Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PREFERENSI GENERASI MILENIAL DALAM MEMILIH HUNIAN STUDI KASUS: DKI JAKARTA, JAKARTA BARAT, DAN YOGYAKARTA Firda Puspa Yustika; Mohammad Agung Ridlo; Hasti Widyasamratri
Jurnal Kajian Ruang Vol 2, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v2i1.20356

Abstract

Generasi milenial ialah generasi dengan populasi terbanyak di Indonesia, Generasi milenial dapat dikatakan penduduk yang lahir tenggang waktu tahun 1980 sampai tahun 2000. Berdasarkan data Survei Susenas yang bersumber dari data BPS jumlah penduduk milenial di Indonesia yaitu sebesar 33,75% dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini tentu saja mempengaruhi permintaan hunian. Pada penelitian ini penulis membahas mengenai preferensi generasi milenial dalam memilih hunian serta faktor-faktor apa saja yang menjadi acuan bagi generasi milenial dalam memilih hunian. Penyusunan artikel ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal, literatur serta data terkait. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan preferensi generasi milenial dalam memilih hunian untuk studi kasus yang ada di DKI Jakarta bentuk hunian perumahan maupun apartemen secara garis besar belum sesuai dengan preferensi generasi milenial. Sedangkan untuk studi kasus yang berada di Yogyakarta dalam memilih hunian Generasi Y melihat dari ketersediaan lahan parkir, kualitas bahan bangunan, ruang privat, interior dan eksterior
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN PANTAI Adinda Syalwa Jayantri; Mohammad Agung Ridlo
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.487 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i2.20021

Abstract

ABSTRACTOne of the problems in a coastal or coastal area is waste management. Garbage can cause environmental problems if its existence is not handled properly. The purpose of this research is to find out the various types of waste and how to manage them. The method used is a qualitative method. In this study, prioritizing the meaning of the information obtained, including data on exiting conditions of coastal tourism attractions and data related to waste management. There are 2 types of waste produced in the coastal area, namely organic waste and inorganic waste, organic waste produced in the form of natural waste such as leaves, branches and some food scraps that have been consumed. As for inorganic waste, namely like. Drink cans, plastics, etc. that are not biodegradable. For waste management it self it can be processed such as distinguishing the types of waste, inorganic waste can be reprocessed or recycled and the results can be sold again in a different package.Keywords: Coastal Areas, Solid Waste Management, Tourist Attraction  ABSTRAKSalah satu permasalahan di dalam kawasan pantai atau pesisir adalah pengelolaan sampah. Sampah dapat menimbulkan permasalahan lingkungan apabila keberadaannya tidak  tertangani  dengan  baik.  Tujuan  dalam penelitian yang akan dilakukan yaitu untuk mengetahui berbagai jenis sampah dan bagaimana cara pengelolaannya. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini mengutamakan makna dari informasi yang diperoleh, meliputi data kondisi eksisting daya tarik wisata kawasan pantai dan data terkait pengelolaan sampah. Sampah yang dihasilkan dikawasan pantai ada 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah  anorganik,  sampah  organik  yang  dihasilkan  berupa  sampah-sampah dari  alam  seperti  dedaunan, ranting-ranting dan ada sebagian sisa-sisa makanan yang telah dikonsumsi. Sedangkan untuk sampah anorganik yaitu seperti. Kaleng minuman, plastik, dan lain sebagainya yang tidak bisa terurai. Untuk pengelolaan sampah sendiri dapat di olah seperti membedakan jenis sampahnya, sampah anorganik dapat diolah kembali atau didaur ulang dan hasilnya dapat di jual lagi dengan kemasan yang berbeda.Kata Kunci: Kawasan Pantai, Pengelolaan Sampah, Daya Tarik Wisata
Studi Literature : Identifikasi Faktor Penyebab Terjadinya Permukiman Kumuh Di Kawasan Perkotaan Agistya Risna Sari Sari; Mohammad Agung Ridlo
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v1i2.20022

