Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendampingan Siswa Kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Kegiatan Edukasi Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Dan Pelatihan P3K di Sekolah Dasar Rokhaidah, Rokhaidah; Marcelina, Lina Ayu; Herlina, Santi; Jansen, Susiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17442

Abstract

ABSTRAK Pelatihan kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat penting untuk membantu kader UKS memahami lebih baik tentang berbagai aspek kesehatan, seperti pencegahan stunting, dan pertolongan pertama. Dengan pengetahuan ini, siswa dapat memberikan edukasi kepada komunitas sekolah. Pelatihan kader UKS sangat penting untuk memastikan bahwa program kesehatan di sekolah berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan pelatihan, kader UKS menjadi lebih kompeten, mampu memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, mendidik siswa dan komunitas sekolah, serta mencegah masalah kesehatan seperti stunting dengan lebih baik. Pelatihan ini juga membantu membentuk kader UKS sebagai pemimpin dan teladan dalam mempromosikan kesehatan di lingkungan sekolah. Pelatihan ini dilakukan pada siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 6 dengan total jumlah peserta 29 siswa. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta keterampilan praktis siswa berperan mencegah stunting dan memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Siswa diberikan materi mengenai peran remaja dalam pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa cukup baik dan penilaian praktik pertolongan pertama pada kecelakaan semua siswa memiliki kemampuan yang baik. Kesimpulan: Pelatihan siswa kader UKS mampu meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan siswa dalam pertolongan pertama pada kecelakaan. Kata Kunci: Anak, Pelatihan, P3K, Siswa, Stunting, UKS   ABSTRACT Training for School Health Unit (UKS) cadres is very important to help UKS cadres understand better about various aspects of health, such as stunting prevention and first aid. With this knowledge, students can provide education to the school community. UKS cadre training is very important to ensure that health programs in schools are effective and sustainable. With training, UKS cadres become more competent, able to provide quality health services, educate students and the school community, and better prevent health problems such as stunting. This training also helps shape UKS cadres into leaders and role models in promoting health in the school environment. This training was carried out on grade 6 elementary school (SD) students with a total of 29 students. The aim of this training is to improve students' knowledge, attitudes, behavior and practical skills to play a role in preventing stunting and providing first aid in accidents. The training implementation method is in the form of lectures and demonstrations. Students were given material regarding the role of teenagers in preventing stunting as well as demonstrations and re-demonstrations of first aid in accidents. The results of the training showed that the increase in students' knowledge was quite good and the assessment of first aid practices in accidents was that all students had good abilities. Conclusion: Training of UKS cadre students is able to increase students' knowledge in stunting prevention and increase students' skills in first aid for accidents. Keywords: Children, First Aid, Students, Stunting, Training, UKS
Training Of Trainer (TOT) Kader Posyandu untuk Generasi Bebas Stunting di Kelurahan Pasir Putih Sawangan-Depok Rokhaidah, Rokhaidah; Marcelina, Lina Ayu; Florensia, Lima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.12773

