Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Penyebab Kekalahan Amerika Serikat Dalam Perang Vietnam T. Mas Turi; Rudy Sutanto; Ansori Ansori
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 1, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v1i2.1019

Abstract

Perang Vietnam atau sering disebut dengan istilah perang Indochina kedua terjadi antara tahun 1957 s.d. 1975 di Vietnam. Perang Vietnam sebagai implikasi dari terjadinya Perang Dingin yang melibatkan dua ideologi besar, yakni ideologi Komunis dan SEATO. Pihak yang terlibat dalam perang di Vietnam adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam/RDV (Vietnam Utara). Vietnam Selatan didukung oleh negara SEATO seperti Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, Thailand dan Filipina. Sedangkan Vietnam Utara yang berideologi Komunis didukung oleh negara negara berhaluan komunis speerti Uni Soviet, Tiongkok, Korut, Mongolia dan Kuba. Peran Amerika Serikat dalam perang Vietnam sudah terlihat ketika terjadinya Perang Indochina pertama. Amerika Serikat merupakan salah satu kekuatan yang memberikan dukungan kepada pemerintah kolonial Perancis di Indochina ketika melakukan pemberantasan terhadap kelompok pemberontak komunis melalui Military Assistance and Advisory Group (MAAG). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tentang penyebab kekalahan Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat melakukan invasi ke Vietnam dengan jumlah pasukan dan peralatan tempur yang besar sebagai bentuk kekhawatiran terhadap efek domino, yakni pengaruh perkembangan komunisme di Asia Tenggara. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Vietnam Utara menjadi pemenang dalam pertempuran dan terdapat beberapa penyebab yang menjadikan kekalahan Amerika Serikat serta adanya dampak yang ditimbulkan dalam perang Vietnam.
Implementation of Indonesia's Sea Defense Strategy Policy In Facing Military Threats to Support Sea Power Puja Sari Putri; Ansori Ansori; Reghina R. Syifaranie S.; Anis Nurlaily; Hafidz K. Jati
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 3 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 12
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v5i3.30585

Abstract

Indonesia in realizing the World Maritime Axis country requires good physical and mental conditions where all elements greatly affect the performance and performance of the country in carrying out defense and security in order to achieve national goals. This article uses a qualitative method. Regarding the Implementation of the Archipelago Sea Defense Strategy Policy in Facing Military Threats to Support Sea Power. Using the theory of policy implementation according to Edward III, namely Communication, Resources, Disposition and Bureaucratic Structure. To obtain data using the Library Research method, which includes the use of books, scientific journals, trade publications, magazines, newspapers, the internet, and artifacts. That when viewed based on Edward III's first policy implementation theory of communication that good communication will bring Indonesia into defense diplomatically with the country concerned without having to go to war, disposition requires Indonesia to take an active role in collective security efforts in the ASEAN Regional region so as to create decisions that can be mutually agreed upon in cases of territorial waters or state borders in the ASEAN Regional region, resources require Indonesia to understand the current threat spectrum that the glass of power of great power countries has occurred in the region so that the government must take the right steps in fulfilling both human resources and defense equipment, and finally the bureaucratic structure where all elements responsible for marine security must take part in maintaining marine security and defense and minimizing the egocentricity of each institution in order to achieve national goals
Peran Perang Gerilya dalam Menghadapi Tantangan Kedaulatan Negara: Tinjauan atas Empat Konflik Bersejarah Suciati; Ansori Zaini; Sovian Aritonang
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6530

Abstract

Abstract Penggunaan taktik gerilya telah menjadi sarana peperangan utama bagi negara-negara dengan kedaulatan atau kemajuan teknologi yang lebih rendah. Esai ini mengkaji peran perang gerilya dalam mengatasi kesenjangan teknologi dalam empat konflik penting dalam sejarah. Pendekatan dalam melakukan penelitian ini adalah kualitatif, dengan fokus pada pendalaman pemahaman fenomena sosial atau budaya melalui analisis naratif dan interpretatif. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang memungkinkan peneliti menyelidiki beberapa kasus tertentu secara komprehensif dan rinci dalam situasi dunia nyata. Studi kasus dalam penelitian ini antara lain perang gerilya Jenderal Sudirman, perang gerilya Tentara Vietnam Utara (Viet Cong), perang gerilya Mujahidin, dan perang gerilya Mao Tse Tung melawan agresi militer Jepang. Melalui analisis rinci mengenai strategi, taktik, dan keputusan kebijakan dalam keempat konflik tersebut, penulis menyoroti pentingnya perang gerilya sebagai alat untuk melindungi kedaulatan negara-negara yang secara teknologi lemah. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai strategi perang gerilya dalam konteks modern dan implikasinya terhadap pertahanan nasional. Keywords: Kedaulatan Negara, Perang Gerilya, Strategi Perang, Tantangan Teknologi