Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Jumlah Led Dengan Mengukur Performa Pada Sistem Vlc Fahira Indriyana; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Tugas Akhir ini melakukan studi tentang teknologi Visible Light Communication (VLC). Dalam Tugas Akhir ini, membandingkan penggunaan jumlah lampu sebanyak 1, 2 dan 3 buah lampu LED dengan menggunakan optical concentrator dan tanpa optical concentrator pada sistem VLC. Teknologi jaringan nirkabel (wireless) terus berkembang dengan menggunakan LED sebagai sarana pengirim informasi dalam ruangan. Konstribusi Tugas Akhir ini signifikan karena performasi pada penggunaan jumlah LED dengan performa sistem VLC relatif memenuhi. Dan penggunaan 1, 2 dan 3 buah lampu menggunakan optical concentrator yang memenuhi yaitu 1 buah lampu sebesar 8,7 × 10−3 mW, jarak sejauh 3,83 m dan posisi sudut receiver sebesar 55,87° dengan menggunakan optical concentrator. Kata Kunci: VLC, LED, BER, OOK-NRZ, Optical Concentrator, Photodioda Abstract The final Project study about Visible Light Communication (VLC) technology. This project compare the utilization of number of LED light's as much as 1, 2, and 3 lights by using optical concentrator and without optical concentrator at VLC system. Wireless network technology develop by using LED as an information transmiter in a room continuously. This final project has a significant contribution because the performance of utilization of number of LED with performance of VLC system are qualified relatively. Then the utilization of 1, 2, and 3 lights by using optical concentrator that qualified is a system that used one light with power receiver (Prx) as 8,7× 10 -3 mW, with distance as 3,83 m and the position of receiver angle as 55,87°.
Pengaruh Jumlah Led Dalam Ruangan Ber-reflektor Pada Visible Light Communication Dyndra Anindita Ramadhanti; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem komunikasi optik saat ini sedang berkembang sangat pesat, salah satu teknologinya adalah Optical Wireless Communication (OWC) dimana tidak lagi menggunakan menggunakan serat optik sebagai media rambat, melainkan menggunakan udara. Dalam OWC, terdapat teknologi perkembangannya yang dinamakan Visible Light Communication (VLC) , dimana VLC menggunakan cahaya komunikasi tampak dan udara sebagai media rambatnya. VLC sebagai teknologi baru menawarkan biaya yang sangat efisien. Telah sekian lama teknologi ini dikembangkan, tetapi hingga saat ini belum ada standar – standar yang ditetapkan untuk penggunaan VLC itu sendiri. Maka dari itu penelitian guna mengembangkan teknologi VLC masih terus dilakukan. Pada penelitian tugas akhir ini dilakukan analisis perbandingan jumlah Light Emitting Diode (LED) sebagai transmitter berjumlah 1 (satu) dan 2 (dua) buah terhadap pendistribusian cahaya komunikasi pada ruangan tertutup berukuran 5m x 5m x 4m yang terdapat reflektor berupa cermin pantul dengan menggunakan modulasi OOK-NRZ. Berdasarkan jarak penerima yang dihitung dari reflektor, hasil jarak cakupan terjauh pada saat 1 buah LED digunakan, sejauh 4.43 m sedangkan ketika menggunakan 2 buah LED, sejauh 5.16 m dengan bata Bit Error Rate (BER) sekitar 10-3 menggunakan daya sebesar 2 watt. LED diletakan pada ketinggian 4 m, dengan masing-masing koordinat. Posisi penerima tepat dibawah lampu LED dalam keadaan LoS. Berdasarkan jarak maksimum yang diperoleh dari 1 dan 2 buah LED, luas cakupan daerah komunikasi untuk 1 buah LED adalah seluas 18,84 m2 sedangkan untuk 2 buah LED seluas 21,76 m2 . Kata kunci : Optical Wireless Communication, Visible Light Communication, Bit Error Rate Abstract Optical communication system is growing very rapidly right now, one of the technology is Optical Wireless Communication (OWC), it is no longer using fiber optic as its propagation media but using air. There is technology development of OWC called Visible Light Communication (VLC), VLC is using visible light and air as its propagation media. There is still no standardization for its use. Therefore the study of VLC development is still going. In this final project research, has done analysis of Light Emitting Diode (LED) amount comparison as 1 and 2 transmitters towards light communication distribution in a 5m x 5m x 4m closed room with reflector in the form of reflector mirror using OOK-NRZ modulation. Based on the receiver distance counted from reflector, result of the farthest coverage distance when 1 LED used is 4,43 m, while when using 2 LED is 5,1 m. With Bit Error Rate (BER) around 10-3 using power equal to 2 watt. The LED placed on 4m height, with each coordinates. Receiver position is exactly under LED lamp in LoS condition. Based on maximum distance obtained from 1 and 2 LED, communication area coverage for 1 LED is 18,84 m2 while for 2 LED is 21.76 m2 . Keywords: Optical Wireless Communication, Visible Light Communication, Bit Error Rate
