Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Fenomenologi Pengalaman Orangtua dalam Merawat Anak dengan Diagnosis Kanker Rokhaidah Rokhaidah; Herlina Herlina
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.14.2.31-38

Abstract

Kanker pada anak merupakan masalah yang komplek karena perawatan dan pengobatannya membutuhkan waktu yang lama serta membutuhkan keterlibatan aktif dari tim kesehatan dan keluarga. Orang tua sebagai pengasuh anak dengan kanker rentan terhadap masalah kesehatan fisik, sosial maupun psikologi karena orang tua membutuhkan tenaga, waktu dan pengorbanan yang besar. Penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi diskriptif ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat anak dengan diagnosis kanker. Penelitian ini mengidentifikasi 5 tema yaitu: 1) tidak menerima kenyataan, 2) usaha mengobati anak kanker, 3) menjadi caregiver untuk anak, 4) tantangan yang dihadapi dalam merawat anak, 5) hikmah yang dirasakan keluarga selama merawat anak kanker. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, pengetahuan dan masukan pada praktisi kesehatan terutama perawat anak sehingga kualitas pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis dan sosial anak dengan kanker akibat penyakit dan pengobatan medis dapat ditingkatkan. Kata kunci : kanker, merawat anak, pengalaman orang tua
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI RW 006 KELURAHAN KRUKUT KECAMATAN LIMO KOTA SEHAT DEPOK Rokhaidah Rokhaidah
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 1 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.583 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i1.6

Abstract

Baby is a newborn individual creatures until up-to the age of 12 months-old. As a newborns, babies should be given breastfeeding by the mother because the babies whose fed on breastfeeding will healthier compared with babies that fed by formula milk. Exclusive breastfeeding is giving since the mother gived birth until the babies is 6 months-old and not getting additional food or others liquids such as formula milk, oranges and mineral water. The research aimed to find out the relationship between occupational status mothers with exclusive breastfeeding on babies. This research is a descriptive analytical study by using the Chi Square analysis on 49 respondents obtained with the method of purposive sampling. The results of this research showed there is no relationship between occupational status mothers with exclusive breastfeeding on babies (OR= 2,456 P Value 0,211 with alpha > 0,05). It is recommended for each family member, especially the husband to give a support and motivation to mother in giving exclusive breastfeeding to the babies.
PENDAMPINGAN IBU MENUJU MASYARAKAT SADAR STUNTING DI DESA BAROS KABUPATEN SERANG-BANTEN Rokhaidah Rokhaidah; Herlina Herlina; Riadinni Alita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9398

Abstract

Community empowerment is an effort to give empowerment or strengthening to the community to find new alternatives to be a better community. Serang Regency is one of the districts that is locus of stunting. The stunting rate in Serang Regency in 2019 is still quite high, 32%. The four districts in Serang are included in the ten districts which are the locus of stunting, namely Serang, Lebak, Pandegelang and Tangerang districts. The problem found in Baros village is that the growth of children under five is not optimal by the mother and there has never been any training on child growth. Based on this, the service team from the Faculty of Health Sciences at UPN Veteran Jakarta conducted community service in the form of health education on stunting and child growth training with the aim of fostering awareness, willingness, and the ability of mothers to prevent and protect children from stunting. The method of implementing this community service is carried out in several stages, namely: area potential survey, dialogue program activities through FGDs, health promotion, child growth training, and monitoring evaluation. 30 mothers were participating in health promotion and child growth training. The results of this activity obtained data that mothers who have good knowledge of 83.3% and sufficient knowledge of 26.7% and skills of mothers in the environment of child growth 46.7% have good skills and 53.3% of sufficient skills. Continuous efforts are needed to increase children's growth independently so that the incidence of stunting can be detected early. ABSTRAK:Pemberdayaan masyarakat adalah upaya memberikan daya (empowerment) atau penguatan (strengthening) kepada masyarakat untuk menemukan alternatif-alternatif baru dalam pembangunan masyarakat sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kabupaten serang adalah salah satu kabupaten yang menjadi lokus stunting. Angka stunting di Kabupaten Serang pada tahun 2019 masih cukup tinggi yaitu 32%. Empat kabupaten di Serang masuk dalam sepuluh kabupaten di seluruh Indonesia yang menjadi lokus stunting yaitu kabupaten Serang, Lebak, Pandegelang dan Tangerang. Hasil observasi yang dilakukan diketahui bahwa permasalahan di desa Baros adalah belum optimalnya pemantauan pertumbuhan balita secara mandiri oleh ibu dan belum pernah dilakukan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak. Berdasarkan hal tersebut maka tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan tentang stunting dan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan ibu dalam mengenali, mencegah dan melindungi anak dari penyakit stunting. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: Survei potensi wilayah, dialog program kegiatan melalui FGD, promosi kesehatan, pelatihan pemantauan pertumbuhan anak, dan monitoring evaluasi. Kegiatan promosi kesehatan dan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak diikuti oleh 30 ibu balita. Hasil dari kegiatan ini diperoleh data bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik 83% dan pengetahuan cukup 27% dan keterampilan ibu dalam pemantauan pertumbuhan anak 47% berketerampilan baik dan 53% keterampilan cukup. Diperlukan upaya berkelanjutan berupa pendampingan ibu balita untuk tetap meningkatan keterampilan pemantauan pertumbuhan anak secara mandiri sehingga kejadian stunting dapat dideteksi secara dini. 
Mencegah Oral Mucositis Akibat Kemoterapi Pada Anak Dengan Terapi Rokhaidah; Herlina
Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan
Publisher : AKPER Pasar Rebo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.008 KB) | DOI: 10.36971/keperawatan.v2i1.34

