Claim Missing Document
Check
Articles

Performansi Multipower Pada Fraksi Led Di Sistem Visible Light Communication (vlc) Di Dalam Ruangan Tertutup Berlian Nurfadhilah; Desti Madya Saputri; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi jaringan nirkabel semakin berkembang sangat pesat. Teknologi jaringan nirkabel optik atau Optical Wireless Communication (OWC) sangat diminati untuk menunjang kebutuhan sebuah teknologi informasi dan komunikasi.. Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi baru di bidang komunikasi nirkabel optik, VLC merupakan media komunikasi melalui cahaya tampak dar Light Emitting Diode (LED) dapat di implementasikan untuk komunikasi sistem Indoor maupun komunikasi sistem Outdoor. Dalam Sistem Indoor VLC, Teknik penempatan dan daya masukan dari LED sangat bepengaruh terhadap sebuah Interference fraction cahaya LED. Semakin besar nilai Coverage fraction maka terdapat sebuah daerah cakupan LED yang tidak memiliki sinyal informasi. Pada Tugas Akhir ini penulis akan melakukan mensimulasikan performansi multipower dengan pada fraksi LED pada sistem berbasis VLC didalam ruangan tertutup, dengan menggunakan teknik modulasi OOK-NRZ dalam dimensi ruangan komunikasi 𝟓 𝒎 × 𝟓 𝒎 × 𝟑 𝒎. Hasil ini di dapatkan dengan menggunakan daya lampu sebesar 2.5 W dan 3 W LED sebagai transmitter yang memiliki ketinggian sebesar 𝟑 𝒎, berada di koordinat (2.1,2.1,3) meter dengan posisi user awal sebesar 2.15 m dengan kondisi directed LOS. Hasil menunjukan bahwa sistem VLC dengan fraksi lebih baik dibandingkan dengan sistem VLC tanpa fraksi. Hal ini di buktikan dengan hasil daya terima sistem VLC didalam ruangan, untuk penggunaan daya kirim sebesar 2.5 W dan 3 W mencapai minimum BER threshold sebesar 𝑩𝑬𝑹 ≤ 𝟏𝟎−𝟑 saat daya terima sebesesar -15 dBm dan -14.5 dBm. Dengan cakupan link komunikasi terbaik pada sistem VLC dengan fraksi penggunaan daya kirim 3 W sebesear 𝟐𝟓 𝒎𝟐 . Kata Kunci : Visible Light Communication, OOK-NRZ, Daya, Fotodioda, LED,OWC
Pengaruh Orientasi Sudut Penerima Pada Berbagai Jumlah Led Dalam Visible Light Communication Amirullah Wijayanto; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Visible Light Communication (VLC) merupakan suatu media komunikasi data yang media penyampaian informasi nya berupa cahaya tampak. Dengan memanfaatkan cahaya tampak sebagai sistem komunikasi maka dari itu VLC memiliki banyak keunggulan yaitu dari segi kecepatan dan keamanan untuk diaplikasikan, sehingga dapat mengirimkan berbagai jenis informasi seperti pengiriman suara, data digital, gambar dan video dan juga merupakan alternatif yang cukup baik dalam melayani kebutuhan data, pada saat alokasi spektrum frekuensi radio yang sudah sangat padat digunakan. Sedangkan, LED merupakan suatu perangkat diode p-n junction yang akan memancarkan cahaya apabila dalam suatu kondisi aktif. Berbagai macam jenis LED yang sudah terproduksi dalam jumlah yang banyak, salah satu nya adalah LED Super Bright White yaitu LED yang dapat memancarkan cahaya putih yang sangat terang. Pada tugas akhir ini disimulasikan sistem komunikasi cahaya tampak dnegan menggunakan perbedann jumlah LED dengan menggunakan modulasi OOK-NRZ. Berdasarkan hasil simulasi, dengan menggunakan daya 0.5 Watt/LED dan orientasi sudut penerima yaitu sebesar 0 o , 15o , dan 35 o . Maka dapat disimpulkan bahwa semakin jauh daya terima yang didapat maka akan semakin besar nilai BER yang didapat, ataupun sebaliknya. Simulasi ini juga menyimpulkan bahwa semakin kecil orientasi sudut penerima yang digunakan maka cakupan komunikasi akan semakin besar, dan semakin banyak jumlah LED yang digunakan maka semakin besar cakupan komunikasi yang diterima. Kata kunci : VLC, LED, OOK-NRZ, BER Abstract Visible Light Communication (VLC) is a data communication media whose information media is in the form of visible light. By utilizing visible light as a communication system, VLC has many advantages, namely in terms of speed and security to be applied, so that it can send various types of information such as voice transmission, digital data, images and videos and also a good alternative in serving data needs , when a very dense radio frequency spectrum allocation is used. Whereas, LED is a device diode p-n junction that will emit light when in an active condition. Various types of LEDs that have been produced in large quantities, one