of tolerance and critical thinking skills. This study uses a qualitative approach through in-depth interviews and participatory observation to explore the implementation of the curriculum and the role of teachers. The results showed that the integration of civic values in formal curricula and non-formal activities, such as extracurriculars and character strengthening programs, effectively shaped students ' tolerant attitudes. The implementation of independent curriculum and digital literacy also strengthens students ' resilience to disinformation. Teachers play a central role as facilitators in developing critical thinking skills. The study recommends a holistic approach involving cognitive, affective, and psychomotor aspects, as well as collaboration between schools, parents, and the community. In conclusion, contextual and interdisciplinary integration of civic education in the school curriculum proved effective in preventing intolerance among learners.
ANALISIS PENERAPAN DEEP LEARNING PADA KURIKULUM MERDEKA DI KELAS 5 SDK SANG TIMUR PASURUAN Missa Bella Alvinda; Didik Iswahyudi; Yulianti Yulianti
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8992

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Deep Learning approach within the Merdeka Curriculum in Grade 5 at SDK Sang Timur Pasuruan. This approach emphasizes meaningful, joyful, and mindful learning, and is oriented toward the development of eight graduate profile dimensions: faith and devotion, citizenship, critical thinking, creativity, collaboration, independence, health, and communication. This research employed a descriptive qualitative method, with participants including fifth-grade students, teachers, the principal, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The findings reveal two key results: the application of the three principles of Deep Learning and the achievement of the eight graduate profile dimensions in the learning process. Through project-based activities, group discussions, reflection, and real-life contextual tasks, students were actively engaged in learning. They did not merely memorize content but were encouraged to think critically, discuss, collaborate, and understand the meaning of learning in daily life. The study recommends continuous professional development for teachers in designing structured and differentiated deep learning experiences tailored to students' characteristics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka di kelas 5 SDK Sang Timur Pasuruan. Pendekatan ini menekankan pada pembelajaran yang bermakna (meaningful), menyenangkan (joyful), dan penuh kesadaran (mindful), serta berorientasi pada pengembangan delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 5, guru, kepala sekolah, dan wali murid. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan). Temuan penelitian menunjukkan hasil analisis tiga prinsip Deep Learning dan ketercapaian 8 dimensi profil lulusan pada pembelajaran di kelas 5 SDK Sang Timur Pasuruan. Melalui kegiatan proyek, diskusi kelompok, refleksi, dan tugas yang berkaitan dengan kehidupan nyata, siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar. Siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga berpikir, berdiskusi, bekerja sama, dan memahami makna pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan untuk guru dalam menyusun pembelajaran mendalam yang terstruktur dan diferensiatif sesuai karakteristik siswa.
Strategi Guru PPKn dalam Mengantisipasi Lunturnya Nilai Nasionalisme di SMP Katolik Frateran Celaket 21 Yasinta Minoya Sari Nangus; Romadhon Romadhon; Didik Iswahyudi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.16(1).1-36

Abstract

Lunturnya nilai nasionalisme di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, terutama di era globalisasi yang semakin pesat. Menurunnya cinta terhadap tanah air, kurangnya kesadaran akan keberagaman, serta meningkatnya individualisme menjadi permasalahan yang perlu ditangani. Dalam hal ini, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memegang peran krusial dalam menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru PPKn dalam mengahadapi tantangan tersebut di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekaan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PPKn, observasi  proses pembelajaran, serta studi dokumentasi.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru PPKn menggunakan berbagai strategi, seperti pendekatan pemanfaatan teknologi digital, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai kebangsaan. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam memperkuat rasa nasionalisme peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi yang inovatif dan interakrif dalam pembelajaran PPKn dapat menjadi solusi efektif dalam mengantisipasi lunturnya nilai nasionalisme. Dengan pendekatan yang tepat, guru PPK dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk karakter kebangsaan peserta didik.
Implementasi E-Commerce untuk Pengembangan Market Produk Kewirausahaan Mahasiswa Alexius Endy Budianto; Didik Iswahyudi; Eris Dianawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v5i2.5010

Abstract

The development of student entrepreneurship at the University of Kanjuruhan Malang is starting to show results. This is very supportive of government programs in their development in line with increasing economic growth. Furthermore, it has an impact on student entrepreneurial actors to be more creative and innovative in effective marketing strategic planning. Most entrepreneurial students have difficulty developing because they do not understand how to market a product effectively, display product packaging attractively so that it has high selling value and manages their business well. On this occasion, we aim to provide solutions through the Entrepreneurship Development Program of the University of Kanjuruhan Malang which collaborates with micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Malang City and Regency, in the form of a digital marketing strategy, namely e-commerce. The method we use in this activity is conducting workshops by forming student groups according to their target products and market reach, and providing assistance to these student groups. The investment that we provide is in the form of e-commerce applications. The results of the investment show a significant change in marketing among entrepreneurial students at Kanjuruhan University of Malang.