Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MANDALIKA VETERINARY JOURNAL

Tingkat Cemaran Bakteri pada Dendeng Sapi Khas Kabupaten Sumbawa Besar Siska Dwi Ulandari; Novarina Sulsia Ista'In Ningtyas; Dina Oktaviana; Alfiana Laili Dwi Agustin
Mandalika Veterinary Journal Vol 2, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.571 KB) | DOI: 10.33394/mvj.v2i1.5151

Abstract

Dendeng semi basah (intermediate moisture food) yang popular di Indonesia merupakan bentuk pengawetan daging olahan secara tradisional dengan metode pengawetan dan pengeringan. Dendeng memiliki cita rasa yang khas, praktis dikonsumsi dan tahan lama sehingga menjadi lauk pauk masyarakat. Produk dendeng jika mengandung bakteri melebihi batas maksimal dapat menyebabkan keracunan gejalahnya seperti sakit perut, pusing, muntah, kram perut dan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat cemaran bakteri pada dendeng sapi khas Kabupaten Sumbawa Besar dengan jumlah sampel 5 dendeng sapi. Penelitian ini menggunakan epidemiologi deskriptif dengan metode TPC (Total Plate Count) yaitu metode yang digunakan untuk menghitung koloni pada cawan petri . Hasil penelitian ini menunjukkan dari 5 sampel dendeng sapi 2 sampel yang positif tercemar bakteri yaitu 61, 75 x 10⁵ dan 67, 53 x 10⁵ koloni/gr.
Deteksi Residu Antibiotik Oksitetrasiklin Pada Hati Ayam Broiler Di Pasar Tradisional Kota Mataram Difa Suci Latifah; Kunti Tirtasari; Candra Dwi Atma; Alfiana Laili Dwi Agustin
Mandalika Veterinary Journal Vol 1, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.863 KB) | DOI: 10.33394/mvj.v1i2.4250

Abstract

Hati merupakan organ yang berperan untuk sekresi empedu, detoksifikasi atau degradasi zat sisa hormon serta obat atau senyawa asing lainnya. Hati ayam broiler disukai oleh berbagai kalangan karena di dalam hati ayam terdapat zat gizi yang penting diantaranya protein 19,70%, lemak 3,20%, dan air 69,70%. Keamanan bahan pangan mempengaruhi kesadaran masyarakat akan keberadaan pangan asal hewani harus aman dan bebas dari residu antibiotik yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi adanya residu antibiotik Oksitetrasiklin pada hati ayam broiler di pasar tradisional Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan total sampel 10 hati ayam yang diambil secara random dari 24 penjual ayam broiler di pasar tradisional Kebon Roek Kota Mataram dengan menggunakan uji tapis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada hati ayam broiler tidak terdeteksi residu antibiotik Oksitetrasiklin dari pasar tradisional Kebon Roek Kota Mataram.
Deteksi Bakteri Salmonella sp pada Daging Ayam Broiler yang Dijual di Pasar Rakyat Kota Mataram Yunia Romani Shofia; Alfiana Laili Dwi Agustin; Supriadi Supriadi; Novarina Sulsia Ista'In Ningtyas
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i1.7726

