Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP Jailani Jailani; Almukarramah Almukarramah
Jurnal Biology Education Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.847 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v8i2.2371

Abstract

One of the efforts to increase instructional effectiveness is by developing a meaningful learning strategy thought using concept mapping. The instructional objectives at school are not only to increase the academic achievement but also the ability and skill of the students in order to be able to understand the process of improving knowledge, attitude to the subject which is studied, and attitude to the environment, too. The instructional strategy with concept mapping is one of the alternatives that can provide the result of all aspects that are hoped to reach the instructional objectives. The concept mapping learning strategy signifies the students reorganize the new knowledge by inserting the concept into the net hierarchically and describe their connection in a diagram and combine it into a greater knowledge structure. The organizing of conceptual understanding well will aid the meaningfulness of students learning, so, the students are easier to understand the material of the lesson being studied.  
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 MASYARAKAT GAMPONG LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Almukarramah Almukarramah; Jailani Jailani; Ibrahim Ibrahim; Wety Ulandari
Jurnal Biology Education Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Biologi Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v9i1.3013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah dalam menerapakan sanitasi lingkungan serta perilaku hidup bersih yang dilakukan oleh masayarakat pada Masa Pandemi Corona Virus (Covid-19) di Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian adalah survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10% dari jumlah populasi, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 orang masyarakat (kepala keluarga) yang berdomisili dalam wilayah Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket), wawancara dan observasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat  perilaku hidup bersih pada masa pandemi covid-19 masyarakat Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh dapat dikategorikan baik. Masyarakat sangat berperan aktif dalam menjaga  juga berperilaku hidup bersih. Hal ini dibuktikan dengan hasil persentase pada setiap indikator penelitian dengan perolehan nilai persentase tertinggi yaitu 74,20%. Adapun upaya atau langkah-langkah yang dilakukan masyarakat dalam menjaga  berperilaku hidup bersih yaitu dengan cara membuang sampah pada tempatnya, menyediakan tempat-tempat penampungan sampah baik pada lingkungan rumah maupun tempat-tempat umum dilingkungan masyarakat, mengikuti kegiatan bakti sosial dengan gotong royong bersama dan selalu mengikuti anjuran pemerintah melalui program kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.
INVENTARISASI TANAMAN YANG DI GUNAKAN SEBAGAI OBAT PENYAKIT KULIT DI GAMPONG ALUE KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Jailani Jailani; Rasyidah Rasyidah
Jurnal Biology Education Vol 4, No 1 (2015): Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.558 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v4i1.156

Abstract

Penelitian ini berjudul inventarisasi tanaman yang digunakan sebagai obat penyakit kulit di Gampong Alue Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan apa saja yang digunakan sebagai obat penyakit kulit di Gampong Alue Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Objek dalam penelitian adalah berbagai jenis tumbuhan yang dijadikan sebagai obat penyakit kulit. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisis secara deskripsi yang ditabulasikan untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 17 jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat penyakit kulit yaitu belimbing wuluh (Averrhoa belimbing L), Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), Ketepeng cina (Cassia alata L), Lengkuas (Alpinia galangal), papaya (Carica papaya), Tapak dara (Vinca rosea), Daun sirih (Piper betle. L), Brotowali (Tinospora crispa), pegagan (Cantela asiatica), sirsak (Annona muricata L), Lidah buaya (Aloe vera), mengkudu (Morinda citrifolia), kunyit (Curcuma domestica), sambiloto (Adrographis paniculata), Asam jawa (Tamarindus indica L) Cocor bebek (Kalanchoe pinnata), dan Bayam (Alternanthera amoena Voss). (2) Bagian tumbuhan yang digunakan adalah buah, daun, batang dan rimpang. Sedangkan cara meramu obat penyakit kulit adalah dengan cara ditumbuk, direbus, bahkan bisa dipakai langsung tanpa meramunya terlebih dahulu. Kemudian dioleskan pada bagian kulit yang sakit.Kata kunci: inventarisasi tanaman dan obat penyakit kulit
TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAMA SERANGGA DAN MUSUH ALAMI (PREDATOR) PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DESA LIMPOK KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Erdi Surya; Armi Armi; muhammad Ridhwan; Jailani Jailani; Lukmanul Hakim; Rika Notalia
Jurnal Biology Education Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v8i2.2386