Perbandingan Kompensator Dispersi Antara Dispersion Compensating Fiber (dcf) Dan Fiber Bragg Gratting (fbg) Didalam Jaringan Dwdm Ilham putra pratama; Arfianto Fahmi; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Terdapat beberapa pilihan untuk mengurangi permasalahan dispersi di sepanjang serat kabel optik. Dalam penelitian ini, pilihan tersebut ada pada Dispersion Compensating Fiber (DCF) dan Fiber Bragg Gratting (FBG). DCF adalah serat optik yang memiliki nilai dispersi negatif, sehingga bisa mengembalikan pelebaran pulsa yang terjadi. FBG adalah sebuah perangkat yang berisikan kisi-kisi indeks bias yang berbeda, bertujuan untuk mengembalikan nilai periode bit, seperti sebelum terjadi dispersi. Baik FBG maupun DCF, memiliki karakternya masing-masing. Sehingga akan diteliti perangkat mana yang layak untuk mengatasi dispersi pada jarak hingga 500 km di jaringan DWDM. DCF memiliki tiga skema, post-dispersion, pre-dispersion dan mix dispersion, sedangkan FBG akan diletakan satu kali pada posisi batas rise time budget. Penelitian ini diharapkan mendapatkan pilihan yang terbaik untuk mengatasi dispersi yang terjadi disepanjang jarak 500 km. Penulis memiliki hipotesis bahwa DCF memiliki keunggulan dibanding DCF, karena penurunan dispersi dilakukan secara bertahap melalui panjang kabel DCF. Akan tetapi, tidak mustahil bahwa FBG bisa lebih baik karena kisi-kisi yang dilewati oleh sinyal bisa mengatasi dispersi pada jarak hingga 500 km.. Kata kunci : Dispersion Compensating Fiber, Fiber Bragg Grating, Dense Wavelength Division Multiplexing, Sistem Komunikasi Optik Abstract Optical communication systems have the advantage of small transmission losses, wide bandwidth, not affected by electromagnetic waves, and data security. So that with its advantages, research continues to be carried out to improve the performance of fiber optic communication systems. There is a major problem in trying to get the advantages it has, namely dispersion along the optical fiber.There are several options for reducing dispersion problems along optical fiber fibers. In this study, the choice was in Dispersion Compensating Fiber (DCF) and Fiber Bragg Gratting (FBG). DCF is an optical fiber that has a negative dispersion value, so it can restore pulse widening that occurs. FBG is a device containing a different refractive index grid, aiming to return a bit period value, such as before dispersion occurs. Both FBG and DCF have their own characters. So that it will be investigated which devices are suitable for dealing with dispersions at distances of up to 500 km on DWDM networks. DCF has three schemes, post-dispersion, pre-dispersion and mix dispersion, while the FBG will be placed once at the rise time budget boundary position. This research is expected to get the best choice to overcome the dispersion that occurs along a distance of 500 km. The author hypothesizes that DCF has an advantage over DCF, because the decrease in dispersion is carried out gradually through the length of the DCF cable. However, it is not impossible that the FBG can be better because the lattice passed by the signal can overcome dispersion at distances of up to 500 km. Keywords: Dispersion Compensating Fiber, Bragg Grating Fiber, Dense Wavelength Division Multiplexing, Optical Communication System
Pengaruh Orientasi Receiver Dan Multi Bit-rate Pada Sistem Visible Light Communication Di Dalam Ruangan Fida Septiani Putri; Desti Madya Saputri; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Sistem Komunikasi Optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi suatu hal yang sedang diriset untuk menjadikan teknologi di masa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC), yang dimana teknologi tersebut sangat diminati untuk menunjang kebutuhan pengembangan sebuah teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi VLC dipilih untuk mengurangi masalah padatnya penggunaan spektrum radio seperti yang digunakan pada teknologi WiFi dan sistem radio seluler. Teknologi komunikasi ini memanfaatkan sumber cahaya yaitu Light Emitting Diode (LED) sebagai transmitter, cahaya sebagai media transmisi, dan photodetector sebagai receiver. Penulis melakukan simulasi dan menganalisis pada sistem visible light communication (VLC) menggunakan modulasi On Off Keying Non Return to Zero (OOK-NRZ). Selanjutnya penulis melakukan perbandingan dengan Light Emitting Diode (LED), lalu menggunakan multi Bit-Rate pada orientasi sudut penerima sebesar 0˚, 15˚dan 45˚ didalam ruangan yang tertutup yang berukuran 5m ×5m×3m. Kata Kunci: VLC, LED, OOK-NRZ, Orientasi Sudut Abstract Optical Communication System is a communication system that is currently developing fast enough and is becoming something that is being researched to make technology in the future, one of which is growing rapidly is called the technology of Visible Light Communication (VLC), which technology is in great demand to support the need for information and communication technology development. VLC technology was chosen to reduce the problem of its integrated use of radio as used in WiFi technology and cellular radio systems. Communication technology uses light sources namely Light Emitting Diode (LED) as a transmitter, light as a transmission medium, and photodetector as a receiver. The author carries out simulations and analyzes on the visible light communication system (VLC) using the On Off Keying Non Return to Zero (OOK-NRZ) modulation. Next, the author made a replacement with Light Emitting Diode (LED), then used a Multi Bit Rate when it was approved the receiver angle was 0˚, 15˚ and 45˚ in a closed room connected 5m ×5m×3m. Keywords: VLC,LED,OOK-NRZ,Orientasi Sudut