Abstract

ABSTRACTThe city is the center of various human activities. Various activities are growing quite rapidly, resulting in the emergence of new residential areas around the city center, including slums. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the development of slums, especially in urban areas. The method used in this research uses qualitative research method by conducting analysis in solving problems. There are 6 case study areas in this study, namely in Medan City, Bukittinggi City, Tanah Kalikedinding Surabaya Village, Banjarmasin City, Kapasari SubDistrict Genteng Surabaya, and Surakarta City. Based on the results of the study showed that factors that influence the development of slums in urban areas include economic factors, socio-cultural factors, population density factors, building quality factors, population factors, land availability factors, facilities and infrastructure factors, accessibility, and government policy factors. The results of this research can be used as a reference in determining efforts to alleviate slums in an urban area. Keywords: Identification, Causative Factors, Slum Settlement ABSTRAKKota merupakan pusat berbagai kegiatan manusia. Berbagai kegiatan tersebut berkembang dengan cukup pesat, sehingga menyebabkan munculnya kawasan permukiman baru di sekitar pusat kota tak terkecuali kawasan permukiman kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman kumuh, khususnya pada kawasan perkotaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan analisis dalam menyelesaikan permasalahan. Terdapat 6 Wilayah studi kasus dalam penelitian ini yaitu di Kota Medan, Kota Bukittinggi, Kelurahan Tanah Kalikedinding Surabaya, Kota Banjarmasin, Kelurahan Kapasari Kecamatan Genteng Kota Surabaya, dan Kota Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman kumuh pada kawasan perkotaan diantaranya yaitu berupa faktor ekonomi, faktor sosial budaya, faktor kepadatan jumlah penduduk, faktor kualitas bangunan, faktor kependudukan, faktor ketersediaan lahan, faktor sarana dan prasarana, aksesibilitas, dan faktor kebijakan pemerintah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan upaya guna pengentasan permukiman kumuh disuatu kawasan perkotaan. Kata Kunci : Identifikasi, Faktor Penyebab, Permukiman Kumuh
Studi Literatur: Strategi Penanganan Permukiman Kumuh di Perkotaan Kholisna Putri; Mohammad Agung Ridlo; Hasti Widyasamratri
Jurnal Kajian Ruang Vol 3, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v3i1.22909

Abstract

Proses pertumbuhan kota dapat dilihat dari adanya perubahan kondisi lingkungan perkotaan. Fenomena urbanisasi memberikan pengaruh bagi perkembangan suatu kota khususnya di kota-kota besar. Dampak dari peristiwa urbanisasi cukup dirasakan oleh masyarakat bermukim khususnya masyarakat yang tinggal di lingkungan perkotaan. Apabila perilaku masyarakat bermukim sulit untuk dikendalikan dan terus mengarah pada kemerosotan lingkungan maka seiring berjalannya waktu, kondisi permukiman di wilayah tersebut akan condong dan mengarah pada kondisi lingkungan permukiman yang kumuh. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melakukan manajemen pengendalian permukiman menuju kota tanpa kumuh dan difokuskan pada strategi penanganan permukiman kumuh di perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur review. Wilayah yang menjadi kajian dalam studi literatur ini yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta, Kota Malang, Kota Depok. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya penanganan permukiman kumuh di perkotaan perlu diimplementasikan melalui penyusunan rencana program-program kreatif dari pemerintah setempat dengan melakukan pola penanganan yang tepat sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam rangka mengurangi tingkat kekumuhan di lingkungan permukiman perkotaan.
Analisis Perubahan Permukiman Akibat Dampak Abrasi & Inundasi (Studi Kasus:RW02& 08 Desa Sriwulan Kabupaten Demak) Nandita Agung Budi Wicaksono; Mohammad Agung Ridlo; Boby Rahman
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.207 KB)

