Claim Missing Document
Check
Articles

The Characteristic of Gelatin from Bones of Local Chicken (Gallus gallus domesticus), Broiler Chicken (Gallus domesticus) and Duck (Anas plathytynchos) Pratikto, Monica Natasha; Rosida , Dedin Finatsiyatull
Nusantara Science and Technology Proceedings 8th International Seminar of Research Month 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4180

Abstract

Gelatin is a protein derivative that can be extracted from bone. Poultry bones are a by-product of public consumption. So far, poultry bones have not been used optimally and one of the alternatives that can be used for the manufacture of gelatin. The purpose of this study was to determine the characteristics of the bone gelatin of local chicken, broiler and duck produced. The experimental design used was a completely randomized design with a factorial pattern with two factors. The first factor was the type of bone is local chicken, broiler and duck. The second factor was the hydrolysis temperature is 55ºC, 65ºC, and 75ºC. The data were analyzed using ANOVA with a 95% confidence interval. If there was real different then proceed with the Duncan Test (DMRT) of 5%. The optimum treatment was obtained from broiler chicken bones at 75ºC temperatures hydrolysis with yield 11.02%, moisture 8.18%, ash 0.83%, protein 67.48%, gel strength 252.07 g bloom, viscosity 5.95 cP, fat 6.45%, gel point 17.3ºC, melting point 60.35ºC. The organoleptic analysis skoring was scent (4,16), color (4,76), texture (3,48). Fourier transform infrared (FTIR) spectra of gelatin broiler chicken 75ºC temperatures hydrolisis the presence of band corresponding to O-H, N-H, CH2, C=C, C=O, C-N, C-H alkena and aromatic ring, C-O carboxylate acid.
Karakteristik Cookies Tepung Umbi Lokal dan Tepung Jewawut dengan Penambahan Kuning Telur Dyah Setyawati; Dedin Finatsiyatull Rosida; Luqman Agung Wicaksono
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 3 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 3 Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i3.4301

Abstract

Cookies are small sweet snacks with a crunchy and hollow texture. This research aims to determine the characteristics of cookies from local tuber flour and millet flour with egg yolk concentration. The research design used was a two-factor completely randomized design. Factor I, type of local tuber flour (kimpul, white yam, yellow sweet potato): millet flour (70:30) and factor II, egg yolk concentration (10%, 12%, 14%). The results of the analysis found that the treatment of kimpul flour and millet flour (70:30) with the addition of 10% egg yolk concentration was the best treatment. The characteristics of the cookies produced are a moisture content of 4.90%, ash content of 0.87%, fat content of 20.92%, and a breaking strength of 9.3 N. The results of the hedonic test show an overall average color of 4.25 (like), taste 3.90 (like), aroma 3.95 (like), texture 3.85 (like).
The Characteristic of Gelatin from Bones of Local Chicken (Gallus gallus domesticus), Broiler Chicken (Gallus domesticus) and Duck (Anas plathytynchos) Monica Natasha Pratikto; Dedin Finatsiyatull Rosida
Nusantara Science and Technology Proceedings 8th International Seminar of Research Month 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4180

Abstract

Gelatin is a protein derivative that can be extracted from bone. Poultry bones are a by-product of public consumption. So far, poultry bones have not been used optimally and one of the alternatives that can be used for the manufacture of gelatin. The purpose of this study was to determine the characteristics of the bone gelatin of local chicken, broiler and duck produced. The experimental design used was a completely randomized design with a factorial pattern with two factors. The first factor was the type of bone is local chicken, broiler and duck. The second factor was the hydrolysis temperature is 55ºC, 65ºC, and 75ºC. The data were analyzed using ANOVA with a 95% confidence interval. If there was real different then proceed with the Duncan Test (DMRT) of 5%. The optimum treatment was obtained from broiler chicken bones at 75ºC temperatures hydrolysis with yield 11.02%, moisture 8.18%, ash 0.83%, protein 67.48%, gel strength 252.07 g bloom, viscosity 5.95 cP, fat 6.45%, gel point 17.3ºC, melting point 60.35ºC. The organoleptic analysis skoring was scent (4,16), color (4,76), texture (3,48). Fourier transform infrared (FTIR) spectra of gelatin broiler chicken 75ºC temperatures hydrolisis the presence of band corresponding to O-H, N-H, CH2, C=C, C=O, C-N, C-H alkena and aromatic ring, C-O carboxylate acid.
Biskuit Buckwheat-Sorgum: Kajian Proporsi terhadap Aktivitas Antioksidan, Fisikokimia, dan Organoleptik Chumairo, Zahrotul; Rosida, Dedin Finatsiyatull; Rahmawati
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v2i1.301