of which is the Super Bright White LED, which is an LED that can emit very bright white light. In this final project a visible light communication system is simulated using different numbers of LEDs using OOKNRZ modulation. Based on the simulation results, using 0.5 Watt/LED power and receiver angle orientation is 0 o , 15 o , and 35 o . Then it can be concluded that the further the received power will be, the greater the value of BER obtained, or vice versa. This simulation also concludes that the smaller the orientation of the receiver angle is used, the greater the communication coverage, and the more the number of LEDs used, the greater the scope of communication received. Keywords: VLC, LED, OOK-NRZ, BER
Pengaruh Efek Nonlinear Pada Jaringan Ng Pon2 Menggunakan Media Transmisi Highly Nonlinear Fiber Muhamad Prasetyo Notonegoro; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi fiber optik yang sekarang sedang dikembangkan yakni Next Generation Passive Optical Network 2 (NG PON2). NG PON2 diciptakan untuk memenuhi jaringan broadband masa depan yang sangat tinggi tingkat kebutuhnya, serta membutuhkan banyak pengembangan. NG PON2 telah di standarisasikan oleh ITU-T G.989 series pada tahun 2015, dengan menggabungkan 4 Optical Line Terminal (OLT) menggunakan teknologi Time and Wavelength Division (TWDM). Skenario Pengujian yakni dengan menggunakan 32 ONU dan 64 ONU serta membandingkan antara media transmisi Highly Nonlinear Fiber dan G.652.C dengan menganalisis efek nonlinear yang terjadi pada kedua media transmisi tersebut. Penggunaan 4 panjang gelombang dengan kecepatan 40 Gbps untuk arah downstream dan 10 Gbps untuk arah upstream. Berdasarkan data dari simulasi HNLF terjadi efek nonlinear yang mempengaruhi hasil perfomansi LPB, QFaktor dan BER. Pada jarak 21 km dengan 32 ONU HNLF didapatkan hasil LPB = - 22,59 dBm, Q-Faktor = 12,53, BER = 1,7 x 10-36. Sedangkan untuk SMF LPB = -19,44 dBm, Q-Faktor = 19,83 BER = 7,47 x 10-88 . Sedangkan pada 64 ONU HNLF didapatkan hasil LPB = -23,49 dBm, Q-Faktor = 10,82, BER = 9,78 x 10-28 untuk SMF LPB = -19,72 dBm Q-Faktor = 19,25, BER = 5,36 x 10-83. Perbedaan performansi yang terjadi pada kedua media transmisi ini disebabkan oleh Four Wave Mixing terjadi yang dihitung didapatkan sebesar -86,64 dBm. Kata kunci : TWDM, HNLF, NG PON2, Nonlinear Efek, Four Wave Mixing Abstract Optical fiber technology now being developed is Next Generation Passive Optical Network 2 (NG PON2). NG PON2 created for fulfil broadband network future that very high demand, also needs developed. NG PON2 already in standardization ITU-T G.989 series in 2015, with four aggregation OLT using TWDM. The Testing Scenario uses 32 ONU and 64 ONU and compare between HNLF and G.652.C media transmission by analysing nonlinear effect that happened in two media transmission. It uses 4 wavelength with 40 Gbps speed for downstream and 10 Gbps speed for upstream. Based on data HNLF simulation, there is an nonlinear effect that affected performance result LPB, Q-factor and BER. The result obatain from 21 km with 32 ONU HNLF is LPB = - 22,59 dBm, Q-Faktor = 12,53, BER = 1,7 x 10-36. While for SMF LPB = -19,44 dBm, Q-Faktor = 19,83 BER = 7,47 x 10-88 . Whereas for 64 ONU HNLF obtain LPB = -23,49 dBm, Q-Faktor = 10,82, BER = 9,78 x 10-28 for SMF is LPB = -19,72 dBm Q-Faktor = 19,25, BER = 5,36 x 10-83. The difference between performance the media transmission caused by Four Wave Mixing that get calculation result of -86,64 dBm. Keywords: TWDM, HNLF NG PON2, Effect Nonlinear, Four Wave Mixing
Analisis Perbandingan Jumlah Led Dengan Mengukur Performa Pada Sistem Vlc Fahira Indriyana; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Tugas Akhir ini melakukan studi tentang teknologi Visible Light Communication (VLC). Dalam Tugas Akhir ini, membandingkan penggunaan jumlah lampu sebanyak 1, 2 dan 3 buah lampu LED dengan menggunakan optical concentrator dan tanpa optical concentrator pada sistem VLC. Teknologi jaringan nirkabel (wireless) terus berkembang dengan menggunakan LED sebagai sarana pengirim informasi dalam ruangan. Konstribusi Tugas Akhir ini signifikan karena performasi pada penggunaan jumlah LED dengan performa sistem VLC relatif memenuhi. Dan penggunaan 1, 2 dan 3 buah lampu menggunakan optical concentrator yang memenuhi yaitu 1 buah lampu sebesar 8,7 × 10−3 mW, jarak