Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Self-Confidence terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Jumrah Jumrah; Sri Anggriani; St. Hardiyanti
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 1 No 2 (2022): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.022 KB) | DOI: 10.58917/ijme.v1i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh self confidence terhadap hasil belajar matematika siswa MTs DDI Pekkabata kabupaten Pinrang.  Self confidence merupakan sikap percaya dan menyadari kemampuan diri sendiri sehingga dapat dimanfaatkan dengan tepat. Hasil belajar adalah kemampuan/perluasan informasi/perubahan perilaku yang dimiliki siswa setelah menyelesaikan pembelajaran yang ditentukan melalui tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan ex post facto. Pada penelitian ini subjek tidak mendapat perlakuan dari peneliti karena peneliti hanya menguji teori dari para ahli tentang pengaruh self confidence terhadap hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data digunakan dua jenis analisis yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self confidence dan Hasil belajar matematika siswa. Sumbangan pengaruh self confidence terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 40 % sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Peranan Model Pembelajaran NHT dalam Perbaikan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Jumrah, Jumrah; Hamdana, Hamdana; Rahmayani, Sitti
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 3 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v3i3.360

Abstract

Fokus penelitian ini adalah tentang bagaimana peranan model pembelajaran NHT dalam perbaikan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII5 SMPN 3 Lembang. Adapun yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII5 SMP Negeri 3 Lembang pada semester Genap 2021/2022, yang berjumlah 40 orang. Data pada penelitian ini ada dua yaitu data tentang peningkatan hasil belajar peserta didik diambil dari tes setiap siklus sedangkan data tentang situasi dan kondisi pembelajaran pada saat pelaksanaan tindakan diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. Data hasil belajar dianalisis secara kuantitatif dan data tentang proses belajar mengajar di kelas dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Setelah dilaksanakan penelitian, nilai rata-rata pada tes akhir siklus I ialah 48,08 dengan simpangan baku 19,78 dan skor rata-rata pada siklus kedua 75,55 dengan simpangan baku 14,96. Meningkatnya prestasi belajar matematika peserta didik dengan penggunaan model pembelajaran Number Head Together dapat dilihat dari semakin meningkatnya persentase kelulusan peserta didik yang sebelumnya berada pada kategori rendah pada siklus I menjadi kategori tinggi pada siklus II.
Analisis Hasil Belajar, Aktivitas Belajar dan Respon Belajar Matematika melalui Quantum Teaching kelas VII3 SMP Negeri 1 Batulappa Andi Kamal Ahmad; Abdul Razzaq; Sitti Rahmayani; Jumrah, Jumrah; Hamdana Hamdana; Muhardi Muhardi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar, aktivitas belajar dan respon pembelajaran matematika melalui quantum teaching pada siswa kelas VII3 SMP Negeri 1 Batulappa melalui quantum teaching. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan langkah-langkah pelaksanaan yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1) Tingginya hasil belajar matematika siswa kelas VII3. Jika 85% lebih besar dari jumlah siswa, maka telah ditetapkan hasil belajar yang memenuhi KKM yaitu 75 di sekolah. 2) Aktivitas belajar matematika siswa kelas VII3 meningkat Jika aktivitas siswa meningkat atau berpartisipasi dalam pembelajaran matematika 3) Respon belajar matematika siswa kelas VII3 meningkat jika 80% dari jumlah siswa memberikan respon positif terhadap quantum teaching. Data penelitian yang diperoleh dengan menggunakan instrumen meliputi: 1) tes hasil belajar sebanyak 5 soal yang diberikan pada pertemuan terakhir siklus I dan siklus II pada materi persamaan linear dan pertidaksamaan univariat, 2) lembar kerja observasi aktivitas siswa selama 6 sesi, dan 3) Kuis Siswa Pendidikan Kuantum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan kuantum meliputi: 1) Peningkatan hasil belajar siswa kelas VII3 SMPN 1 Batulappa karena siklus I jumlah siswa yang hasil belajar matematikanya mencapai KKM adalah antara 19 siswa atau 61,3% dan siklus II jumlah siswa yang pembelajaran matematikanya mencapai KKM sebanyak 27 siswa atau 87,1%. 2) peningkatan aktivitas belajar selama pelaksanaan quantum teaching, dengan keseriusan dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. 3) mendapatkan respon pembelajaran sebagai respon positif terhadap penerapan quantum teaching pada 90% dari kriteria 80%.
Transformasi Digital dalam Pendidikan: Pelatihan Tools AI untuk Mendukung Pengajaran dan Administrasi Guru Rosita, Rosita; Jumrah, Jumrah; Rahmayani, Sitti; Hamdana, Hamdana
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 6 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.438