Abstract

Penggunaan tepung Tartary Buckwheat dan tepung sorgum putih sebagai substituen tepung terigu di dalam pembuatan biskuit dapat menghasilkan produk fungsional baru yang tinggi aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan biskuit terbaik dari segi fisikokimia, organoleptik, dan aktivitas antioksidannya. Penelitian diawali dengan membuat tepung Tartary Buckwheat serta melakukan analisis kimia. Desain penelitian biskuit menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor berupa proporsi tepung Tartary Buckwheat dan tepung sorgum dengan 6 level (10:60, 20:50, 30:40, 40:30, 50:20, 60:10) sebanyak 3 kali ulangan. Data hasil analisis biskuit diolah menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan DMRT 5% bila faktor berpengaruh signifikan terhadap parameter. Biskuit dengan proporsi 50 g tepung Tartary Buckwheat dan 20 g tepung sorgum merupakan biskuit terbaik hasil pengambilan keputusan menggunakan uji indeks efektivitas metode DeGarmo yang memiliki kadar air sebesar 5,49%; abu 2,65%; protein 11,97%; lemak 19,12%; karbohidrat by difference 60,74%; daya patah 11,6 N; aktivitas antioksidan 88,92%; serta hedonik (skala 1-5) warna dengan nilai 3,64; aroma 3,72; tekstur 3,48; dan rasa 3,76.
Pengaruh Substitusi Tepung Kacang Hijau dan Tepung Keong Sawah (Pila Ampullacea) dengan Penambahan Telur terhadap Analisis Proksimat Biskuit Tepung Beras Hitam Liveranny, Kartika Zenithia; Rosida, Dedin Finatsiyatull; Anggreini, Riski Ayu
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.296

Abstract

Permintaan akan makanan ringan bernutrisi tinggi di Indonesia terus meningkat, terutama untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak pada masa pertumbuhan. Biskuit merupakan salah satu makanan ringan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Kandungan gizi yang tinggi pada keong sawah dan kacang hijau menjadikannya bahan potensial untuk pembuatan biskuit yang kaya protein nabati dan hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis proksimat dari biskuit berbahan dasar tepung beras hitam yang disubstitusi dengan tepung kacang hijau dan tepung keong sawah serta penambahan telur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga taraf perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang dua kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan A1B3, yaitu dengan proporsi tepung kacang hijau dan tepung keong sawah sebesar 10:30 serta penambahan telur sebesar 30%. Hasil analisis proksimat dari perlakuan terbaik meliputi kadar air sebesar 8,06 ± 0,51%, kadar abu 3,76 ± 0,03%, kadar protein 24,93 ± 0,04%, kadar karbohidrat 48,77 ± 0,4%, dan kadar lemak 22,54 ± 0,07%.
Kajian Nutrisi Cookies Beras Hitam (Oryza Sativa L) dan Kedelai Hitam (Glycine Soja L. Merrit) Hartono, Sadrina Adsari Novita; Rosida, Dedin Finatsiyatull; Anggreini, Riski Ayu
Indonesian Journal of Microbiology Vol. 1 No. 4 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijm.v1i4.3382

Abstract

Cookies merupakan jenis biskuit dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, renyah, dan bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur kurang padat. Pangan lokal seperti beras hitam dan kedelai hitam dapat diolah menjadi tepung yang kaya antioksidan sebagai substitusi tepung terigu. Tepung beras hitam dan tepung kedelai hitam mengandung antioksidan yang menjadi salah satu cara untuk mencegah risiko penyakit kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi tepung beras hitam : tepung kedelai hitam dan penambahan minyak biji bunga matahari terhadap karakteristik cookies dan kemampuan aktivitas antioksidan pada cookies. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I adalah proporsi tepung beras hitam : tepung kedelai hitam yang terdiri dari 3 level, yaitu 65%:35%, 75%:25%, dan 85%:15%. Faktor II adalah penambahan minyak biji bunga matahari yang terdiri dari 3 level yaitu 35%, 45%, dan 55%. Analisis data yang diperoleh menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Jika ada perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menentukan bahwa perlakuan terbaik adalah pada proporsi tepung beras hitam : tepung kedelai hitam (85% : 15%) dengan penambahan minyak biji bunga matahari 55% merupakan cookies perlakuan terbaik dengan nilai kadar air 5,95%; kadar abu 1,02%; kadar lemak 12,41%; kadar protein 13,97%; kadar karbohidrat 57,31%.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN PLATFORM DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN PRODUK UMKM DESA KEBONDALEM Nanda Defi Anita, Nanda; Finatsiyatull Rosida, Dedin; Wardhani Mas’udah, Kusuma; Abidin Achmad, Zainal; Muruah, Iftitan; Almira Nur Aini, Zahra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v2i1.499