sejauh 3,83 m dan posisi sudut receiver sebesar 55,87° dengan menggunakan optical concentrator. Kata Kunci: VLC, LED, BER, OOK-NRZ, Optical Concentrator, Photodioda Abstract The final Project study about Visible Light Communication (VLC) technology. This project compare the utilization of number of LED light's as much as 1, 2, and 3 lights by using optical concentrator and without optical concentrator at VLC system. Wireless network technology develop by using LED as an information transmiter in a room continuously. This final project has a significant contribution because the performance of utilization of number of LED with performance of VLC system are qualified relatively. Then the utilization of 1, 2, and 3 lights by using optical concentrator that qualified is a system that used one light with power receiver (Prx) as 8,7× 10 -3 mW, with distance as 3,83 m and the position of receiver angle as 55,87°.
Pengaruh Jumlah Led Dalam Ruangan Ber-reflektor Pada Visible Light Communication Dyndra Anindita Ramadhanti; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem komunikasi optik saat ini sedang berkembang sangat pesat, salah satu teknologinya adalah Optical Wireless Communication (OWC) dimana tidak lagi menggunakan menggunakan serat optik sebagai media rambat, melainkan menggunakan udara. Dalam OWC, terdapat teknologi perkembangannya yang dinamakan Visible Light Communication (VLC) , dimana VLC menggunakan cahaya komunikasi tampak dan udara sebagai media rambatnya. VLC sebagai teknologi baru menawarkan biaya yang sangat efisien. Telah sekian lama teknologi ini dikembangkan, tetapi hingga saat ini belum ada standar – standar yang ditetapkan untuk penggunaan VLC itu sendiri. Maka dari itu penelitian guna mengembangkan teknologi VLC masih terus dilakukan. Pada penelitian tugas akhir ini dilakukan analisis perbandingan jumlah Light Emitting Diode (LED) sebagai transmitter berjumlah 1 (satu) dan 2 (dua) buah terhadap pendistribusian cahaya komunikasi pada ruangan tertutup berukuran 5m x 5m x 4m yang terdapat reflektor berupa cermin pantul dengan menggunakan modulasi OOK-NRZ. Berdasarkan jarak penerima yang dihitung dari reflektor, hasil jarak cakupan terjauh pada saat 1 buah LED digunakan, sejauh 4.43 m sedangkan ketika menggunakan 2 buah LED, sejauh 5.16 m dengan bata Bit Error Rate (BER) sekitar 10-3 menggunakan daya sebesar 2 watt. LED diletakan pada ketinggian 4 m, dengan masing-masing koordinat. Posisi penerima tepat dibawah lampu LED dalam keadaan LoS. Berdasarkan jarak maksimum yang diperoleh dari 1 dan 2 buah LED, luas cakupan daerah komunikasi untuk 1 buah LED adalah seluas 18,84 m2 sedangkan untuk 2 buah LED seluas 21,76 m2 . Kata kunci : Optical Wireless Communication, Visible Light Communication, Bit Error Rate Abstract Optical communication system is growing very rapidly right now, one of the technology is Optical Wireless Communication (OWC), it is no longer using fiber optic as its propagation media but using air. There is technology development of OWC called Visible Light Communication (VLC), VLC is using visible light and air as its propagation media. There is still no standardization for its use. Therefore the study of VLC development is still going. In this final project research, has done analysis of Light Emitting Diode (LED) amount comparison as 1 and 2 transmitters towards light communication distribution in a 5m x 5m x 4m closed room with reflector in the form of reflector mirror using OOK-NRZ modulation. Based on the receiver distance counted from reflector, result of the farthest coverage distance when 1 LED used is 4,43 m, while when using 2 LED is 5,1 m. With Bit Error Rate (BER) around 10-3 using power equal to 2 watt. The LED placed on 4m height, with each coordinates. Receiver position is exactly under LED lamp in LoS condition. Based on maximum distance obtained from 1 and 2 LED, communication area coverage for 1 LED is 18,84 m2 while for 2 LED is 21.76 m2 . Keywords: Optical Wireless Communication, Visible Light Communication, Bit Error Rate