Pengaruh Perubahan Bit Rate Optical Concentrator Photodetector Pada Visible Light Communication (vlc) Dhamara Kuncara Ningrum; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Tugas Akhir ini melakukan studi atas teknologi masa depan yang dapat memberikan solusi terhadap keresahan pengguna jaringan. Sistem komunikasi optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi hal yang saat ini sedang di riset untuk menjadi teknologi dimasa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC). Kontribusi dari Tugas Akhir ini dapat mengetahui pengaruh perubahan bit rate dengan membandingkan pemambahan optical concentrator dan tanpa penambahan optical concentrator terhadap cakupan komunikasi, cakupan komunikasi yang terbesar di dapat cakupan luas sebesar 𝟐𝟓 𝒎𝟐 dan tersempit yaitu sebesar 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC, LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator Abstract The Final Project studies of future technologies that can provide solutions to the concerns of network users. Optical communication system is a communication system that is currently developing quite rapidly and is becoming the thing that is currently being researched to become a technology in the future, one that is develo ping rapidly is called Visible Light Communication technology. The contribution of this Final Project can determine the effect of changes in bit rate by comparing the addition of optical concentrators and without the addition of optical concentrators to the communication coverage, the largest communication coverage can be with a broad coverage of 𝟐𝟓 𝒎𝟐 and narrowest that is equal to 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC,LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator
Analisis Performansi Ber Pada Jaringan Optik Dense Wavelength Division Multiplexing Menggunakan Penguat Hybrid Raman Edfa Taufik Akbar; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penguat hybrid merupakan sebuah teknologi yang menjanjikan dan memberikan performansi yang lebih baik karena dapat menangani jaringan dengan beban yang besar. Penguat hybrid Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) dan Fiber Raman Amplifier (FRA) digunakan untuk mengoptimalkan peningkatan gain bandwidth dari sistem berbasis Wavelength Dense Multiplexing (WDM). Meningkatkan Gain-Bandwidth penguat optik adalah cara yang paling efektif untuk pemanfaatan optimal bandwidth serat secara efisien dalam peningkatan jumlah saluran berbasis WDM. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan sistem Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada jarak maksimum 250 km tanpa penguat, menggunakan penguat FRA, penguat EDFA, dan menggunakan penguat Hybrid Optical Amplifier (HOA) yaitu penggabungan FRA dan EDFA. Kemudian melakukan perbandingan pada jarak berapa maksimal penguatan masih bisa dilakukan, simulasi sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak Optisystem 7.0 dan membandingkan nilai Bit Error Rate (BER) yang paling baik yaitu BER < 10 9 . Hasil yang diperoleh dari serangkaian simulasi sistem dengan konfigurasi paling optimal yaitu konfigurasi HOA FRA-EDFA secara parallel in line pada jarak 210 km dengan nilai Q factor terendah 6.10417 dan nilai BER sebesar 5.08 sehingga masih layak digunakan pada jarak tersebut. Kata Kunci: EDFA, FRA, HOA,DWDM, Optical amplifier. 1.1 Abstract It is a promising technology and provides better performance as it can handle a large load of network, which is very good. The Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) and Fiber Raman Amplifier (FRA) amplifier are used to optimize the increase in gain bandwidth from the Wavelength Dense Multipexing (WDM)-based system. Improving gain-bandwidth optical amplifier is the most effective way to efficiently utilization the optimal bandwidth fibers in an increase in the number of WDM-based channels. In this research conducted a comparison of Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) system at a maximum distance of 250 km without amplifier, using FRA amplifier, EDFA amplifier, and use of Hybrid Optical Amplifier (HOA) amplifier of the FRA and EDFA merger. Then do a comparison of how much maximum gain can still be done, system simulation is done using the software Optisystem 7.0 and comparing the best value Bit Error Rate (BER) < 109 . Result obtained from a series of simulation system with the most optimal configuration of HOA FRA EDFA in parallel in line at a distance 210 km with the lowest Q factor value of 6.10417 and the BER value 5.0810 so that is still worth to use at this distances. Keyword : EDFA, FRA, HOA, U-DWDM, Optical amplifier.
