Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN INDIKATOR SOSIAL EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 6-24 BULAN Putri, Sintya Marliani; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Volume 7, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i1.4846

Abstract

Kegagalan pertumbuhan pada balita sehingga lebih pendek dari standar tinggi badan di usianya yang disertai dengan kejadian infeksi berulang disebut sebagai stunting. Permasalah stunting disebabkan oleh penyebab tidak langsung dan faktor pendukung. ketahanan pangan keluarga dan kondisi sosial ekonomi merupakan salah satu factor pendukung meningkatnya kajadian stunting di Indonesia. Ketahanan pangan keluarga dan kondisi sosial ekonomi keluarga yang terjadi pada saat pandemic Covid-19 memiliki dampak kepada kejadian stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan indikator sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga di masa pandemi COVID-19 dengan kejadian stunting dengan menggunakan disain penelitian deskriptif kuantitatif cross sectional. 93 orang responden diambil dengan teknik Proportional random sampling. Uji analisis dengan chi square menunjukkan hasil terdapat hubungan yang bermakna indikator sosial ekonomi berupa pendidikan orang tua (p=0,007), mata pencaharian ayah (p=0,009), dan pendapatan keluarga (p=0,013) dengan kejadian stunting. Variabel pekerjaan ibu (p=0,149) tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting. Hasil lain dari penelitian ini adalah adanya hubungan ketahanan pangan (p=0,010) dengan kejadian stunting. Peneliti mengharapkan untuk riset yang akan datang dapat focus pada karakteristik ketahan pangan dengan hubungannya pada kejadian stunting pada balita.
PENERAPAN EVIDENCE BASED NURSING DENGAN INTERVENSI BERMAIN TERAPEUTIK POP IT TERHADAP KECEMASAN ANAK SELAMA TERAPI INHALASI Sulistyawati, Rahma Dewi; Rokhaidah, Rokhaidah
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4330

Abstract

Abstrak Brokopneumonia adalah infeksi yang memengaruhi saluran udara yang menuju paru-paru, yang juga dikenal sebagai bronkus. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh adanya bakteri, tetapi bisa juga disebabkan oleh infeksi virus dan jamur, salah satu pengobatan yang diberikan pada anak yang mengalami bronkopneumonia ialah terapi inhalasi. Terapi inhalasi merupakan suatu metode pengobatan yang menggunakan mukolitik dan bronkodilaator dalam bentuk hirupan. Tujuan dari terapi ini adalah untuk melonggarkan sekresi di saluran perapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Seringkali pada anak balita mengalami kecemasan karena terapi inhalsi. Kecemasan dipengaruhi oleh penggunaan masker oksigen dan mesin pada terapi inhalasi. Hal ini juga sering terjadi pada anak balita yang sedang menjalani. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis asuhan keperawatan pada anak dengan bronkopneumonia dan intervensi bermain terapeutik pop it untuk mengurangi kecemasan anak selama terapi inhalasi. Penerapan bermain terapeutik pop it dilakukan pada pasien kelolaan yang dilakukan sebanyak 3x pertemuan selama 15-20 menit sedangkan pada pasien resume tidak diberikan intervensi inovasi. Data skor kecemasan menggunakan VFAS. Hasil dari penerapan bermain terapeutik pop it pada pasien kelolaan semula skor kecemasan sebesar 5 kemudian menurun menjadi 2, sedangkan untuk pasien resume yang tidak diberikan bermain terapeutik pop it semula skor kecemasan 5 kemudian menurun menjadi 4. Dampak lain dari bermain terapeutik pop it ialah dapat melatih motorik, sensorik dan aspek kognitif bagi anak seperti belajar berhitung, menyebutkan bentuk pada pop it dan melatih kecepatan tangan. Keywords: Anak, bermain terapeutik, hospitalisasi, kecemasan, pop it, , terapi inhalasi Abstract: Brochopneumonia is an infection that affects the airways leading to the lungs, also known as the bronchi. This infection is generally caused by bacteria, but can also be caused by viral and fungal infections. One of the treatments given to children who experience bronchopneumonia is inhalation therapy. Inhalation therapy is a treatment method that uses mucolytics and bronchodilators in the form of inhalation. The aim of this therapy is to regulate secretions in the reproductive tract that can cause respiratory tract obstruction. Often children under five experience anxiety due to inhalation therapy. Anxiety is influenced by the use of oxygen masks and machines in inhalation therapy. This also often happens to children under five who are undergoing it. The aim of this research is to help treat bleeding in children with bronchopneumonia and pop it therapeutic play intervention to reduce children's anxiety during inhalation therapy. The application of therapeutic pop play was carried out on managed patients in 3 meetings lasting 15-20 minutes, while on the resume the patient was not given any innovative intervention. Anxiety score data using VFAS. The results of applying pop it therapeutic play to patients managed to get an initial anxiety score of 5 then decreased to 2, while for resume patients who were not given pop it therapeutic play the anxiety score returned to 5 then decreased to 4. Another impact of pop it therapeutic play is that it can train motor, sensory and cognitive aspects for children such as learning to count, naming shapes on pop it and practicing hand speed Keywords: Children, therapeutic play, hospitalization, anxiety, pop it, , inhalation therapy
PENILAIAN DIRI PERAWAT PERINA TERHADAP KOMPETENSI MERAWAT BAYI HIPERBILIRUBINEMIA Herlina, Herlina; Rokhaidah, Rokhaidah; Sari, Indah Permata
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.461