Abstract

Pemasaran merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi dalam menjalankan usaha. Kurang luasanya produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dikenal oleh masyarakat, menjadikan UMKM sulit untuk berkembang. UMKM di Desa Kebondalem hanya mengandalkan pemasaran didaerah-daerah terdekat dan juga menerima pesanan dari konsumen atau warga sekitar. Pemanfaatan teknologi platform digital merupakan metode yang ditawarkan oleh kelompok 98 KKN Tematik MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur yang terdiri dari 10 anggota dalam bentuk pendampingan terhadap UMKM yang memang benar-benar ingin dibantu. Inovasi pemasaran menggunakan platform digital oleh pelaku UMKM merupakan cara terkini dan memiliki prospek tinggi untuk berhasil, sehingga masalah pemasaran dapat teratasi. Berdasarkan 21 data UMKM yang diperoleh terdapat 2 UMKM yang membutuhkan pendampingan untuk mengatasi masalah tersebut. 2 UMKM tersebut yaitu Kripik Madam dan Kerupuk Open 3 Putri. Pendampingan yang akan dilakukan untuk menghadapi masalah pemasaran ini dilaksanakan selama 3 bulan dengan kegiatan edukasi marketing, pembuatan atau revisi logo, foto produk, penggunaan sosial media dan adanya FGD (Forum Group Discussion) mengenai perkembangan sosial media. Setelah dilakukan pendampingan hampir selama 3 bulan, terlihat adanya perkembangan dari UMKM. Perkembangan tersebut dilihat dari awalnya 2 UMKM tersebut tidak memiliki social media, sekarang sudah memiliki. Selain itu akun sosial media sudah dilakukan upload foto produk dengan caption dan tagline yang menarik, bahkan sudah mampu menarik perhatian konsumen untuk membeli produk 2 UMKM tersebut. Kegiatan pemasaran offline yang sudah dilakukan oleh UMKM memiliki strategi sendiri untuk menarik konsumen, hal tersebut harus tetap dilanjutkan. Pemasaran menggunakan platform digital merupakan suatu metode baru untuk mempromosikan produk agar dikenal oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, alangkah baiknya pemasaran offline dan online saling berkolaborasi untuk dilakukan agar produk dapat dikenal secara luas, meningkatkan penjualan serta mampu mengembangkan UMKM.
Community empowerment through snakefruit diversification as fruitleather using a dough machine in the Kramat Bangkalan Village Rosida, Dedin Finatsiyatull
Journal of Saintech Transfer Vol. 7 No. 2 (2024): Journal of Saintech Transfer
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jst.v7i2.18229

Abstract

Kramat Village is one of snakefruit plantation centre in Bangkalan Madura. Some of the processed products are produced into specific typical regional food and can be sold which lead to the improvement of the community's economy. However, in its journey, the snakefruit products are difficult to market outside the region. The purpose of this program is to create a new innovation in processing snakefruit as a culinary product and souvenir typical of Kramat Village Bangkalan. The results of the activity show that innovation in processing snakefruit into fruitleather products is quite popular and has the potential to be a superior product. The development of Kramat Village and its surroundings into a tourist village has made agrotourism actors and snakefruit processors take the initiative to develop processed snakefruit products into culinary delight of the village. However, developing processed snakefruit products into culinary and souvenirs typical of the village is not easy. It requires various kinds of knowledge ranging from processing, packaging to marketing. Empowerment program society is also done in its marketing through mentoring with improvement knowledge in digital marketing field
Kajian Penilaian Sensoris Apple Fruit Bar dengan Seduhan Teh Hijau, Teh Daun Kelor, dan Teh Daun Salam menggunakan metode Quantitative Descriptive Analysis Rosida, Dedin Finatsiyatull; Wicaksono, Luqman Agung; Gandhi, Fadia Putri Mahatma
Jurnal Teknologi Pangan Vol 19, No 1 : JUNI 2025
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v19i1.5265

