Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER, LITERASI, 4C DAN HOTS PADA SILABUS DAN RPP MATA PELAJARAN FIQIH : Analisis Penguatan Pendidikan Karakter, Literasi, 4C dan Hots Pada Silabus dan RPP Mata Pelajaran Fiqih Yadi, Supriyadi; Deri Wanto
Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v2i3.318

Abstract

Penelitian ini mengungkan kandungan unsur Peguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, 4C, dan HOTS pada silabus dan Rencana Program Pengajaran (RPP) mata pelajaran Fikih, khususnya kelas VIII semester ganjil. Penelitian ini untuk mengetahui apakah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Fiqh telah sesuai dengan silabus, unsur penguatan pendidikan karakter apa yang terdapat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Fiqih, apakah berpikir kristis dan kreatifitas serta unsur HOTS telah terdapat di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran belum sesuai dengan Silabus, penguatan pendidikan karakter hanya pada unsur relegius, sementara berpikir kritis dan kreatifitas belum mendapatkan perhatian dan tidak ditemukan unsur hots dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, baik di indikator Kompetensi Dasar, proses pembelajaran, maupun penilaian. Dari penelitian guru perlu memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sehingga sesuai dengan perkembangan pada abad 21.
THE IMPACT OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE ON STUDENTS’ INTEREST AND ACHIEVEMENT IN LEARNING MATHEMATICS: Bengkulu, Indonesia Sarwoedi; Syamsir; Muhammad Sholihin; Deri Wanto; Idi Warsah
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 13 No. 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v13i1.9050

Abstract

This study investigates the impact of Artificial Intelligence (AI) on students’ interest and achievement in learning mathematics compared to the use of printed textbooks. A quasi-experimental design was employed with two groups of senior high school students: the experimental group utilized AI-based applications, while the control group relied on printed textbooks as the main learning resource. Research instruments included a learning interest questionnaire, achievement tests, and classroom observations. The results indicate that students learning with AI demonstrated higher levels of interest due to interactivity and personalized content. Furthermore, there was a significant difference in learning outcomes between the AI group and the textbook group. The findings suggest that integrating AI into mathematics instruction can serve as an innovative strategy to foster student motivation and improve academic performance, while printed textbooks remain valuable as supplementary learning resources. Keywords: Artificial Intelligence, learning interest, learning outcomes, mathematics
Pendidikan Islam Klasik Dan Kontemporer Reni Dianti Rukmini; Aprianti, Serly; Deri Wanto
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/geap0119

Abstract

Pendidikan Islam mengalami perkembangan dari masa klasik hingga kontemporer dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, tokoh, dan perkembangan pemikiran filsafat pendidikan Islam pada kedua periode tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis literatur dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam klasik berfokus pada pembentukan akhlak dan spiritual melalui lembaga pesantren, masjid, dan halaqah, dengan tokoh seperti Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi. Sementara itu, pendidikan Islam kontemporer mengintegrasikan ilmu agama dengan teknologi dan ilmu modern, dengan lembaga seperti madrasah dan perguruan tinggi Islam. Kedua periode menunjukkan kesinambungan tujuan pembentukan insan kamil meski dengan pendekatan yang berbeda. Disimpulkan bahwa pendidikan Islam perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar.
Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam Pembelajaran di SMP IT Al-Husna Lebong Kristina, Epa; Rana Meiyanda; Mutiara Mahardika; Muhammad Idris; Deri Wanto
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP IT AL-Husna Lebong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka dalam menciptakan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta mampu memperkuat karakter religius siswa di tengah tantangan pendidikan abad ke-21. Urgensi penelitian ini terletak pada masih terbatasnya kajian mengenai implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI di sekolah Islam terpadu, khususnya yang mengkaji aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap guru PAI dan peserta didik, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi, perangkat pembelajaran, dan arsip sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Penerapan kurikulum ini mampu meningkatkan partisipasi belajar dan penguatan karakter religius siswa, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan pemahaman guru dan kurangnya pelatihan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi guru dan dukungan sekolah agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan optimal.