Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perkembangan Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tiga Varietas Padi Sawah yang Diinokulasi pada Beberapa Fase Pertumbuhan Andi Khaeruni; Muhammad Taufik; Teguh Wijayanto; Eko Aprianto Johan
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 10 No 4 (2014)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.04 KB) | DOI: 10.14692/jfi.10.4.119

Abstract

Bacterial leaf blight is an important disease of rice plant and could damage up to 50%. This study aimed to evaluate development of the bacterial leaf blight disease on three rice varieties which inoculated at various growth stage. The results of this study showed that IR64 variety which inoculated at seedling stage has shortest incubation period as well as disease severity i.e. 4.25 day after inoculation and 90%, respectively, while Cisantana variety which inoculated at generative stage showed the lowest of disease severity (< 40%). The highest number of panicles obtained on without inoculation treatment i.e an average of 10 panicles. Therefore growth stage and rice variety influenced to bacterial leaf blight disease development, the younger the plant infected, the faster the progression of the bacterial leaf disease. IR64 variety is highly susceptible to bacterial leaf blight disease. 
Ketahanan Berbagai Kultivar Padi Lokal terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri Andi Khaeruni; Erwin Najamuddin; Teguh Wijayanto; Syair Syair
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 12 No 3 (2016)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.799 KB) | DOI: 10.14692/jfi.12.3.89

Abstract

Bacterial leaf blight disease caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae is an important rice disease in Indonesia, including in South East Sulawesi. The use of resistant varieties is one of the effective and environmentally friendly control strategies to suppress the disease. This study aimed to determine the level of resistance of some local rice varieties of South and Southeast Sulawesi against Xanthomonas oryzae pv. oryzae pathotypes IV, VIII and X. The study was conducted in a screen house involving 3 bacterial pathotypes and 11 local rice cultivars. Shearing method was used for inoculation of bacteria to leaf on vegetative and generative phases. Disease incidences were measured 3 weeks after inoculation, and the data was further used to determine the level of resistance of the tested rice cultivars. The results showed that incubation period of the disease was longer on Kelaca cultivar compared to other cultivars. On vegetative phase, this cultivar showed moderate resistant to pathotypes IV and X, and highly resistant to patotype VIII, whereas on the generative phase it showed moderate resistant to pathotypes IV and VII, and highly resistant to pathotype X. Therefore, Kelaca cultivar can be recommended for endemic areas of leaf blight in South and Southeast Sulawesi
Efektivitas Bio-matriconditioning Benih Pratanam dengan Campuran Endo-rizobakteri dalam Meningkatkan Viabilitas dan Vigor Benih Cabai (Capsicum annuum L.) Gusti Ayu Kade Sutariati; Tresjia Corina Rakian; Muhidin Muhidin; Andi Khaeruni; Dewi Nurhayati Yusuf; Gusti Ngurah Adhi Wibawa; La Mudi
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.36580

Abstract

Penggunaan benih bermutu tinggi merupakan prasyarat penting dalam budidaya tanaman agar dihasilkan tanaman yang mampu berproduksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas perlakuan bio-matriconditioning pratanam menggunakan campuran endo-rizobakteri dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi pada bulan Maret sampai dengan April 2021. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan analisis varian, hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test α=0,05. Pengamatan terhadap viabilitas dan vigor benih cabai menggunakan peubah daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, T50, bobot kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bio-matriconditioning benih pratanam mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih cabai. Perlakuan bio-matriconditioning benih dengan campuran isolat Bacillus sp. CKD061 + Pseudomonas sp. SWRIIB02 memberikan hasil terbaik terhadap viabilitas dan vigor benih, kemudian diikuti perlakuan bio-matriconditioning benih dengan campuran isolat Bacillus sp. CKD061 + Pseudomonas sp. SWRIIB02 + Pseudomonas sp. PG01. Peningkatan vigor benih (menggunakan indikator daya berkecambah) pada perlakuan tersebut masing-masing mencapai 100% dan 81% dibandingkan dengan kontrol.
Curah Pendapat (Brainstorming) Potensi Suspensi TiO2 sebagai Pelapis Bahan Bangunan Ramah Lingkungan di Desa Konda: Potensi Suspensi TiO2 sebagai Pelapis Bahan Bangunan Ramah Lingkungan Muhammad Nurdin; Andi Khaeruni; Wayan Mustika; Muhammad Zakir Muzakkar; Maulidiyah Maulidiyah; Irwan Irwan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.448 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.123

Abstract

Bahan suspensi TiO2 sebagai pelapis material bangunan yang ramah lingkungna telah disosialisasikan melalui curah pendapat pada masyarakat tahfidzul qur’an desa Konda, Konawe Selatan. Curah pendapat terkait potensi suspensi TiO2 dilakukan melalui Program Pengabdian Masyarakat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang bahan suspensi TiO2 sebagai material ramah lingkungan sebagai pelapis anti lumut pada material bangunan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dalam bentuk ceramah dan curah pendapat (brainstorming). Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan teknik tanya jawab dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan kegiatan sangat baik. Hal tersebut didukung dengan sikap puas peserta kegiatan dalammenerima materi, paham terhadap materi yang diberikan, dan aktif dalam proses diskusi dan tanya jawab.
PERBANDINGAN KETAHANAN DAUN CABAI RAWIT DAN TOMAT TERHADAP SERANGAN Thrips sp. BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL QAEFA YUHAJIRIN; RAHAYU MALLARANGENG; ASMAR HASAN; ANDI KHAERUNI; TERRY PAKKI; ABDUL RAHMAN
Jurnal Agroteknos Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/ja.v13i2.43330