Abstract

Oral mucositis in cancer patients is an inflammation of the oral mucosa that’s produced by chemotherapy agents or radiation therapy. The prevalence of mucositis in children is higher than in adults because of faster cell division in children. Treatment with non-pharmacological and pharmacological agents. In the field of care for prevention and treatment of mucositis in children. Non-farmacological treatment that can be used in the treatment of oral mucositis in pediatric patients with cancer is honey. The aim of this study was to determine the treatment in oral care against oral mucositis due to chemotherapy in children. This research was quasy experiment with nonequivalent control group design. This study involved 34 child respondents as samples. The results showed that honey significanly impacted to the incidence of oral mucositis (P value = 0.013, CI 95%). The incident of oral mucositis in experiment group was lower than the control group. So the researchers recommended honey for oral treatment of patients whose undergoing chemoterapy.
PENERAPAN EVIDENCE BASED NURSING EFEKTIFITAS TERAPI BERMAIN MEWARNAI GAMBAR TERHADAP KECEMASAN ANAK DENGAN HOSPITALISASI Carennina Clara Dita; Rokhaidah
Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang kesehatan Vol 2 No 2 (2018): Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan
Publisher : AKPER Pasar Rebo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.622 KB) | DOI: 10.36971/keperawatan.v2i2.41

Abstract

Hospitalization in children can cause anxiety and stress at all age levels. One of the efforts to lower the anxiety play therapy colouring pictures. This research aims to know the existence of the play therapy influences colouring pictures against anxiety in children hospitalization. This research method using quasy experiments with one group pretest posttest design. Data collection using the questionnaire Hamilton Rating Scale for Anxiety (HAR-S) the determination of the sample using a purposive sampling with a total of 24 respondents. The results of the statistical test for paired samples t-test p value 0.000 results obtained (p value < α 0.05) so that it can be concluded that there is a therapeutic influence drawing against anxiety in children hospitalization. The study suggested granting therapy colouring pictures in children with hospitalization as an effective way to decrease anxiety.
ANALISA GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA RUMAH TANGGA DI RT 027 RW 012 DESA MAMPIR KEC. CILEUNGSI BOGOR Desi Ikaristi; Rokhaidah
Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang kesehatan Vol 2 No 2 (2018): Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan
Publisher : AKPER Pasar Rebo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.291 KB) | DOI: 10.36971/keperawatan.v2i2.42

