Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEKTIFITAS SERASAH SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN VEGETATIV TANAMAN HALIA (ZINGIBER OFFICINALE) Lukmanul hakim; Tengku Mia Rahmiati; Jailani Jailani; Erdi Surya
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v4i1.4269

Abstract

Tanaman halia (Zingiber officinale)  adalah tanaman perdu juga tanaman semusin yang lebih dikenal dengan tanaman rimpang. Tanaman ini termasuk  family Zingiberacea yang sangat banyak mengandung manfaat sebagai rempah. Untuk meningkatkan produktivitas dan memicu pertumbuhan vegetative diperlukan tindakan atau perlaluan, seperti penambahan serasah sebagai media tumbuh yang dicampurkan dengan tanah. Tujuan yang harapkan dari penelitian ini adalah untuk mengifengetahui efektif itas serasah untuk memicu pertumbuhan vegetative anakan, daun, dan batang.ing Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Masing-masing faktor terdiri dari serasah dan tanah 1:1 (S1.T1)., serasah dan tanah 1:2 (S1.T2)., Serasah dan tanah 2:1 (S2.T1)., serasah dan tanah 2:2 (S2.T2). data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncant Multiple Ring Test (DMRT) pada taraf 5%. Masing-masing perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Berdasarkan hasil yang dicapai terhadap efektifitas  serasah sebagai media pertumbuhan vegetativ tanaman halia (Zingiber officinale), maka perlakuan terbaik terhadap jumlah daun, jumlah anakan dan tinggi batang halia ditemukan dengan rasio perbandingan serasah dan tanah 1:1.
PENGARUH PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Erdi Surya; Anita Noviyanti
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.987 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Problem based learning pada materi ekosistem di SMA Negeri 11 Banda Aceh.Penelitian ini telah dilaksanakan bulan April – Agustus 2017, lokasi penelitian pada sekolah SMANegeri 11 Banda Aceh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode eksprerimen(exprerimental research) dengan desain penelitian, Pretest-Postest. Sebagai populasi ditetapkanseluruh siswa kelas X. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XiA1 sebagaikelas eksperimen dan siswa kelas XiA2 sebagai kelas kontrol yang di pilih berdasarkan randomsampling. Kelas eksperimen diajarkan dengan mengggunakan model pembelajaran ProblemBased Learning (PBL), sedangkan Kelas kontrol diajarkan dengan model konvensional. Keduakelas ini di berikan materi dan butir soal yang sama Instrument dalam penelitian ini adalah soaltes sebanyak 25butir soal, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar Kerja Siswa(LKS) hasil belajar Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji-t pada tarafsignifikan 0,05 diperoleh harga t-hitung sebesar 2,54 sedangkan nilai t-tabel 1,68 sehingga t-hitung tt-tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh penerapan problem based learning dapatmeningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini akan memberikan manfaat langsung kepada guruBiologi akan dapat mengetahui konsep ekosistem melalui strategi pembelajaran Problem BasedLearning (PBL)
Utilization of Corn Cob (Zea mays L.) as Raw Material Eco-Friendly Bioethanol Husainah Yusuf; Muhammad Ridhwan; Azwir; Almukarramah; Erdi Surya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.11735

Abstract

The use of agricultural waste as an alternative energy source represents a strategic solution to address energy crises and environmental challenges. Corn cobs (Zea mays L.), often regarded as low-value agricultural residues, possess significant potential as a bioethanol feedstock due to their high lignocellulosic content. This study aims to analyze the potential of corn cobs as a raw material for environmentally friendly bioethanol production through hydrolysis and fermentation processes. The research employed an experimental approach consisting of material pretreatment, lignocellulosic hydrolysis to convert cellulose and hemicellulose into fermentable sugars, and fermentation using Saccharomyces cerevisiae as the bioethanol-producing microorganism. Bioethanol yield and production efficiency were evaluated to determine feasibility and performance. The findings indicate that corn cobs can produce bioethanol in competitive yields compared with other lignocellulosic feedstocks. The hydrolysis process effectively increased reducing sugar content, supporting optimal fermentation performance. In addition to technical feasibility, the utilization of corn cobs offers ecological advantages, including the reduction of agricultural waste accumulation and lower carbon emissions. Since corn cobs do not compete with food resources, their use aligns with renewable energy development strategies and circular economy principles. Corn cobs demonstrate strong potential as a sustainable and environmentally friendly bioethanol feedstock. Optimizing production efficiency at an industrial scale and strengthening policy support are recommended to enhance the development and commercialization of agricultural waste-based bioenergy.
Farmer Behavior in the Use of Pesticides on Rice Plants Erdi Surya; Lukmanul Hakim; Liya Fitriyana; Armi; Muhammad Ridhwan; Tutiliana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.7778

