Claim Missing Document
Check
Articles

Antioxidant and Antibacterial Activities of Hydrolysate Chitooligosacharides in Crab Shell (Portunus Pelagicus) from Degradation of Chitosanase, α-Amylase, Lipase and Cellulase Enzymes Amellia, Siska; Rosida, Dedin Finatsiyatull
Journal Akademik Universitas Swiss German Vol. 4 No. 2 (Feb 2023)
Publisher : Swiss German University & Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia (P3FNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33555/jffn.v4i2.112

Abstract

The crab shell (Portunus pelagicus) has many benefits, one of the benefits is the used in the manufacture of chitooligosaccharides. The crab shell was chosen because it contains 20- 30% chitin inside. Chitin can be processed into chitosan and then hydrolyzed into chitooligosaccharides using enzymes. This study aims to determine the type of enzyme that is effective in the process of hydrolyzing chitooligosaccharides with various enzymes are the α-amylase, lipase, cellulase, chitosanase and a combination of enzymes are chitosanase α-amylase, chitosanase lipase, and cellulase chitosanase. The observation data were analyzed using ANOVA. The results showed that the best chitooligosaccharides obtained resulting from the hydrolysis of a combination of cellulase chitosanase enzymes which had the best characteristics, namely the highest degree of deacetylation of 94.95%, the lowest molecular weight of 3.54 KDa, the antioxidant activity of the DPPH method was 5.21 ( µmol TE/g), the FRAP antioxidant method was 2.27 (µmol TE/g), the diameter of the inhibition area (DDH) was 7.30 mm in Staphylococcus aureus bacteria and 15.9 mm in Salmonella typhosa bacteria. From these results, it can be known that this chitooligosaccharide is more effective in inhibiting the growth. The Gram-positive bacteria was compared to gram-negative bacteria.
Identifikasi Titik Kendali Kritis Pada Proses Pengolahan Teh Kolagen CV. Raissa Beauty Salsabila, Safrina; Rosida, Dedin Finatsiyatull
abdimesin Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i1.42

Abstract

Keamanan pangan dalam suatu industri pangan merupakan tanggung jawabbersama antara pemerintah, industri dan konsumen yang saat ini harus diimplementasidengan menerapkan sistem mutu pangan yang baik. Persyaratan keamanan pangan harusdipenuhi oleh pelaku usaha pangan dengan mengidentifikasi bahaya pada sepanjang rantaipasok pangan agar masyarakat terjamin keamanannya saat mengonsumsi pangan. Untukmemproduksi produk pangan yang aman dikonsumsi, perlu menggunakan standar-standarkeamanan pangan. Salah satu standar keamanan pangan yang diakui adalah HazardAnalysis and Critical Control Point (HACCP). HACCP adalah suatu sistem manajemenmutu dan keamanan makanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bahayaselama proses produksi dengan menentukan titik kendali kritis. Tujuan dari kegiatan iniadalah mengidentifikasi titik kendali kritis pada proses pengolahan teh kolagen di CV.Raissa Beauty.
Bagelen Substitusi Tepung (Terigu, Garut, dan Kedelai) dengan Penambahan Bubuk Daun (Kelor dan Bayam) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Rahadita A.D.K, Kezia; Rosida, Dedin Finatsiyatull; Pratiwi, Yunita Satya
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 3 (2024): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i3.245

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang bersifat kronis yakni salah satu keadaan malnutrisi atau ketidakcukupan zat gizi masa lalu. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan masing-masing dilakukan ulangan sebanyak 2 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat perbedaan nyata antara perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT (α = 5%). Analisis fisik meliputi kekerasan, sedangkan analisis kimiawi meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar pati, kadar amilosa, kadar amilopektin, kadar serat kasar, dan kalori. Analisis organoleptik terdiri dari warna, aroma, tekstur, dan rasa. Perlakuan terbaik adalah bagelen dengan perlakuan proporsi tepung terigu 50% : tepung garut 25% : tepung kedelai 25% dengan penambahan bubuk campuran daun kelor dan bayam 15%, menghasilkan nilai kadar kalsium (Ca) 216,45%; zat besi (Fe) 11,022%; seng (Zn) 5,16%; kalori 437 kkal; dan uji organoleptik (skoring) warna 2,08 (agak hijau kecoklatan); aroma 3,64 (agak harum khas daun/langu); tekstur 3,64 (sangat renyah); rasa 4,00 (agak terasa khas daun).
Pengaruh Proporsi Tepung Ubi Jalar Ungu Termodifikasi, Tapioka, dan Oat dengan Variasi Penambahan Kurma Terhadap Analisis Proksimat dan Organoleptik Cookies Rosida, Alifia; Rosida, Dedin Finatsiyatull
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 3 (2024): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i3.246