Abstract

Perkembangan wilayah perkotaan di indonesia menyebabkan tingginya pertumbuhan penduduk disertai dengan tingginya tingkat mobilitas penduduk, hal tersebut tentunya berpengaruh akan kebutuhan lahan. Tentunya hal tersebut memberikan tekanan atas perkembangan wilayah perkotaan khususnya Kota Semarang yang berdampak terhadap wilayah pesisir Semarang yang memberi dampak di kawasansekitar nya ditandai dengan perubahan lingkungan sehingga memberikan ciri khas tersendiri khususnya Desa Sriwulan dengan adanya fenomena Abrasi dan Inundasi. Haltersebut ditujukan kurun waktu beberapa tahun terakhir memberikan dampak yang cukupsignifikan. Kecenderungan tersebut tentu ditandai dengan berubahnya garis pantai sertapenggunaan lahan. Hal itu diperparah dengan adanya bangunan yang hilang akibat Abrasi dan Inundasi dengan ketinggian 10-50 cm yangmerendampemukiman di wilayahpesisir Kecamatan Sayung, dengan durasi yang cukup lama. Sehingga bangunan pemukiman mengalami pengroposan atau penuaan dini karena sering terendam air laut dan dihempas ombak. Selain itu diperkuat dengan adanya bangunan hilang pada tahun 2013 sebanyak 17 unit akibat Abrasi dan inundasi.
PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TLOGOSARI RAYA KELURAHAN TLOGOSARI KULON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG M. Igal Saputra; Mohammad Agung Ridlo; Rachmat Mudiono
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.33 KB)

