Articles
Studi Tentang Pendidikan Seks dan Perilaku Seksual Pada Remaja di SMPN 2 Krembung
Tetty Rihardini
EMBRIO Vol 7 (2016): EMBRIO (APRIL 2016)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.33 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol7.no.a172
Kehidupan seks bebas telah merebak ke kalangan kehidupan remaja dan anak. Maraknya tayangan pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat mempengaruhi merebaknya penyimpangan seksual di kalangan pelajar. Indonesia sehat tahun 2010 memiliki target menurunkan prevalens, permasalahan remaja secara umum termasuk target remaja mendapatkan akses pelayanan reproduksi remaja melalui jalur sekolah. Pendidikan seks bertujuan anak dapat melewati masa pra reproduksi terhindar dari perilaku yang menyimpang dari moral maupun kehidupan seksual yang tidak sehat. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan untuk kebijakan dalam memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja khususnya pendidikan seks. Desain penelitian digunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian siswa SMPN 2 Krembung kelas IX. Sampel sebanyak 67 responden. Teknik sampling total sampling. Variabel pada penelitian ini adalah Pendidikan Seks dan Perilaku Seksual Remaja. Data diambil dengan pengisian kuesioner berisi 26 pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan deskriftif persentase dan metode statistic Chi Square dengan instrument SPSS 2.0. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 59 (88,06%) responden sebagian besar mendapatkan informasi seks, 35 (24%) responden sebagian besar mendapat informasi seks dari lingkungan sekolah yaitu guru dan perpustakaan.Hampir seluruh responden menyatakan mendapatkan pendidikan seks. Hampir seluruh responden memiliki perilaku seksual tidak beresiko. Hasil uji hipotesis dengan statistik chi square didapatkan p-value sebesar 0,341 dan nilai chi squarenya sebesar 0,906. Karena nilai signifikansi 0,341 >(0,05) maka tidak ada hubungan antara pendidikan seks dengan perilaku seksual remaja di SMPN 2 Krembung. Peran serta tenaga kesehatan dalam pendidikan seksual pada remaja sangat minim. Perlu ditingkatkan lagi KIE tentang pendidikan seksual yang baik dan benar dari sisi kesehatan oleh tenaga kesehatan.
Sikap Primigravida Pranikah terhadap Kehamilannya di Wilayah Kerja Puskesmas Taman-Sidoarjo
Nur Eka Roifah;
Tetty Rihardini
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.95 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1108
Diperkirakan sekitar 200-300 juta kehamilan yang tidak diinginkan terjadi akibat perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja. Remaja di Indonesia pun sudah mulai lebih bertoleransi terhadap gaya hidup seksual pranikah.Akibatnya terjadi peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya karena pengalamankehamilan pranikah yang dihadapimembentuk sikap positif ataupun negatif dari individu terhadap kehamilannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptifcross sectional, dengan penelitian populasi yang menggunakan seluruh populasi yang terdata sebagai sampel.Variabel yang diteliti dalam penelitian iniadalah sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya dengan sampel 20 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah presentase. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013 di wilayah kerja dari Puskesmas Taman-Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya yakni 11orang (55%) menunjukkan sikap negatif (menolak) dan hanya 9 orang (45%) menunjukkan sikap positif (menerima). Diharapkan kepada keluarga dan masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap wanita yang mengalami kehamilan pranikah. Seharusnya keluarga dan masyarakat bisa membantu wanita yang mengalami kehamilan pranikah beradaptasi dengan kehamilannya sehingga tidak mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.
PERSEPSI REMAJA TENTANG PERILAKU SEKS PRANIKAH DI SMA X
tetty Rihardini;
Yolanda S
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.165 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1190
Di SMA X pada tahun 2007-2010 terjadi Drop Out pada 8 orang siswinya karena hamil diluar nikah. Kejadian ini memiliki keterkaitan dengan tentang perilaku seks pada remaja yang dilakukan dalam bentuk eksplorasi, masturbasi, heteroseksual, dan berdasarkan pengalaman. Kejadian ini merupakan aplikasi dari persepsi terhadap perilaku seks pranikah. Studi deskriptif ini dilakukan secara sistematik lebih menekankan pada data faktual daripada peyimpulan. Menggunakan teknik Random Sampling sebanyak 88 siswa di SMA X yang di analisis berdasar persentase. Berdasarkan hasil penelitian persepsi remaja tentang seks pranikah didapatkan hasil yang melakukan eksplorasi seksual: 35 siswa (39,8%) berpersepsi cukup, Masturbasi: 45 siswa (49%) berpersepsi kurang, Heteroseksual: 44 siswa (50%) berpersepsi baik, Berdasarkan pengalaman: 40 siswa (45,5%) berpengalaman yang cukup. Remaja dengan perilaku seksual eksplorasi di dapatkan 57 siswa (64,8%) berpersepsi baik. Data ini dapat menjadi langkah awal bagi tenaga kesehana dan institusi pendidikan untuk merencanakan pemberian pendidikan dan pelayanan dibidang kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, sebagai tindakan preventif dan promotif untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan dari persepsi remaja yang mendukung (favorable) terhadap perilaku seksual pranikah.