Abstract

Fruit bar merupakan produk pangan yang dibuat dengan penghancuran struktur buah asli dan ditambahkan dengan gula, asam, dan pektin sehingga dihasilkan produk berwarna menarik, tekstur lembut, kenyal, dan rasa manis. Beberapa jenis fruit bar telah dikembangkan dengan menggunakan buah-buahan yang berbeda, baik secara tunggal maupun kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan penilaian sensoris  apple fruit bar dengan penambahan seduhan teh hijau, teh daun kelor, dan teh daun salam dengan berbagai konsentrasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu jenis teh (teh hijau, teh daun kelor, teh daun salam) dan persentase jumlah penambahan seduhan (40%, 50%, 60%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anova 5%. Hasil penelitian didapatkan perlakuan optimal berdasarkan pengujian fisik dan orgonoleptik pada perlakuan penambahan seduhan teh hijau sebesar 60% menghasilkan indeks warna L 33,58; indeks warna a 7,34; indeks warna b 56,35; dan tekstur hardness 2267,15 N/m2 dan pengujian sensoris menggunakan metode QDA (Quantitative Descriptive Analysis) menghasilkan karakteristik sensori fruit bar apple yang dominan berupa warna kuning kecoklatan (kuat), aroma apel (cukup), rasa manis (kuat), dan tekstur keras  (lemah).
Potensi pengembangan produk inovatif pangan dari limbah tahu sebagai produk diversifikasi bernutrisi tinggi Rosida, Dedin Finatsiyatull; Anggraeny, Fetty Tri
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i3.24137

Abstract

Limbah tahu sering menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti bau tidak sedap, pencemaran air dan tanah, gangguan kesehatan, serta berkurangnya estetika wilayah. Salah satu jenis limbahnya, ampas tahu, sebenarnya memiliki kandungan gizi tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomis seperti kerupuk, keripik, flake, atau snack bar. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan masyarakat tentang limbah ampas tahu sekaligus mengenalkan potensi pengembangannya menjadi produk inovasi pangan. Melalui program pengabdian ini, masyarakat mendapatkan pelatihan teknik pengolahan ampas tahu serta strategi pemasaran yang efektif. Metode kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan pembuatan produk pangan kekinian, dan pendampingan berkelanjutan pada proses produksi dan distribusi produk. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat; pengetahuan tentang ampas tahu mendapat skor 4,18, sedangkan kemampuan pemasaran mencapai 4,63. Program ini membantu mengurangi limbah industri tahu yang mencemari lingkungan, menghasilkan produk pangan baru berbasis bahan lokal, dan membuka peluang usaha masyarakat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan keterampilan pemasaran digital serta merangsang lahirnya rencana pengembangan usaha pascapelatihan. Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar pengolahan ampas tahu terus berkembang menjadi usaha yang berdaya saing tinggi.
Co-Authors Almira Nur Aini, Zahra Amellia, Siska Andiani, Rosa Andre Yusuf Andre Yusuf Trisna Putra Angelica Apnia Priyambodo Anggita Savitri Anggraeni, Fetty Tri anggreini, riski ayu Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto, Anugerah Dany Arlita Ramadhanty Arumsaka Arina Taqwa Ayu Rovita Dewi Berlianda Meireni Zacharya Berta Patrisiya Chumairo, Zahrotul Cornelia, Maria Dany Priyanto, Anugerah Devi Wahyu Ristanti Diky Efendi Dwi Ernawati Dyah Setyawati Elma Zanubi Arifah Arifah Erika Puspitasari Fatmala Nida'ul Khasanah Fesdila Putri Nurani Fetty Tri Anggraeny Fitri Ida yanti Fi’isyatin Ayu Rochmiyah Gandhi, Fadia Putri Mahatma Gandhi, Fadia Putri Mahatma Hartono, Sadrina Adsari Novita Havanapan, Phattara-Orn Indah Lestari Jariyah Jariyah Kongpichitchoke, Teeradate Kurniasari, Novia Indah Larasati Sekar Ayu Linda Anggraini Liveranny, Kartika Zenithia Luqman Agung Wicaksono Madany Akbar Setyari Ishaqy Maghfiroh Oktafiani Meireni Zacharya, Berlianda Monica Natasha Pratikto Muhammad Alfid Kurnianto Muruah, Iftitan Nanda Defi Anita, Nanda Nindya Aulia Putri Nuro, Jamilatun Nurul Firdausy Nurun Nafiah, Nisa Patrisiya, Berta Pramidanirwa, Intan Ramadhita Pratikto, Monica Natasha Pratiwi Eka Murliati Rahadita A.D.K, Kezia Rahmawati Ramadhanty, Arlita Ratna Nur Fitria Mabbrury Ratna Yulistiani Reny Dian PS Risha Yuliani Rosa Andiani Rosida Rosida Rosida Rosida Rosida, Alifia Rusydiana, Indah Nur Sabilla Choirun Nisak Salsabila, Safrina Savitri, Anggita Septi Lilik Yuliana Sri Djajati Sri Winarti Teeradate Kongpichitchoke Tiara Puspita Sumardi Ulya Sarofa Ulya Sarofa Wardhani Mas’udah, Kusuma Yumni , Dalilah Edenya Zata Yunita Satya Pratiwi Yusuf Trisna Putra, Andre Zainal Abidin Achmad Zelvia Dian Anggraeni