Pengaruh Modulasi Ook Dan Qam Pada Komunikasi Cahaya Tampak Dengan Penambahan Reflektor Alfin Satya Maulana; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas Akhir ini melakukan studi mengenai Visible Light Communication (VLC) menggunakan komunikasi cahaya tampak dan udara sebagai media rambatnya. VLC menawarkan berbagai macam kelebihan, salah satunya dari kecepatan transfer data, dan keamanan yang sangat baik karena menggunakan cahaya sebagai media rambatnya. VLC juga tidak menimbulkan radiasi yang mengganggu kesehatan manusia. Tugas Akhir ini melakukan analisis VLC untuk mencari cakupan jarak komunikasi cahaya tampak. Teknik modulasi yang digunakan On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), On-Off Keying Return to Zero (OOK-RZ) dan Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), dengan penambahan reflektor berupa cermin pada ruangan tertutup berukuran 5 m x 5 m x 4 m. Pada sistem VLC berpengaruh pada skema modulasi untuk menentukan cakupan komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan daya LED sebesar 2 Watt dengan ketinggian 4 meter tepat di tengah ruangan. Modulasi OOK-NRZ mendapatkan jarak antara reflektor dengan receiver sejauh 4.77424 meter, OOK-RZ sejauh 3.81927 meter dan 4-QAM sejauh 5.00069 meter dengan batas Bit Error Rate (BER) sebesar 10-3 . Luas daerah cakupan yang dihasilkan dari komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan modulasi OOK-NRZ sebesar 18.84 m2 , OOK-RZ mendapatkan luas daerah cakupan sebesar 16 m2 dan 4-QAM mendapatkan sebesar 23 m2 . Kata kunci : Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM,BER Abstract This final task conducts a study of visible Light Communication (VLC) using the communication of visible and aerial light as the media of the vine. VLC offers a wide range of advantages, one of them from data transfer speeds, and excellent security because it uses light as its media of interest. VLC also does not cause radiation that interferes with human health. This final task performs the VLC analysis to look for the distance coverage of visible light communication. The modulation techniques used are On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), OnOff Keying Return to Zero (OOK-RZ) and Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), with the addition of a mirror in a closed room measuring 5 m x 5 m x 4 m. In the VLC system it is influential in the modulation scheme to determine the communication coverage of visible light by using the LED power of 2 watts with a height of 4 meters right in the middle of the room. Modulation OOK-NRZ gets the distance between the reflector with the receiver as far as 4.77424 meters, OOK-RZ as far as 3.81927 meters and 4-QAM as far as 5.00069 meters with a limit of Error Rate (BER) of 10-3 . The area of coverage resulting from light communication was seen by using OOK-NRZ modulation of 18.84 m2 , OOK-RZ getting the area coverage of 16 m2 and 4-QAM getting at 23 m2 . Keywords: Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM, BER
Pengaruh Random Orientation Terhadap Pulse Posisition Modulation (PPM) Pada Peforma Sistem Visible Light Communication (VLC) Muh Farhan Pratama R; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) merupakan teknologi yang sedang berkembang di era yang sedang maju saat ini. Perkembangan VLC tidak lepas dari pengaruh sistem komunikasi optik, yang dimana sebagai penggagas teknologi menggunakan cahaya dalam pengiriman informasi serta kecepatan mengirim informasi pada jaringan nirkabel yang lebih cepat. Penelitian ini telah melakukan analisis pada sistem VLC terhadap Random Orientation ke sudut penerima atau sisi receiver sebesar 0°, 25° dan 45° pada ruangan tertutup. Modulasi yang digunakan yaitu Pulse Posisition Modulation (PPM) sebagai pembawa data informasi dan frekuensi pada bit yang menjadi inputan pada arus masuk sebelum ditransimisikan. Informasi yang telah di proses dikumpul melalui Light Emitting Diode (LED) dan diteruskan ke User Equipment (UE). Hasil dari penelitian Tugas Akhir ini, nilai daya terima pada sudut orientasi 0° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 1,081×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,109×10ˉ3 Watt. Sudut orientasi 25° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 9,928×10ˉ2 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,039×10ˉ3 Watt.Sudut orientasi 45° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 6,261×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 1,285×10ˉ3 Watt.Kata Kunci : VLC, PPM, UE, LED, BER, Random Orientation.