PERBEDAAN ANTARA PERILAKU SEKSUAL REMAJA YANG PERNAH/SEDANG BERPACARAN DAN REMAJA YANG BELUM PERNAH BERPACARAN DI SMA "X” MADURA
Tetty Rihardini
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.811 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1711
Remaja adalah generasi penerus, sebagai aset/modal utama sumber daya manusia bagi pembangunan bangsa. Masa remaja merukapan periode kehidupan yang penuh dengan dinamika, terjadi perkembangan dan perubahan yang sangat pesat. Periode masa transisi dari masa anak-anak menuju manusia dewasa. Terjadi fase mengalami ketertarikan dengan lawan jenis. Meskipun fase ini adalah kondisi yang normal, sering kali koridor yang menjadi batasan ketertarikan dengan lawan jenis ini tidak hanya sebagai kecondongan hati namun meluas batasannya menjadi berpacaran dan melakukan aktivitas seksual yang beresiko. Hampir seluruh remaja di dunia termasuk Indonesia mempunyai suatu budaya untuk mengekspresikan percintaan remaja yang biasa kita sebut sebagai “Pacaran”. Madura merupakan daerah yang rawan terhadap perubahan sosial pada fenomena remaja berpacaran, marak terjadi secara global menjadi ketertarikan penulis untuk meneliti. Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Jumlah sampel 50 siswa dan siswi kelas XII di SMA ”X” Madura, teknik pengambilan sampel yaitu purposive random sampling dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini adalah remaja yang pernah/sedang berpacaran dengan remaja yang belum pernah berpacaran dan variabel dependennya perilaku seksual remaja yang pernah berpacaran dan yang belum pernah berpacaran. Analisa data yang digunakan adalah analisis penyajian data secara prosentase dan dianalisis untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual remaja yang pernah/sedang berpacaran dan remaja yang belum pernah pacaran. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney U Test (Uji komparasi 2 sampel bebas/ independen), dengan derajat kemaknaan p<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat perbedaan signifikan mengenai perilaku seksual antara siswa yang belum pernah berpacaran dengan yang sudah/sedang berpacaran dengan Asymp. Sig. bernilai 0,02 (p value < 0.05). Diharapkan agar peran serta tenaga kesehatan dalam pendidikan seksual pada remaja perlu ditingkatkan lagi, KIE tentang pendidikan seksual yang baik dan benar dari sisi kesehatan oleh tenaga kesehatan akan menurunkan resiko perilaku seksual remaja.
