Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH MODUL BERBASIS KONSTRUKTIVIS TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA KUANTUM Nurhayati Nurhayati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.827 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul berbasiskonstruktivis terhadap kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika kuantum dan respon mahasiswa terhadap penggunaan modul berbasis konstruktivis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi adalah seluruh mahasiswa pendidikan fisika semester enam IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2014-2015, sejumlah tiga kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah dua kelas. Satu kelas eksperimen menggunakan modul konstruktivis dan satu kelas eksperimen menggunakan modul konvensional. Data kemandirian belajar dan respon mahasiswa diukur menggunakan teknik non-tes dengan alat ukur angket. Uji hipotesis menggunakan uji Kruskal Wallis yang terdapat pada program SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) tidak terdapat pengaruh penggunaan modul berbasis konstruktivis terhadap kemandirian belajar mahasiswa, (2) respon mahasiswa terhadap penggunaan modul berbasis konstruktivis adalah positif.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MEDIA ANIMASI SOFTWARE PHET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATERI LISTRIK DINAMIS KELAS X MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PONTIANAK N Nurhayati; Syarifah Fadilah; M Mutmainah
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 4 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v4n2.p1-7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode demonstrasi berbantu media animasi Software PhET dalam membelajarkan materi listrik dinamis, menganalisis pengaruh penggunaan metode demonstrasi berbantu media animasi Software PhETterhadap hasil belajar siswa dan mengetahui efektifitas penerapan metode demonstrasi berbantu media animasi Software PhET dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi listrik dinamis. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan bentuk penelitian Quasi Experimental Design (eksperimen semu) dan bentuk desain Nonequivalent Group Posttest-Only. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari tujuh kelas. Dari tujuh kelas ini diambil dua kelas sebagai sampel teknik cluster random sampiling. Sehingga diperoleh kelas eksperimen yaitu kelas XF, kelas yang diajarkan menggunakan metode demonstrasi berbantu media animasi Software PhET dan kelas kontrol yaitu kelas XA, kelas yang diajarkan menggunakan metode konvensional. Penelitian ini dimulai dari uji coba instrumen dan pengambilan data, analisis uji instrumen dan analisis data serta uji hipotesis menggunakan U-Mann Whitney karena kedua data tidak berdistribusi normal. Sedangkan untuk mengetahui besar efektifitas penerapan metode demontrasi berbantu media animasi Software PhET dengan menggunakan rumus effect size. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh ratarata posttest pada kelas eksperimen sebesar 72,72 sedangkan ratarata posttest pada kelas kontrol sebesar 54,89. Hasil uji hipotesis menggunakan U-Mann Whitney diperoleh Zhitung = -3,198 untuk α=5% diperoleh Ztabel sebesar -1,64 dengan demikian Zhitung<Ztabelatau -3,198 <-1,64, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode demonstrasi berbantu media animasi Software PhET lebih baik dari pada hasil belajar siswa dengan menggunakan metode konvensional. Berdasarkan analisis data diperoleh Effect Size sebesar 0,8 maka dapat disimpulkan efektivitas penerapan metode demonstrasi berbantu media animasi Software PhET dalam materi listrik dinamis kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 pontianak tergolong sedang.
PELUANG MUATAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPA DALAM PERSPEKTIF RUU SISDIKNAS Wahyudi Wahyudi; Misbah Misbah; Nurhayati Nurhayati; Satwika Trianti Ngandoh; Yusi Riksa Yustiana
Vidya Karya Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.471 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v37i1.13175

Abstract

This research aims to identify and analyze the problems contained in the Draft Law on the National Education System (RUU Sisdiknas) related to curriculum and learning by comparing the content in the bill with the revised law and phenomena that occur in the field. This research was conducted through a literature study using secondary sources: documents, the internet, books, proceedings, reputable international journals, international journals, and national journals, both accredited and unaccredited. The main document used as material for the analysis of the study is the National Education System Law No. 20 of 2003, the National Education System Bill. The descriptive-analytical method was used in this research, and then the source data of the study were analyzed qualitatively. Through this literature study, identification and analysis of problems contained in the National Education System Bill related to curriculum and learning were obtained by comparing the bill's contents with the revised law and phenomena occurring in the field. In the Bill, the potential for local content is obtained, which is currently included in the 2022 Prototype Curriculum. In addition, the integration of local content in learning has a positive impact on students. This study will help provide input and suggestions for improving the draft law.Keywords: Curriculum; IPA;  Local Content; National Education System Bill  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan yang terkandung dalam Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang berkaitan dengan kurikulum dan pembelajaran dengan membandingkan muatan dalam RUU dengan UU yang direvisi serta fenomena yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menggunakan sumber data sekunder, yaitu berupa dokumen, internet, buku, prosiding, jurnal internasional bereputasi, jurnal internasional, dan jurnal nasional baik terakreditasi maupun tidak terakreditasi. Dokumen utama yang digunakan sebagai bahan analisis kajian adalah UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, RUU Sisdiknas. Metode deskriptif analitis digunakan dalam penelitian ini yang selanjutnya data sumber kajian tersebut dianalisis secara kualitatif. Melalui studi kepustakaan ini diperoleh identifikasi dan analisis permasalahan yang terkandung dalam RUU Sisdiknas yang berkaitan dengan kurikulum dan pembelajaran dengan membandingkan muatan dalam RUU dengan Undang-undang yang direvisi serta fenomena yang terjadi di lapangan. Dalam RUU diperoleh potensi muatan lokal yang saat ini sudah dimasukkan ke dalam Kurikulum Prototipe 2022 dan Kurikulum Merdeka Belajar. Selain itu, adanya integrasi muatan lokal dalam pembelajaran memberikan dampak yang positif bagi peserta didik. Hasil kajian ini akan berguna dalam memberikan masukkan dan saran dalam penyempurnaan rancangan undang-undang.Kata Kunci: Kurikulum; IPA; Muatan lokal; RUU Sisdiknas
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Nurhayati Nurhayati; Lia Angraeni; Wahyudi Wahyudi
EDUSAINS Vol 11, No 1 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.532 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i1.7464