Perancangan Jaringan Backhaul 4G LTE Menggunakan serat optic di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Proyek pembangunan jaringan serat optik yaitu palapa ring telah selesai. Namun jaringan internet masih belum bisa diakses sercara maksimal di daerah pelosok sehingga dibutuhkan jaringan backhaul sebagai media penghubung antara eNodeB dengan base station controller nya melalui media transmisi yang mendukung performa teknologi LTE menggunakan serat optik. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dengan penentuan wilayah untuk perancangan backhaul eNodeB pada jaringan LTE berdasarkan letak geografis untuk memperhitungkan trafik user yang diperlukan dan untuk menentukan perancangan link backhaul fiber optik maupun topologi atau konfigurasi sistem jaringan eNodeB yang dirancang di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Perancangan backhaul ini menggunakan teknologi SDH dengan level STM-4 dan untuk aksesnya menggunakan GPON 2,5 Ghz. Hasil perhitungan perancangan yang telah dilakukan mendukung layanan komunikasi di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Rancangan ini terpenuhi dengan parameter terendah BER pada sisi downstream bernilai 5,722 x 10-9 . Sedangkan untuk nilai parameter BER terendah pada link akses Upstream bernilai 7,675 x 10-10 dan pada sisi backhaul dengan BER bernilai 2,641 x 10-12 . Kata kunci—backhaul, LTE, GPON,sistem komunikasi optik
Kapasitas Sistem Noma-vlc Dengan Perubahan Metode Alokasi Daya Pada Kanal Propagasi NLOS Rana Ayunda Salsabila; Brian Pamukti; Nachwan Mufti Adriansyah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kekurangan dalam sistem visible light communication (VLC) yaitu sempitnya bandwidth modulasi yang dapat mengurangi kapasitas yang dicapai sistem. Pada penelitian ini, diimplementasikan nonorthogonal multiple access (NOMA) untuk meningkatkan kapasitas sistem. NOMA merupakan suatu teknik penggabungan beberapa sinyal yang dilakukan berdasarkan daya tiap user. Dalam sistem NOMA, terdapat superposition coding pada sisi pengirim dan successive interference cancellation (SIC) di sisi penerima. Tugas Akhir ini membandingan dua metode alokasi daya, gain ratio power allocation (GRPA) yang mempertimbangkan perbedaan kondisi kanal setiap user dengan metode alokasi daya static power allocation (SPA). Selain itu, dilakukan juga penelitian tentang pengaruh jumlah residu yang terjadi pada proses SIC dan pertambahan jumlah user terhadap performansi sistem dengan kondisi kanal NLOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alokasi daya GRPA lebih efektif digunakan dalam sistem NOMA-VLC dibandingkan dengan SPA. Dalam simulasi diperoleh bahwa penggunaan GRPA dapat meningkatkan kapasitas hingga 4.323% dari penerapan alokasi daya SPA. Selain itu, bertambahnya jumlah residu yang terjadi dalam proses SIC dan semakin banyak jumlah user dalam sistem NOMA-VLC berdampak pada penurunan performansi sistem.Kata Kunci: VLC, NOMA, NLOS, Alokasi Daya, SIC