Abstract

Clean and Healthy Life Behavior (CHLB) is essentially a preventive behavior by individuals or families of various diseases. This study aims to determine the description of CHLB in households. The research design used in this study is descriptive analytical quantitative research. This research was conducted on 50 respondents, namely the head of a family member in RT 027 RW 012 Mampir Village, Cilaungsi District, Bogor. The results of this study get results; maternal pritas status has ever been pregnant (92.0%); childbirth assistance by midwives (60.0%) and delivery assisted by doctors (32.0%); mothers give exclusive breastfeeding (78.0%); mothers always weigh babies every month (80.0%): the condition of clean water without dirt (94.0%); maternal compliance with hand washing (100.0%); conditions of latrines with healthy latrine conditions (100.0%); routinely eradicate mosquito larvae (82.0%); always consume fruits and vegetables every day (70.0%); always doing physical activities (24.0); family members who smoke inside the house (68.0%) .The conclusions of the results of this study are for indicators of fruit and vegetable consumption, physical activity and non-smoking in the home still need to be improved.
PEMBERDAYAAN IBU MELALUI PRAKTIK DUKUNGAN KELUARGA UNTUK CEGAH STUNTING Rokhaidah Rokhaidah; Lina Ayu marcelina; Lima Florensia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20835

Abstract

Depok City in August 2021 had a stunting prevalence of 3.5 percent. An important factor that affects stunting is knowledge. Good maternal knowledge can be used for stunting prevention efforts. Family support is also important to provide encouragement in the form of attention to family members and assist family members in solving health problems so that they will feel confident in dealing with problems. Partner problems are: the lack of understanding of mothers about family support in preventing stunting in children. The solution to the problems faced by partners in the Pasir Putih sub-district, Sawangan-Depok sub-district, is the Community Partnership Program (PKM) for empowering mothers through family support practices to prevent stunting by implementing health education on family support practices to prevent stunting in children. Implementation on 1-30 July 2022. The purpose of this Community Partnership Program is to increase the ability, willingness and awareness of the community in preventing stunting by recognizing stunting and through family support. Methods: Health Education using lecture and discussion methods. Results: after this PKM activity, the partners' knowledge about stunting increased with the results before the test that the mother had good knowledge of 35% to 80% at the time of the test and the practice of good family support at the time of the test increased from 83% to 94% during the test. Conclusion: Health education is very important for mothers as an effort to prevent stunting through family support. ABSTRAK: Kota Depok pada Agustus 2021 memiliki prevalensi stunting sebesar 3,5 persen, Faktor penting yang mempengaruhi stunting adalah pengetahuan. Pengetahuan ibu yang baik dapat digunakan untuk upaya pencegahan stunting. Dukungan keluarga juga menjadi penting untuk memberikan dorongan berupa perhatian ke anggota keluarga dan membantu anggota keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatan sehingga akan merasa percaya diri dalam menghadapi masalah. Permasalahan mitra adalah: belum terbentuknya pemahaman ibu tentang dukungan keluarga dalam pencegahan stunting pada anak. Solusi bagi masalah yang dihadapi mitra di kelurahan Pasir Putih kecamatan Sawangan-Depok adalah dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pemberdayaan ibu melalui praktik dukungan keluarga cegah stunting dengan implementasi edukasi kesehatan tentang praktik dukungan keluarga untuk cegah stunting pada anak. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 1-30 Juli 2022. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan, kemauan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting dengan cara mengenali penyakit stunting serta melalui dukungan keluarga. Metode: Edukasi Kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil: setelah kegiatan PKM ini pengetahuan mitra tentang stunting meningkat dengan hasil sebelum tes ibu berpengetahuan baik sebanyak 35% menjadi 80% pada saat post tes dan praktik dukungan keluarga baik pada saat pretest  84% meningkat menjadi 94% saat posttest. Kesimpulan: edukasi Kesehatan sangat penting bagi ibu sebagai upaya pencegahan stunting melalui dukungan keluarga.
Aplikasi Pemantau Pertumbuhan Meningkatkan Pemantauan Mandiri Ibu terhadap Stunting Rokhaidah; Herlina
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.267 KB)