Abstract

Latar Belakang Masalah: Hiperbilirubinemia merupakan gangguan kesehatan yang sering terjadi pada bayi prematur. Perawatan di rumah sakit memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Kematian bayi karena hyperbilirubinemia termasuk kematian oleh sebab yang dapat dihindari. Angka kematian bayi dapat diurunkan bila dirawat oleh tenaga perawat yang kompeten.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam gambaran penilaian diri perawat terhadap kompetensi merawat bayi hiperbilirubinemia.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pada 20 perawat perina yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuisener elektronik berisi pertanyaan terbuka.  Hasil: Hasil penelitian mendapatkan empat tema yaitu (1) merasa kompeten merawat bayi Hiperbilirubinemia karena berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan bersertifikat, (2) merasa tidak kompeten merawat bayi hyperbilirubinemia karena kurang pengetahuan tentang hiperbilirubinemia,(3) membutuhkan pelatihan perawatan bayi hyperbilirubinemia (4) Merasa perlu dukungan peralatan yang memadai untuk mampu merawat bayi hiperbilirubinemia. Simpulan: Dibutuhkan pelatihan terstruktur dan berkelanjutan tentang perawatan bayi hiperbilirubinemia untuk meningkatkan kompetensi perawat.
Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Rokhaidah Rokhaidah; Riska Hidayattullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.348

Abstract

Abstrak Latar Belakang :Stunting atau biasa disebut tubuh pendek dapat diartikan sebagai kondisi dimana terjadi gangguan pertumbuhan pada anak dibawah usia 5 tahun akibat dari kurangnya asupan gizi terutama dalam seribu (1000) hari pertama kehidupan. Stunting dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain pengetahuan ibu dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan stunting pada balita di Posyandu Anggrek 1 RW 06 Kramat Jati, Jakarta Timur Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan propotional stratified simpel random pada 96 sampel ibu balita. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakteristik responden ibu dan anak, pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan upaya pencegahan stunting yang sudah dilakukan validitas dan reabilitas. Hasil : Uji analisis statistik didapatkan hasil terdapat hubungan pengetahuan ibu (P=0,004) dan dukungan keluarga (P=0,031) dengan upaya pencegahan stunting pada balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan stunting pada balita. Disarankan pemberian edukasi tentang stunting kepada ibu dan meningkatkan upaya dukungan keluarga dapat dilakukan sebagai bentuk upaya preventif kejadian stunting. Kata Kunci: Balita, Dukungan keluarga, Pencegahan stunting, Pengetahuan Abstract Background: Stunting or commonly called short body can be interpreted as a condition where there is a growth disorder in children under the age of 5 years due to lack of nutritional intake, especially in the first thousand (1000) days of life. Stunting can be influenced by various factors, including mother's knowledge and family support Methods: The purpose of the study was to determine the relationship between mother's knowledge and family support with efforts to prevent stunting in toddlers at the Orchid 1 Posyandu, RW 06, Kramat Jati, East Jakarta. The research design used was cross sectional and the sampling was done by proportional stratified simple random on 96 samples. Data collection using a questionnaire consisting of the characteristics of the respondents mother and child, mother's knowledge, family support and stunting prevention efforts that have been carried out validity and reliability. Results: The statistical analysis test showed that there was a relationship between mother's knowledge (P = 0.004) and family support (P = 0.031) with efforts to prevent stunting in toddlers. Conclusion: Based on the results of the study, it was concluded that there was a significant relationship between mother's knowledge and family support and efforts to prevent stunting in toddlers. The author suggests the importance of providing education about stunting to mothers and increasing family support efforts to prevent stunting in toddlers. Keywords: Family support, Knowledge, Stunting prevention, Toddler
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Stunting di Wilayah Posyandu Kelurahan Cipedak Rahma Dewi Sulistyawati; Rokhaidah Rokhaidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.534