Abstract

This study aims to determine the behavior of farmers in the use of pesticides on rice plants in Lingom Village, Indrapuri District, Aceh Besar Regency. The sample in this study was 15% of the predetermined population of 30 farmers in Lingom Village, Indrapuri District, Aceh Besar Regency who used pesticides on rice plants. Data were collected through observation, interviews and questionnaires. The results of data analysis show that farmers in Lingom Village, Indrapuri District, Aceh Besar Regency use pesticides in processing rice plants. The results showed that the behavior of farmers in the use of pesticides was in accordance with existing provisions. The pesticide used is obtained from the store, further mixed with water put in a spray tube. Pesticides that have been filled in tubes, then sprayed on rice plants. Spraying is carried out using personal protective equipment such as aprons, clothing and masks. Furthermore, farmers clean the equipment and clothes that have been used to make them clean and safe. Similarly, equipment and clothing that have been used are cleaned separately from other equipment and clothing. So as not to contaminate other family clothes during spraying, not to consume food and drinks when spraying so as not to be exposed to toxins contained in pesticides, so as not to experience injury.
Local Wisdom-Based Rice Field Conservation Through Meugoe Customary Practices in Aceh Besar, Indonesia Evi Apriana; Erdi Surya; Nurul Akmal; Elvrida Rosa; Elfa Yeni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 6 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i6.14900

Abstract

This research aims to analyze the local wisdom of the community in rice field conservation and identify customary sanctions for violations that occur. The research uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation and interviews. The research subjects consisted of the imeum mukim, keujreun blang, and the community of Ateuk Mon Panah Village, Simpang Tiga District, Aceh Besar Regency, with a total of 30 respondents. The results of the study show that local wisdom in the form of meugoe (rice fields) customs, especially related to the order of going down to the rice fields, has been inherited from generation to generation and is still maintained to this day. In addition, there are customary sanctions imposed for violations, such as water theft, in the form of sanctions in the form of the obligation to make talam cakes up to 1000 pieces or the slaughter of goats, depending on the level of violation. Local wisdom in the practice of meugoe has been proven to be in line with the principles of rice field and environmental conservation. Therefore, the preservation of these traditional values is important to support environmental sustainability and can be used as a source of learning for the community and the world of education.
KONSERVASI POHON AREN (Arenga pinnata Merr) DALAM PEMANFAATAN NIRA AREN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PADANG KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES Erdi Surya; M, Ridhwan; Armi; , Jailani; Samsiar
Jurnal Bionatural Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Bionatural
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “konservasi pohon aren (Arenga pinnata Merr) dalam pemanfaatan nira aren terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Padang Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues”.Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya konservasi pohon aren (Arenga pinnata merr) serta cara yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam pemanfaatan nira aren terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Padang Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues. Sampel dalam penelitian ini adalah beberapa perangkat desa yaitu 1 orang keuchik, 1 orang pawang hutan, 1 orang imum mukim, 1 orang tuha peut, 1 orang sekdes, 4 orang kepala dusun, dan 25 orang masyarakat yang memanfaatan nira pohon aren (Arenga pinnata merr) di Desa Padang Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo dengan keseluruhan jumlah sampel sebanyak 34 orang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik analisis data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang Konservasi Pohon Aren (Arenga pinnata Merr) menunjukkan (1) Dalam pengelolaan pohon aren di Desa Padang belum ada upaya konservasi dari pemerintah maupun masyarakat, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara budidaya pohon aren. Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan pohon aren yang tumbuh secara liar. (2) Pemanfaatan pohon aren selama ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dalam berbagai bentuk olahan sebagai produksi gula aren, minuman berfermentasi, pembuatan tuak, kolang-kaling, atap rumah, sapu ijuk, dan sapu lidi. Dalam pemanfaatan pohon aren hanya ada aturan khusus yang tidak tertulis yang harus diikuti oleh masyarakat, pohon aren yang boleh disadap harus yang sudah berumur 10-12 tahun setelah bunga jantan mekar, sebelum memanfaatkan pohon aren, masyarakat perlu menguasai do’a-do’a terlebih dahulu atau mantramantra seorang pemanjat pohon aren.