Abstract

Children are the future of the nation who have the right to grow and develop properly. The problem of growthchildren in Indonesia is still quite high. The prevalence of stunting in 2017 was 29.6%, far above the minimumlimit set by WHO, which is 20%. One of the pillars of preventing stunting is warning and evaluation. Growthmonitoring can be done using an application accessed via a smartphone which is designed to facilitate a varietyof health problems. The purpose of this study was to analyze the effect of training on the use of child growthapplications on the independent practice of mothers in controlling stunting. This study used a quasi-experimentaldesign with a pre and post test control group design. The sample of this research is mothers who have childrenunder five at Posyandu Arjuna, Baros Village, perhaps 60 people with purposive sampling technique. Theinstrument used was a practice observation sheet in child growth, the results of statistical tests with ManWhitney analysis showed a p value of 0.007, which means that it shows the difference between the independentpractice of the control group and the intervention group at the time of the final test so that it can show that theuse of growth monitoring applications has a good effect on practice. independent mother in a condition ofstunting. Researchers suggest analyzing the factors that can influence mother's motivation to increase childgrowth.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Malinau Hilir Kabupaten Malinau Kalimantan Tahun 2021 Gita Ekawati; Rokhaidah
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.261 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.17

Abstract

Stunting adalah suatu keadaan terhambatnya pertumbuhan yang bersifat kronis disebabkan malnutrsi dalam jangka panjang. Penyebab stunting bersifat multifaktorial dan tidak hanya dipengaruhi oleh gizi buruk yangdialami ibu saat hamil dan balita, salah satu faktor penyebab stunting adalah Praktik Pengasuhan Ibu yang Kurang Baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis hubungan pola pemberian makan ibu, kebersihan, pencarian pelayanan kesehatan dan stimulasi psikososial dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampe 109 responden. Responden penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di Desa Malinau Hilir Kabupaten Malinau. Instrumen yang digunakan adalah data primer dengan mengukur Tinggi Badan Balita menggunakan microtoise dan Kuesioner. Analisa data yang digunakan yaitu uji statistik bivariat dengan Uji Chi-Square. Penelitian ini menujukkan bahwa terdapat hubungan antara pola pemberian makan (p=0,002), pola kebersihan (p=0,001), pola pencarian pelayanan kesehatan(p=0,000) dan pola stimulasi psikososial (p=0.004) dengankejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Malinau Hilir Kabupaten Malinau. Kesimpulan penelitian adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita meliputi pola pemberian makan, pola kebersihan, pola pencarian pelayanan kesehatan dan pola stimulasi psikososial.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK Rokhaidah, Rokhaidah; Zalwa, Indri
Indonesian Journal of Health Development Vol 6 No 2 (2024): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v6i2.275

Abstract

ABSTRAK Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal menjadi salah satu strategi penurunan angka gizi kurang dan stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program pemberian makanan tambahan lokal dengan peningkatan berat badan anak di Kecamatan Sawangan, Depok. Metode: Metode yang digunakan adalah retrospektif dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel program pemberian makanan tambahan lokal dan variabel peningkatan berat badan anak. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling pada 192 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2024. Hasil: Hasil uji chi square hubungan program pemberian makanan tambahan lokal dengan peningkatan berat badan anak yaitu p-value= 0.003 (<0.05) dan nilai OR 2.963. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara program pemberian makanan tambahan lokal dengan peningkatan berat badan anak, anak yang ikut dalam program pemberian makanan tambahan lokal memiliki peluang 2.963 kali berat badan anak meningkat secara adekuat. Peneliti merekomendasikan untuk menganalisis menganalisis hubungan karakteristik anak yang mengikuti program PMT lokal dengan peningkatan berat badan, serta memberikan gambaran terkait menu makanan PMT yang diterima anak. Kata kunci: Anak, Berat Badan, PMT Lokal ABSTRACT (11 pt) The local Supplementary Food Program (PMT) is one strategy to reduce malnutrition and stunting rates. Objective: This study aims to determine the relationship between local supplementary feeding programs and children's weight gain in Sawangan District, Depok. Method: The method used was retrospective with the chi-square test to determine the relationship between local supplementary feeding program variables and children's weight gain variables. The sampling technique used was stratified random sampling of 192 respondents. Data collection was carried out in May 2024. Results: The results of the chi square test of the relationship between local supplementary feeding programs and increased child weight, namely p-value = 0.003 (<0.05) and OR value 2.963. Conclusion: There is a significant relationship between the local supplementary feeding program and increasing children's weight, children who take part in the local supplementary feeding program have a 2.963 chance of increasing their child's weight adequately. Researchers suggest analyzing the relationship between the characteristics of children who take part in local PMT programs and weight gain, as well as providing an overview of the PMT food menu that children receive. Keywords:, Body Weight; Children; Local Supplementary Food Program