Perbandingan Kompensator Dispersi Antara Dispersion Compensating Fiber (dcf) Dan Fiber Bragg Gratting (fbg) Didalam Jaringan Dwdm Ilham putra pratama; Arfianto Fahmi; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Terdapat beberapa pilihan untuk mengurangi permasalahan dispersi di sepanjang serat kabel optik. Dalam penelitian ini, pilihan tersebut ada pada Dispersion Compensating Fiber (DCF) dan Fiber Bragg Gratting (FBG). DCF adalah serat optik yang memiliki nilai dispersi negatif, sehingga bisa mengembalikan pelebaran pulsa yang terjadi. FBG adalah sebuah perangkat yang berisikan kisi-kisi indeks bias yang berbeda, bertujuan untuk mengembalikan nilai periode bit, seperti sebelum terjadi dispersi. Baik FBG maupun DCF, memiliki karakternya masing-masing. Sehingga akan diteliti perangkat mana yang layak untuk mengatasi dispersi pada jarak hingga 500 km di jaringan DWDM. DCF memiliki tiga skema, post-dispersion, pre-dispersion dan mix dispersion, sedangkan FBG akan diletakan satu kali pada posisi batas rise time budget. Penelitian ini diharapkan mendapatkan pilihan yang terbaik untuk mengatasi dispersi yang terjadi disepanjang jarak 500 km. Penulis memiliki hipotesis bahwa DCF memiliki keunggulan dibanding DCF, karena penurunan dispersi dilakukan secara bertahap melalui panjang kabel DCF. Akan tetapi, tidak mustahil bahwa FBG bisa lebih baik karena kisi-kisi yang dilewati oleh sinyal bisa mengatasi dispersi pada jarak hingga 500 km.. Kata kunci : Dispersion Compensating Fiber, Fiber Bragg Grating, Dense Wavelength Division Multiplexing, Sistem Komunikasi Optik Abstract Optical communication systems have the advantage of small transmission losses, wide bandwidth, not affected by electromagnetic waves, and data security. So that with its advantages, research continues to be carried out to improve the performance of fiber optic communication systems. There is a major problem in trying to get the advantages it has, namely dispersion along the optical fiber.There are several options for reducing dispersion problems along optical fiber fibers. In this study, the choice was in Dispersion Compensating Fiber (DCF) and Fiber Bragg Gratting (FBG). DCF is an optical fiber that has a negative dispersion value, so it can restore pulse widening that occurs. FBG is a device containing a different refractive index grid, aiming to return a bit period value, such as before dispersion occurs. Both FBG and DCF have their own characters. So that it will be investigated which devices are suitable for dealing with dispersions at distances of up to 500 km on DWDM networks. DCF has three schemes, post-dispersion, pre-dispersion and mix dispersion, while the FBG will be placed once at the rise time budget boundary position. This research is expected to get the best choice to overcome the dispersion that occurs along a distance of 500 km. The author hypothesizes that DCF has an advantage over DCF, because the decrease in dispersion is carried out gradually through the length of the DCF cable. However, it is not impossible that the FBG can be better because the lattice passed by the signal can overcome dispersion at distances of up to 500 km. Keywords: Dispersion Compensating Fiber, Bragg Grating Fiber, Dense Wavelength Division Multiplexing, Optical Communication System
Pengaruh Orientasi Receiver Dan Multi Bit-rate Pada Sistem Visible Light Communication Di Dalam Ruangan Fida Septiani Putri; Desti Madya Saputri; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Sistem Komunikasi Optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi suatu hal yang sedang diriset untuk menjadikan teknologi di masa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC), yang dimana teknologi tersebut sangat diminati untuk menunjang kebutuhan pengembangan sebuah teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi VLC dipilih untuk mengurangi masalah padatnya penggunaan spektrum radio seperti yang digunakan pada teknologi WiFi dan sistem radio seluler. Teknologi komunikasi ini memanfaatkan sumber cahaya yaitu Light Emitting Diode (LED) sebagai transmitter, cahaya sebagai media transmisi, dan photodetector sebagai receiver. Penulis melakukan simulasi dan menganalisis pada sistem visible light communication (VLC) menggunakan modulasi On Off Keying Non Return to Zero (OOK-NRZ). Selanjutnya penulis melakukan perbandingan dengan Light Emitting Diode (LED), lalu menggunakan multi Bit-Rate pada orientasi sudut penerima sebesar 0˚, 15˚dan 45˚ didalam ruangan yang tertutup yang berukuran 5m ×5m×3m. Kata Kunci: VLC, LED, OOK-NRZ, Orientasi Sudut Abstract Optical Communication System is a communication system