Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Mata Pelajaran Geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) Sebagai Pelaksana Kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang Norsidi Norsidi; Paiman Paiman
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v5i2.939

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan pedagogik guru mata pelajaran geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di Kabupaten Ketapang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer yang dikumpulkan melalui angket. Analisis data menggunakan rata-rata dan persentase skor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pedagogik guru pada indikator: a) memahami karateristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural emosional, dan intelektual dikategorikan dengan rata-rata nilai 3,06% baik; b) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran dikategorikan baik dengan rata-rata nilai 3,25% baik; c) mengembangkan kurikulum terkait mata pelajaran yang diampu dikategorikanbaik dengan rata-rata nilai 3,20% baik; d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dengan rata-rata nilai 3,03% baik; e) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan rata-rata nilai 2,76% kurang mampu; f) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya dengan rata-rata nilai 3,21 baik; g) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan rata-rata nilai 3,21 baik; h) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi hasil belajar dengan rata-rata nilai 3,43 baik; i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi 2,78 baik; j) melakukan tindakan reflektif dengan rata-rata nilai 3,00 baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN HUTAN ADAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA LUBUK BERINGIN Norsidi Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v6i1.1231

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan model hutan berkelanjutan berbasis kearifan lokal di masa mendatang. Penelitian ini lebih menekankan dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis data model interaktif dan SWOT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Matrix Grand Strategy terlihat titik staregi pengembangan model pengelolaan hutan berkelanjutan Desa Lubuk Beringin Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo masa mendatang berada di posisi strategi pertumbuhan, yaitu memanfaatkan seoptimal mungkin kekuatan dan peluang yang dimiliki. Dalam diagram menunjukkan bahwa titik potong (1,150; 0,530) berada pada kuadran I, dimana situasi tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang agar dapat meningkatkan pertumbuhan untuk pengembangan model pengelolaan hutan berkelanjutan Desa Lubuk Beringin di masa mendatang.
Persepsi Masyarakat Mengenal Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Norsidi Norsidi; Suherdiyanto Suherdiyanto; Herly Yosi Manu
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3288

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang persepsi masyarakat mengenal pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan statistik sederhana menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) persepsi masyarakat terhadap keberadaan ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah adalah rata-rata nilai 91,57 % dengan kategori sangat baik; 2) persepsi masyarakat terhadap manfaat ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah adalah rata-rata nilai 88,23 % kategori baik; dan 3) persepsi masyarakat terhadap kebersihan ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah adalah nilai rata-rata 84,86 % cukup.
IMPELMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EKSTRAKURIKULER PRAMUKA SISWA DI SMA NEGERI 02 KOTA PONTIANAK Novita Sariani; Norsidi Norsidi
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 7, No 3 (2022): VOLUME 7 NUMBER 3 SEPTEMBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v7i3.3188