Abstract

THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING AND CRITICAL THINKING ON HIGH ORDER THINGKING ABILITY            AbstractThis study aims to determine the effect of problem-based learning model and critical thinking skills on students' high-order thinking about optical materials. Quasi-experimental method with two-way ANOVA design was used to conduct this study with 34 second semester physic education students of IKIP PGRI Pontianak. Data of students’ higher order thinking ability was obtained from multiple choice test with reason while the data of students' critical thinking ability was measured using multiple choice test. Based on the results of data analysis, it can be concluded that: (1) there is an influence of the problem based learning model on high student's thinking ability, (2) there is an influence of high critical thinking ability and low critical thinking ability on high student's thinking ability and (3) the interaction between the application of problem based learning model with the ability to think critically to the students' high level of thinking ability. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model problem based learning, keterampilan berpikir kritis dan interaksinya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa pada materi optika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan desain two way ANOVA. Penelitian ini dilaksanakan di IKIP PGRI Pontianak pada mahasiswa semester II program studi pendidikan fisika sebanyak 34 orang mahasiswa. Data kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa diperoleh dengan menggunakan tes pilihan ganda dengan alasan sedangkan data kemampuan berpikir kritis mahasiswa diukur dengan menggunakan tes berbentuk multiple choice. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh penerapan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa, (2) terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan kemampuan berpikir kritis rendah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa dan (3) terdapat interaksi antara penerapan model problem based learning dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa. 
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK THREE-TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGUKUR KONSEPSI FISIKA SISWA SMA Nurhayati Nurhayati; Syarif Lukman Hakim Al Sagaf; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n2.p47-54

Abstract

This study aims to determine the quality of diagnostic test questions with regular straight motion material. This research is a descriptive study using a quantitative approach. In this research, Sujek was a class X student at Jagoi Babang 01 High School. The research instrument was in the form of question feasibility questionnaire addressed to the validator and the test used to test the characteristics of the questions including validity, reliability, level of difficulty and differentiating power of the questions and knowing the profile of students' conceptual understanding. The results of the study indicate that: (1) A total of 13 questions have very good assessment criteria by experts; (2) 9 questions are declared valid and 3 questions are invalid; (3) Reliability index of 0.81 with very strong criteria; (4) 11 questions have medium criteria and 1 problem is difficult keriteria; (5) criteria for distinguishing good as many as 4 questions, criteria are enough 6 questions and bad criteria 2 questions; (6) The percentage of students who understand the concept is 22.31%, misconceptions are 36.56% and do not understand the concept of 41.13%.
Peningkatan Kompetensi Guru IPA Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Perangkat dan Media Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Nurhayati Nurhayati; Dwi Fajar Saputri; Fety Novianty; Wahyudi Wahyudi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2020): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v5i4.1141

Abstract

This Community Partnership Program (PKM) aims to increase knowledge and train teachers in creating and applying learning tools based on scientific approaches that contain the character and creating and applying contextual and innovative media/teaching aids in learning. The method of implementing PKM activities consists of socialization, seminars, training, mentoring, and implementation. Participants in PKM activities are science teachers at SMP and equivalent who are members of the MGMP IPA for SMP Kota Singkawang. The results of the activity show that the teachers are enthusiastic about participating in the series of activities carried out; the teachers are motivated to make science learning media and apply them in classroom learning. Teachers are motivated to create and apply learning models based on scientific approaches with character learning in the classroom.
Peningkatan Kompetensi Guru IPA melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Perangkat dan Media Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Nurhayati Nurhayati; Dwi Fajar Saputri; Fety Novianty; Wahyudi Wahyudi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2020): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i1.1593

