Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Random Orientation Terhadap Pulse Posisition Modulation (PPM) Pada Peforma Sistem Visible Light Communication (VLC) Muh Farhan Pratama R; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) merupakan teknologi yang sedang berkembang di era yang sedang maju saat ini. Perkembangan VLC tidak lepas dari pengaruh sistem komunikasi optik, yang dimana sebagai penggagas teknologi menggunakan cahaya dalam pengiriman informasi serta kecepatan mengirim informasi pada jaringan nirkabel yang lebih cepat. Penelitian ini telah melakukan analisis pada sistem VLC terhadap Random Orientation ke sudut penerima atau sisi receiver sebesar 0°, 25° dan 45° pada ruangan tertutup. Modulasi yang digunakan yaitu Pulse Posisition Modulation (PPM) sebagai pembawa data informasi dan frekuensi pada bit yang menjadi inputan pada arus masuk sebelum ditransimisikan. Informasi yang telah di proses dikumpul melalui Light Emitting Diode (LED) dan diteruskan ke User Equipment (UE). Hasil dari penelitian Tugas Akhir ini, nilai daya terima pada sudut orientasi 0° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 1,081×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,109×10ˉ3 Watt. Sudut orientasi 25° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 9,928×10ˉ2 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,039×10ˉ3 Watt.Sudut orientasi 45° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 6,261×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 1,285×10ˉ3 Watt.Kata Kunci : VLC, PPM, UE, LED, BER, Random Orientation.
Perancangan Jaringan Backhaul 4G LTE Menggunakan serat optic di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Proyek pembangunan jaringan serat optik yaitu palapa ring telah selesai. Namun jaringan internet masih belum bisa diakses sercara maksimal di daerah pelosok sehingga dibutuhkan jaringan backhaul sebagai media penghubung antara eNodeB dengan base station controller nya melalui media transmisi yang mendukung performa teknologi LTE menggunakan serat optik. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dengan penentuan wilayah untuk perancangan backhaul eNodeB pada jaringan LTE berdasarkan letak geografis untuk memperhitungkan trafik user yang diperlukan dan untuk menentukan perancangan link backhaul fiber optik maupun topologi atau konfigurasi sistem jaringan eNodeB yang dirancang di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Perancangan backhaul ini menggunakan teknologi SDH dengan level STM-4 dan untuk aksesnya menggunakan GPON 2,5 Ghz. Hasil perhitungan perancangan yang telah dilakukan mendukung layanan komunikasi di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Rancangan ini terpenuhi dengan parameter terendah BER pada sisi downstream bernilai 5,722 x 10-9 . Sedangkan untuk nilai parameter BER terendah pada link akses Upstream bernilai 7,675 x 10-10 dan pada sisi backhaul dengan BER bernilai 2,641 x 10-12 . Kata kunci—backhaul, LTE, GPON,sistem komunikasi optik
Kapasitas Sistem Noma-vlc Dengan Perubahan Metode Alokasi Daya Pada Kanal Propagasi NLOS Rana Ayunda Salsabila; Brian Pamukti; Nachwan Mufti Adriansyah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kekurangan dalam sistem visible light communication (VLC) yaitu sempitnya bandwidth modulasi yang dapat mengurangi kapasitas yang dicapai sistem. Pada penelitian ini, diimplementasikan nonorthogonal multiple access (NOMA) untuk meningkatkan kapasitas sistem. NOMA merupakan suatu teknik penggabungan beberapa sinyal yang dilakukan berdasarkan daya tiap user. Dalam sistem NOMA, terdapat superposition coding pada sisi pengirim dan successive interference cancellation (SIC) di sisi penerima. Tugas Akhir ini membandingan dua metode alokasi daya, gain ratio power allocation (GRPA) yang mempertimbangkan perbedaan kondisi kanal setiap user dengan metode alokasi daya static power allocation (SPA). Selain itu, dilakukan juga penelitian tentang pengaruh jumlah residu yang terjadi pada proses SIC dan pertambahan jumlah user terhadap performansi sistem dengan kondisi kanal NLOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alokasi daya GRPA lebih efektif digunakan dalam sistem NOMA-VLC dibandingkan dengan SPA. Dalam simulasi diperoleh bahwa penggunaan GRPA dapat meningkatkan kapasitas hingga 4.323% dari penerapan alokasi daya SPA. Selain itu, bertambahnya jumlah residu yang terjadi dalam proses SIC dan semakin banyak jumlah user dalam sistem NOMA-VLC berdampak pada penurunan performansi sistem.Kata Kunci: VLC, NOMA, NLOS, Alokasi Daya, SIC
Alokasi Sumber Daya Dengan Orientasi Acak Menggunakan Metode Algoritma Greedy Pada Visible Light Communication Raga Filydevilia Putra; Nachwan Mufti Adriansyah; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi komunikasi yang memiliki kapasitas besar. Dalam pengimpelemantasiannya diperlukan proses pengalokasian untuk meningkatkan kualitas sistem. Pengujian akan berfokus pada proses pengalokasian time slots ke User Equipment (UE) menggunakan penjadwalan algoritma Greedy. Penyebaran UE disebar secara acak di dalam ruangan ukuran 5x5x4 meter dengan jumlah dari 6 hingga 24 UE dan setiap orientasi UE diubah sudutnya secara bertahap antara 0â—¦, 15â—¦, dan 30â—¦. Pada hasil pengujian, nilai rata - rata kenaikan total throughput sistem terhadap variasi jumlah UE meningkat sebesar 0.034% jika sistem menggunakan penjadwalan algoritma Greedy dan power consumption yang dibutuhkan 2.19 kali lebih hemat dibandingkan tanpa penjadwalan algoritma Greedy. Perubahan orientasi sudut penerima ke 30â—¦ menghasilkan nilai rata rata total throughput terkecil yaitu sebesar 1444.096 Mbps dan terbesar pada sudut 0â—¦ dengan 1503.478 Mbps dalam variasi jumlah UE. Kemudian nilai fairness sistem dipengaruhi oleh jumlah UE yang tersedia dengan nilai fairness tertinggi sebesar 0.833 ketika jumlah terdapat 6 UE dan nilai fairness terkecil sebesar 0.208 ketika terdapat 24 UE dalam sistem. Hal tersebut membuktikan bahwa dengan penambahan jumlah UE dapat menaikkan total throughput dan menurunkan nilai fairness sistem. Kata kunci: Visible Light Communication, Resource Allocation, Channel State Information, Fairness
Performing the high bitrate visible light communications in the foggy weather to anticipate the interference on vehicle communications Brian Pamukti; Achmad Yanatun; Kris Sujatmoko; Hurianti Vidyaningtyas
JURNAL INFOTEL Vol 14 No 2 (2022): May 2022
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v14i2.757