Abstract

The purpose of this research is to describe the implementation of environmental care character education through scout extracurricular and the obstacles faced by the coaches in environmental care character education activities through scout extracurricular at SMA Negeri 02 Pontianak City. The method in this research is a qualitative method. Data sources include informants, places/events, and documents. Technical data collection was obtained through in-depth interviews, observation, and document analysis. The sampling technique used was snowball sampling and purposive sampling. Data analysis in this study used an interactive model. The results of the research that the character education process is carried out through three stages, namely Moral Knowing, Moral Feeling, and Moral Action and applying the Scouting Method. The obstacles faced by the coaches in environmental care character education activities through scout extracurriculars at SMA Negeri 02 Pontianak City are that the material is a lot moreover with character education but the hours are few, the lack of awareness of the students to implement the character values of caring for the environment. Just touched on the level of recognition of norms or values. Lack of participation of parents and the community in supporting the cultivation of character education.
DAMPAK MASYARAKAT TRANSMIGRAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA DI DESA TUNGGAL BHAKTI KECAMATAN KEMBAYAN Norsidi, Norsidi Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v10i3.6919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan yakni sebagai berikut; (1) bagaimana sejarah transmigrasi di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau; (2) bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat transmigran di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau; (3) dampak sosial budaya masyarakat transmigrasi di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi langsung, komunikasi langsung dan dokumenter. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sejarah transmigran di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau pertama kali ditempatkan pada Tahun 1980 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Kepadatan penduduk yang terjadi di pulau Jawa merupakan salah satu faktor dari pemerintah orde baru untuk melakukan program Transmigrasi. Aktivitas ekonomi para transmigran di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau kehidupan masyarakat adalah bermata pencarian sebagai petani. Dampak secara ekonomi perubahan ini dapat mencakup peralihan dari ekonomi berbasis pertanian tradisional menjadi lebih beragam dengan pertumbuhan sektor jasa dan industry. Masyarakat transmigran membawa kebudayaan dan tradisi dari daerah asal untuk diperkenalkan kepada lapisan elemen-elemen masyarakat lokal. Masyarakat lokal memiliki toleran cenderung terbuka menerima perbedaan dan keberagaman sebagai sesuatu yang memperkaya kehidupan mereka.
Efektivitas dan Kelemahan Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 Pada Mata Pelajaran Geografi di Kelas XII IPS SMA Wisuda Pontianak Norsidi, Norsidi; Suwarno, Agus
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25728

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan dan keterbatasan pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada pembelajaran geografi kelas XII IPS SMA Wisuda Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner sebagai alat mengumpulkan data. Informasi dikumpulkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena atau variabel tertentu dalam populasi tertentu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik persentase. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) efektifitas pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 masuk dalam kategori tergolong sangat baik, artinya penggunaan teknologi ini efektif dalam mengelola dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mampu menarik minat belajar siswa. Teknologi Articulate Storyline 3 mampu menampilkan konten pembelajaran dengan menarik dan interaktif; 2) berdasarkan hasil penelitian ini kelemahan pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 yaitu guru tidak sepenuhnya menguasai semua fitur layanan dalam pembelajaran berbasis Articulate Storyline 3 ini dikarenakan guru kesulitan untuk menyesuaikan metode pengajaran tradisional dengan elemen-elemen interaktif.
Pengenalan Alat Praktek Geografi Kepada Peserta Didik di Madrasah Aliyah Walisongo Kota Pontianak Mustiah; Sariani, Novita; Norsidi; Suwarno, Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i2.632

Abstract

The importance of introducing geographic practical tools such as GPS, stereoscopes and aerial photographs in schools for various reasons. Practical tools are tools that can be absorbed by the eyes and ears with the aim of helping educators to make the learning process more effective and efficient. The ones that will be used are GPS, stereoscopes and aerial photographs. The problem that occurs is not all schools can visit the laboratory of the geography education study program at Universitas PGRI Pontianak. This is because of time constraints due to the density of academic and non-academic activities and extra supervision in conducting visits outside the school environment. The method of community service with socialization activities for the introduction of practical tools that begin with theory then continue with direct practice using laboratory equipment. Presenting practical tools in real terms will provide variation in the learning process. Socialization activities are carried out in the school environment with time and participant agreements with the parties. Participants in the socialization activity are all students of class X of MA Walisongo, Pontianak City. The results obtained from the introduction of these geographic practical tools are: can increase students' abilities in using tools; provide variation in the learning process; ongoing cooperation between the geography education study program and the school.
Penguatan Kesadaran Spasial dan Literasi Pesisir: Siswa SMAN 1 Siantan Belajar Dinamika Abrasi dan Akresi Pantai Mempawah Novita Sariani; Mustofa; Wiwik Cahyaningrum; Suherdiyanto; Norsidi; Ivan Veriansyah; Agus Suwarno; Ihsan Nurhakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.882