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Tingkat Keanekaragaman Hama Serangga dan Musuh Alami (Predator) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Desa Limpok  Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar”. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 2 Januari s.d 19 Januari 2017. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keanekaragaman hama serangga dan musuh alami (predator) yang terdapat di lahan cabai merah (Capsicum annuum L.) di Desa Limpok Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Objek dalam penelitian ini adalah semua hama dan musuh alami (predator) yang terdapat pada tanaman cabai merah (Capicum annuum L.) di Desa Limpok  Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, teknik analisis data menggunakan metode diagonal dimana data yang diperoleh pada setiap pengamatan dikumpulkan, dikelompokkan dan dihitung jumlahnya dengan menggunakan rumus (FM, FR%, KM, KM% dan H’). Hasil penelitian tentang Tingkat Keanekaragaman Hama Serangga dan Musuh Alami (Predator) pada Tanaman Cabai Merah (Capicum annuum L.) di Desa Limpok Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar menunjukkan bahwa (1) Nilai tertinggi diperoleh dari spesies Thrips sp dengan (Km) 0,79, (Kr) 31,47 %, (Km) 0,67 dan (Fr) 12,60 % dan pada musuh alami (predator) nilai tertinggi diperoleh dari spesies Kumbang koksi (Coccinella transversalis) dengan (Km) 0,25, (Kr) 84,45 %, (Fm) 1,00 dan (Fr) 46,30 %. Indeks keragaman (H’) hama serangga tergolong sedang dengan nilai berkisar antara 1,96 dan indeks keragaman musuh alami (H’) tergolong sedang dengan nilai berkisar antara 1,01. (2) Jenis-jenis hama serangga yang terdapat di lahan cabai terdiri dari spesies Thrips sp 119 ekor, kutu daun (Myzus persicae) 56 ekor, kutu daun (Aphis gossypii) 64 ekor, kutu kebul (Bemisia tabaci) 32 ekor, kepik hijau (Nezara viridula) 35 ekor, lalat buah (Droshopila melanogaster) 6 ekor, ulat grayak (Spodoptera litura) 64 ekor dan Ulat buah (Helicoverpa armigera) 5 ekor. (3) Jenis-jenis musuh alami (predator) yang terdapat di lahan cabai terdiri dari 4 ordo dan 44 jumlah total spesies yang terdiri dari Lalat tachinid (Billaea maritima) 3 ekor, Lalat prajurit (Argyra argyria) 2 ekor, Kumbang koksi (Coccinella transversalis) 37 ekor, spesies Belalang sembah (Hierodula parviceps) 2 ekor.  
KORELASI ANTARA PENGETAHUAN LINGKUNGAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI GAMPONG COT SIREN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN Jumarsa Jumarsa; Muhammad Rizal; Jailani Jailani
Jurnal Biology Education Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.607 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v8i2.2370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan lingkungan dengan sikap masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Gampong Cot Siren Samalanga  Kabupaten Bireuen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berdomisili di Gampong Cot Siren Samalanga Kabupaten Bireuen yang berjumlah 317 jiwa terdiri dari 154 orang laki-laki dan 163 orang perempuan yang terbagi dalam 92 kepala keluarga (KK). Sampel penelitian ditetapkan 25% dari total kepala keluarga (KK), sehingga jumlah sampel 23 kepala keluarga yang berada di Gampong Cot Siren Samalanga Kabupaten Bireuen. Instrumen penelitian berupa soal tes dan angket. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara uji korelasi dan uji t. hasil peneltiian menunjukkan bahwa hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata pengetahuan masyarakat adalah 69.35 (Cukup Baik) dan nilai rata-rata sikap masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah 67,04 (kategori Cukup Baik). Hasil uji korelasi di peroleh nilai r sebesar 0,490 yang berada pada interval koefisien 0.40 – 0.599 maka terdapat hubungan yang “Sedang” antara pengetahuan lingkungan dengan sikap masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Gampong Cot Siren Samalanga Kabupaten Bireuen. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa thitung ttebel  (2,5725 2,074). maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada korelasi antara tingkat pengetahuan lingkungan dengan sikap masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Gampong Cot Siren Samalanga Kabupaten Bireuen  
TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBUANGAN LIMBAH MERKURI (Hg) DARI PENGOLAHAN BIJI EMAS DI SUNGAI LIGAN KABUPATEN ACEH JAYA Rita Mutia; Jailani Jailani; Nurul Akmal
Jurnal Biology Education Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.665 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v8i1.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai tanggapan masyarakat terhadap pembuangan limbah merkuri (Hg) dari pengolahan bijih emas di sungai Ligan Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian bersifat pendekatan deskriptif kualitatif dengan melihat gambaran tentang tanggapan masyarakat terhadap pembuangan limbah merkuri (Hg) dari pengolahan biji emas di sungai Ligan Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian telah dilakukan di Desa LiganKabupaten Aceh Jaya pada tanggal 09 s/d 13 November 2017. Populasi dalam penelitian ini berfokus pada seluruh masyarakat dewasa yang mendiami daerah aliran Sungai (DAS) Krueng ligan serta para petambang emas yang terdapat di desa ligan Kecamatan Sampoinet Kabupaten Aceh Jaya. Adapun responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang. Perhitungan dan pengolahan data menggunakan analisis persentase yang tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan sebahagian besar masyarakat seputaran DAS Krueng Ligan mengetahui adanya aktivitas para petambang yang mengolah bijih emas menggunakan merkuri, namun sejauh ini masyarakat setempat masih banyak yang belum memahami bahaya merkuri apabila mencemari sungai, keterangan ini dengan kisaran rata-rata 92%-100%. Hasil observasi diperoleh beberapa keterangan yang memperkuat hasil penelitian dimana masyarakat masih tetap menggunakan air sungai sebagai sarana mandi, mencuci pakaian, serta membawa ternak seperti kambing dan kerbau, hal ini mendasari masyarakat tidak dapat mengambil tindakan pada para petambang, dari pihak pemerintah setempat telah mensosialisasikan bahaya merkuri apabila terkena bahkan masuk kedalam tubuh manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanggapan masyarakat terhadap pembuangan limbah merkuri (Hg) dari pengolahan biji emas di sungai Ligan Kabupaten Aceh Jaya kurang baik
Pengunaan Peta Konsep Untuk Belajar Bermakna Dan Peningkatan Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran Biologi Jailani Jailani
Jurnal Biology Education Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.501 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v6i2.302