Abstract

Abstrak - Jalan Tlogosari Raya Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan merupakan daerah komersial , jalan tersebut mempunyai permasalahan lahan parkir yang terbatas menyebabkan terjadinya parkir di badan jalan, sehingga menghambat kinerja lalu lintas dan akhirnya terjadi kemacetan. Metode yang digunakan yaitu meotode kuantitatif yang menekankan pada masalah pengaruh penggunaan ruang parkir pada badan jalan terhadap kinerja ruas jalan. Teknik pengumpulan data merupakan survei, pedoman yang digunakan yaitu manual kapasitas jalan Indonesia 1997 dengan variabel penelitian data volume lalulintas, kapasitas jalan, volume parkir, dan derajat kejenuhan (v/c). Hasil Analisa dapat disimpulkan bahwa parkir pada badan jalan mempengaruhi kinerja lalu lintas ruas Jalan Tlogosari Raya pada jam tertentu, yaitu pada jam masuk kerja atau sekolah maupun pulang kerja atau sekolah. Penurunan kinerja ruas jalan yang dipengaruhi kendaraan parkir di badan jalan terjadi pada sore hari pada pukul 16.00 – 17.00 dengan nilai v/c 0,56 yang dimana aliran konstan, namun kecepatan dibatasi oleh kapasitas, tingkat kepadatan sedang, jika tidak dipengruhi kendaraan parkir dibadan jalan nilai v/c 0,42 aliran konstan, tingkat kepadatan rendah namun kecepatan rata rata 46,55 km/jam. Kata kunci : Parkir, Kapasitas, Kinerja, Kecepatan
Analisis Daya Saing Pengembangan Objek Wisata Pesisir di Kabupaten Jepara Muhammad Irvan Erliando; Mohammad Agung Ridlo; Eppy Yuliani
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis daya saing pengembangan objek wisata pesisir di kabupaten jepara, dengan fokus pada Pantai Kartini, Pantai Bandengan, dan Pantai Teluk Awur. Penelitian ini bertujuan utama untuk menganalisis daya saing dan menentukan indikator penentu daya saing destinasi wisata pesisir. Metode penelitian menggunakan kuantitatif rasionalistik positivistik, Dengan teknik analisis distribusi frekuensi, uji reliabilitas, dan analisis komparasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Pantai Bandengan mempunyai daya saing yang kuat dalam sektor pariwisata karena motivasi kunjungan yang tinggi, infrastruktur yang baik, serta lingkungan menarik. Sementara itu pada Pantai Kartini dan Pantai Teluk Awur masih memerlukan peningkatan dari segi motivasi kunjungan, infrastruktur dan faktor environment. Kata Kunci : wisata, daya saing, pengembangan objek wisata pesisir.
KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN NELAYAN DI KORIDOR SUNGAI SILUGONGGO, DESA BENDAR, KECAMATAN JUWANA Fitri, Sania; Ridlo, Mohammad Agung; Rahman, Boby
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman di Indonesia 26% masih berada di bantaran sungai. Jumlah penduduk semakin banyak yang bermukim pada koridor sungai akan menyebabkan kualitas lingkungan menurun. Budaya membangun rumah di bantaran sungai akan mengakibatkan pencemaraan sungai, permasalahan sanitasi, dan persampahan yang akan terjadi. Desa Bendar merupakan salah satu kampung nelayan dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya menengah hingga menengah ke atas. Masyarakat Desa Bendar mayoritas mata pencahariannya adalah nelayan dan juga peternak bandeng. Desa Bendar memiliki permukiman yang berbatasan langsung dengan sungai dan berada di koridor sungai. Aktivitas masyarakat yang bermukim dan membangun bangunan semi-permanen di area koridor sungai akan berdampak pada kualitas lingkungan. Pada umumnya masyarakat yang bermukim di area koridor sungai membuang sampah ataupun limbah rumah tangga ke sungai sehingga menimbulkan pencemaran air sungai, sementara akibat sampah yang dibuang ke sungai tersebut terjadilah pengendapan disungai dan berdampak pada pendangkalan air sungai akibat pengendapan sampah. Akibat kebiasaan aktivitas tersebut dapat menimbulkan lingkungan yang tidak sehat, serta akan berdampak buruk bagi kesehatan bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan mengkaji kualitas lingkungan permukiman nelayan di koridor Sungai Silugonggo Desa Bendar terhadap aktivitas permukiman di koridor sungai sekitarnya. Pentingnya penelitian terkait pengaruh pemanfaatan bantaran sungai terhadap kualitas lingkungan permukiman kampung nelayan di Desa Bendar adalah untuk mempertahankan dan melestarikan fungsi bantaran sungai sebagai lahan penyerap polusi dan penghasil oksigen yang sangat membantu terciptanya lingkungan yang sehat dan baik.Kata Kunci: kualitas lingkungan, permukiman, nelayan.
DAMPAK GENTRIFIKASI TERHADAP KONDISI MASYARAKAT YANG TINGGAL DI PERUMAHAN GENUK INDAH KOTA SEMARANG Amalia, Faradila; Puspitasari, Ardiana Yuli; Ridlo, Mohammad Agung; Karmilah, Mila
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gentrifikasi adalah proses perubahan sosial dan fisik yang terjadi ketika kelompok berpenghasilan lebih tinggi memasuki kawasan berpenghasilan lebih rendah, sering kali menyebabkan pergeseran demografis dan ekonomi. Penelitian ini menganalisis dampak gentrifikasi terhadap kondisi masyarakat di Perumahan Genuk Indah, yang mengalami perubahan signifikan akibat keberadaan institusi pendidikan tinggi dan kawasan industri di sekitarnya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif rasionalistiik, penelitian ini mengungkap bagaimana masuknya investor dan pendatang baru telah mengubah dinamika permukiman, meningkatkan harga properti, serta mendorong penduduk asli untuk bermigrasi atau menyesuaikan strategi ekonomi mereka. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya dampak positif berupa meningkatnya perubahan fisik, namun juga dampak negatif seperti tekanan ekonomi bagi penduduk asli dan perubahan struktur sosial masyarakat.Kata Kunci: gentrifikasi, perubahan sosial, perubahan fisik, perubahan demografi, transformasi kawasan
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI KELURAHAN REJOMULYO, KECAMATAN SEMARANG Anastasya, Audy; Ridlo, Mohammad Agung
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Semarang Nomor 050/801/2014 tentang penetapan lokasi lingkungan perumahan dan permukiman kumuh di Kota Semarang salah satunya berada di Kelurahan Rejomulyo. Penanganan Kawasan permukiman dilakukan melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil evaluasi terkait program KOTAKU terhadap masyarakat di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pendekatan rasionalistik. Temuan studi dalam penelitian ini adalah Tata Kelola Kota Tanpa Kumuh atau program KOTAKU, Proses pelaksanaan program KOTAKU diawali dengan masyarakat diberi pemahaman terkait tujuan dan sasaran program melalui kegiatan sosialisasi. Output program KOTAKU di Kelurahan Rejomulyo yang telah dirasakan oleh masyarakat Rejomulyo berupa penataan prasarana lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat. Hasil dari program KOTAKU diantaranya adalah perkerasan jalan paving, pembangunan drainase Got U, pembangunan ipal komunal dan penyediaan fasilitas persampahan.Kata kunci: Evaluasi, Pelaksanaan, Program, KOTAKU