that is currently developing fast enough and is becoming something that is being researched to make technology in the future, one of which is growing rapidly is called the technology of Visible Light Communication (VLC), which technology is in great demand to support the need for information and communication technology development. VLC technology was chosen to reduce the problem of its integrated use of radio as used in WiFi technology and cellular radio systems. Communication technology uses light sources namely Light Emitting Diode (LED) as a transmitter, light as a transmission medium, and photodetector as a receiver. The author carries out simulations and analyzes on the visible light communication system (VLC) using the On Off Keying Non Return to Zero (OOK-NRZ) modulation. Next, the author made a replacement with Light Emitting Diode (LED), then used a Multi Bit Rate when it was approved the receiver angle was 0˚, 15˚ and 45˚ in a closed room connected 5m ×5m×3m. Keywords: VLC,LED,OOK-NRZ,Orientasi Sudut
Pengaruh Perubahan Bit Rate Optical Concentrator Photodetector Pada Visible Light Communication (vlc) Dhamara Kuncara Ningrum; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Tugas Akhir ini melakukan studi atas teknologi masa depan yang dapat memberikan solusi terhadap keresahan pengguna jaringan. Sistem komunikasi optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi hal yang saat ini sedang di riset untuk menjadi teknologi dimasa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC). Kontribusi dari Tugas Akhir ini dapat mengetahui pengaruh perubahan bit rate dengan membandingkan pemambahan optical concentrator dan tanpa penambahan optical concentrator terhadap cakupan komunikasi, cakupan komunikasi yang terbesar di dapat cakupan luas sebesar 𝟐𝟓 𝒎𝟐 dan tersempit yaitu sebesar 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC, LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator Abstract The Final Project studies of future technologies that can provide solutions to the concerns of network users. Optical communication system is a communication system that is currently developing quite rapidly and is becoming the thing that is currently being researched to become a technology in the future, one that is develo ping rapidly is called Visible Light Communication technology. The contribution of this Final Project can determine the effect of changes in bit rate by comparing the addition of optical concentrators and without the addition of optical concentrators to the communication coverage, the largest communication coverage can be with a broad coverage of 𝟐𝟓 𝒎𝟐 and narrowest that is equal to 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC,LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator
Analisis Performansi Ber Pada Jaringan Optik Dense Wavelength Division Multiplexing Menggunakan Penguat Hybrid Raman Edfa Taufik Akbar; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penguat hybrid merupakan sebuah teknologi yang menjanjikan dan memberikan performansi yang lebih baik karena dapat menangani jaringan dengan beban yang besar. Penguat hybrid Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) dan Fiber Raman Amplifier (FRA) digunakan untuk mengoptimalkan peningkatan gain bandwidth dari sistem berbasis Wavelength Dense Multiplexing (WDM). Meningkatkan Gain-Bandwidth penguat optik adalah cara yang paling efektif untuk pemanfaatan optimal bandwidth serat secara efisien dalam peningkatan jumlah saluran berbasis WDM. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan sistem Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada jarak maksimum 250 km tanpa penguat, menggunakan penguat FRA, penguat EDFA, dan menggunakan penguat Hybrid Optical Amplifier (HOA) yaitu penggabungan FRA dan EDFA. Kemudian melakukan perbandingan pada jarak berapa maksimal penguatan masih bisa dilakukan, simulasi sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak Optisystem 7.0 dan membandingkan nilai Bit Error Rate (BER) yang paling baik yaitu BER < 10 9 . Hasil yang diperoleh dari serangkaian simulasi sistem dengan konfigurasi paling optimal yaitu konfigurasi HOA FRA-EDFA secara parallel in line pada jarak 210 km dengan nilai Q factor terendah 6.10417 dan nilai BER sebesar 5.08 sehingga masih layak digunakan pada jarak tersebut. Kata Kunci: EDFA, FRA, HOA,DWDM, Optical amplifier. 