Abstract

ABSTRAK Pemerintah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024. Provinsi Jawa barat merupakan salah satu provinsi yang menjadi 12 provinsi prioritas stunting. Stunting merupakan masalah keluarga, maka intervensinya difokuskan pada keluarga khususnya keluarga 1000 HPK yang dilaksanakan di posyandu. Penurunan angka stunting dengan Intervensi sensitive untuk menangani penyebab tidak langsung dengan optimalisasi peran kader Kesehatan. Permasalahan mitra adalah belum dilakukannya Training of Trainer (ToT) kader Kesehatan untuk generasi bebas stunting. Solusi bagi masalah yang dihadapi mitra di kelurahan Pasir Putih kecamatan Sawangan-Depok adalah dengan Program Kemitraan Masyarakat Dasar (PKM-D)  melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) kader Posyandu untuk generasi bebas stunting yang dilaksanakan pada tangga 1-30 Juni 2023 dan diikuti oleh 13 orang kader Posyandu di Kelurahan Pasir Putih Sawangan Depok. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat Dasar (PKM-D) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta keterampilan praktis kader posyandu dalam berperan mencegah stunting. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Kader posyandu diberikan materi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak serta demontrasi dan redemontrasi cara pemeriksaan penyimpangan tumbuh kembang anak. Selanjutnya kader melakukan praktik pengukuran tumbuh kembang anak di posyandu masing-masing. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dari rerata nilai pretest 70 meningkat pada saat post test dengan rerata nilai 89,5. Serta nilai rata-rata kader dalam keterampilan pemeriksaan tumbuh kembang anak adalah 71. Kesimpulan: Kegiatan ToT kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kata Kunci: Kader, Posyandu, Stunting, Training Of Trainer   ABSTRACT The government has set stunting as a national priority issue in the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN) with a target of a significant reduction from 24.4% in 2021 to 14% in 2024. West Java Province is one of the 12 priority provinces stunting. Stunting is a family problem, so the intervention is focused on the family, especially the 1000 HPK families implemented at the Posyandu. Reducing stunting rates with sensitive interventions to deal with indirect causes by optimizing the role of health cadres. The partner's problem is that health cadre training of trainers (ToT) has not been carried out for a stunting-free generation. The solution to the problems faced by partners in the Pasir Putih sub-district, Sawangan-Depok sub-district is the Basic Community Partnership Program (PKM-D) through the Posyandu cadre Training of Trainer (ToT) activities for stunting-free generations which are held on June 1-30 2023 and are followed by by 13 Posyandu cadres in Pasir Putih Sub-District, Sawangan Depok. The aim of the Basic Community Partnership Program (PKM-D) is to increase knowledge, attitudes, behavior and practical skills of posyandu cadres in their role in preventing stunting. The training implementation method is in the form of lectures and demonstrations. Posyandu cadres were given material on child growth and development as well as demonstrations and demonstrations on how to check for irregularities in child growth and development. Furthermore, the cadres practice measuring the growth and development of children in their respective posyandu. There is an increase in the knowledge of cadres from an average pretest score of 70 to an increase in the post test with an average score of 89.5. As well as the average score of cadres in the skill of examining child growth and development is 71. Conclusion: ToT activities for psoyandu cadres can increase cadres' knowledge and skills in monitoring children's growth and development. Keywords: Cadres, Posyandu, Stunting, Training of Trainer
HUBUNGAN INDIKATOR SOSIAL EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 6-24 BULAN Putri, Sintya Marliani; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Volume 7, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i1.4846

Abstract

Kegagalan pertumbuhan pada balita sehingga lebih pendek dari standar tinggi badan di usianya yang disertai dengan kejadian infeksi berulang disebut sebagai stunting. Permasalah stunting disebabkan oleh penyebab tidak langsung dan faktor pendukung. ketahanan pangan keluarga dan kondisi sosial ekonomi merupakan salah satu factor pendukung meningkatnya kajadian stunting di Indonesia. Ketahanan pangan keluarga dan kondisi sosial ekonomi keluarga yang terjadi pada saat pandemic Covid-19 memiliki dampak kepada kejadian stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan indikator sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga di masa pandemi COVID-19 dengan kejadian stunting dengan menggunakan disain penelitian deskriptif kuantitatif cross sectional. 93 orang responden diambil dengan teknik Proportional random sampling. Uji analisis dengan chi square menunjukkan hasil terdapat hubungan yang bermakna indikator sosial ekonomi berupa pendidikan orang tua (p=0,007), mata pencaharian ayah (p=0,009), dan pendapatan keluarga (p=0,013) dengan kejadian stunting. Variabel pekerjaan ibu (p=0,149) tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting. Hasil lain dari penelitian ini adalah adanya hubungan ketahanan pangan (p=0,010) dengan kejadian stunting. Peneliti mengharapkan untuk riset yang akan datang dapat focus pada karakteristik ketahan pangan dengan hubungannya pada kejadian stunting pada balita.
PENERAPAN EVIDENCE BASED NURSING DENGAN INTERVENSI BERMAIN TERAPEUTIK POP IT TERHADAP KECEMASAN ANAK SELAMA TERAPI INHALASI Sulistyawati, Rahma Dewi; Rokhaidah, Rokhaidah
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4330