Abstract

The presence of thrips pests that attack the leaves of cayenne pepper and tomato can cause high yield losses in both crops. Plant resistance to thrips is thought to be related to the pest's preference for plant leaves. The difference in the resistance level of the two plants to thrips attack needs to be studied based on a digital image processing approach as an accurate method of assessing plant damage. This study compares the resistance of cayenne pepper and tomato leaves to thrips attack based on digital image processing. The study was designed for feed testing with the option of using cayenne pepper and tomato leaves as treatments that were placed in pairs in a testing container. There were five pairs of tests for the first and second repetitions, respectively, and each pair of tests used five individual thrips. The results showed tomato leaves were relatively more resistant to thrips attack because they tended to be less preferred than cayenne pepper. The average area of thrips attack on cayenne pepper leaves for two repetitions of testing was higher than tomato. The assessment of the extent of thrips attack tomato and cayenne pepper leaves based on image processing has high validity, characterized by the accuracy and precision of the assessment results, which reach 80-100%. However, the reliability of the assessment results for two repetitions of testing is still relatively low, especially in assessing damage to cayenne pepper leaves.
PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA RAHABITE Hasbiadi; Musadia Afa; Isra Djabbar; Andi Khaeruni; Sri Wahyuni; Ali Bain; La Mpia; La Ode Muhsafaat; Fitrah Adelina; Campina Illa Prihantini; Juniaty Arruan Bulawan; Widya Komalasari; Agung Gema Ramadhan; Ernawati
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.297

Abstract

Desa Rahabite yang terletak di Kabupaten Kolaka merupakan wilayah prioritas Program Kosabangsa tahun 2023. Permasalah utama petani yakni langkah dan mahalnya pupuk anorganik serta minimnya pengetahuan petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rahabite dengan mitra sasaran yaitu anggota Kelompok Tani Mekar Jaya. Metode Pelaksanaan yaitu Penyuluhan pupuk organik, Praktik pelatihan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Hasil Pengabdian Masyarakat ini yaitu para petani mampu mengetahui dan melakukan seluruh tahapan pembuatan pupuk organik meliputi Persiapan alat dan bahan, Penyusunan bahan secara berlapis, Pencampuran, Fermentasi dan Finalisasi Produk.
Potensi Mikroorganisme Pangan Fermentasi Indonesia sebagai Starter Culture Industri Nurchalisah Rustan Massinai; Sri Wahyuni; Andi Khaeruni; Wa Ode Nafilawati; Minggu Lestari Ningsih
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/nffqh062

Abstract

Fermentasi merupakan metode pengolahan pangan yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan nilai fungsional produk. Indonesia memiliki keragaman pangan fermentasi tradisional yang tinggi dengan komunitas mikroorganisme indigenous yang berperan dalam pembentukan karakteristik sensori dan biokimia produk. Proses fermentasi yang umumnya berlangsung spontan menyebabkan variabilitas mutu dan potensi risiko keamanan, sehingga diperlukan pengembangan starter culture terdefinisi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif potensi mikroorganisme indigenous dari pangan fermentasi tradisional Indonesia sebagai sumber starter culture industri. Metode yang digunakan berupa studi literatur terhadap keragaman mikroorganisme, karakteristik fungsional, serta peluang aplikasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat, khamir, dan kapang memiliki kemampuan adaptasi tinggi, fleksibilitas metabolik, serta potensi menghasilkan senyawa bioaktif dan probiotik. Mikroorganisme tersebut berperan dalam peningkatan kualitas sensori, keamanan, dan efisiensi fermentasi. Pengembangan menuju aplikasi industri masih menghadapi tantangan terkait stabilitas genetik, keamanan, konsistensi performa, dan skala produksi. Pendekatan bioteknologi modern berbasis genomik dan metabolomik diperlukan untuk mendukung seleksi dan optimasi strain. Pangan fermentasi tradisional Indonesia berpotensi menjadi sumber strategis pengembangan starter culture yang berkelanjutan dan berbasis biodiversitas lokal.
KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA ROTI TAWAR DARI BERBAGAI TEPUNG SUBSTITUSI BEBAS GLUTEN : STUDI PUSTAKA Dwi Rahma Padilah; Sri Wahyuni; Andi Khaeruni
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/rh1m8f11

Abstract

Roti merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan umumnya dibuat dari tepung terigu karena kandungan gluten yang memberikan elastisitas dan kemampuan menahan gas. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik fisik dan kimia roti tawar yang dibuat menggunakan berbagai tepung substitusi bebas gluten. Parameter yang dievaluasi meliputi daya kembang, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Data menunjukkan bahwa daya kembang tertinggi dan komposisi proksimat yang baik diperoleh pada roti berbasis tepung terigu dan tepung ampas kelapa dengan rasio 80:20, yaitu sebesar 69,14%, dengan kadar karbohidrat 44,11% dan protein 9,59%. Nilai daya kembang terendah ditemukan pada roti dengan substitusi tepung beras 35% sebesar 42,1%. Penurunan kadar gluten mengurangi kemampuan adonan dalam menahan gas selama fermentasi sehingga menurunkan daya kembang. Penggunaan tepung bebas gluten cenderung menurunkan daya kembang, namun memengaruhi komposisi gizi sesuai jenis tepung yang digunakan. Optimasi formulasi diperlukan untuk memperoleh keseimbangan antara sifat teknologi dan kualitas gizi pada roti bebas gluten.