Abstract

We propose transmission media with visible light to communicate between vehicles. We evaluate the research under four scenarios using the modulation of On-Off Keying Non-Return to Zero (OOK-NRZ) and bitrate up to 1 Gbps. These scenarios are (i) ideal conditions, (ii) interference from other vehicle lights, (iii) foggy conditions, and (iv) interference from vehicles and fog conditions. Based on the extensive simulation, the results obtained are that interference and fog conditions can affect and reduce the value of the signal to interference and noise ratio (SNR) and increase the value of the error rate (BER). The results obtained are that interference and fog conditions can affect and reduce the value of the signal to interference and noise ratio (SNR) and increase the value of the error rate (BER). The SNR value in the first scenario is 23.6 dB and the second scenario is 11.1 dB, where this value is still sufficient. The SNR in scenario three is 16.1 dB, and the lowest in the fourth scenario is -7.78326 dB, indicating that the noise is extensive compared to signal power. In addition, we also obtain an optimal distance of communication between vehicles for each scenario sequentially 14.5 m, 13 m, 11.5 m, and 9 m.
Performance of Static Power Allocation in Indoor Room on VLC-NOMA System Using Modulation PPM Syifa Hana Afifah; Nachwan Mufti Adriansyah; Brian Pamukti
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol 10 No 1 (2023): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v10i1.5835