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi AI untuk mendukung pengajaran, memberikan pendampingan terkait pemanfaatan aplikasi Copilot, Chat GPT, Gamma dan Canva serta meningkatkan efisiensi dalam pembuatan materi ajar dan administrasi pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh para guru dalam menghadapi perubahan teknologi. Kegiatan ini berkontribusi pada program Merdeka Belajar Kampus Mengajar, terutama pada pilar penguatan keunggulan dan kerjasama antar lembaga. Dalam hal ini, kegiatan pelatihan keterampilan digital guru dapat membantu meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan di lingkungan sekolah, sekaligus membantu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik. Penggunaan AI dalam pengajaran memungkinkan personalisasi pembelajaran yang lebih baik), sementara dalam administrasi, AI membantu menyederhanakan proses seperti manajemen tugas, evaluasi, dan interaksi dengan siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok MGMP Fisika Kabupaten Pinrang yang dilaksanakan di SMAN 11 Pinrang. Berdasarkan hasil pretest dan posttest mengenai pemahaman peserta pelatihan, diketahui bahwa terjadi peningkatan dari 70% menjadi 90%, sehingga dapat dikatakakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pelatihan Pengajaran dan Administrasi Mudah dengan Tools AI” dapat meningkatkan kemampuan bapak/ibu dalam menggunakan tools AI dalam pengajaran maupun administrasi pembelajaran.
Penguatan Pondasi Matematika dan Sains Anak Pendidikan Dasar Rosita Rosita; Ayu Zulpiah Sulaiman; Jumrah Jumrah; Andi Kamal Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Disiplin Ilmu (JPMASDI) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Dispilin Ilmu
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpmasdi.v1i2.2468

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan suatu pembelajaran dimulai dengan memperkuat dasar pemahaman atau pondasi, terutama pondasi matematika dan sains anak pendidikan dasar sehingga melalui kegiatan ini disarankan agar proses pembelajaran diciptakan suasana belajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak, serta mengembangkan sikap dan perilaku kreatif dan inovatif mereka. Suasana belajar yang demikian hanya dapat diperoleh melalui penggunaan metode mengajar yang tepat disertai dengan alat peraga matematika dan sains yang ada dikesehariannya. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan cara menganalisa data dari hasil catatan di lapangan atau kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pendampingan terhadap anak usia pendidikan dasar selama kurun waktu dua bulan. Hasil penelitian: 70% kemampuan dasar/pondasi matematika membutuhkan penguatan pada perkalian dan pembagian. 70% kemampuan dasar/pondasi sains membutuhkan penguatan merumuskan masalah sehingga dapat memperoleh kesimpulan. Kesimpulan: Memahami permasalahan yang di hadapi setiap anak adalah hal yang harus di perhatikan terlebih dahulu, karena setiap anak memiliki tingkatan pemahaman yang berbeda dalam menerima setiap informasi yang diberikan, setiap pengajar harus memiliki strategi yang baik untuk menciptakan pengalaman pertama yang berbeda. Berupaya menghubungkan materi matematika dan sains dengan keseharian mereka karena pengalaman pertama yang diterima anak-anak akan menentukan hasil dan pembelajaran yang baik untuknya.
Exploring Numeracy Games as an Ice-Breaking Strategy: Impact on Mathematics Learning Achievements Jumrah, Jumrah
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i2.9240

Abstract

students frequently perceive it as intimidating, monotonous, and challenging. Indonesian learners achieved merely 366 points in mathematics assessments, representing a decline from previous PISA evaluations between 2015-2018. This performance falls substantially below the standard range of 465-475 points, primarily due to widespread negative attitudes toward mathematics among students. Students' lack of enthusiasm for mathematical studies creates aversion and anxiety, hindering their learning experience. To combat these negative emotions, educators must implement engaging teaching strategies that promote comfort and relaxation during instruction. Ice-breaking techniques represent one effective approach, particularly when incorporating educational games that combine entertainment with learning objectives. Numeracy games offer an excellent ice-breaking method, allowing students to grasp fundamental mathematical principles while enjoying interactive activities. This research investigates how ice-breaker techniques using numeracy games enhance academic achievement among eighth-grade students. The study utilized a pre-experimental design with a single experimental group to evaluate the ice-breaker method's effectiveness on mathematics performance in class VIII.2 at SMP Negeri 2 Patampanua. Employing a quantitative experimental methodology, researchers conducted a one-group pretest-posttest analysis within the same classroom setting. Results demonstrate that ice-breaker strategies incorporating numeracy games significantly improve mathematics learning outcomes for students in the examined class, suggesting this approach effectively addresses traditional barriers to mathematical education
Penguatan Pondasi Matematika dan Sains Anak Pendidikan Dasar Rosita, Rosita; Sulaiman, Ayu Zulpiah; Jumrah, Jumrah; Ahmad, Andi Kamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Disiplin Ilmu Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Dispilin Ilmu Juli 2023
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpmasdi.v1i2.2468