MAKING ESSENTIAL AS AN EFFORT TO INCREASE BREAST MILK PRODUCTION THROUGH OXYTOCIN MASSAGE IN HERBAL VILLAGE, NGINDEN JANGKUNGAN SURABAYA
Tetty Rihardini;
Setiana Andarwulan;
Annah Hubaedah;
Setiawandari Setiawandari
International Journal of Engagement and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2021): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53067/ije2.v1i2.8
Oxytocin massage is a complementary treatment that can be used to increase breast milk production. Oxytocin massage is done by massaging the points on the back of the back. We do oxytocin massage to stimulate the letdown reflex in nursing mothers. In addition to oxytocin massage, increasing breast milk production can be done by using aromatherapy by utilizing natural herbal ingredients. The combination of oxytocin massage and the use of herbal aromatherapy will be more effective in producing breast milk. Next, we applied for a permit to carry out activities in the Nginden Jangkungan village. Then we started community service activities and taught how to do oxytocin massage and aromatherapy to the herbal village community in Nginden Jangungan village, Surabaya. We carry out community service with the title "Essential Manufacturing as an Effort to Increase Breast Milk Production Through Oxytocin Massage". We hope that this training will enable postpartum mothers, especially in the Herbal Village area, Nginden Jangungan Village, to be able to do oxytocin massage and use aromatherapy independently to increase breast milk production. So that exclusive breastfeeding can be fulfilled for 6 months
Mengenali Keteraturan Siklus Menstruasi Untuk Mendeteksi Gangguan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya
Tetty Rihardini
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.313 KB)
Masa pubertas adalah salah satu tahap perkembangan yang ditandai dengan kematangan organ seksual dan tercapainya kemampuan untuk bereproduksi, dimana salah satu ciri dari tandanya terjadinya menstruasi pertama (menarch). Masa remaja merupakan suatu masa peralihan dari pubertas ke dewasa atau suatu proses tumbuh ke arah kematangan yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Wanita mengalami siklus menstruasi idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21-35 hari setiap periode menstruasi. Siklus menstruasi tidak selalu normal, banyak wanita yang mengalami gangguan (Ganong, 2012). Siklus menstruasi yang dialami oleh banyak wanita, yaitu siklus memanjang atau lebih dari 35 hari (oligomenore), siklus menstruasi yang pendek kurang dari 21 hari (polimenore) bahkan tidak menstruasi selama 3 bulan (amenore) berturut-turut (Wikjosastro, 2005). Beberapa penelitian menunjukan bahwa remaja memiliki pengetahuan yang sedikit sehingga tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang menstruasi. Begitu pula dengan gangguan menstruasi yang merupakan tanda gejala adanya gangguan kesehatan reproduksi.Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan remaja dalam mengenali siklus menstruasi sebagai langkah preventif gangguan kesehatan reproduksi di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil melalui angket yang diberikan kepada remaja secara purposive sampling dan dianalisa dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 13 (65%) remaja mengalami siklus menstruasi teratur dan sebagian besar 15(75%) mengalami gangguan menstruasi dengan berbagai gejala dengan kejadian terbanyak yaitu premenstruasi syndrome (PMS) sebanyak 17(85%) responden. Hasil analisis chi square dengan p-value 0,787 lebih besar dari a=0,5 sehingga dinyatakan kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan remaja sangat tinggi dalam mengenali siklus menstruasi sebagai langkah preventif gangguan kesehatan reproduksi di kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Kata kunci : Keteraturan Siklus Menstruasi, Gangguan Kesehatan Reproduksi
PELATIHAN AKUPRESUR DENGAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGATASI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEK (KEKURANGAN ENERGI KRONIS)
Solichatin;
Tetty Rihardini;
Retno Setyo Iswati;
Nina Hidayatunnikmah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 02 (2023): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/penamas.vol6.no02.a6133
Mual muntah pada ibu hamil dapat menimbulkan efek yang merugikan ibu dan janinnya. Peningkatan kadar hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG), terutama pada kehamilan 12-16 minggu menjadi salahsatu penyebabnya . Kekurangan Energi Kronik sering terjadi pada pada wanita usia subur (WUS) dan pada ibu hamil apalagi bila ditambah kondisi mual muntah yang berat. Di Indonesia tahun 2017 ibu hamil dengan KEK 4,8 % dan tahun 2018 menjadi 17,3% . Angka ini semakin jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yaitu 12,2%. Akupresur pada titik Perikardium 6 (P6), mampu meningkatkan pelepasan beta-endorphin di hipofise dan adrenocorticotropic (ACTH) sepanjang chemoreceptor tringger zone (CTZ) yang dapat menghambat pusat muntah, hal inipun bisa dilakukan pada ibu hamil yang mual muntah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu untuk mengurangi mual muntah sehingga kehamilan dijalani dengan sehat selain itu juga mengurangi angka kejadian stunting ibu hamil di Desa Krembung Kecamatan Krembung Sidoarjo. Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan. Tahap awal pemilihan kelompok ibu hamil yang mengalami mual muntah dan bersedia mengikuti pelatihan akupresure. Tahap berikutnya untuk mengukur sejauh mana pengetahuan ibu dilakukan pretest dan penyuluhan dilanjutkan pelatihan akupresure, tahap terakhir adalah evaluasi ketrampilan dan post test untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pelatihan tersebut
