Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK HERBAL DI PKK DESA LAM ARA KECAMATAN BANDA RAYA BANDA ACEH Zakaria, Nurmalia; Andalia, Rizki; Elfariyanti; Asrarika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.69163

Abstract

Pengetahuan masyarakat Desa Lam Ara mengenai daun kelor masih sangat rendah. Daun kelor yang dikenal dengan istilah “On Murong” di daerah Aceh selama ini hanya diolah menjadi menu sayuran untuk kelengkapan menu makanan harian. Padahal daun kenal mengandung banyak nutrisi senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Mitra pengabdian yang merupakan ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lam Ara memiliki misi menjadikan desa Lam Ara sebagai “Desa UMKM Herbal”. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mempromosikan khasiat daun kelor serta melatih keterampilan para anggota PKK dalam mengolah daun kelor menjadi serbuk yang tahan lama dan mudah diolah lebih lanjut menjadi produk herbal dan kesehatan. Metode kegiatan disusun dalam lima tahapan yaitu sosioalisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan evaluasi, dan keberlanjutan program. Pelatihan pembuatan serbuk daun kelor diikuti oleh ibu-ibu PKK sebanyak 20 orang, usia 25-60, dengan mayoritas berdidikan SMA (75%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga 985%). Pengetahuan dan kerampilan peserta pelatihan meningkat signifikan dengan rata-rata keseluruhan nilai pre-test sebesar 62,75% dan post-test sebesar 94,5% (Sig. <0,05). Teknologi yang diserahkan kepada mitra berupa modul pelatihan, brosur, banner dan buku pangan daun kelor mampu meningkatkan minat peserta dan masyarakat untuk membaca serta merubah perilaku dalam mengolah daun kelor menjadi serbuk secara mandiri (50%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil dilaksanakan dengan baik sebagai upaya menjadikan desa Lam Ara sebagai Desa UMKM herbal. Kata kunci: Serbuk kelor, Pengetahuan dan keterampilan, Desa daun kelor, PKK Lam Ara, On Murong
Anti-Inflammatory Therapeutic Potential of Papaya Root Waste Extract with an Innovative Dermatological Approach Luciana, Lisma; Yulidar; Sunartaty, Rita; Andalia, Rizki
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.9826

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) is a tropical plant known for its various health benefits. Almost all parts of this plant, including its roots, contain phytochemical compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, and papain enzymes with potential anti-inflammatory properties. This study aimed to develop an anti-inflammatory cream based on papaya root waste extract, providing a natural therapeutic solution for skin inflammation. Papaya roots were obtained from Laweung, Pidie Regency, and processed using maceration with 96% ethanol solvent, yielding an extract with a 26% recovery rate. Phytochemical analysis revealed the presence of flavonoids, phenolics, tannins, alkaloids, terpenoids, and saponins.The cream formulation was developed with varying extract concentrations: F0 (control), F1 (1.2 g), F2 (1.6 g), and F3 (2.0 g). Based on organoleptic testing, the cream formulations showed good stability in terms of color, aroma, and texture during storage. The added rose oil provided a pleasant fragrance that meets the SNI cosmetic standards. The pH test results indicated that all formulations (F0 to F3) were within the safe range for skin application, between 5.2 and 6.4. Formula F3 had the lowest pH (5.2), but it still complied with the SNI standard. The spreadability test showed varying results, with F0 having the highest spreadability (8.1 cm), while formulas with papaya extract (F1 to F3) showed spreadability ranging from 6.06 to 7.1 cm. The viscosity of the cream increased with higher extract concentrations, with F0 having the lowest viscosity (10,000-10,800 cPs) and F3 the highest (19,000 cPs). Homogeneity testing confirmed that all formulations had uniform distributions without phase separation. In conclusion, the cream based on papaya root waste extract has potential as a natural anti-inflammatory product with physicochemical stability suitable for topical use and adds value to plant waste.