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan suatu pembelajaran dimulai dengan memperkuat dasar pemahaman atau pondasi, terutama pondasi matematika dan sains anak pendidikan dasar sehingga melalui kegiatan ini disarankan agar proses pembelajaran diciptakan suasana belajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak, serta mengembangkan sikap dan perilaku kreatif dan inovatif mereka. Suasana belajar yang demikian hanya dapat diperoleh melalui penggunaan metode mengajar yang tepat disertai dengan alat peraga matematika dan sains yang ada dikesehariannya. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan cara menganalisa data dari hasil catatan di lapangan atau kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pendampingan terhadap anak usia pendidikan dasar selama kurun waktu dua bulan. Hasil penelitian: 70% kemampuan dasar/pondasi matematika membutuhkan penguatan pada perkalian dan pembagian. 70% kemampuan dasar/pondasi sains membutuhkan penguatan merumuskan masalah sehingga dapat memperoleh kesimpulan. Kesimpulan: Memahami permasalahan yang di hadapi setiap anak adalah hal yang harus di perhatikan terlebih dahulu, karena setiap anak memiliki tingkatan pemahaman yang berbeda dalam menerima setiap informasi yang diberikan, setiap pengajar harus memiliki strategi yang baik untuk menciptakan pengalaman pertama yang berbeda. Berupaya menghubungkan materi matematika dan sains dengan keseharian mereka karena pengalaman pertama yang diterima anak-anak akan menentukan hasil dan pembelajaran yang baik untuknya.
Peranan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Perbaikan Prestasi Belajar Matematika Siswa Jumrah, Jumrah
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i1.5088

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII6 SMPN 3 Makassar melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, semester II tahun pelajaran 2021/2022. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII6 SMPN 3 Makassar dengan siswa sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data mengenai peningkatan prestasi belajar yang diambil dari tes setiap siklus dan data mengenai situasi belajar mengajar yang diambil pada saat dilaksanakan tindakan dengan menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh skor rata-rata untuk siklus I ialah 42,18 dan pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh ialah 75,55. Meningkatnya prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw ditandai dengan semakin meningkatnya persentase kategori dari kategori rendah pada siklus I menjadi kategori tinggi pada siklus II. Hasil yang diperoleh tersebut bila dikaitkan dengan situasi belajar mengajar, maka model pembelajaran Jigsaw yang digunakan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII6 SMPN 3 Lembang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESILIENSI AKADEMIK Jumrah; Indahwaty; Hamdana
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.708

Abstract

Resiliensi akademik merupakan kemampuan individu untuk bertahan dan bangkit dari kesulitan akademik yang dihadapi. Pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi akademik penting untuk mengembangkan intervensi yang efektif dalam meningkatkan keberhasilan akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi akademik mahasiswa berdasarkan tinjauan literatur sistematis. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis 45 artikel penelitian yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015-2024. Pencarian literatur dilakukan melalui database Scopus, Google Scholar, ERIC, Science Direct, dan Portal Garuda dengan kata kunci "academic resilience", "resiliensi akademik", "faktor resiliensi", dan "student resilience". Temuan menunjukkan bahwa resiliensi akademik dipengaruhi oleh tiga kategori utama faktor: (1) faktor individual meliputi efikasi diri, regulasi emosi, motivasi intrinsik, dan mindset berkembang; (2) faktor interpersonal mencakup dukungan sosial, hubungan dengan dosen/guru, dan kohesivitas teman sebaya; (3) faktor institusional berupa iklim kampus, aksesibilitas layanan dukungan, dan kebijakan akademik yang adaptif. Resiliensi akademik merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor individual, interpersonal, dan institusional. Implikasi praktis menunjukkan perlunya pendekatan holistik dalam mengembangkan program pengembangan resiliensi akademik di perguruan tinggi.
Implementing Interacty-Based Gamification Media to Improve Students’ Scientific Literacy in the Context of Local Culture Ihfa Indira Nurnaifah Idris; Jumrah Jumrah; Abdul Razzaq; Sri Agustini; Dirgah Kaso Sanusi
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1311

Abstract

The urgency of this research lies in the need for innovative, interactive gamification-based learning media to enhance students’ scientific literacy, which remains relatively low, while simultaneously integrating local cultural contexts to support meaningful and relevant 21st-century learning. This study aims to examine the implementation of gamified learning using Interacty integrated with a local cultural context and its effect on students’ scientific literacy. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The participants were eighth-grade students at a junior high school in Indonesia. Data were collected through scientific literacy tests, observation sheets, and student response questionnaires. Scientific literacy in this study refers to students’ ability to identify relevant information, represent problems in structured forms, apply problem-solving strategies, and interpret results within real-life contexts. The learning activities were designed using gamification elements such as interactive challenges and rewards through the Interacty platform, combined with culturally relevant contexts derived from local traditions and daily practices. The results showed a significant improvement in students’ scientific literacy, with the average score increasing from 63,5 in the pre-cycle to 74 in Cycle I and 80,3 in Cycle II. Students’ learning activities improved from a fair category (2,8) to a good category (3,5). In conclusion, the integration of gamification through Interacty and local cultural context effectively enhances students’ scientific literacy by creating a more engaging, meaningful, and contextual learning environment.