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Gangguan tumbuh kembang anak akibat gizi buruk disertai infeksi berulang sehingga tinggi badan anak di bawah standar nilai normal adalah definisi dari stunting. ASI eksklusif dan dukungan keluarga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dan dukungan keluarga dengan variabel stunting.Metode : Desain cross sectional digunakan oleh peneliti dengan jumlah responden 140 yang diambil dengan cara total sampling. Ibu yang memiliki anak usia 24-59 bulan di Wilayah Posyandu Kelurahan Cipedak adalah responden penelitian. Data stunting diambil secara langsung dengan mengukur Tinggi Badan Balita menggunakan microtoise dan dianalisis dengan standar antropometri berdasarkan indeks tinggi badan menurut usia dari Kementerian Kesehatan RI. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengambil data pemberian ASI eksklusif dan dukungan keluarga.Hasil: Peneliti mendapatkan hasil dari analisis statistik yaitu variabel pemberian ASI Eksklusif berhubungan dengan variable stunting (nilai p = 0,008), dan variable dukungan keluarga berupa dukungan emosional, dukungan kognitif, dan dukungan fasilitas (nilai p = 0,003, OR= 6,10) berhubungan dengan stunting pada anak di Wilayah Posyandu Kelurahan Cipedak.Kesimpulan : ASI eksklusif dan dukungan keluarga mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Disarankan ibu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan stunting dan mencari informasi tentang pentingnya ASI eksklusif. Untuk bayi. Disarankan juga untuk keluarga agar memberikan dukungan kepada ibu dalam praktik pemberian nutrisi kepada anak seperti dukungan emosional dan dukungan fasilitas.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Dukungan Keluarga, Stunting AbstractBackground: Impaired child growth and development due to poor nutrition accompanied by repeated infections so that the child's height is below the normal standard value is the definition of stunting. Exclusive breastfeeding and family support are factors that can influence the incidence of stunting in children. The aim of this research was to analyze the relationship between exclusive breastfeeding and family support with stunting variables.Method: A cross sectional design was used by researchers with a total of 140 respondents taken by total sampling. Mothers who have children aged 24-59 months in the Posyandu Area, Cipedak Village are research respondents. Stunting data was taken directly by measuring toddler height using microtoise and analyzed using anthropometric standards based on the height index for age from the Indonesian Ministry of Health. An instrument in the form of a questionnaire was used to collect data on exclusive breastfeeding and family support.Results: Researchers obtained the results of statistical analysis of variables, namely that exclusive breastfeeding was related to the stunting variable (p value = 0.008), and family support variables in the form of emotional support, cognitive support and facility support (p value = 0.003, OR= 6.10) were related to stunting in children in the Posyandu Area, Cipedak Village.Conclusion: Exclusive breastfeeding and family support influenced the incidence of stunting in children. It is recommended that mothers increase their knowledge about stunting prevention and seek information about the importance of exclusive breastfeeding. For babies. It is also recommended that families provide support to mothers in practicing providing nutrition to children, such as emotional support and facility support.Keywords: Exclusive breastfeeding, family support, stunting