Abstract

Genus Salmonella merupakan bakteri yang bersifat patogen pada manusia. Bakteri Salmonella sp dapat menyebabkan penyakit Salmonellosis yang merupakan penyakit zoonosis. Bakteri Salmonella dapat menyebabkan diare akut dan kronis bahkan hingga kematian yang signifikan pada hewan maupun manusia. Daging ayam broiler sangat rentan akan kontaminasi bakteri Salmonella sp terutama yang dijual di pasar. Kondisi sanitasi pasar yang kurang baik, dan cara penjualan yang tidak higiene memudahkan berbagai mikroba berkembang dan menjadi sumber penularan ke hewan dan manusia di area pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri Salmonella sp pada daging ayam broiler yang dijual di pasar rakyat Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah epidemiologi deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini menggunakan 5 sampel daging ayam yang diambil dengan metode purposive sampling. Pengujian dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengujian sampel daging ayam broiler untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella sp dilakukan dengan mengkultur suspensi daging ayam broiler dalam cairan Pengencer Garam Buper Phospat (PGBP), penanaman pada media Brain Heart Infusion (BHI), penanaman pada media Xylose Lysine Deoxycholate (XLD), pengamatan koloni, pewarnaan gram, uji katalase dan uji biokimia. Hasil pada media Xylose Lysine Deoxycholate (XLD) ditandai dengan terbentuknya koloni berwarna kuning dengan bintik hitam (H2S), berukuran kecil, dan cembung. Pengujian pewarnaan gram, menunjukkan bakteri berwarna merah muda dan bentuk basil. Uji katalase menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya gelembung. Pengujian media biokimia, didapatkan 1 sampel ayam broiler positif (+) terdeteksi bakteri Salmonella sp dari total 5 sampel yang dilakukan pengujian. Berdasarkan keseluruhan uji dapat disimpulkan bahwa dari 5 sampel terdapat 1 sampel positif bakteri Salmonella sp yang diambil dari daging ayam broiler yang diperoleh dari pasar rakyat Kota Mataram. 
Analisa Kandungan Nutrisi Pada Limbah Daun, Batang Dan Kulit Singkong (Manihot utillisima) Yang Difermentasi Untuk Pakan Ternak Ruminansia Ahmad Khaeri; Alfiana Laili Dwi Agustin; candra dwi atma
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i1.7727

Abstract

Usaha peternakan di Indonesia saat ini sedang mengalami kemajuan, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan, sehingga berpengaruh terhadap kontinuitas pakan. Sisa hasil pertanian memiliki potensi yang besar untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ruminansia. Namun untuk memanfaatkan sisa hasil pertanian sebagai bahan pakan lokal haruslah memenuhi 3 aspek, yaitu aspek kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Selain kandungan protein yang rendah dan kadar HCN yang sangat tinggi pada limbah daun, batang dan kulit singkong (Manihot utillisima) sehingga perlu dilakukan fermentasi untuk meningkatkan kadar protein dan mengurangi kadar HCN pada singkong (Manihot utillisima) supaya bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi pada limbah daun, batang dan kulit singkong sebelum dan setelah fermentasi untuk pakan ternak yang bergizi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif eksperimental, yaitu mencari pengaruh perlakuan tertentu antara daun, batang dan kulit singkong sebelum dan setelah fermentasi. Nilai rata-rata yang di amati dari masing-masing  kandungan nutiri sebelum dan setelah fermentasi Daun sebelum fermentasi (17.8967), Daun setelah fermentasi (17.8389), Batang sebelum fermentasi (20.0200), Batang setelah fermentasi (19.8300), Kulit sebelum fermentasi (20.0433), Kulit setelah fermentasi (20.0067). Kesimpulan Penelitian ini adalah pakan ternak Ruminansia yang bagus sesuai kandungan nutrisi berdasarkan Uji Statistik yaitu Daun, Batang, dan Kulit Singkong (Manihot Utillisima) setelah difermentasi.
Identifikasi Bacillus sp. Yang Diisolasi Dari Madu Liar Ningtyas, Novarina Sulsia Ista'In; Andrianto, memo; Agustin, Alfiana Laili Dwi; Mutmainnah, Mutmainnah
Mandalika Veterinary Journal Vol 4, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v4i2.13274

Abstract

Madu merupakan cairan manis yang didapatkan dari bagian tumbuhan yang disimpan di saram lebah. Manfaat madu sebagai antioksidan, antimikroba, regulator gula darah dan membantu meningkatkan imun tubuh. Madu yang beredar dan banyak dimanfaatkan oleh manusia bersal dari madu liar dan madu budidaya. Madu liar didapatkan dari alam liar dengan kata lain tidak dibudidayakan. Sebagian besar madu liar didapatkan dan dikemas secara tradisional. Hal ini dapat memicu adanya kontaminasi salah satunya bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Bacillus sp. yang terdapat pada 10 sampel madu liar dengan metode biokimia. Bakteri yang telah ditumbuhkan pada media agar kemudian akan diuji Katalase, uji Glukosa, uji Manitol,Laktosa, Sukrosa, Maltosa, SIM, Urea, SC, TSIA, dan Arabinosa. Hasil pada penelitian ini mendapatkan 3 jenis Bacillus yaitu 8 sampel Bacillus cereus (80%), 1 sampel Bacillus licheniformis (10%), 1 sampel  Bacillus coagulans (10%).