Abstract

Visible light communication (VLC) is an emerging and promising technology that exploits the visible light spectrum for data transmission. However, one of the major challenges in VLC is how to efficiently allocate the scarce modulation bandwidth to multiple users while avoiding interference and maintaining signal quality. To tackle this challenge, we propose a novel scheme that combines non-orthogonal multiple access (NOMA) with static power allocation (SPA) and pulse position modulation (PPM) in VLC. We conduct simulations in a realistic indoor scenario with a 9x9x3 m room and a single 12-watt LED at the center, using a line of sight (LOS) channel with a field of view (FOV) of 70o. The results show that our scheme achieves superior performance, with user 1 and user 2 obtaining signal-to-interference noise ratio (SINR) values of 20 dB and 74 dB, respectively. Our scheme can effectively overcome the limitations of VLC, such as low data rate, limited coverage area, and high sensitivity to ambient light noise, and pave the way for future VLC applications.
PENGARUH PERBAIKAN FASILITAS SARANA BELAJAR PADA SUASANA BELAJAR DAN PRESTASI MADRASAH DARUL MUTTAQIN AL-INSANI BOJONGSARI BANDUNG Sugesti, Erna Sri; Astuti, Rina Pudji; Pamukti, Brian; Sutari, Wiyono; Herlina, Lisye; Adriansyah, Nachwan Mufti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2002

Abstract

Lokasi masyarakat sasar terletak di desa Bojongsari ini hanya berjarak 2,5 km dari kampus Universitas Telkom. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dengan perusahaan pemberi dana CSR, banyak solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema kolaborasi multi-years di Madrasah Darul Muttaqin Al-Insani, telah berhasil mengubah paradigma dari lembaga pendidikan non-formal biasa menjadi luar biasa, yang ditandai dengan banyaknya prestasi yang diraih baik oleh individu siswa maupun oleh lembaganya. Untuk mencapainya, perlu diskusi panjang untuk melahirkan perencanaan yang matang, tahapan solusi yang logis dalam rentang 4 tahun (2019-2022), serta memadukan kemampuan finansial donatur dan kompetensi personil yang dilibatkan sesuai dengan masalah yang disolusikan.
Alokasi Daya Kirim pada Visible Light Communication menggunakan Algoritma Waterfilling LESTARI, DIAH AYU; FAHMI, ARFIANTO; PAMUKTI, BRIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 1: Published January 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i1.137

Abstract

ABSTRAKPeningkatan terhadap kebutuhan akses data membuat Visible Light Communication (VLC) menjadi alternatif media transmisi nirkabel yang efisien. Namun berdasarkan performansinya, VLC memiliki permasalahan data rate yang tidak merata diterima oleh User Equipment (UE). Dalam mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan alokasi daya kirim dengan algoritma waterfilling yang mampu memberikan keadilan data rate setiap UE berdasarkan nilai kanal. Penelitian ini menggunakan kanal Line Of Sight (LOS) dengan 3 skenario berbeda. Kami menggunakan parameter validasi untuk mengukur setiap kinerja dengan nilai Signal Noise Ratio (SNR), data rate, fairness index dan efisiensi energi. Dari hasil simulasi menggunakan algoritma waterfilling, kami memperoleh nilai fairness index untuk data rate sebesar 100% namun tidak memiliki efisiensi daya. Dengan memodifikasi algorima waterfilling, terjadi penurunan fairness index, SNR serta data rate, tapi memberikan efisiensi energi LED hingga 9%. Dengan demikan, daya yang dipancarkan oleh LED memiliki lifetime yang lebih panjang dengan modified waterfilling.Kata kunci: VLC, Power Allocation, Waterfilling, Fairness. ABSTRACTThe increase in the need for data access makes Visible Light Communication (VLC) an alternative wireless transmission medium that is efficient. However, based on its performance, VLC has a data rate problem that is not evenly accepted by User Equipment (UE). In overcoming this problem, this study applies power allocation with waterfilling algorithm that is able to provide fair data rate for each UE based on channel value. This study uses the Line Of Sight (LOS) channel with 3 different scenarios. We use validation parameters to measure each performance using the Signal Noise Ratio (SNR) value, data rate, fairness index and energy efficiency. From the results of simulation using the waterfilling algorithm, we obtain a fairness index value for the data rate of 100% but does not have a power efficiency. By modifying the waterfilling algorithm, there is a decrease in the fairness index, SNR and data rate, but provide LED energy efficiency of up to 9%. Thus, the power emitted by the LED has a longer lifetime with modified waterfilling algorithm.Keywords: VLC, Power Allocation, Waterfilling, Fairness.
Evaluasi Coded Random Access untuk Visible Light Communication pada Model Kanal Non-Line Of Sight PAMUKTI, BRIAN; ADRIANSYAH, NACHWAN MUFTI; NILADBRATA, REYVALDO FAHREZY
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 10, No 2: Published April 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v10i2.405