Abstract

This Community Partnership Program (PKM) aims to increase knowledge and train teachers to create and apply learning tools based on scientific approaches that contain the character and create and apply contextual and innovative media/props in learning. The method of implementing PKM activities consists of socialization, seminars, training, mentoring, and implementation. Participants in PKM activities are science teachers of SMP and equivalent who are members of the MGMP IPA of SMP Kota Singkawang. The results of the activity showed that (1) the teachers were enthusiastic about participating in the series of activities carried out, (2) the teachers were motivated to make science learning media and apply them in classroom learning, and (3) the teachers were motivated to create and apply models. a learning model based on a scientific approach that contains a character in classroom learning
PELATIHAN PENGGUNAAN SOFTWARE PHET DALAM PEMBELAJARAN IPA SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU IPA DI KOTA PONTIANAK Nurhayati, Anita, Lia Angraeni, Ira Nofita Sari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v1i1.598

Abstract

Implementasi kurikulum 2013, guru perlu melakukan variasi dalam pembelajaran khususnya dalam penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan tentu harus dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan, satu diantaranya yaitu media simulasi software Phet.  Simulasi PhET merupakan virtual lab yang menampilkan suatu animasi fisika yang abstrak seperti atom, elektron, foton, dan medan magnet sehingga guru dapat mebelajarkan materi yang abstrak menjadi lebih mudah. Untuk itu, dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan pelatihan penggunaan software phet dalam pembelajaran IPA sebagai implementasi kurikulum 2013 bagi guru IPA di Kota Pontianak. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah: untuk meningkatkan pengalaman guru-guru IPA di kota Pontianak terkait dengan penggunaan simulasi PhET sebagai implementasi kurikulum 2013, khususnya pada pembelajaran IPA. Kegiatan pelatihan terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 26 orang peserta yang merupakan guru dan tenaga pengajar IPA-Fisika di Kota Pontianak. Berdasarkan pengamatan dan hasil angket dapat disimpulkan bahwa (1) bertambahnya pengetahuan dan keterampilan guru dan tenaga pengajar IPA-Fisika dalam menggunakan media simulasi software Phet, (2) tanggapan peserta terhadap hasil pelatihan penggunaan software Phet sangat baik yaitu sebesar 85,9%.   Kata Kunci: pelatihan, software Phet, IPA.
PEMANFAATAN ALAT PERAGA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA BAGI GURU SD/SMP DI DESA TANJUNG SALEH Syarifah Fadillah; Wahyudi Wahyudi; Nurhayati Nurhayati
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v2i1.817

Abstract

Pembelajaran yang menyenangkan tentu akan berdampak pada hasil belajar siswa, salah satu cara yaitu dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran. Alat peraga yang digunakan selain dapat menyampaikan konsep dengan mudah dan menyenangkan bagi siswa juga harus dapat dibuat dengan mudah oleh guru. Untuk itu, dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan pembekalan pembuatan dan pemanfaatan alat peraga matematika dan IPA dalam pembelajaran bagi guru SD dan SMP yang ada di desa Tanjung Saleh. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebelum pembekalan, diketahui bahwa rata-rata pengetahuan guru tentang alat peraga dan media masih belum maksimal. Setelah dilakukan pembekalan, pengetahuan guru tentang media dan alat peraga menjadi meningkat selain itu guru juga dapat menentukan alat peraga yang digunakan dalam pembelajarannya dan mampu untuk membuat alat peraga tersebut. Kata Kunci: alat peraga, pembelajaran Matematika, pembelajaran IPA.
PENGABDIAN PADA MASYARAKAT PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM FISIKA LANJUT BAGI GURU MGMP IPA SMP/MTS KABUPATEN BENGKAYANG Anita Anita; Dwi Fajar Saputri; Nurhayati Nurhayati; Wahyudi Wahyudi; Nurussaniah Nurussaniah; Lia Angraeni; Handi Darmawan
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.1031

Abstract

PPM kali ini mengangkat tema pengenalan alat-alat Fisika Lanjut Bagi Guru MGMP IPA/MTs Kabupaten Bengkayang. Hal ini didasarkan pada hasil studi yang menemukan bahwa ada diantara guru IPA SMP/MTs yang belum menguasai dan memahami alat-alat yang terdapat di dalam laboratorium IPA. Sehingga pemanfaatan alat-alat laboratorium IPA tersebut belum maksimal.Metode yang digunakan pada kegiatan PPM kali ini adalah dengan metode kolaboratif partisipatif. Metode ini merupakan penggabungan antara metode demonstrasi dan metode eksperimen.  Dalam kegiatan ini, laboratorium Fisika IKIP PGRI Pontianak rancang menjadi 4 ruangan, yaitu mekanika (air track dan torsi), Fisika Modern, Elektronika digital dan Optika. Peserta yang hadir merupakan guru-guru yang tergabung pada MGMP IPA Kabupaten Bengkayang yang berjumlah 22 orang. Proses evaluasi kegiatan PPM dilakukan dengan memberikan angket kepada peserta. Hasil angket kepuasan peserta berkaitan dengan penyelenggaran PPM dengan nilai rata-rata 3.39 tergolong baik. Kata Kunci: alat-alat laboratorium, fisika lanjut