PELATIHAN PEMBUATAN CREAMY ViCILOR (VCO CINCAU KELOR) MINUMAN KEKINIAN UNTUK KESEHATAN
Retno Setyo Iswati;
Tetty Rihardini;
Nina Hidayatunnikmah;
Solichatin Solichatin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin bertambahnya usia, sistem kekebalan akan semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan meningkatnya penyakit pada lansia, baik akut maupun kronik sehingga menyebabkan perubahan pada kualitas hidup. Status kesehatan lansia yang semakin menurun seiring bertambahnya umur ini berlawanan dengan keinginan para lansia itu sendiri agar tetap sehat, mandiri dan dapat beraktivitas secara mandiri. Asuhan kebidanan alamiah merupakan asuhan kepada masyarakat dengan menggunakan bahan-bahan alam. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan adalah VCO, daun cincau dan kelor. Menggunakan cincau hijau perdu (Premna oblongifolio) yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein serta kalsium, vitamin, mineral dan beberapa senyawa bioaktif seperti klorofil, polifenol dan flavonoid yang bersifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Berbagai penelitian menunjukkan efek positif ekstrak cincau hijau terhadap kesehatan diantaranya kandungan antioksidan berupa flavonoid pada cincau dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi bahkan ekstrak cincau dapat menghambat aktivitas sel kanker.Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dengan memanfaatkan VCO, daun cincau dan kelor untuk meningkatkan kesehatan lansia. Pelaksanaan kegiatan ini bekerja sama dengan Ikatan Wanita Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Peserta diberi informasi tentang manfaat VCO, daun cincau dan kelor dalam meningkatkan kesehatan serta cara mengolah bahan – bahan alam tersebut menjadi minuman kekinian sebagai alternatif minuman tambahan untuk meningkatkan kesehatan. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan bahan alam potensi lokal untuk peningkatan kesehatan. Kegiatan direspon sangat baik oleh peserta. Alih teknologi sederhana tentang pengolahan VCO, daun cincau dan kelor menjadi minuman berjalan sesuai dengan rencana. Masyarakat membutuhkan pengetahuan praktis mengolah bahan alam untuk meningkatkan kesehatannya.
Usaha untuk Meningkatkan Cakupan ASI Eksklusif dengan Pendekatan Emotional Demonstration “ASI Saja Cukup”
Desta Ayu Cahya Rosida;
Indria Nuraini;
Tetty Rihardini
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/dedication.v4i1.290
Kegiatan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) berjudul Usaha Untuk Meningkatkan Cakupan ASI Eksklusif dengan Pendekatan Emotional Demontration “ASI Saja Cukup” yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan kader kesehatan. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan dalam memberikan ASI pada bayi. Tujuan dari Emo Demo “ASI Saja Cukup” yaitu agar ibu tahu pentingnya memberikan ASI eksklusif pada bayi di usia 0-6 bulan dan pentingnya bahwa semakin ASI sering dihisap maka produksi ASI juga akan semakin bertambah. Sehingga dengan melaksanakan demontrasi ini diharapkan dapat memperbaiki cakupan gizi bayi dan balita akan membaik. Bukan hanya itu saja tetapi ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan balita. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya Jawa Timur Indonesia bersama ibu-ibu kader.
Efektifitas Kombinasi Akupresur Titik P6 (Nei Guan) Dan Minuman Jahe Terhadap Emesis Gravidarum Di Pmb Fatmawaty Kabupaten Buton Tengah
Fatmawaty;
Tetty Rihardini;
Solichatin
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Emesis gravidarum merupakan gejala yang normal atau sering terdapat pada kehamilan trimester pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Kombinasi Akupresur pada titik P6 dan minuman jahe terhadap emesis gravidarum di PMB Fatmawaty. Manfaat penelitian ini memberikan informasi kombinasi akupresure pada titik P6 dan minuman jahe untuk mengurangi emesis gravidarum. dalam penelitian adalah ibu hamil Trimester I yang mengalami emesis gravidarum. Metode penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan desain pretest posttest with control design dengan jumlah sampel 30 orang melalui simple random sampling. Alat dan cara yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan lembar observasi dan wawancara, dengan waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret 2023 sampai Mei 2023. Hasil penelitian ini diperoleh melalui Uji Statistic Wilcoxon nilai p value (asymp sig (2-tailed)) pretest dan posttest kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adalah 0.001 (< 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Berarti ada pengaruh pemberian kombinasi akupresure titik P6 dan minuman jahe terhadap emesis gravidarum di PMB Fatmawaty Kabupaten Buton Tengah. Saran dalam penelitian ini diharapkan agar implementasi pemberian kombinasi akupresure pada titik P6 dan minuman jahe dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi terapi non farmakologi pada kasus selanjutnya.