1.1 Abstract It is a promising technology and provides better performance as it can handle a large load of network, which is very good. The Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) and Fiber Raman Amplifier (FRA) amplifier are used to optimize the increase in gain bandwidth from the Wavelength Dense Multipexing (WDM)-based system. Improving gain-bandwidth optical amplifier is the most effective way to efficiently utilization the optimal bandwidth fibers in an increase in the number of WDM-based channels. In this research conducted a comparison of Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) system at a maximum distance of 250 km without amplifier, using FRA amplifier, EDFA amplifier, and use of Hybrid Optical Amplifier (HOA) amplifier of the FRA and EDFA merger. Then do a comparison of how much maximum gain can still be done, system simulation is done using the software Optisystem 7.0 and comparing the best value Bit Error Rate (BER) < 109 . Result obtained from a series of simulation system with the most optimal configuration of HOA FRA EDFA in parallel in line at a distance 210 km with the lowest Q factor value of 6.10417 and the BER value 5.0810 so that is still worth to use at this distances. Keyword : EDFA, FRA, HOA, U-DWDM, Optical amplifier.
Pengaruh Modulasi Ook Dan Qam Pada Komunikasi Cahaya Tampak Dengan Penambahan Reflektor Alfin Satya Maulana; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas Akhir ini melakukan studi mengenai Visible Light Communication (VLC) menggunakan komunikasi cahaya tampak dan udara sebagai media rambatnya. VLC menawarkan berbagai macam kelebihan, salah satunya dari kecepatan transfer data, dan keamanan yang sangat baik karena menggunakan cahaya sebagai media rambatnya. VLC juga tidak menimbulkan radiasi yang mengganggu kesehatan manusia. Tugas Akhir ini melakukan analisis VLC untuk mencari cakupan jarak komunikasi cahaya tampak. Teknik modulasi yang digunakan On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), On-Off Keying Return to Zero (OOK-RZ) dan Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), dengan penambahan reflektor berupa cermin pada ruangan tertutup berukuran 5 m x 5 m x 4 m. Pada sistem VLC berpengaruh pada skema modulasi untuk menentukan cakupan komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan daya LED sebesar 2 Watt dengan ketinggian 4 meter tepat di tengah ruangan. Modulasi OOK-NRZ mendapatkan jarak antara reflektor dengan receiver sejauh 4.77424 meter, OOK-RZ sejauh 3.81927 meter dan 4-QAM sejauh 5.00069 meter dengan batas Bit Error Rate (BER) sebesar 10-3 . Luas daerah cakupan yang dihasilkan dari komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan modulasi OOK-NRZ sebesar 18.84 m2 , OOK-RZ mendapatkan luas daerah cakupan sebesar 16 m2 dan 4-QAM mendapatkan sebesar 23 m2 . Kata kunci : Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM,BER Abstract This final task conducts a study of visible Light Communication (VLC) using the communication of visible and aerial light as the media of the vine. VLC offers a wide range of advantages, one of them from data transfer speeds, and excellent security because it uses light as its media of interest. VLC also does not cause radiation that interferes with human health. This final task performs the VLC analysis to look for the distance coverage of visible light communication. The modulation techniques used are On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), OnOff Keying Return to Zero (OOK-RZ) and Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), with the addition of a mirror in a closed room measuring 5 m x 5 m x 4 m. In the VLC system it is influential in the modulation scheme to determine the communication coverage of visible light by using the LED power of 2 watts with a height of 4 meters right in the middle of the room. Modulation OOK-NRZ gets the distance between the reflector with the receiver as far as 4.77424 meters, OOK-RZ as far as 3.81927 meters and 4-QAM as far as 5.00069 meters with a limit of Error Rate (BER) of 10-3 . The area of coverage resulting from light communication was seen by using OOK-NRZ modulation of 18.84 m2 , OOK-RZ getting the area coverage of 16 m2 and 4-QAM getting at 23 m2 . Keywords: Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM, BER