Abstract

Cookies merupakan jenis biskuit renyah yang dapat dibuat dengan variasi bahan. Salah satu alternatif terigu untuk cookies yang bisa dikembangkan adalah tepung ubi jalar ungu. Oat yang tinggi serat dan buah kurma kaya manfaat ditambahkan untuk meningkatkan nutrisi cookies. Modifikasi tepung ubi jalar ungu dilakukan dengan fermentasi starter bakteri Acetobacter xylinum yang bertujuan untuk pengayaan serat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan bahan tepung ubi jalar ungu termodifikasi, tapioka, dan oat dengan variasi penambahan kurma pada cookies. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, Faktor pertama proporsi tepung ubi jalar ungu termodifikasi, tapioka, dan oat yaitu 70%:20%:10%, 60%:20%:20%, 50%:20%:30%. Faktor kedua variasi penambahan kurma yaitu 60%, 80%, 100% dengan dua kali ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut DMRT 5% bila terdapat perbedaan nyata. Cookies proporsi tepung ubi jalar ungu termodifikasi 50%: tapioka 20%: oat 30% dengan penambahan kurma 100% merupakan perlakuan terbaik dengan kadar air 4,67%; abu 2,56%; protein 5,85%; lemak 25,50%; karbohidrat 61,42%; organoleptik skoring warna 5 (coklat pekat); aroma 4,44 (agak manis karamel); rasa 4,36 (agak manis gurih); tekstur 2,48 (agak keras).
The Characteristic of Gelatin from Bones of Local Chicken (Gallus gallus domesticus), Broiler Chicken (Gallus domesticus) and Duck (Anas plathytynchos) Pratikto, Monica Natasha; Rosida , Dedin Finatsiyatull
Nusantara Science and Technology Proceedings 8th International Seminar of Research Month 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4180

Abstract

Gelatin is a protein derivative that can be extracted from bone. Poultry bones are a by-product of public consumption. So far, poultry bones have not been used optimally and one of the alternatives that can be used for the manufacture of gelatin. The purpose of this study was to determine the characteristics of the bone gelatin of local chicken, broiler and duck produced. The experimental design used was a completely randomized design with a factorial pattern with two factors. The first factor was the type of bone is local chicken, broiler and duck. The second factor was the hydrolysis temperature is 55ºC, 65ºC, and 75ºC. The data were analyzed using ANOVA with a 95% confidence interval. If there was real different then proceed with the Duncan Test (DMRT) of 5%. The optimum treatment was obtained from broiler chicken bones at 75ºC temperatures hydrolysis with yield 11.02%, moisture 8.18%, ash 0.83%, protein 67.48%, gel strength 252.07 g bloom, viscosity 5.95 cP, fat 6.45%, gel point 17.3ºC, melting point 60.35ºC. The organoleptic analysis skoring was scent (4,16), color (4,76), texture (3,48). Fourier transform infrared (FTIR) spectra of gelatin broiler chicken 75ºC temperatures hydrolisis the presence of band corresponding to O-H, N-H, CH2, C=C, C=O, C-N, C-H alkena and aromatic ring, C-O carboxylate acid.
Biskuit Buckwheat-Sorgum: Kajian Proporsi terhadap Aktivitas Antioksidan, Fisikokimia, dan Organoleptik Chumairo, Zahrotul; Rosida, Dedin Finatsiyatull; Rahmawati
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v2i1.301

Abstract

Penggunaan tepung Tartary Buckwheat dan tepung sorgum putih sebagai substituen tepung terigu di dalam pembuatan biskuit dapat menghasilkan produk fungsional baru yang tinggi aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan biskuit terbaik dari segi fisikokimia, organoleptik, dan aktivitas antioksidannya. Penelitian diawali dengan membuat tepung Tartary Buckwheat serta melakukan analisis kimia. Desain penelitian biskuit menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor berupa proporsi tepung Tartary Buckwheat dan tepung sorgum dengan 6 level (10:60, 20:50, 30:40, 40:30, 50:20, 60:10) sebanyak 3 kali ulangan. Data hasil analisis biskuit diolah menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan DMRT 5% bila faktor berpengaruh signifikan terhadap parameter. Biskuit dengan proporsi 50 g tepung Tartary Buckwheat dan 20 g tepung sorgum merupakan biskuit terbaik hasil pengambilan keputusan menggunakan uji indeks efektivitas metode DeGarmo yang memiliki kadar air sebesar 5,49%; abu 2,65%; protein 11,97%; lemak 19,12%; karbohidrat by difference 60,74%; daya patah 11,6 N; aktivitas antioksidan 88,92%; serta hedonik (skala 1-5) warna dengan nilai 3,64; aroma 3,72; tekstur 3,48; dan rasa 3,76.
Pengaruh Substitusi Tepung Kacang Hijau dan Tepung Keong Sawah (Pila Ampullacea) dengan Penambahan Telur terhadap Analisis Proksimat Biskuit Tepung Beras Hitam Liveranny, Kartika Zenithia; Rosida, Dedin Finatsiyatull; Anggreini, Riski Ayu
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.296

