Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PROFIL MISKONSEPSI SISWA SD PADA KONSEP GAYA DAN CAHAYA Pujayanto, Pujayanto; Budiharti, Rini; Waskita, Sutadi; Raharjo, Trustho
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7687.088 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui: 1). ada tidaknya miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya yang dimiliki siswa Kelas 5 SD di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar; 2). profil miskonsepsi  pada konsep Gaya dan Cahaya pada siswa Kelas 5 SD di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.Penelitian ini dilakukan di SD yang berada di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar tahun ajaran 2005/2007, dengan menerapkan metode penelitian expost facto. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer, karena peneliti menperoleh data langsung darisubjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Dalam menentukan sampel penelitian digunakan teknik stratified random sampling, yang terdiri dari 50 siswa. Digunakan tes diagnostik untukmengukur (menilai) miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya. Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yaitu berupa analisis kualitatif tentang ada tidaknya miskonsepsi.Dari hasil analisis data ternyata terbukti bahwa siswa memiliki miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya. Pada sebagian besar konsep terjadi miskonsepsi, dengan tingkatan yang berbeda-beda. Adapun profil miskonsepsi yang dimiliki sebagian besar siswa (lebih dari 30%) adalah sebagai berikut: 1).Gaya hanya akan mempercepat gerak benda, tidak dapat memperlambat gerak; 2). Gaya tidak dapat membelokkan arah gerak benda; 3). Gaya magnet selalu berupa tarikan, sedangkan gaya gravitasi dapat berupa tarikan maupunl dorongan; 4). Berat benda di bumi sama dengan berat benda di bulan, karena massa benda di bumi sama dengan di bulan. 5). Setiap dua benda yang bersentuhan mengalami gaya gesekan; 6). Batang besi hanya dapat dijadikan magnet dengan digosok magnet dan batang besi tidak dapat dijadikan magnet dengan cara induksi); 7). Pesawat sederhana dapat memperkecil energi yang digunakan dalam bekerja; 8). Cahaya tidak dapat dipantulkan oleh setiap permukaan; 9). Di dalam sebuah medium cahaya dapat dibiaskan; 10). Benda dapat dilihat, jika ada cahaya dari mata sampai ke benda; 11). Benda dapat dilihat, apabila benda tersebut sumber cahaya; 12). Cahaya lampu neon dapat diurai menjadi cahaya warna pelangi, karena cahaya lampu neon adalah cahaya putih seperti cahaya putih matahari.Katakunci:miskonsepsi,profil miskonsepsi,konsep gaya dan cahaya.
KAJIAN VALIDITAS KONSTRUK MODUL IPA TERPADU BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH MATERI POKOK SUHU, KALOR DAN PERPINDAHANNYA SMP KELAS VII Pratiwi Wardani, Intan; Budiharti, Rini
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.629 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji validitas konstruk dari pengembangan bahan ajar modul IPA terpadu SMP kelas VII berbasis scientific approach pada materi pokok suhu, kalor dan perpindahannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian berupa pemberian angket kepada validator, peer reviewer dan reviewer. Validator terdiri dari 2 dosen ahli, peer reviewer terdiri dari 2 mahasiswa dan reviewer terdiri dari 3 guru IPA SMP serta responden yang terdiri atas 9 siswa dan 30 siswa dari 3 SMP di wilayah karisidenan Surakarta. Ketiga SMP tersebut adalah SMP N 1 Ampel, SMP N 1 Delanggu, dan SMP N 1 Sawit. Analisis data secara kualitatif pada penelitian ini untuk mengkaji validitas konstruk modul IPA Terpadu ini didukung dengan data hasil analisis kuantitatif dengan menggunakan prosedur Syaifuddin Azwar. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukkan bahwa bahan ajar modul IPA Terpadu yang diteliti dalam aspek konstruk telah sesuai dengan karakteristik pendekatan scientific approach. Berdasarkan hasil validasi ahli, reviewer, dan peer reviewer, modul tersebut secara umum sudah memiliki kriteria sangat baik dalam aspek konstruk. Modul IPA Terpadu juga telah diujicobakan pada lapangan awal dan lapangan utama dengan hasil yang sangat baik dalam aspek konstruk. Kata kunci : modul, IPA Terpadu, Scientific Approach, validitas, konstruk
PENGEMBANGAN SINTAX BLENDED LEARING IPA TERPADU BERBASIS SETS PADA TEMA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI SMP Budiharti, Rini; Yusliana Ekawati, Elvin; Pujayanto, Pujayanto; Wahyuningsih, Daru; Fitria H, Fairusy
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.365 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sintax Blended Learning IPA Terpadu berbasis SETS pada tema Pelestarian Lingkungan untuk sekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan secara multiyear untuk tahun pertama dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan (R & D) dari Borg & Gall. Dalam penelitian ini, dilakukan pengumpulan informasi terkait analisis kebutuhan di lapangan dan sumber-sumber belajar yang relevan dengan modul serta media e-learning yang telah dikembangkan sebelumnya untuk mengembangkan suatu model sintak pembelajaran yang tepat diterapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan angket. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif. Validasi oleh dua orang ahli untuk sintax pembelajaran beserta perangkatnya telah dilakukan sebelum diujicobakan di sekolah. Dari hasil validasi ahli menyatakan bahwa produk yang dihasilkan layak untuk diujicobakan di sekolah dengan melakukan beberapa revisi. Selanjutnya juga telah dilakukan validasi oleh reviewer yaitu 5 orang guru IPA. Hasilnya juga menunjukkan bahwa sintax pembelajaran yang dirancang layak untuk diujicobakan kepada siswa dengan beberapa revisi. Ujicoba telah dilakukan, untuk masing-masing sub tema ujicoba awal dilakukan pada siswa kelompok kecil sebanyak 10 siswa, selanjutnya ujicoba dilakukan pada siswa kelompok besar sebanyak 30 siswa. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan diperoleh prosentase rata-rata siswa yang mencapai KKM sebesar 77,1%. Melalui proses pengulangan dengan teknik triangulasi, data yang valid akan diperoleh, yang selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian ini berupa sintax Blended Learning IPA Terpadu berbasis SETS pada tema Pelestarian Lingkungan untuk sekolah menengah pertama dengan karakteristik sebagai berikut : (1) sintax pembelajaran yang dikembangkan disesuaikan dengan alur pembelajaran pada modul dan media e-learning; (2) tema Pelestarian Lingkungan yang dijabarkan menjadi 5 sub tema memiliki alur pembelajaran tipe model Blended Learning yang disesuaikan dengan karakteristik materi (3) Masing-masing sub tema memiliki jumlah alokasi waktu pembelajaran yang berbeda ditinjau dari keluasan materi dan tipe model Blended Learning yang dikembangkan. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa sintax pembelajaran yang dikembangkan layak diterapkan pada pembelajaran IPA Terpadu siswa sekolah menengah pertama. Kata kunci : Pembelajaran IPA Terpadu, SETS, model Blended Learning
Development of Learning Media Moodle-Based on Static Fluids Utari, Halimatush S.T; Budiharti, Rini; Sukarmin, Sukarmin; Wahyuningsih, Daru; Haryani, Fairusy F
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4367