Abstract

ABSTRAKPenggunaan Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) pada sistem komunikasi dapat memberi kebebasan bagi user untuk mengirimkan informasi secara bersamaan tanpa harus memperebutkan timeslot ataupun frekuensi. Coded Random Access (CRA) adalah salah satu bagian dari Coded Comain-NOMA (CDNOMA) yang menggunakan kode tanpa ortogonal untuk komunikasi uplink. Terinspirasi dari Additive Links On Line Hawaii Area (ALOHA), kami menggunakan metode Irregular Repetition Slotted ALOHA (IRSA) dengan tiga jumlah slot node dan sembilan degree distribution pada model kanal Line Of Sight (LOS) dan Non-LOS (NLOS). Kami menggunakan metrik pengukuran berupa throughput dan Packet Loss Ratio (PLR) untuk memperoleh hasil simulasi. Dari simulasi yang ekstensif, kami membuktikan bahwa IRSA stabil pada jumlah slot node yaitu 75, 150 dan 300 yang memperoleh throughput di sekitar 0.75 paket/slot.Kata kunci: Coded Random Access, Non-Orthogonal Multiple Access, Slotted ALOHA, Successive Interference Cancellation ABSTRACTThe use of Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) in communication systems can provide users the freedom to transmit information simultaneously without having to fight over timeslots or frequencies. Coded Random Access (CRA) is a part of Coded Domain-NOMA (CD-NOMA) that uses orthogonal code for uplink communication. Inspired by the Additive Links On Line Hawaii Area (ALOHA), we use the Irregular Repetition Slotted ALOHA (IRSA) method with three number of node slots and nine degree distributions on the Line Of Sight (LOS) and Non-LOS (NLOS) channel models. We use measurements in the form of throughput and Packet Loss Ratio (PLR) to obtain simulation results. From extensive simulations, we prove that IRSA is stable on a wide number of node slots of 75, 150 and 300 that acquire throughput in about 0.75 packets/slot.Keywords: Coded Random Access, Non-Orthogonal Multiple Access, Slotted ALOHA, Successive Interference Cancellation
Analisis Performansi Multi User Detection pada Kanal NLOS untuk Sistem NOMA-VLC PRATAMA, BIMA SURYA; ADRIANSYAH, NACHWAN MUFTI; PAMUKTI, BRIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 2: Published April 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i2.482

Abstract

ABSTRAKNon-orthogonal multiple access (NOMA), mulai diteliti untuk dapat digunakan sebagai teknik multiple access yang efektif pada jaringan 5G karena teknik ini dapat menghemat bandwidth modulasi. Pada penelitian ini, NOMA diterapkan untuk sistem downlink Visible Light Communivation (VLC). Kami telah melakukan analisis performansi Multi-User Detection (MUD) pada kanal propagasi Non-Line of Sight (NLOS) dengan mempertimbangkan efek reflektor dan efek bayangan (shadowing). Kami juga mempertimbangkan teknik MUD yang digunakan pada penelitian ini yaitu Succesive Interference Cancellation (SIC). Setelah simulasi yang ekstensif, kami menemukan bahwa dengan penerapan SIC sebagai MUD pada sistem NOMA-VLC lebih baik dibandingkan dengan tanpa NOMA. Selain itu, kami juga memperoleh peningkatan data rate sebesar 72 %.Kata kunci: VLC, NOMA, NLOS, MUD, Optical Wireless Communication. ABSTRACTNon-orthogonal multiple access (NOMA), began to be studied to be used as an effective multiple access technique on 5G networks because this technique can save modulation bandwidth. In this research, NOMA is applied to the Visible Light Communivation (VLC) downlink system. We have performed a Multi-User Detection (MUD) performance analysis on Non-Line of Sight (NLOS) propagation channels by considering the reflector and shadowing effects. We also consider the MUD technique used in this study, namely Successive Interference Cancellation (SIC). After extensive simulations, we found that the application of SIC as MUD to the NOMA-VLC system is better than without NOMA. In addition, we also achieve an increase in data rate of 72%.Keywords: VLC, NOMA, NLOS, MUD, Optical Wireless Communication.