Abstract

Permintaan akan makanan ringan bernutrisi tinggi di Indonesia terus meningkat, terutama untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak pada masa pertumbuhan. Biskuit merupakan salah satu makanan ringan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Kandungan gizi yang tinggi pada keong sawah dan kacang hijau menjadikannya bahan potensial untuk pembuatan biskuit yang kaya protein nabati dan hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis proksimat dari biskuit berbahan dasar tepung beras hitam yang disubstitusi dengan tepung kacang hijau dan tepung keong sawah serta penambahan telur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga taraf perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang dua kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan A1B3, yaitu dengan proporsi tepung kacang hijau dan tepung keong sawah sebesar 10:30 serta penambahan telur sebesar 30%. Hasil analisis proksimat dari perlakuan terbaik meliputi kadar air sebesar 8,06 ± 0,51%, kadar abu 3,76 ± 0,03%, kadar protein 24,93 ± 0,04%, kadar karbohidrat 48,77 ± 0,4%, dan kadar lemak 22,54 ± 0,07%.
Kajian Nutrisi Cookies Beras Hitam (Oryza Sativa L) dan Kedelai Hitam (Glycine Soja L. Merrit) Hartono, Sadrina Adsari Novita; Rosida, Dedin Finatsiyatull; Anggreini, Riski Ayu
Indonesian Journal of Microbiology Vol. 1 No. 4 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijm.v1i4.3382

Abstract

Cookies merupakan jenis biskuit dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, renyah, dan bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur kurang padat. Pangan lokal seperti beras hitam dan kedelai hitam dapat diolah menjadi tepung yang kaya antioksidan sebagai substitusi tepung terigu. Tepung beras hitam dan tepung kedelai hitam mengandung antioksidan yang menjadi salah satu cara untuk mencegah risiko penyakit kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi tepung beras hitam : tepung kedelai hitam dan penambahan minyak biji bunga matahari terhadap karakteristik cookies dan kemampuan aktivitas antioksidan pada cookies. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I adalah proporsi tepung beras hitam : tepung kedelai hitam yang terdiri dari 3 level, yaitu 65%:35%, 75%:25%, dan 85%:15%. Faktor II adalah penambahan minyak biji bunga matahari yang terdiri dari 3 level yaitu 35%, 45%, dan 55%. Analisis data yang diperoleh menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Jika ada perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menentukan bahwa perlakuan terbaik adalah pada proporsi tepung beras hitam : tepung kedelai hitam (85% : 15%) dengan penambahan minyak biji bunga matahari 55% merupakan cookies perlakuan terbaik dengan nilai kadar air 5,95%; kadar abu 1,02%; kadar lemak 12,41%; kadar protein 13,97%; kadar karbohidrat 57,31%.
Community empowerment through snakefruit diversification as fruitleather using a dough machine in the Kramat Bangkalan Village Rosida, Dedin Finatsiyatull
Journal of Saintech Transfer Vol. 7 No. 2 (2024): Journal of Saintech Transfer
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jst.v7i2.18229

Abstract

Kramat Village is one of snakefruit plantation centre in Bangkalan Madura. Some of the processed products are produced into specific typical regional food and can be sold which lead to the improvement of the community's economy. However, in its journey, the snakefruit products are difficult to market outside the region. The purpose of this program is to create a new innovation in processing snakefruit as a culinary product and souvenir typical of Kramat Village Bangkalan. The results of the activity show that innovation in processing snakefruit into fruitleather products is quite popular and has the potential to be a superior product. The development of Kramat Village and its surroundings into a tourist village has made agrotourism actors and snakefruit processors take the initiative to develop processed snakefruit products into culinary delight of the village. However, developing processed snakefruit products into culinary and souvenirs typical of the village is not easy. It requires various kinds of knowledge ranging from processing, packaging to marketing. Empowerment program society is also done in its marketing through mentoring with improvement knowledge in digital marketing field
Potensi pengembangan produk inovatif pangan dari limbah tahu sebagai produk diversifikasi bernutrisi tinggi Rosida, Dedin Finatsiyatull; Anggraeny, Fetty Tri
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i3.24137

Abstract

Limbah tahu sering menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti bau tidak sedap, pencemaran air dan tanah, gangguan kesehatan, serta berkurangnya estetika wilayah. Salah satu jenis limbahnya, ampas tahu, sebenarnya memiliki kandungan gizi tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomis seperti kerupuk, keripik, flake, atau snack bar. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan masyarakat tentang limbah ampas tahu sekaligus mengenalkan potensi pengembangannya menjadi produk inovasi pangan. Melalui program pengabdian ini, masyarakat mendapatkan pelatihan teknik pengolahan ampas tahu serta strategi pemasaran yang efektif. Metode kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan pembuatan produk pangan kekinian, dan pendampingan berkelanjutan pada proses produksi dan distribusi produk. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat; pengetahuan tentang ampas tahu mendapat skor 4,18, sedangkan kemampuan pemasaran mencapai 4,63. Program ini membantu mengurangi limbah industri tahu yang mencemari lingkungan, menghasilkan produk pangan baru berbasis bahan lokal, dan membuka peluang usaha masyarakat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan keterampilan pemasaran digital serta merangsang lahirnya rencana pengembangan usaha pascapelatihan. Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar pengolahan ampas tahu terus berkembang menjadi usaha yang berdaya saing tinggi.