Abstract

The purpose of this study was to develop a physics learning media Moodle-based with a scientific approach to static fluid that is feasible to use in the learning process. Previous research found that the media developed did not contain simulations which are very necessary in learning physics. Therefore, it is necessary to develop media that supports simulating physics practicums, especially in static fluids, and interactive. This study used the research and development (RnD) method, with the model ADDIE. However, because the goal was only to get the feasibility of the media, the steps were limited to three stages, which were Analyze, Design, and Development. This media is equipped with simulations using PhET and another Virtual Laboratory which can be accessed online through belajarsains-uns.com. The result is that the physics learning media Moodle-based on static fluids was successfully developed with very good criteria based on the assessments from expert validators, peer reviewers, and reviewers around 1364 of 1476. Meanwhile, during trials, some errors are found in the spelling of sentences. After revising, an increased score of the pre-test and post-test showed that learning media was effectively used and the questionnaire result met very good criteria, 5728 of 6840
Bahasa Inggris Kurniawati, Destriana; Fauzi, Ahmad; Budiharti, Rini; Haryani, Fairusy F
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.5107

Abstract

The research aims to find out whether or not there are: differences in the impact of the use of learning models discovery learning and problem-based learning supported by media Moodle on cognitive abilities; differences in the influence of students with high and low science process skills on cognitional capabilities; and interactions between learning models discovery learning and problem-based learning with the level of skills of science processes against cognitives on sound wave materials with the research subject being students of class XI SMAN 1 Surakarta teaching 2022–2023. The method used is the experimental method with a 2x2 factorial design. The data collection techniques used are the science process skills lift and the cognitive ability test of the learners. The data obtained was then analyzed using a two-way ANAVA test with cell frequencies not equal to the conclusion. It can be concluded that: there are differences in the impact of the use of discovery learning and problem-based learning supported by Moodle on cognitive abilities (Fobs = 18.606 > F0.05;1;67 = 3.98); there is a difference in the influence of learners who have high science process skills and low science process abilities on cognition abilities (Fobs = 15.65 > F0.05;1;67 = 3.98); and there is no interaction between the influences of learning models using discovery learning and problem-based learning in cognition (Fobs = 3.514 < F0.05;1;67 = 3.98).