Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Membuat Media 3D dengan Aplikasi SketchUp sebagai Bahan dalam Membuat Augmented Reality Cahyo Hasanudin; Joko Setiyono; Ayu Fitrianingsih; Risa Nur Khoiriyah; Aida Azizah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5326

Abstract

ABSTRAK Program pelatihan pembuatan media pembelajaran media 3D dengan menggunakan aplikasi SketchUp diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) bekerja sama dengan UKM Penalaran dan Riset (UKM PR) IKIP PGRI Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengoperasikan aplikasi SketchUp sebagai media pembelajaran visual yang interaktif. Program pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 13 September 2025. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu (1) tahap awal, (2) tahap inti, dan (3) tahap akhir. Pada tahap awal, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengenalan dasar SketchUp yang mencakup konsep, fungsi, serta tampilan antarmuka aplikasi. Pada tahap inti, pemateri mendemonstrasikan secara langsung penggunaan tools dasar untuk membuat model 3D sederhana. Pada tahap akhir, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait materi pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam merancang media pembelajaran berbasis tiga dimensi serta menumbuhkan kreativitas digital dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Media 3D, SketchUp, Augmented Reality ABSTRACT A training program on creating 3D learning media using the SketchUp application was organized by the Faculty of Language and Arts Education (FPBS) in collaboration with the Reasoning and Research Student Activity Unit (UKM PR) of IKIP PGRI Bojonegoro. This activity is a form of community service aimed at improving participants' skills in operating the SketchUp application as an interactive visual learning medium. The training program was conducted online via Zoom on September 13, 2025. The training was carried out in three stages, namely (1) the initial stage, (2) the core stage, and (3) the final stage. In the initial stage, participants received an explanation of the basics of SketchUp, including concepts, functions, and the application's interface. In the core stage, the instructor demonstrated the use of basic tools to create simple 3D models. In the final stage, the activity ended with a question and answer session discussing various matters related to the training material. Based on the results of the activity, it can be concluded that this training program was able to improve participants' skills in designing three-dimensional learning media and foster digital creativity in the learning process. Keywords: 3D Media, SketchUp, Augmented Reality
An Ecocritical Study of a Literary Work: The Conflict Between Humans and Nature in the Short Story the Curse of the Jati Dragon Erna Widyawati; Aida Azizah; Evi Chamalah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Impresi Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i9.8068

Abstract

Forest exploitation driven by the pursuit of power, social status, and human greed can cause environmental degradation and disrupt the relationship between humans and nature. These pressing issues are vividly depicted in the short story “The Curse of the Jati Dragon,” which employs the conflict between humans and nature, along with powerful symbols, to represent the multifaceted impacts of forest exploitation. This study aims to describe the cultural representations of how society utilizes forests as a means of attaining social status and to uncover critiques of forest exploitation practices through an ecocritical perspective. Employing a qualitative method with a descriptive approach, the research data consist of words, phrases, sentences, and narratives from the short story that relate to the relationship between humans and nature. The data were collected through documentation and analyzed qualitatively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the short story contains a profound critique of forest exploitation rooted in the pursuit of power, social status, and human greed. The impact of environmental destruction is represented through the symbols of the dragon, the flood disaster, and Kasbi’s physical transformation into a “wooden man.” This depiction powerfully illustrates the intimate connection between natural conditions and human life, as well as the severe consequences that arise when environmental balance is disrupted. Ultimately, this short story serves as a medium for critiquing exploitative behavior and, at the same time, as a means of fostering ecological awareness regarding the relationship between humans and nature.
Transformasi Puisi menjadi Teater: Pendampingan Kreatif Komunitas Sastra dan Teater untuk Pendidikan Karakter Setia Naka Andrian; Turahmat Turahmat; Evi Chamalah; Aida Azizah; Oktarina Puspita Wardani; Andi Maulana; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8730

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan transformasi puisi menjadi pertunjukan teater melalui pendampingan kreatif pada komunitas sastra dan teater, dengan studi praktik pada pementasan Meneroka Tubuh oleh Teater Atmosfer Kendal. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan ruang ekspresi kreatif dan rendahnya pemaknaan nilai karakter dalam karya sastra di kalangan generasi muda, terlebih dalam karya transformasi puisi menjadi teater. Metode yang diterapkan mencakup lokakarya puisi, adaptasi teks menjadi naskah teater, eksplorasi tubuh, latihan pementasan, serta refleksi terhadap nilai karakter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses transformasi puisi menjadi teater mampu meningkatkan kemampuan interpretasi, ekspresi artistik, serta kesadaran reflektif peserta terhadap nilai eksistensial dan karakter. Pertunjukan Meneroka Tubuh menghadirkan pengalaman estetis yang menggambarkan tubuh sebagai ruang konflik antara ingatan, sejarah, dan pencarian makna, sehingga efektif dijadikan media pendidikan karakter. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat literasi sastra berbasis komunitas serta mengembangkan seni sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda dalam karya pementasan teater.