Abstract

Abstrak Brokopneumonia adalah infeksi yang memengaruhi saluran udara yang menuju paru-paru, yang juga dikenal sebagai bronkus. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh adanya bakteri, tetapi bisa juga disebabkan oleh infeksi virus dan jamur, salah satu pengobatan yang diberikan pada anak yang mengalami bronkopneumonia ialah terapi inhalasi. Terapi inhalasi merupakan suatu metode pengobatan yang menggunakan mukolitik dan bronkodilaator dalam bentuk hirupan. Tujuan dari terapi ini adalah untuk melonggarkan sekresi di saluran perapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Seringkali pada anak balita mengalami kecemasan karena terapi inhalsi. Kecemasan dipengaruhi oleh penggunaan masker oksigen dan mesin pada terapi inhalasi. Hal ini juga sering terjadi pada anak balita yang sedang menjalani. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis asuhan keperawatan pada anak dengan bronkopneumonia dan intervensi bermain terapeutik pop it untuk mengurangi kecemasan anak selama terapi inhalasi. Penerapan bermain terapeutik pop it dilakukan pada pasien kelolaan yang dilakukan sebanyak 3x pertemuan selama 15-20 menit sedangkan pada pasien resume tidak diberikan intervensi inovasi. Data skor kecemasan menggunakan VFAS. Hasil dari penerapan bermain terapeutik pop it pada pasien kelolaan semula skor kecemasan sebesar 5 kemudian menurun menjadi 2, sedangkan untuk pasien resume yang tidak diberikan bermain terapeutik pop it semula skor kecemasan 5 kemudian menurun menjadi 4. Dampak lain dari bermain terapeutik pop it ialah dapat melatih motorik, sensorik dan aspek kognitif bagi anak seperti belajar berhitung, menyebutkan bentuk pada pop it dan melatih kecepatan tangan. Keywords: Anak, bermain terapeutik, hospitalisasi, kecemasan, pop it, , terapi inhalasi Abstract: Brochopneumonia is an infection that affects the airways leading to the lungs, also known as the bronchi. This infection is generally caused by bacteria, but can also be caused by viral and fungal infections. One of the treatments given to children who experience bronchopneumonia is inhalation therapy. Inhalation therapy is a treatment method that uses mucolytics and bronchodilators in the form of inhalation. The aim of this therapy is to regulate secretions in the reproductive tract that can cause respiratory tract obstruction. Often children under five experience anxiety due to inhalation therapy. Anxiety is influenced by the use of oxygen masks and machines in inhalation therapy. This also often happens to children under five who are undergoing it. The aim of this research is to help treat bleeding in children with bronchopneumonia and pop it therapeutic play intervention to reduce children's anxiety during inhalation therapy. The application of therapeutic pop play was carried out on managed patients in 3 meetings lasting 15-20 minutes, while on the resume the patient was not given any innovative intervention. Anxiety score data using VFAS. The results of applying pop it therapeutic play to patients managed to get an initial anxiety score of 5 then decreased to 2, while for resume patients who were not given pop it therapeutic play the anxiety score returned to 5 then decreased to 4. Another impact of pop it therapeutic play is that it can train motor, sensory and cognitive aspects for children such as learning to count, naming shapes on pop it and practicing hand speed Keywords: Children, therapeutic play, hospitalization, anxiety, pop it, , inhalation therapy
PENILAIAN DIRI PERAWAT PERINA TERHADAP KOMPETENSI MERAWAT BAYI HIPERBILIRUBINEMIA Herlina, Herlina; Rokhaidah, Rokhaidah; Sari, Indah Permata
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.461

Abstract

Latar Belakang Masalah: Hiperbilirubinemia merupakan gangguan kesehatan yang sering terjadi pada bayi prematur. Perawatan di rumah sakit memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Kematian bayi karena hyperbilirubinemia termasuk kematian oleh sebab yang dapat dihindari. Angka kematian bayi dapat diurunkan bila dirawat oleh tenaga perawat yang kompeten.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam gambaran penilaian diri perawat terhadap kompetensi merawat bayi hiperbilirubinemia.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pada 20 perawat perina yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuisener elektronik berisi pertanyaan terbuka.  Hasil: Hasil penelitian mendapatkan empat tema yaitu (1) merasa kompeten merawat bayi Hiperbilirubinemia karena berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan bersertifikat, (2) merasa tidak kompeten merawat bayi hyperbilirubinemia karena kurang pengetahuan tentang hiperbilirubinemia,(3) membutuhkan pelatihan perawatan bayi hyperbilirubinemia (4) Merasa perlu dukungan peralatan yang memadai untuk mampu merawat bayi hiperbilirubinemia. Simpulan: Dibutuhkan pelatihan terstruktur dan berkelanjutan tentang perawatan bayi hiperbilirubinemia untuk meningkatkan kompetensi perawat.