Abstract

Coastal areas are dynamic environments that are highly susceptible to changes caused by geomorphological processes, particularly coastal abrasion and accretion. Limited coastal literacy and students' spatial awareness of coastal dynamics often constrain understanding of shoreline changes and the importance of sustainable coastal environmental management. This condition served as the basis for implementing a Community Service Program (PKM) aimed at strengthening coastal literacy and enhancing students' spatial awareness through field-based geography learning on the dynamics of coastal abrasion and accretion at Mempawah Beach. The learning activities employed interactive lectures, group discussions, field observations, identification of abrasion and accretion landforms, shoreline change observations, and the completion of student worksheets (LKPD). The program was evaluated descriptively through field observations, group discussions, and an analysis of students' worksheet responses without employing pre-test or post-test assessments. The results indicate that the participants were able to recognize the characteristics of coastal abrasion and accretion based on geomorphological features observed in the field, identify factors influencing shoreline changes, and explain the relationship between natural processes and human activities in shaping coastal dynamics. Furthermore, the field-based learning activities provided meaningful contextual learning experiences that promoted the development of coastal literacy, spatial thinking skills, and environmental awareness regarding coastal conservation and mitigation efforts. Therefore, field-based geography learning can be considered an effective approach to strengthening students' coastal literacy and spatial awareness through direct interaction with real-world coastal environments, thereby fostering long-term environmental stewardship and sustainable coastal conservation attitudes.
Geography Interactive Learning Media Based on the Articulate Storyline 3 Application to Improve Learning Outcomes in Senior High School Norsidi Norsidi; Agus Suwarno; Afzal Sayed Munna
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 5, Issue 1 (2024): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgej.v5i1.23164

Abstract

The use of interactive learning media is increasingly demanded in Geography learning. However, the availability of interactive geography learning media that meets eligibility standards is still limited. This research aims to produce interactive Articulate Storyline 3 media that meets feasibility standards and is validated. Media development refers to the Borg and Gall model. The data collection techniques used were observation, interviews, indirect communication and documentary studies. The data collection tools used were observation guides, interview guides, validation sheets, and documentation. Product trials were carried out in class X of SMA Negeri 2 Simpang Hilir. The data analysis techniques in this research are needs analysis techniques, qualitative and quantitative. The results of the research show that, namely, 1) producing interactive learning media based on Articulate Storyline 3 is suitable for use in the learning process in geography subjects regarding geosphere phenomena; 2) Interactive learning media based on Articulate Storyline 3 is included in the criteria of being very valid and very suitable for use in the learning process which is observed through evaluation by media experts and material experts as well as product trials and usage trials; 3) there are differences in learning outcomes for class XA students at SMA Negeri 2 Simpang Hilir before and after being given interactive learning media based on Articulate Storyline 3, so it is very effective in improving student learning outcomes
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Aplikasi Flipbook di Kota Pontianak Norsidi; Novita Sariani; Agus Suwarno; Yoga Prasetya Adi Nugraha; Elsa Titi Uma; Justami; Manuel Daryono
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.766

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PkM) ini berjudul “Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SD/SMP/SMA Melalui Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Aplikasi Flipbook di Kota Pontianak.” Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak dalam menyusun bahan ajar digital interaktif menggunakan Flipbook. Pelatihan ini sangat relevan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan teknologi pembelajaran terkini, memungkinkan mereka menciptakan materi yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik di berbagai jenjang. Metode pelaksanaan PkM adalah pelatihan luring (hands-on) yang intensif dan terbagi dalam tiga tahapan: perencanaan kurikulum dan koordinasi dengan PGRI Kota Pontianak; tahap inti di mana pelatihan pembuatan bahan ajar digital berbasis aplikasi Flipbook diberikan; dan evaluasi serta monitoring dampak kegiatan. Program ini menargetkan efek domino positif melalui penyebaran pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing, sehingga terjadi peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di Kota Pontianak. Simpulan kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mencapai tujuan utama, yaitu peningkatan signifikan pada kompetensi dan keterampilan praktis guru. Solusi pelatihan Flipbook terbukti tepat sasaran dan sangat relevan, didukung oleh antusiasme serta kehadiran penuh peserta. Luaran PkM mencakup publikasi artikel ilmiah di seminar nasional, artikel di koran online, video dokumentasi YouTube ber-Hak Cipta, dan peningkatan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran digital berkelanjutan