Abstract

One of the effort to increase the instructional effectiveness is by developing meaningful learning strategy throught using the concept mapping. The instructional objectives at school is not only to increase the academical achievement but also the ability and skill of the students in order to be able to understand the process of inproving knowledge, attitude to the subject which is studied and attitude to the environment, too. The instructional strategy whith the concept mapping is one of thealternatives that can provide the result of all aspects that is hoped to reach the instructional objectives. The concept mapping learning strategy signifies the students reorganize the new knowledge by inserting the concept into the net hierarchily and discribe their connection in a diagram and the combine it into a greater knowledge structure. The organizing of conceptual undestanding well will aid the meaningfulness of students learning, so, the students are easier to understand the material of the lesson being studied.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP Jailani Jailani; Almukarramah Almukarramah
Jurnal Biology Education Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.847 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v8i2.2371

Abstract

One of the efforts to increase instructional effectiveness is by developing a meaningful learning strategy thought using concept mapping. The instructional objectives at school are not only to increase the academic achievement but also the ability and skill of the students in order to be able to understand the process of improving knowledge, attitude to the subject which is studied, and attitude to the environment, too. The instructional strategy with concept mapping is one of the alternatives that can provide the result of all aspects that are hoped to reach the instructional objectives. The concept mapping learning strategy signifies the students reorganize the new knowledge by inserting the concept into the net hierarchically and describe their connection in a diagram and combine it into a greater knowledge structure. The organizing of conceptual understanding well will aid the meaningfulness of students learning, so, the students are easier to understand the material of the lesson being studied.  
INVENTARISASI TANAMAN YANG DI GUNAKAN SEBAGAI OBAT PENYAKIT KULIT DI GAMPONG ALUE KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Jailani Jailani; Rasyidah Rasyidah
Jurnal Biology Education Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.558 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v4i1.156

Abstract

Penelitian ini berjudul inventarisasi tanaman yang digunakan sebagai obat penyakit kulit di Gampong Alue Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan apa saja yang digunakan sebagai obat penyakit kulit di Gampong Alue Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Objek dalam penelitian adalah berbagai jenis tumbuhan yang dijadikan sebagai obat penyakit kulit. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisis secara deskripsi yang ditabulasikan untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 17 jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat penyakit kulit yaitu belimbing wuluh (Averrhoa belimbing L), Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), Ketepeng cina (Cassia alata L), Lengkuas (Alpinia galangal), papaya (Carica papaya), Tapak dara (Vinca rosea), Daun sirih (Piper betle. L), Brotowali (Tinospora crispa), pegagan (Cantela asiatica), sirsak (Annona muricata L), Lidah buaya (Aloe vera), mengkudu (Morinda citrifolia), kunyit (Curcuma domestica), sambiloto (Adrographis paniculata), Asam jawa (Tamarindus indica L) Cocor bebek (Kalanchoe pinnata), dan Bayam (Alternanthera amoena Voss). (2) Bagian tumbuhan yang digunakan adalah buah, daun, batang dan rimpang. Sedangkan cara meramu obat penyakit kulit adalah dengan cara ditumbuk, direbus, bahkan bisa dipakai langsung tanpa meramunya terlebih dahulu. Kemudian dioleskan pada bagian kulit yang sakit.Kata kunci: inventarisasi tanaman dan obat penyakit kulit
EFEKTIFITAS SERASAH SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN VEGETATIV TANAMAN HALIA (ZINGIBER OFFICINALE) Lukmanul hakim; Tengku Mia Rahmiati; Jailani Jailani; Erdi Surya
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v4i1.4269

Abstract

Tanaman halia (Zingiber officinale)  adalah tanaman perdu juga tanaman semusin yang lebih dikenal dengan tanaman rimpang. Tanaman ini termasuk  family Zingiberacea yang sangat banyak mengandung manfaat sebagai rempah. Untuk meningkatkan produktivitas dan memicu pertumbuhan vegetative diperlukan tindakan atau perlaluan, seperti penambahan serasah sebagai media tumbuh yang dicampurkan dengan tanah. Tujuan yang harapkan dari penelitian ini adalah untuk mengifengetahui efektif itas serasah untuk memicu pertumbuhan vegetative anakan, daun, dan batang.ing Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Masing-masing faktor terdiri dari serasah dan tanah 1:1 (S1.T1)., serasah dan tanah 1:2 (S1.T2)., Serasah dan tanah 2:1 (S2.T1)., serasah dan tanah 2:2 (S2.T2). data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncant Multiple Ring Test (DMRT) pada taraf 5%. Masing-masing perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Berdasarkan hasil yang dicapai terhadap efektifitas  serasah sebagai media pertumbuhan vegetativ tanaman halia (Zingiber officinale), maka perlakuan terbaik terhadap jumlah daun, jumlah anakan dan tinggi batang halia ditemukan dengan rasio perbandingan serasah dan tanah 1:1.